Berkah doa Imam Baqi, tangan seorang anak yang dirantai algojo ini terlepas dan akhirnya terbebas dari sandera
ABDURRAHMAN bin Ahmad menuturkan dari ayahnya bahwa seorang perempuan datang menemui Baqi bin Makhlad (Imam Baqi bin Makhlad, red). Dia berkata, “Anakku kini menjadi sandera dan aku tidak tahu harus berbuat apa. Seandainya engkau menunjukkan kepadaku orang yang bersedia menebusnya, tentu aku sangat senang.”
“Baik” kata Baqi, “Pulanglah dan jangan kembali sebelum aku selidiki perkara anakmu.”
Kemudian Baqi diam sejenak sambil menggerakkan bibirnya. Selang beberapa hari kemudian, datang perempuan itu bersama anaknya. Anak itu bercerita, “Aku tengah berada di hadapan raja. Ketika aku melakukan pekerjaanku, tali rantaiku putus.”
Dia menyebutkan waktu dan hari peristiwa aneh itu terjadi. Tenyata bertepatan dengan waktu Imam Baqi berdoa.
Anak itu melanjutkan ceritanya, “Kemudian algojo berteriak ke arahku. Dia melihat apa yang terjadi dan tidak bisa menyembunyikan kebingungannya. Dia panggilkan pandai besi dan menyuruhnya merantaiku kembali. Setelah selesai dan aku kembali berjalan, ternyata tali rantai itu putus lagi. Orang-orang tercengang dan memanggil para pendeta. Aku ditanya mereka, “Apakah kamu mempunyai ibu?”
“Ya,” jawabku.
Mereka kemudian berkata, “Doa ibumu terkabul. Allah telah membebaskanmu sehingga tidak mungkin bagi kami untuk merantaimu. Mereka memberiku bekal dan menyuruhku pulang,” kutipnya.* (dalam himpunan kisah-kisah pilihan dalam kitab Siyar A’lam An-Nubala dan Tarikh Al-Islam, karya ulama besar Imam Adz-Dzahabi disusun Dr. Sulaiman Al-Asyqar, Pustaka Al-Kautsar).
Setiap pagi, ada dua malaikat yang berdoa. Jika disimak isinya, doa pagi mereka bikin merinding. Terlebih doa malaikat kedua.
Yang lebih bikin merinding, doa mereka pasti dikabulkan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Padahal semua manusia bisa masuk dalam pengelompokan doa tersebut. Entah masuk kelompok pertama atau masuk kelompok kedua.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan doa pagi mereka dalam sabdanya:
“Tidaklah ada suatu hari pun di mana hamba-hamba Allah masuk pada waktu pagi harinya, kecuali ada dua malaikat yang turun. Maka salah satu di antara mereka berdoa, “Ya Allah berikanlah ganti kepada orang-orang yang berinfak.” Dan malaikat yang lainnya berdoa, “Ya Allah berikanlah kerugian kepada orang-orang yang menahan hartanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Doa pagi malaikat untuk orang yang berinfak
Doa pagi malaikat yang pertama ditujukan untuk orang-orang yang berinfak. Malaikat berdoa kepada Allah agar mereka diberikan ganti.
Dalam hadits lainnya Rasulullah mensabdakan bahwa infaq atau sedekah tidak akan mengurangi harta.
مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ
“Tidaklah sedekah mengurangi harta” (HR. Muslim)
Karenanya kita tidak akan mendapati dalam sejarah, orang jatuh miskin karena sedekah. Tidak ada orang yang bangkrut dan melarat gara-gara sedekah dan zakat. Justru yang terjadi, orang yang suka bersedekah, insya Allah hartanya semakin bertambah. Bal yazdad, bal yazdad, bal yazdad.
Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu pernah menginfakkan separuh hartanya. Namun tidak ada ceritanya ia jatuh miskin setelah itu. Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu pernah menginfakkan seluruh hartanya. Namun tidak ada ceritanya ia menjadi fakir setelah itu. Bahkan harta keduanya semakin banyak dan berkah.
Hadits doa pagi malaikat ini juga menunjukkan keutamaan berinfak setiap hari. Sekecil apa pun. Dan doa ini tidak akan ditolak oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebab malaikat selalu taat kepadaNya dan tidak pernah bermaksiat.
Doa malaikat untuk orang yang tidak mau berinfak
Doa pagi malaikat yang kedua ditujukan untuk orang-orang yang menahan hartanya, tidak mau berinfak. Malaikat berdoa kepada Allah agar mereka diberikan kerugian.
Kita patut berhati-hati dengan doa ini. Sebab doa ini juga tidak akan ditolak Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Orang yang menahan hartanya, tidak mau berinfak, umumnya didasari sifat bakhil, rakus dan tamak. Cinta dunia membuat ia tidak mau hartanya berkurang. Ia menganggap dengan menyimpan dan menahan hartanya, hartanya tidak akan berkurang.
Namun ia salah. Justru dengan kekikirannya, Allah menjatuhkan kerugian kepadanya. Hartanya memang tidak berkurang dengan keluarnya zakat dan infaq. Namun harta itu bisa berkurang dengan musibah dan bencana. Mungkin hartanya berkurang karena pencurian dan penipuan. Mungkin hartanya berkurang dengan jatuh sakit atau anaknya masuk rumah sakit.
Mungkin juga hartanya berkurang karena anak-anaknya suka berfoya-foya dan menghamburkan uang. Atau bahkan anaknya mengkonsumsi narkoba hingga menghabiskan banyak harta. Atau membutuhkan rehabilitasi yang memakan banyak dana. Maka jangan hanya berpikiran pendek dan tertipu dengan logika keliru.
Mari upayakan berinfak sesuai kemampuan kita. Jangan pernah menahan harta karena kikir dan cinta dunia. Semoga Allah memberkahi harta kita, di antaranya dengan wasilah doa pagi malaikat setiap harinya.
Berikut ini istighfar setelah shalat Maghrib agar husnul khatimah. Kita pasti mengharapkan meninggal dalam keadaan husnul khatimah, atau meninggal dalam keadaan baik dan bahagia, dan mati dalam keadaan beriman kepada Allah. Untuk mewujudkan itu, kita harus berdoa kepada Allah agar nanti dalam keadaan husnul khatimah.
Disebutkan dalam kitab Bughyatul Mustarsyidin, bahwa di antara cara agar kita mati dalam keadaan husnul khatimah adalah kita istiqomah mengamalkan membaca istighfar setelah shalat Maghrib agar husnul khatimah berikut setelah shalat Maghrib sebanyak 4 kali;
Alloohumma sholli ‘alaa sayyidinaa muhammadin wa ‘alaa aalihii wa shohbihii wa sallim bi’adadi kulli harfin jaroo bihil qolam.
Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad, serta keluarga dan para sahabatnya, sebanyak jumlah huruf yang digariskan oleh qalam (pena).
Habib Abdurrahman dalam kitab Bughyatul Mustarsyidin berkata sebagai berikut;
فائدة: نقل عن القطب الحداد نفعنا الله به أن مما يوجب حسن الخاتمة عند الموت أن يقول بعد المغرب أربع مرات: أستغفر الله الذي لا إله إلا هو الحي القيوم الذي لا يموت وأتوب إليه رب اغفرلي وعن بعض العارفين: من قال بعد صلاة المغرب ايضا قبل ان يتكلم اللهم صل على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه بعدد كل حرف جرى به القلم عشر مرات مات على الايمان
Sebuah faidah : Dinukil dari Al-Quthb Al-Haddad bahwa di antara hal yang menyebabkan khusnul khatimah saat meninggal adalah membaca setelah Maghrib sebanyak 4 kali; Astaghfirullaahal ‘azhiim alladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuumu wa atuubu ilaihi, robbighfirlii.
Dari sebagian arifin; Barangsiapa setelah shalat Maghrib juga membaca sebelum berbicara ‘Alloohumma sholli ‘alaa sayyidinaa muhammadin wa ‘alaa aalihii wa shohbihii wa sallim bi’adadi kulli harfin jaroo bihil qolam’ sebanyak 10 kali, maka dia mati dalam keadaan iman.
Demikian penjelasan istighfar shalat Maghrib agar husnul khatimah. Semoga bermanfaat.
Berikut ini adalah doa ketika rindu seseorang yang disayang. Misalnya seorang anak rantau merindukan ibunya. Anak yang kuliah di negeri orang merindukan keluarganya. Atau suami yang merindukan istrinya sebab sedang tugas. Nah berikut doa yang bisa dibaca ketika rindu seseorang yang disayang.
6 Doa Ketika Rindu Seseorang
Habib Zain bin Ibrahim bin Smith dalam kitabnya Fawaidul Mukhtarah [hal. 362] menyebutkan setidaknya ada 5 doa yang bisa dipanjatkan ketika seseorang dilanda perasaan rindu. Sebagaimana berikut:
Pertama, Membaca doa Nabi Yusuf.
Doa ketika dilanda rindu yang pertama ialah doa Nabi Yusuf yang yang termaktub dalam Al-Qur’an Surat Yusuf ayat: 4. Disamping itu, menurut sebagian orang ada yang mengatakan bahwa doa ini juga berkhasiat mempermudah untuk menemukan jodoh, bagi yang masih belum mempunyai pasangan serta dapat mempererat hubungan suami dan istri.
Ingatlah, ketika Yusuf berkata kepada ayahnya, “Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan. Aku melihat semuanya bersujud kepadaku”. (QS. Yusuf: 4)
Kedua, Membaca Surat Thaha ayat: 39.
Doa yang kedua adalah ayat Al-Qur’an yang juga dapat dibaca sebagai doa mustajab ketika rindu kepada seseorang yang termaktub dalam Surat Thaha ayat: 39.
Bacaan doa ini sebaiknya kita baca setiap selesai melaksanakan shalat lima waktu dengan dengan dibarengi perasaan yang tulus dan ikhlas. Banyak yang meyakini bahwa siapa yang membaca doa ini maka rasa rindu yang terpendam akan terobati dengan cara yang benar. Berikut doanya,
Dan aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dariKu, dan supaya kamu di asuh atas pengawasanKu. (QS. Thaha: 39)
Ketiga, Membaca Surat Al-Fatihah.
Ayat Al-Qur’an yang setiap hari kita baca di dalam shalat ini memang meempunyai banyak keistimewaan. Selain menjadi surat pembuka dalam Al-Qur’an, ternyata Surat Al-Fatihah juga bisa digunakan untuk mengobati berbagai penyakit, memperluas rezeki, menjauhkan diri dari sifat pelupa, dan bahkan bisa menjadi salah satu obat rindu. Caranya yaitu dengan mengirimkan hadiah pahala bacaan Al-Fatihah kepada orang yang kita rindukan.
Keempat, Membaca Surat Al-Baqarah ayat: 165
Penggalan Surat Al-Baqarah ayat: 165 juga dipercaya bisa menjadi doa ketika seseorang dilanda rindu kepada orang lain. Berikut ayatnya,
Mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah; sedang orang-orang yg beriman itu lebih cinta (taat) kepada Allah. (QS. Al-Baqarah: 165)
Kelima, Surat Ali-Imran ayat: 14
Tak hanya Surat Al-Baqarah ayat: 165 saja, sebagian orang juga kadang menggabungkan bacaan ayat tersebut dengan Surat Ali-Imran ayat: 14 yang berbunyi,
Dijadikan indah pada pandangan manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu; wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang.
Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allahlah tempat kembali yang baik (surga). (QS. Ali-Imran: 14)
Keenam, Membaca Doa Rindu Orang Tua
Sebagai anak yang selalu merindukan orangnya, ketika kita jauh dari orang tua baik semasa hidup, lebih-lebih ketika mereka sudah wafat tentu saja kita akan merasa rindu dengan mereka. Karena merekalah orang yang sudah membesarkan dan merawat kita.
Perasaan rindu yang teramat sangat ini bisa terobati dengan senantiasa mengirimkan doa untuk orang tua, ini doanya,
Ya Allah (Wahai Tuhanku), ampunilah aku dan kedua orang tuaku, sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku diwaktu kecil.
Itulah pelbagai doa yang bisa dibaca ketika rindu seseorang yang tersayang. Semoga doa yang bisa kita panjatkan ketika sedang merasakan rindu kepada seseorang yang kita sayang. Sebagai tambahan, ada baiknya untuk senantiasa mengamalkan doa-doa di atas dalam keseharian agar kita terhindar dari bisikan maupun godaan setan karena perasaan rindu tersebut. Semoga bermanfaat.
HUSNUL khatimah adalah impian setiap Muslim di akhir hidupnya kelak. Husnul khatimah adalah akhir hidup yang baik adalah suatu kondisi dimana seorang mukmin diberi taufiq oleh Allah sebelum datangnya kematian untuk meninggalkan segala perbuatan yang mendatangkan murka Allah Azza wa Jalla, bersemangat melakukan ketaatan dan mengerjakan berbagai kebaikan kemudian dia menutup usianya dengan kebaikan.
Namun, tidak semua orang yang berhasil mencapai husnul khatimah. Nyatanya, manusia wafat dalam keadaan yang berbeda-beda, ada yang husnul khatimah ada juga yang ternyata malah su’ul khatimah atau berakhir dengan buruk.
Nah, salah satu upaya yang bisa kita lakukan untuk mencapai husnul khatimah adalah berdoa kepada Allah SWT dengan tidak melupakan untuk selalu beribadah dan beramal shalih.
Dalam kitab Nashâihul ‘Ibâd, Syeikh Nawawi al-Bantani memberikan penjelasan bahwa di antara sebab-sebab mendapatkan husnul khatimah adalah membiasakan untuk membaca doa berikut ini:
“Ya Allah, muliakanlah umat Nabi Muhammad dengan keindahan orang-orang yang kembali kepada-Mu di dunia dan akhirat, sebagai penghormatan-Mu kepada orang yang telah Engkau jadikan bagian dari umatnya.”
Atau merutinkan bacaan di bawah ini setiap pertengahan antara shalat sunnah sebelum subuh dan shalat fardlu subuh:
Artinya: “Ya Allah, sayangilah umat baginda kami Muhammad. Ya Allah, tamballah (kekurangan) umat baginda kami Muhammad. Ya Allah, perbaikilah umat baginda kami Muhammad. Ya Allah, sehatkanlah umat baginda kami Muhammad. Ya Allah, peliharalah umat baginda kami Muhammad. Ya Allah, sayangilah umat baginda kami Muhammad dengan rahmat yang menyeluruh. Wahai Tuhan semesta alam. Ya Allah, berilah pengampunan yang menyeluruh, Wahai Tuhan semesta alam. Ya Allah, lapangkanlah umat baginda kami Muhammad dengan kelapangan yang segerah, wahai Tuhan semesta alam.”
Artinya: “Wahai Tuhan segala sesuatu, dengan kekuasaan-Mu atas segala sesuatu, ampunilah seluruh dosaku. Janganlah Engkau menanyakan kepadaku tentang segala sesuatu. Janganlah Engkau menghisabku mengenai segala sesuatu, dan berilah aku segala sesuatu.” []
DALAM dunia Islam, doa bukan hanya berarti shalat dan melakukan permohonan kepada Allah secara lisan saja. Semua ucapan, sikap, perilaku, penampilan, tindakan, apa pun pola dan bentuknya, akan menambah nilai perbuatan tersebut. Kepada Allah, ada ketentuan doa yang harus kita ketahui.
Segala perbuatan baik yang bermanfaat dan menyentuh, semua dimensi yang ada, dapat dikategorikan sebagai aktualisasi doa, seperti bekerja mencari rezeki yang halal, memelihara kesehatan ruhani dan jasmani, menuntut ilmu yang bermanfaat, melayani masyarakat, berkarya yang mendatangkan kemaslahatan umat manusia, dan lain sebagainya.
Segenap usaha manusia akan sirna kecuali perbuatan yang diniatkan, diyakini, ditujukan, dan dimaksudkan hanya untuk Allah SWT, dengan (bersama) Allah. Ia akan menjadi simpanan kelak di kemudian hari serta kekal abadi disisiNya.
Ketentuan Doa pada Allah, Multidimensional
Allah SWT berfirman: “(Sebenarnya) apa yang ada pada kamu akan habis dan hilang lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah tetap kekal dan sesungguhnya Kami akan membalas orang-orang yang sabar dengan memberikan pahala yang lebih baik dari apa yang mereka telah kerjakan.” (Surah An-Nahl ayat 96)
Dengan cara pandang ini, dapat dikatakan bahwa doa itu multidimensional dan tiada terhingga jumlah serta pola aplikasinya. Bahkan, berkarya dengan karya yang bemanfaat dan mengharapkan kemaslahatan atas hasil karyanya itu dapat dikategorikan sebagai doa yang aktual.
Ketentuan Doa pada Allah, 5 Hal
Ibadah dan konsentrasi kepada Allah SWT selalu disertai dengan beberapa hal:
Pertama, mengesampingkan hawa nafsu dan hasrat-hasrat atau motivasi-motivasi duniawi yang rendah.
Kedua, tidak membanggakan nasab keturunan, bangsa, bahasa, pakaian, madzhab, harta, dan kedudukan.
Ketiga, niat semata-mata mengharap ridha, cinta, dan perjumpaan dengan Allah SWT.
Keempat, berpegang teguh kepada Dzat yang Maha Indah, Maha Agung, Maha Perkasa, dan Maha Sempurna.
Kelima, rasa syukur kepada pemilik segala nikmat. Karena amal shalih selalu dbarengi dengan hal-hal tersebut, maka ia menjadi sesuatu yang sangat berpengaruh bagi pembinaan individu dan sosial manusia serta rahmat bagi seluruh alam.
Ketentuan Doa pada Allah, Ibadah
Begitu luasnya dimensi doa sebagai ibadah, hal itu telah dijelaskan Rasulullah SAW. Di antaranya dalam riwayat di bawah ini:
“Abu Dzar Ra. Berkata, “Nabi SAW. Telah bersabda kepadaku, janganlah kamu meremehkan suatu kebaikan sedikit pun, sekalipun hanya menyambut saudaramu dengan wajah yang manis.” (HR.Muslim). []
Alquran mengisahkan Nabi Zakaria sudah sangat tua dan istrinya juga mandul, kemudian Nabi Zakaria berdoa agar diberi keturunan. Allah SWT kemudian menjawab doanya dengan mengatakan bahwa mudah bagi-Nya untuk memberi seorang putra, karena tidak ada yang sulit bagi Allah SWT. Hal ini dijelaskan dalam Surah Maryam Ayat 9-10 dan tafsirnya.
Dia (Allah) berfirman, “Demikianlah.” Tuhanmu berfirman, ”Hal itu mudah bagi-Ku, sungguh, engkau telah Aku ciptakan sebelum itu, padahal (pada waktu itu) engkau belum berwujud sama sekali.” (QS Maryam: 9).
Dia (Zakaria) berkata, “Wahai Tuhanku, berilah aku suatu tanda.” (Allah) berfirman, “Tandanya bagimu ialah bahwa engkau tidak dapat bercakap-cakap dengan manusia selama (tiga hari) tiga malam, padahal engkau sehat.” (QS Maryam: 10).
Dalam penjelasan Tafsir Kementerian Agama, ayat ini menjelaskan bahwa Nabi Zakaria akan dianugerahi seorang putra, walaupun ia sudah sangat tua dan istrinya mandul. Sebab memberinya putra adalah hal mudah bagi Tuhan.
Kalau Allah mampu menciptakan Adam dari yang tidak ada sama sekali kemudian menjadi ada, maka menciptakan seorang anak dari yang ada, yaitu Zakaria dan istrinya adalah lebih mudah bagi Allah.
Beberapa firman Allah berikut ini menunjukkan bahwa tidak ada kesulitan sedikitpun bagi Allah untuk menciptakan segala yang dikehendaki-Nya.
“Tidakkah engkau tahu bahwa Allah mengetahui apa yang di langit dan di bumi? Sungguh, yang demikian itu sudah terdapat dalam sebuah Kitab (Lauhul Mahfudz). Sesungguhnya yang demikian itu sangat mudah bagi Allah.” (Al-Hajj: 70)
“Dan apakah mereka tidak memperhatikan bagaimana Allah memulai penciptaan (makhluk), kemudian Dia mengulanginya (kembali). Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah.” (QS Al-‘Ankabut: 19)
Kemudian Nabi Zakaria memohon kembali kepada Allah supaya diberi tanda-tanda bahwa anaknya itu segera akan dilahirkan, agar hatinya tambah tenteram dan rasa syukurnya bertambah dalam.
Beliau berkata, “Ya Tuhanku, berilah aku suatu tanda yang dapat menambah ketenteraman hatiku tentang terlaksananya janji engkau itu.”
Hal seperti ini pernah terjadi pula pada Nabi Ibrahim ketika ditanya, “Apakah engkau belum percaya bahwa Allah kuasa menghidupkan yang telah mati?” Beliau menjawab, “Sungguh aku percaya, akan tetapi aku bertanya supaya bertambah tenteram hatiku.”
Sebagaimana tersebut dalam firman Allah, “Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata, ‘Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang mati.’ Allah berfirman, ‘Belum percayakah engkau?’ Dia (Ibrahim) menjawab, ‘Aku percaya, tetapi agar hatiku tenang (mantap).’ Dia (Allah) berfirman, ‘Kalau begitu ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah olehmu kemudian letakkan di atas masing-masing bukit satu bagian, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera.’ Ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana.” (QS Al-Baqarah: 260)
Ketetapan hati menjadi karakter khusus setiap hamba terbaik yang memperoleh petunjuk dan kasih sayang dari Allah SWT. Dengan ketetapan hati, setiap hamba dapat mengarungi kehidupannya sebaik mungkin. Di dalam Al-Quran dijelaskan tentang bagaimana seorang hamba memohon kepada Allah SWT tentang ketetapan hati. Allah SWT berfirman dalam Surat Ali Imran Ayat 8:
Rabbanaa Laa tuzigh quluubanaa ba’da idzhadaitanaa wahablanaa min ladunka rahmatan innaka antal wahhaab
Artinya: “(Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi.” (Surat Ali Imran Ayat 8)
Dalam kitab tafsir Min Wahyil Quran karya Muhammad Husain Fadhlullah, dijelaskan bahwa pada ayat ini menjelaskan tentang doa yang dipanjatkan oleh “war raasikhuuna fil ‘ilmi” orang-orang yang ilmunya mendalam (disebutkan dalam ayat sebeumnya Surat Ali Imran Ayat 7). Yakni, golongan orang-orang yang perangainya baik, berilmu dengan penuh ketawadhuan dan berhati-hati dalam mengkonsumi makanan. Kelompok ini juga dalam praktik ibadahnya melebihi kualitas ibadah orang biasa dan masih banyak lagi kelebihan kelompok ini.
Dikisahkan di dalam ayat tersebut golongan “war raasikhuuna fil ‘ilmi” melantunkan doanya sebagai ungkapan syahdu dalam memohon kepada Allah SWT. Pada ayat ini diawali dengan kata “Rabbanaa” sebagai bukti kedekatan seorang hamba dengan Sang Pencipta tentang permohonannya. Lalu pada ayat ini, lafadz “Laa tuzigh quluubana” dimaknai sebagai ketersesatan seseorang, didahului oleh subjektivitas yang tersesat yang memulai ketersesatannya.
Lafadz “Ba’da idzhadaitanaa” pada ayat ini membuktikan bahwa setiap orang telah mendapatkan petunjuk bisa saja tergelincir atau berpaling kembali dalam lubang keburukan. Konsistensi dalam meneguhkan hati pun tergoyahkan kembali karena beberapa penyebab seperti kesalahan atau dosa yang dilakukan.
Maka dari itu, seorang hamba yang totalitas dalam beribadah kepada-Nya akan memohon dengan sungguh-sungguh agar diberi keteguhan atau ketetapan hati. Seperti halnya doa yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda:
Artinya: ”Wahai (Rabb) yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.” (HR. Tirmidzi)
Hati itu ibarat benda yang dikepal di antara dua telapak tangan, mudah untuk dibolak-balikkan. Maka dari itu, betapa pentingnya setiap dari kita memohon kekuatan kepada Allah SWT agar dikaruniakan ketetapan hati untuk mengarungi kehidupan yang dijalani.
Kemudian, “Wahablanaa min ladun karahmah” dimaknai sebagai permohonan yang berisi pemberian yang diberikan secara spontan dan cepat (ilmu) serta kasih sayang yang paripurna dari Allah SWT. Lalu, “Innaka antal wahhaab” dimaknai sebagai kebesaran Allah yang memiliki sifat “Al-Wahab” berarti Maha Pemberi. Memberikan banyak karunia kepada hamba-Nya atas dasar kasih sayang dengan tanpa pamrih.
Maka dari itu, “ar raasikhuuna fil ‘ilmi” ini memohon kepada Allah SWT agar setelah menerima hidayah atau petunjuk, tidak tergelincir dalam hal-hal yang salah atau dosa. Lalu, tidak menjauh dari hidayah atau petunjuk tersebut. Kemudian, memohon dikaruniakan kasih sayang dari Allah SWT Yang Maha Pemberi.
Dapat disimpulkan bahwa kita hendaknya selalu memohon kepada Allah SWT tentang segala apa pun yang kita perlukan, khususnya dalam meneguhkan hati dalam kebaikan untuk mengarungi kehidupan yang dijalani.
Doa ini pun hendaknya diamalkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bukti kita berniat sungguh-sungguh karena Allah, ikhlas dalam belajar ilmu apa pun yang baik untuk kebahagiaan di dunia dan di keabadian kelak. Wallahu a’lam.
Berikut ini kumpulan doa-doa yang dahsyat karena doa-doa ini terdapat dalam Al Qur’anul Karim. Semoga do’a dari Al-qur’an ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Barakallahu fiikum.
“Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari memohon kepada Engkau sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakekat)nya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi” (QS. Huud: 47).
“Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling Baik” (QS. Al Mu’minun: 109).
“Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir” (QS. Al Imran: 147).
“Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu): “Berimanlah kamu kepada Tuhanmu”, maka kamipun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbakti. Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji” (QS. Al Imran: 193-194).
“Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri karena itu ampunilah aku”. Maka Allah mengampuninya, sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. Al Qashash: 16).
“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir” (QS. Al Baqarah: 286).
“Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi” (QS. Al A’raf: 23).
“Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh. an jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian. dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mempusakai surga yang penuh kenikmatan” (QS. Asy Syu’ara: 83-85).
رَبَّنَا آمَنَّا فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِينَ
“Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Quran dan kenabian Muhammad)” (QS. Al Maidah: 83).
“Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa” (QS. Al Furqan: 74).
Doa mohon ampunan bagi kedua orang tua dan kaum mukminin
“Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang” (QS. Al Hasyr: 10).
“Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan” (QS. Nuh: 28).
Doa mohon ketetapan bagi diri dan keluarga dalam mendirikan shalat
“Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang” (QS. Al Baqarah: 127 dan 128).
“Ya Tuhan kami hanya kepada Engkaulah kami bertawakkal dan hanya kepada Engkaulah kami bertaubat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali” (QS. Al Mumtahanah: 4).
“Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy yang agung” (QS. At Taubah: 129).
“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (QS. Al Mumtahanah: 5).
“Ya Tuhan kami; janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang’zalim dan selamatkanlah kami dengan rahmat Engkau dari (tipu daya) orang-orang yang kafir” (QS. Yunus: 85-86).
Doa agar ditambahkan ilmu
رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا
“Ya Tuhanku, tambahkanlah aku ilmu” (QS. Thaha: 114).
“Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh” (QS. An Naml: 19).
“Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri” (QS. Al Ahqaf: 15).
“Ya Tuhanku aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan syaitan n aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku” (QS. Al Mu’minun: 97-98).
“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)” (QS. Al Imran: 8).
Doa agar dilapangkan hati dan dimudahkan dalam urusan
“Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku” (QS. Thaha: 25-28).
“Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)” (QS. Al Kahfi: 10).
Doa meminta keamanan negeri dan berlindung dari syirik
“Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala” (QS. Ibrahim: 35).
“Ya Tuhan kami, jauhkan azab jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal. Sesungguhnya jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman” (QS. Al Furqan: 65-66).