Berani Melihat Dosa Sendiri

SAHABAT, semua kepahitan yang terjadi itu pasti diundang oleh dosa kita sendiri. Maka dari itu haruslah kita berani untuk melihat dosa sendiri, karena jika kita tidak pandai melihat dosa sendiri, maka akan sulit untuk bisa mengeluarkan air mata tobat.

Allah SWT berfirman,”Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (QS. Ali Imron [3] : 135)

Mengakui kekurangan dan kesalahan diri serta meminta maaf atasnya adalah sikap mukmin yang sejati. Sikap yang membuktikan bahwa tidak ada apapun yang ditakuti kecuali Allah SWT. Sungguh mulia sikap yang demikian dan semoga kita termasuk di dalamnya. Aamiin yaa Robbal aalamiin.[*]

Oleh : KH Abdullah Gymnastiar

INILAH MOZAIK

Bersyukur di Dini Hari

ALHAMDULILLAH. Segala puji hanyalah milik Allah Swt dan hanya kembali kepada-Nya. Tiada yang luput dari pengetahuan Allah suatu kejadian sekecil apapun. Tiada yang luput dari pendengaran Allah suatu pembicaraan sehalus apapun. Hanya kepada Allah kita akan kembali. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Allah Swt berfirman,“Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda, lalu Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang, agar kamu mencari karunia dari Tuhanmu, dan supaya kamu mengetahui bilangan tahun-tahun dan perhitungan. dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas.”(QS. Al Isro [17] : 12)

Saudaraku, semoga kita menjadi hamba-hamba yang tenggelam. Tenggelam dalam rasa syukur kepada Allah Swt. Sehingga hati kita tidak pernah merasa kekurangan dari berbagai limpahan karunia Allah yang tiada bertepi. Sejak kita bangun tidur, bisa bernafas, beraktifitas hingga tidur kembali.

Setelah tidur di malam hari, kita masih diberi kesempatan untuk bangun kembali. Berarti kita masih diberi kesempatan untuk bertaubat, untuk memperbanyak amal kebaikan dan meningkatkan kualitasnya. Serta untuk menebar manfaat bagi lebih banyak orang.

Ketika mata kita kembali terbuka, panjatkanlah doa dan syukur kepada Allah karena mata kita masih bisa melihat langit-langit. Ketika telinga mendengar ayam berkokok, bersyukurlah karena telinga masih bisa mendengar. Ketika menggerakkan badan, bersyukurlah karena tulang-tulang dan jaringan otot masih bisa bekerja.

Ketika kita ke kamar kecil untuk memenuhi hajat, bersyukurlah karena racun-racun keluar dari tubuh kita. Ketika kita bertemu dengan air wudhu, bersyukurlah karena air masih tersedia dan tetesan air wudhu itu menggugurkan dosa-dosa kita. Dan, ketika kita mendirikan sholat subuh, bersyukurlah karena betapa Allah masih memberikan kita kesempatan merasakan nikmatnya bersujud kepada-Nya.Maa syaa Allah!

Saudaraku, dalam sebuah peristiwa yang seringkali nampak sepele dan tidak jarang luput dari perhatian kita, yaitu peristiwa bangun tidur di dini hari, sungguh berlimpah karunia Allah Swt jika kita tafakuri. Allah menolong kita untuk bisa melakukan rangkaian aktifitas sebagaimana disebutkan di atas.

Ketika melangkah ke masjid untuk sholat subuh berjamaah, bersyukurlah karena Allah masih memberikan kekuatan dan kemampuan untuk menggerakkan hati dan kaki kita. Dan, setiap langkah dicatat sebagai kebaikan oleh malaikat

Beruntunglah orang-orang yang bisa mensyukuri karunia Allah di dini hari. Tidak banyak orang mampu mensyukurinya dengan cara beribadah kepada-Nya. Tidak jarang orang yang malah mensikapi karunia Allah tersebut dengan berleha-leha, hanyut dalam buaian selimut dan lalai mendirikan sholat di awal waktu. Semoga kita tergolong hamba-hamba yang beruntung itu.Aamiin ya Robbal aalamiin. [smstauhiid]

INILAH MOZAIK

Sempurnanya Kebaikan Allah

ALHAMDULILLAH. Segala puji hanya milik Allah Swt., Dzat Yang tiada tuhan selain Dia. Tiada yang patut untuk disembah dan dijadikan sandaran pertolongan selain Dia. Dialah Allah, Dzat Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu, yang menciptakan langit, bumi dengan segala apa yang ada di antara keduanya. Tiada yang sia-sia dari segala ciptaan-Nya. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Saudaraku, kita mendambakan bisa menjadi orang baik. Bukan karena ingin mendapat pujian orang lain, bukan karena ingin dipandang oleh orang lain sebagai orang baik. Kita ingin menjadi orang baik karena Allah Maha Baik, Ath Thoyyib, menyukai kebaikan dan mencintai hamba-hamba-Nya yang berbuat baik.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairoh, semoga Allah ridho kepadanya, Rasulullah Saw bersabda, “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah adalah baik dan tidak menerima kecuali yang baik. Sesungguhnya Allah memerintahkan kepada kaum mukminin sebagaimana perintah kepada para rosul, “Wahai sekalian rosul, makanlah yang baik-baik dan beramal sholehlah, sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan.” (QS. Al Muminun [23]:51)

Dan Allah Taala berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman, makanlah makanan yang baik dari rezeki yang Kami berikan kepada kalian.” (QS. Al Baqoroh [2] : 172)

Abu Hurairoh melanjutkan,“Kemudian Nabi menceritakan keadaan seseorang yang melakukan perjalanan panjang, rambutnya kusut, wajahnya berdoa, menengadahkan tangan ke langit dan berkata, “Wahai Rabb-ku, wahai Rabb-ku..” Sedangkan makananya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, diberi asupan gizi dari yang haram, maka bagaimana bisa diterima doanya?!”(HR. Muslim)

Jadi, kita harus mencari kedudukan di sisi Allah dengan amal kebaikan sesuai yang Allah perintahkan. Allah adalah Ath Thoyyib, Dzat Yang Maha Baik. Thoyyib itu sendiri artinya bersih dari kekotoran dan jauh dari hal-hal yang kotor. Allah Swt, benar-benar Maha Baik. Tidak ada perbuatan Allah yang jelek. Setiap hukumnya adalah baik. Setiap perintah-Nya adalah baik. Setiap larangannya adalah baik. Bahkan ancaman-Nya pun sesungguhnya untuk kebaikan, seperti Allah menciptakan neraka, itu adalah untuk kebaikan kita.

Allah menciptakan makhluk-Nya juga secara baik. Dalam sebaik-baik bentuk menurut Allah Swt. Kalaupun ada yang terlahir tidak memiliki organ tubuh secara lengkap, ada yang tidak memiliki kaki, atau tidak memiliki tangan, atau tidak memiliki salah satu organ lainnya, sesungguhnya ini sudah sebaik-baik bentuk menurut ilmu Allah Swt. Dan perencanaan Allah adalah Maha Sempurna dan balasan-Nya pun sempurna.

Tidak ada yang buruk dari Allah, dilihat dari sisi manapun. Kalaupun kita merasa ada yang buruk, maka pasti keburukan itu pasti datang dari kita. Bisa karena buruk penyikapan kita, atau buruk persangkaan kita, buruk hati kita, atau buruk pikiran kita. Jadi kalau ada sesuatu hal yang membuat kita menderita, pasti karena diri kita sendiri yang buruk.

Maka saudaraku, marilah kita senantiasa terus memperbaiki diri kita. Perbaiki kondisi hati, pikiran, tutur kata, perbuatan dan ibadah kita kepada Allah Swt.InsyaaAllahkebaikan Allah akan sangat kita rasakan, bagaimanapun keadaan kita.WAllahualam bishowab. [smstauhiid]

Oleh : KH Abdullah Gymnastiar |

INILAH MOZAIK

Sabar dalam Ikhtiar

ALHAMDULILLAH. Segala puji hanya milik Allah dan hanya kembali kepada-Nya. Semoga Allah Yang Maha Menatap, senantiasa memberikan taufik dan hidayah kepada kita sehingga kita senantiasa berjalan pada jalan yang lurus. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada sang kekasih Allah, baginda nabi Muhammad Saw.

Allah Swt berfirman,“Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rosul-Nya serta orang-orang mumin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang ghoib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.”(QS. At Taubah [9] : 105)

Saudaraku, Allah Swt memerintahkan kepada kita untuk berikhtiar secara maksimal dan sempurna. Namun, sayangnya kita seringkali tergesa-gesa. Kita selalu ingin segera keinginan kita terwujud. Padahal keinginan manusia itu seringkali didorong hawa nafsu, dan belum tentu baik menurut Allah untuk kita.

Kalau kita ingin menikmati hasil, ketahuilah bahwa hasil itu hanya sebentar, dan belum tentu ada setelah kita berusaha. Adapun yang semestinya lebih kita nikmati adalah proses ikhtiarnya ketika kita berusaha mendapatkan hasil yang kita tuju. Sebagai contoh, seorang ibu yang tengah hamil. Jikalau ia tidak sabar, ingin segera bayinya lahir padahal usia kandungannya baru tiga bulan, maka tentu itu keinginannya itu bukanlah sesuatu yang baik dan benar.

Sedangkan jika sang ibu menjalani dengan penuh sabar usia kandungan hingga waktu kelahiran tiba, maka ikhtiar sang ibu akan menjadi ladang amal sholeh baginya. Dan pada waktu yang Allah kehendaki, bayinya akan lahir dan menjadi pelipur lara baginya yang telah sekian lama menunggu.Maa syaa Allah.

Bersabarlah dalam menjalani proses ikhtiar. Bersabarlah dalam setiap langkah, tetesan keringat, dan rasa lelah. Bersabarlah pula ketika hasil yang kita temui ternyata tidak sesuai dengan pengharapan kita ketika menjalani ikhtiar, karena sesungguhnya amal sholeh kita ada dalam kesungguhan ikhtiar kita, terlepas dari apapun hasilnya nanti.

Lantas bagaimana ikhtiar yang sungguh-sungguh itu? Kesungguhan berikhtiar ditandai dengan kerelaan untuk berkorban. Seorang pelajar yang ingin meraih prestasi tinggi di sekolahnya, harus rela mengorbankan keinginannya lebih banyak main atau nongkrong. Ia pun harus rela mengorbankan sebagian dari waktu tidur malamnya untuk bangun dan menunaikan sholat Tahajud sebagai kesungguhan doa kepada Allah Swt.

Allah Swt. berfirman,“(Yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rosul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”(QS. Ash Shoff [61] : 11)

Semoga kita tergolong orang-orang yang bersabar dalam memaksimalkan ikhtiar. Yakinilah bahwa hasil hanyalah bonus dari Allah setelah kesungguhan menjalani ikhtiar sebagai bentuk ibadah kepada-Nya. Dan, Allah pasti mengetahui setiap niat dan kesungguhan kita dalam berikhtiar, tidak ada yang sia-sia di hadapan-Nya.WAllahualam bishowab. [smstauhiid]

Oleh : KH Abdullah Gymnastiar 

 

INILAH MOZAIK

Semua Terjadi Atas Kehendak Allah

SAHABAT, pokok pangkal dalam hidup ini adalah mengandalkan Allah SWT dalam segala keadaan. Karena yang menentukan segala-galanya hanyalah Allah SWT. Tidak ada satupun kejadian sekecil apapun yang bisa terjadi kecuali atas izin Allah SWT.

Jika Allah SWT mengizinkan sesuatu terjadi, maka terjadilah. Sedangkan jika Allah SWT tidak menghendaki sesuatu terjadi, maka pasti tidak akan terjadi.

Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah!” Maka terjadilah ia.” (QS. Yaasin [36] : 82)

Jadi, kejadian apapun, baik kita sukai maupun yang tidak kita sukai, pasti terjadi atas izin Alloh SWT. Semoga kita senantiasa bisa menafakuri setiap kejadian apapun dan menjadi ladang amal bagi kita untuk mencapai derajat yang lebih tinggi di hadapan Allah SWT. Aamiin yaa Robbal aalamiin. [*]

 

 

Oleh : KH Abdullah Gymnastiar |

Ciri Buta Hati

SAUDARAKU, kita sering merasa prihatin, kasihan, kepada orang yang matanya tidak bisa melihat (tuna netra). Padahal tidak bisa melihat dunia sebenarnya bukan masalah besar. Masalah yang besar itu adalah ketika hati yang buta. Apa hati yang buta itu? Yakni hati yang tidak bisa melihat kebenaran.

Salah satu ciri hati yang buta adalah tidak bisa membedakan mana yang kekal, dan mana yang fana. Kebutaan hati akan membuat seseorang tidak mengenal Allah SWT. Yang dikenalnya hanyalah dunia. Sehingga, orang yang mata hatinya buta, dia lebih sibuk mencari duniawi dibanding kedudukan di sisi Allah SWT.

Hati yang buta adalah disebabkan kemaksiatan dan dosa-dosa yang terus-menerus kita lakukan. Hati yang buta adalah akibat dari dosa yang tidak kita taubati dengan taubat yang sebenar-benarnya. Dampaknya, ia tidak bisa melihat cahaya kebenaran, ia akan tersesat dalam kehidupan dan celaka pada hari kemudian.

Semoga kita tidak termasuk orang-orang yang buta hati. Kita memohon kepada Allah SWT agar senantiasa diberi petunjuk untuk selalu menjaga diri kita dari berbagai perbuatan yang bisa membutakan mata hati.

 

Oleh : KH Abdullah Gymnastiar

INILAH MOZAIK

Rezeki yang Berkah

ALHAMDULILLAH. Semoga Allah Yang Maha Menatap, menggolongkan kita sebagai orang-orang yang istiqomah menjemput rezeki-Nya dengan cara-cara yang halal. Sungguh Allah Maha Mengetahui apa yang kita kerjakan sekalipun kita rahasiakan. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Saudaraku, kita menjemput rezeki, yang kita cari adalah keberkahannya. Nah, ini yang seringkali terlupakan. Pencuri juga berjumpa dengan rezekinya, tapi tidak berkah karena caranya haram. Kalau dia berikhtiar secara lurus dan jujur, pasti dia akan bertemu juga dengan rezekinya, rezeki yang halal dan berkah.

Allah Swt telah melimpahkan berbagai keperluan kita di semesta alam ini, hanya saja tinggal kita memilih mau yang halal ataukan yang haram, mau yang Allah ridhoi atau yang tidak Allah ridhoi. Pilih madu atau khamr, pilih daging sapi atau daging babi. Di sinilah letak ujiannya bagi kita.

Oleh karena itu, janganlah takut kehabisan rezeki. Tapi, takutlah kalau tidak ada keyakinan bahwa Allah Sang Penjamin Rezeki.

Jika kita menjemput rezeki dengan cara yang halal, yang Allah ridhoi, maka sebelum kita bertemu dengan yang akan kita jemput, maka Allah sudah melimpahi kita dengan rezeki-rezeki lain yang boleh jadi tidak kita sadari, yaitu rasa tenang.

Sedangkan jika kita menjemput rezeki dengan cara yang bathil, yang tidak Allah ridhoi, maka jauh sebelum kita bertemu dengan rezeki kita, kita sudah dihimpit dengan perasaan sempit, resah, tidak tenang. Ini yang sekarang kita kenal dengan jalan korupsi, jalan merampok, jalan membegal. Orang yang menempuh jalan ini mungkin akhirnya akan bertemu dengan rezekinya, tapi selama ia menempuh jalan itu, ia disiksa dengan rasa takut dan gelisah.

Jikapun kemudian ia mendapatkan apa yang ia kejar, maka ia tetap menderita karena rasa takut dan gelisah yang tak pernah hilang. Harta yang ia dapatkan adalah haram dan membuatnya derajat dirinya jatuh pada kehinaan. Belum lagi jika kemudian ia berurusan dengan hukum atas perbuatannya, semakin menderitalah dia.

Allah Swt. berfirman, “..Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri..” (QS. Ar Rodu [13] : 11)

Ayat ini bisa kita amalkan pada cara kita dalam menjemput rezeki. Ketika kita ingin mengubah keadaan diri kita, maka manakah yang akan kita tempuh, jalan takwa ataukah jalan tidak takwa. Jika jalan yang pertama yang kita tempuh, maka Allah akan limpahi kita dengan ketenangan, yang kita dapatkan pun penuh keberkahan dan membuat kita meraih kemuliaan.

Namun, jika jalan kedua yang kita tempuh, maka dengan sendirinya kita bertemu dengan kegelisahan, ketakutan, yang kita dapatkan jauh dari keberkahan dan membuat kita jatuh pada kehinaan. Naudzubillahi mindzalik.

Semoga kita termasuk orang-orang yang mau dan mampu menjemput rezeki Allah yang halal dengan cara-cara yang Allah ridhoi. Aamiin yaa Robbal aalamiin. [smstauhiid]

Oleh : KH Abdullah Gymnastiar

 

INILAH MOZAIK

Ridho pada Setiap Keadaan

ALHAMDULILLAH. Segala puji hanya milik Allah Swt. Tiada yang wajib disembah selain Allah, dan tiada yang kuasa menghendaki suatu kejadian kecuali hanya Allah Swt. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Saudaraku, salah satu sebab kita tidak bahagia dalam hidup adalah karena ketidaksiapan menghadapi kenyataan. Kita siap menghadapi kenyataan yang sesuai keinginan kita. Tapi, belum tentu kita siap menghadapi kenyataan yang tidak sesuai keinginan kita. Padahal tidak mungkin setiap keinginan kita terpenuhi. Apa jadinya jika setiap orang ingin jadi presiden dan semuanya terkabulkan, tentu kacau hidup ini.

Allah Swt telah mengingatkan bahwa tidak setiap keinginan kita itu baik untuk kita. Karena keinginan kita lebih banyak didorong oleh hawa nafsu. Sedangkan Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi setiap makhluk-Nya. Dan, Allah juga Maha Mengetahui setiap kebutuhan makhluk-Nya.

Allah Swt berfirman, “..Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al Baqoroh [2]: 216)

Yang penting kita lakukan adalah bersikap ridho pada setiap ketetapan Allah Swt atas diri kita. Boleh jadi kita mengusahakan sesuatu, tapi hasilnya tidak sesuai dengan yang kita harapkan, tidak mengapa. Karena kewajiban kita hanyalah berusaha, berikhtiar. Ikhtiar inilah yang menjadi amal sholeh kita, menjadi ibadah kita. Adapun hasilnya, serahkan kepada Allah Swt.

Jika Allah Swt telah mentakdirkan sesuatu bagi hamba-Nya, maka takdir tersebut pasti kebaikan. Agar kita terlatih bersikap ridho, maka perlu kita selalu yakin bahwa tiada satu kejadian sekecil apapun, kecuali pasti Allah mengetahuinya. Allah Swt berfirman, “..Maka sesungguhnya Allah adalah Maha mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al Ahzab [33] : 54).

Kita harus yakin bahwa setiap kejadian itu ada dalam pengetahuan dan keuasaan Allah Swt. Dan, Allah Maha Mengetahui setiap jalan keluar dari setiap masalah yang dihadapi oleh hamba-hamba-Nya. Sehingga tiada tempat untuk mengadu dan memohon pertolongan selain Allah Swt.

Menghadapi kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan kita itu mungkin memang tidak enak. Tapi, rasa tidak enak itu akan lebih menjadi-jadi jikalau tidak ada ridho di dalam hati kita. Bersikap ridho atas apa yang telah terjadi akan membuat hati kita jauh lebih tenang dan bahagia. InsyaaAllah. [smstauhiid]

Oleh : KH Abdullah Gymnastiar 

 

INILAH MOZAIK

Tetap Ibadah Ketika Sibuk

ALHAMDULILLAH. Segala puji hanya milik Allah Swt. Semoga Allah Yang Maha Kuasa, menggolongkan kita sebagai orang-orang yang selamat di dunia dan akhirat. Sholawat dan salam semoga sealu tercurah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Allah Swt berfirman, “Katakanlah: Sesungguhnya sholatku, ibadah (kurban)ku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)”. (QS. Al Anam [6] : 162-163)

Hampir setiap hari kita memiliki berbagai macam kegiatan, hampir setiap hari kita sibuk dengan berbagai macam tugas dan pekerjaan. Sampai-sampai kesibukkan itu benar-benar terasa melelahkan. Bahkan, ada sebagian orang yang tersandung-sandung, terseok-seok ibadahnya karena saking sibuknya. Ada yang sholatnya sering di akhir waktu, kalaupun di awal waktu jadi terburu-buru. Malah ada yang sampai terlewatkan waktu sholatnya hingga masuk waktu sholat berikutnya. Alasannya sama yaitu karena sibuk dengan pekerjaan.

Saudaraku, tugas atau pekerjaan kita adalah karunia dari Allah Swt yang sangat berharga. Allah memberi kita kesempatan untuk memiliki kegiatan di saat banyak orang lain yang bingung mau melakukan apa. Allah juga yang memberi kita kesempatan bekerja di saat banyak orang lain yang masih menganggur dan mencari-cari pekerjaan.

Oleh karena itu, pekerjaan, kesibukan, atau tugas-tugas kita sesungguhnya adalah karunia dari Allah yang wajib kita syukuri. Maka, seharusnya tidak ada alasan bagi kita untuk menomorsekiankan ibadah kepada Allah Swt. karena hanya Allah Yang Maha Kuasa memberi kita kesehatan dan kekuatan sehingga kita bisa bekerja. Upayakan sekuat tenaga agar Allah tetap menjadi prioritas utama.

Di sela-sela pekerjaan kita pun sebenarnya kita bisa tetap ibadah sembari melakukan pekerjaan kita. Hati dan lisan masih bisa berdzikir menyebut nama Allah. Kita pun bisa mempraktikan kejujuran, keikhlasan, menjaga lisan dan perbuatan dari hal-hal yang bisa menyakiti orang lain atau menimbulkan kerusakan. Semua ini bisa bernilai ibadah di hadapan Allah Swt. dan kesibukan kita pun menjadi penuh berkah.

Semoga Allah Swt menggolongkan kita sebagai hamba-hamba-Nya yang pandai mensyukuri karunia Allah berupa kesibukan. Sehingga kesibukan kita menjadi jalan untuk semakin mendekatkan diri kita kepada Allah Swt. Aamin yaa Robbalaalamiin. [smstauhiid]

 

INILAH MOZAIK

Berlindung dari Bisikan Syaitan

ALHAMDULILLAH. Segala puji hanya milik Allah Swt. Dialah Dzat Yang Maha Menutupi setiap keburukan kita. Kita dihormati bukan karena kita mulia, melainkan karena Allah masih menutupi berbagai keburukan kita dalam pandangan makhluk-Nya. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Allah Swt berfirman, “Dan jika syaitan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Fushilat [41] : 36)

Saudaraku, kita tersesat sesungguhnya bukan karena bisikan syaitan, melainkan karena mengikuti bisikan syaitan. Nabi Adam as mengikuti bisikan Iblis sehingga beliau sempat memakan buah yang dilarang Allah untuk dimakan. Kemudian, nabi Adam bertaubat. Namun, ketika bertaubat beliau tidak menyalahkan iblis. Ketika taubat beliau justru berdoa, “Ya Allah Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah berbuat zholim terhadap diri kami sendiri!”

Syaitan adalah musuh yang kuat. Kita banyak kesibukan mengurusi berbagai urusan hidup kita selain dari menghadapi tipuan dan hasutan syaitan, sedangkan syaitan tidak punya kesibukan lain selain terus-menerus menipu dan menghasut kita untuk mengikutinya.

Kita akan sangat kelelahan dan kewalahan jikalau sibuk dengan syaitan. Gambarannya adalah seperti kita bertemu dengan seekor anjing galak yang terus menggonggong, maka langkah terbaik tentu bukan dengan menghadapinya, melainkan mengadukannya kepada pemiliknya.

Demikian juga dengan syaitan. Langkah terbaik bagi kita adalah dengan berlindung pada Pencipta-nya, Penguasa-nya, yaitu Allah Swt. Tiada yang bisa melindungi kita dari berbagai godaan dan tipudayanya selain Allah Swt. Berlindunglah dengan dzikir, dengan mengingat Allah, semoga kita termasuk orang-orang yang selamat dari tipuan syaitan. Aamiin yaa Robbal aalamiin. [smstauhiid]

 

REPUBLIKA