Tetap Ibadah Ketika Sibuk

ALHAMDULILLAH. Segala puji hanya milik Allah Swt. Semoga Allah Yang Maha Kuasa, menggolongkan kita sebagai orang-orang yang selamat di dunia dan akhirat. Sholawat dan salam semoga sealu tercurah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Allah Swt berfirman, “Katakanlah: Sesungguhnya sholatku, ibadah (kurban)ku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)”. (QS. Al Anam [6] : 162-163)

Hampir setiap hari kita memiliki berbagai macam kegiatan, hampir setiap hari kita sibuk dengan berbagai macam tugas dan pekerjaan. Sampai-sampai kesibukkan itu benar-benar terasa melelahkan. Bahkan, ada sebagian orang yang tersandung-sandung, terseok-seok ibadahnya karena saking sibuknya. Ada yang sholatnya sering di akhir waktu, kalaupun di awal waktu jadi terburu-buru. Malah ada yang sampai terlewatkan waktu sholatnya hingga masuk waktu sholat berikutnya. Alasannya sama yaitu karena sibuk dengan pekerjaan.

Saudaraku, tugas atau pekerjaan kita adalah karunia dari Allah Swt yang sangat berharga. Allah memberi kita kesempatan untuk memiliki kegiatan di saat banyak orang lain yang bingung mau melakukan apa. Allah juga yang memberi kita kesempatan bekerja di saat banyak orang lain yang masih menganggur dan mencari-cari pekerjaan.

Oleh karena itu, pekerjaan, kesibukan, atau tugas-tugas kita sesungguhnya adalah karunia dari Allah yang wajib kita syukuri. Maka, seharusnya tidak ada alasan bagi kita untuk menomorsekiankan ibadah kepada Allah Swt. karena hanya Allah Yang Maha Kuasa memberi kita kesehatan dan kekuatan sehingga kita bisa bekerja. Upayakan sekuat tenaga agar Allah tetap menjadi prioritas utama.

Di sela-sela pekerjaan kita pun sebenarnya kita bisa tetap ibadah sembari melakukan pekerjaan kita. Hati dan lisan masih bisa berdzikir menyebut nama Allah. Kita pun bisa mempraktikan kejujuran, keikhlasan, menjaga lisan dan perbuatan dari hal-hal yang bisa menyakiti orang lain atau menimbulkan kerusakan. Semua ini bisa bernilai ibadah di hadapan Allah Swt. dan kesibukan kita pun menjadi penuh berkah.

Semoga Allah Swt menggolongkan kita sebagai hamba-hamba-Nya yang pandai mensyukuri karunia Allah berupa kesibukan. Sehingga kesibukan kita menjadi jalan untuk semakin mendekatkan diri kita kepada Allah Swt. Aamin yaa Robbalaalamiin. [smstauhiid]

 

INILAH MOZAIK

Berlindung dari Bisikan Syaitan

ALHAMDULILLAH. Segala puji hanya milik Allah Swt. Dialah Dzat Yang Maha Menutupi setiap keburukan kita. Kita dihormati bukan karena kita mulia, melainkan karena Allah masih menutupi berbagai keburukan kita dalam pandangan makhluk-Nya. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Allah Swt berfirman, “Dan jika syaitan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Fushilat [41] : 36)

Saudaraku, kita tersesat sesungguhnya bukan karena bisikan syaitan, melainkan karena mengikuti bisikan syaitan. Nabi Adam as mengikuti bisikan Iblis sehingga beliau sempat memakan buah yang dilarang Allah untuk dimakan. Kemudian, nabi Adam bertaubat. Namun, ketika bertaubat beliau tidak menyalahkan iblis. Ketika taubat beliau justru berdoa, “Ya Allah Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah berbuat zholim terhadap diri kami sendiri!”

Syaitan adalah musuh yang kuat. Kita banyak kesibukan mengurusi berbagai urusan hidup kita selain dari menghadapi tipuan dan hasutan syaitan, sedangkan syaitan tidak punya kesibukan lain selain terus-menerus menipu dan menghasut kita untuk mengikutinya.

Kita akan sangat kelelahan dan kewalahan jikalau sibuk dengan syaitan. Gambarannya adalah seperti kita bertemu dengan seekor anjing galak yang terus menggonggong, maka langkah terbaik tentu bukan dengan menghadapinya, melainkan mengadukannya kepada pemiliknya.

Demikian juga dengan syaitan. Langkah terbaik bagi kita adalah dengan berlindung pada Pencipta-nya, Penguasa-nya, yaitu Allah Swt. Tiada yang bisa melindungi kita dari berbagai godaan dan tipudayanya selain Allah Swt. Berlindunglah dengan dzikir, dengan mengingat Allah, semoga kita termasuk orang-orang yang selamat dari tipuan syaitan. Aamiin yaa Robbal aalamiin. [smstauhiid]

 

REPUBLIKA

Banyak Celah untuk Bersyukur

ALHAMDULILLAH. Puji dan syukur hanya milik Allah Swt. Semoga Allah Yang Maha Mengetahui segala bisikan di dalam hati, menggolongkan kita sebagai hamba-hamba-Nya yang husnul khotimah. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Allah Swt berfirman, “Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.” (QS. Al Baqoroh [2] : 152)

Hampir bisa dipastikan setiap kali kita mendapat keberuntungan, misalnya mendapat hadiah uang, memiliki kendaraan baru, punya rumah baru, punya sepatu baru, kita bersyukur kepada Allah Swt, mengucapkan “Alhamdulillah “.

Namun, bagaimana jikalau kita ditimpa kepahitan, misalnya kehilangan uang atau kehilangan kendaraan? Biasanya kita lebih banyak memandang kejadian ini sebagai musibah, bencana yang membuat kita sedih. Padahal, dalam setiap babak hidup kita selalu ada sisi atau celah untuk bersyukur, bahkan dalam kepahitan sekalipun. Karena tidak ada satupun kejadian di dunia ini yang terjadi secara sia-sia, selalu ada hikmah di baliknya. Dan, setiap kejadian pasti terjadi dengan izin Allah Swt.

Ketika kehilangan kendaraan misalnya. Mengapa kita lantas hanya sibuk memikirkan kendaraanya, hanya sibuk dengan pelaporan pada aparat hukum dan sibuk dengan pencariannya saja? Semestinya kesibukan pertama kita adalah sibuk mengembalikan peristiwa ini kepada Allah dan sibuk introspeksi diri. Boleh jadi ini adalah teguran untuk kita karena selama ini kita lebih sibuk memakai kendaraan tersebut untuk urusan duniawi ketimbang untuk urusan akhirat.

Nah, pelajaran inilah yang jauh lebih berharga dari kendaraan yang hilang itu. Pelajaran inilah yang wajib disyukuri. Pelajaran tentang sabar, husnuzhon pada takdir Allah, dan tawakal pada Allah dalam ikhtiar mencarinya, inilah celah bagi kita untuk selalu bersyukur bahkan dalam kepahitan.

Semakin kita terampil untuk bersyukur, semakin kita menjadi manusia yang tangguh dan bahagia. Semoga Allah Swt senantiasa melimpahkan hidayah kita sehingga kita menjadi hamba-hamba-Nya yang pandai bersyukur. Aamiin yaa Robbal aalamiin. [smstauhiid]

 

Oleh : KH Abdullah Gymnastiar

INILAH MOZAIK

Rezeki Jaminan Allah

ALHAMDULILLAH. Segala puji hanya milik Allah Swt. Dialah Allah, Dzat Yang Maha Menciptakan langit dan bumi beserta segala apa yang ada di antaranya. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Allah Swt berfirman, “Jika Allah menimpakan sesuatu kemadhorotan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak karunia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Yunus [10] : 107).

Saudaraku, sebagian dari kita mungkin sering merasa khawatir dalam urusan rezeki. Khawatir tidak bisa makan esok hari, khawatir tidak bisa menafkahi anak dan istri, khawatir kehilangan pekerjaan, dan berbagai kekhawatiran lainnya yang berkaitan dengan rezeki.

Padahal urusan rezeki termasuk kepada jaminan Allah Swt. Setiap seorang bayi lahir ke dunia, dia lahir sudah satu paket dengan rezekinya. Bahkan bayi ini sudah mendapatkan rezeki yang cukup meskipun ia belum mempunyai ilmu, pengalaman apalagi ijazah. Semua ada dalam jaminan Allah Swt.

Yang terpenting yang perlu kita lakukan adalah menjalani hidup ini dengan ikhtiar yang sesuai dengan rambu-rambu yang Allah tetapkan dan Rosululloh Saw. ajarkan. Lakukanlah yang terbaik yang Allah sukai, maksimalkan ikhtiar, kemudian berserah diri kepada Allah. Dan, yakinlah bahwa Allah paling mengetahui apa yang kita butuhkan dan hanya Allah pula yang Maha Kuasa mencukupi kebutuhan kita. Perlu juga kita tafakuri bahwa sesungguhnya rezeki Allah tidaklah hanya berupa harta, namun masih banyak bentuk lainnya yang selama ini terus kita nikmati.

Semoga kita termasuk hamba-hamba Allah yang pandai mensyukuri rezeki-Nya. Karena inilah yang terpenting dalam urusan rezeki. Aamiin yaa Robbal aalamiin.[smstauhiid]

 

Oleh : KH Abdullah Gymnastiar

INILAH MOZAIK

Tak Perlu Ingin Menonjolkan Diri

ALHAMDULILLAH.Segala puji hanya milik Allah Swt. Semoga Allah Yang Maha Menguasai langit, bumi dan segala apa yang ada di antara keduanya, menggolongkan kita sebagai ahli syukur. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda Nabi Muhammad Saw.

Jika kita melihat sebuah bangunan gedung yang tinggi menjulang nan kokoh, maka mestilah kita bisa memetik hikmah darinya. Ternyata gedung itu bisa berdiri kuat dan indah karena masing-masing bahannya tidak saling ingin menonjolkan diri, tidak saling ingin selalu terlihat. Sehingga bangunan gedung itu bisa kokoh berdiri dan berfungsi secara optimal.

Bayangkan jika setiap bahan dari bangunan itu saling ingin menonjolkan dirinya, saling menampilkan dirinya, mungkin paku, pasir, beton, besi, semen, batubata dan bahan lainnya akan terlihat dari luar dan menjadikan bangunan itu tampak tidak indah. Bahkan juga tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya.

Saudaraku, demikianlah kita selaku kaum muslimin. Ada banyak sekali kelompok di tengah umat Islam. Ada banyak sekali orang, tokoh, sosok di dalam umat Islam yang mana masing-masing memiliki kemampuan dan kegemaran yang berbeda-beda. Dan, jikalau kita ingin umat Islam ini kokoh, kuat, kompak, dan harmoni maka kuncinya adalah tak perlu ingin saling menonjolkan diri. Tak perlu ingin saling terlihat lebih hebat daripada kelompok atau sesama orang Islam lainnya. Karena kita ini adalah umat yang satu, marilah kita jalankan peran kita masing-masing sebaik mungkin sebagai bentuk amal sholeh kita.

Setiap orang atau kelompok ada kapling dan porsinya masing-masing. Jika umat ini punya kebersamaan dengan satu tujuan, maka tidak ada yang lebih baik dari yang lainnya. Setiap orang memiliki kesempatan amal sholeh yang sama, memiliki jasa dan kemuliaan yang sama. Tiada pemimpin jika tak ada yang dipimpin. Tiada imam jika tanpa makmum.

Rasulullah Saw bersabda,“Orang mukmin dengan orang mukmin yang lain seperti sebuah bangunan, sebagian menguatkan sebagian yang lain.”(HR. Muslim)

Adapun yang penting untuk kita tonjolkan adalah ukhuwahnya, persaudaraan sesama muslimnya, kerjasamanya dalam membangun bangsa dan umat, serta akhlak mulianya. Dengan demikian dakwah kita akan sangat terasa, umat ini akan kuat dan hidup terhormat karena kesholehannya, menjadi rahmat bagi semua orang dan seluruh makhluk.Insyaa Allah! [smstauhiid]

 

Oleh : KH Abdullah Gymnastiar 

INILAH MOZAIK

Orang yang Kikir

ALHAMDULILLAH. Segala puji hanya milik Allah Swt, Dzat Yang Maha Mendengar segala bisikan meski yang paling rahasia di dalam hati sekalipun. Hanya kepada Allah kita memohon dan hanya kepada-Nya kita akan kembali. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda Nabi Muhammad Saw.

Allah Swt berfirman,“Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengatahui.”(QS. Al Baqoroh [2] : 268)

Orang yang kikir itu jikalau digambarkan seperti LautMati yang terdapat di Jordania. Banyak sungai yang mengalirkan air kepadanya, ia pun memiliki kandungan mineral yang cukup tinggi. Akan tetapi, ia tidak bisa memberikan manfaat, bahkan ikan pun tidak bisa hidup di sana.

Kenapa seseorang bisa menjadi kikir? Orang kikir itu pasti karena kurang iman. Karena orang yang yakin kepada Allah tidak akan kikir. Orang kikir itu seperti sedang memakai baju besi, yang setiap kali akan mengeluarkan harta, tangan dan tubuhnya malah semakin berat terhimpit oleh lapisan besi. Sedangkan orang dermawan setiap kali mengeluarkan harta, maka ia seperti sedang memakai baju besi yang nyaman dan menjadi perlindungan bagi tubuhnya.

Orang yang bebas dari kebakhilan, dia akan nyaman hidupnya. Sedangkan orang yang kikir walaupun harta berlimpah, maka ia akan menderita. Hartanya hanya dikumpul-kumpulkan, dihitung-hitung lalu ditimbun. Untuk apa? Seperti air yang tergenang tidak mengalir kemana-mana, meski awanya jernih namun tidak akan lama lagi dia akan keruh dan menjadi sumber penyakit. Rasa takut kehilangan, takut dicuri, takut berkurang adalah siksaan yang seringkali tidak disadari oleh orang yang kikir. Betapa menderita orang yang demikian.

Semoga Allah Swt. senantiasa melimpahkan petunjuk kepada kita sehingga kita terhindar dari penyakit kikir.Aamiin yaa Robbal aalamiin.[smstauhiid]

 

Oleh : KH Abdullah Gymnastiar 

INILAH MOZAIK

Semua Atas Izin Allah

Semoga Allah Yang Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan doa, menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang husnul khotimah. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda Nabi Muhammad Saw.

Tiada satupun racun, sekuat apapun racun itu, yang bisa membuat mati. Kematian terjadi hanya atas izin Allah Swt. Racun sama sekali tidak mematikan. Racun hanya jalan dari kematian yang Allah tetapkan. Ini hanya sebuah ilustrasi.

Kita tidak boleh memiliki pikiran atau keyakinan bahwa ada sesuatu yang bisa terjadi tanpa keterlibatan izin Allah. Sungguh, tidak ada selembar daunpun yang jatuh ke atas bumi melainkan ia jatuh atas izin Allah.

Perbuatan yang diusahakan oleh manusia adalah perbuatan yang Allah ridhoi dan Allah izinkan terjadi, maka perbuatan tersebut berbuah pahala. Sedangkan perbuatan yang diusahakan oleh manusia, lalu Allah mengizinkan itu terjadi namun Allah tidak ridho, maka berbuah dosa.

Maka, tidak ada pencurian yang terjadi kecuali atas izin Allah, akan tetapi Allah tidak ridho dan bagi si pencuri pasti ada balasannya. Sedangkan bagi yang dicuri, jika dia tafakur, sabar dan taubat, maka baginya pahala dan naik derajatnya di hadapan Allah Swt.

Demikian pula dengan obat. Obat tidak bisa memberi manfaat, tidak bisa menyembuhkan, kecuali atas izin Allah. Obat hanya jalan bagi ketetapan Allah untuk menyembuhkan seseorang.

Allah Swt berfirman, “Jika Allah menimpakan sesuatu kemadhorotan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak karunia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(QS. Yunus [10]:107)

Jadi, kejadian apapun, baik kita sukai maupun yang tidak kita sukai, pasti terjadi atas izin Allah. Semoga kita senantiasa bisa menafakuri setiap kejadian apapun dan menjadi ladang amal bagi kita untuk mencapai derajat yang lebih tinggi di hadapan Allah Swt.Aamiin yaa Robbal aalamiin. [smstauhiid]

 

INILAH MOZAIK

Kembali ke Masjid

ALHAMDULILLAH. Segala puji hanya milik Allah Swt. Tiada yang lebih besar kekuasaannya dari kekuasaan Allah Swt. Seluruh alam dan segala kejadian yang ada di dalamnya mutlak berada dalam genggaman Allah Swt. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda Nabi Muhammad Saw.

Saudaraku, gerakan sholat Subuh di masjid secara berjamaah yang beberapa waktu lalu kita jalankan bersama, harus menjadi momentum bagi kita untuk kembali ke masjid. Gerakan kemarin itu janganlah sampai berhenti satu kali saja. Sholat Subuh dijadikan momentumnya karena inilah waktu sholat yang paling berat dilakukan oleh seseorang.

Rasulullah Saw bersabda,“Sesungguhnya sholat yang paling berat dilaksanakan oleh orang-orang munafik adalah sholat Isya dan sholat Subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaan keduanya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak.”(HR. Buhori dan Muslim)

Oleh karena itu, jikalau kita terlatih untuk disiplin menunaikan sholat Shubuh berjamaah di masjid, maka insyaa Allahkita akan disiplin pula pada waktu-waktu sholat lainnya. Nah, semangat ini perlu kita pelihara terus-menerus, semangat kembali ke masjid sehingga masjid menjadi lebih makmur dengan padatnya sholat berjamaah di awal waktu. Dan tidak hanya itu, masjid juga makmur dengan kegiatan lainnya, karena sesungguhnya masjid bukanlah tempat sholat semata melainkan pusat kegiatan kaum muslimin.

Di masjid kita bisa selenggarakan kegiatan pendidikan, seperti belajar mengaji, majlis ilmu, bahkan hingga kegiatan keterampilan. Jika setiap kegiatan kita basiskan kepada masjid maka akan jauh lebih mendatangkan keberkahan karena setiap kegiatan tersebut senantiasa terkait dengan motivasi ibadah kepada Allah Swt., bukan hanya kegiatan duniawi saja.

Alangkah indahnya jika kaum muslimin kembali menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan mereka. Semakin kaum muslimin terbiasa sholat berjamaah di masjid maka semakin erat rasa kebersamaan dan persaudaraan di antara kita. Kedisiplinan sholat berjamaah di masjid akan mengundang datangnya pertolongan Allah dalam urusan lainnya. Sehingga kaum muslimin bisa bangkit kembali menjadi umat yang menebar rahmat bagi umat lainnya dan bagi seluruh alam. Semoga kita tergolong hamba-hamba Allah Swt. yang hatinya senantiasa terpaut ke masjid.Aamiin yaa Robbalaalamiin.[smstauhiid]

 

Oleh : KH Abdullah Gymnastiar

INILAH MOZAIK

Menjaga Lisan Ciri Keimanan

ALHAMDULILLAH. Segala puji hanya milik Allah Swt. Semoga Allah Yang Maha Menatap, menggolongkan kita sebagai orang-orang yang istiqomah dalam keimanan. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda Nabi Muhammad Saw.

Rasulullah Saw bersabda,“Muslim yang sejati adalah muslim yang selamat orang muslim lainnya dari lisan dan tangannya..”(HR. Bukhori dan Muslim)

Saudaraku, marilah kita lebih berhati-hati dalam menjaga lisan. Karena orang yang tidak bisa menjaga lisannya, maka hidupnya akan menjadi sumber masalah. Sedangkan orang yang bisa menjaga lisannya, maka hidupnya akan selamat dan dia pun menjadi jalan keselamatan bagi orang lain. Kualitas seseorang salah tolak ukurnya adalah lisannya.

Kita sudah melihat saat ini hiruk pikuk yang sedang terjadi di Indonesia adalah disebabkan lisan yang tidak terjaga. Termasuk juga tulisan, karena tulisan adalah salah satu ekspresi dari lisan. Lisan dan tulisan nyaris sama dalam hal fungsi dan efek yang ditimbulkannya, jika tidak dijaga, tidak dipelihara, tidak dipikirkan dulu, asal ceplas ceplos saja, maka bisa menimbulkan hal yang tidak baik. Tidak setiap yang ingin dibicarakan perlu dibicarakan, tidak setiap yang ingin dikatakan, perlu dikatakan.

Ucapan itu seperti anak panah yang direntangkan pada busurnya. Sebelum dilepaskan maka tahan dulu, sebelum diucapkan maka pikirkan dulu. Sebelum dilepaskan maka bidik dulu, sebelum dikatakan maka pastikan dulu. Supaya ucapan kita tepat sasaran, yaitu ucapan kita diridhoi Allah Swt.

Setiap mau mengatakan sesuatu, pikirkanlah dahulu apakah perkataan ini penting? Jika penting, apakah perlu untuk disampaikan? Apa manfaatnya, karena ada kalanya perkataan yang benar tapi tidak manfaat disebabkan waktu yang tidak tepat atau situasi yang tidak pas.

Saudaraku, ciri orang beriman adalah senantiasa memelihara lisannya. Semoga kita termasuk orang yang semakin terampil mengelola lisan kita agar terhindar dari ucapan yang mengandung dosa, menyakiti orang lain atau tiada berguna.Aamiin yaa Robbalaalamiin.[smstauhiid]

 

Oleh : KH Abdullah Gymnastiar

INILAH MOZAIK

Jangan Mengundang Madharat

ALHAMDULILLAH. Segala puji hanya milik Allah Swt, Dzat Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Langit, bumi, dan segala isinya mutlak adalah ciptaan-Nya. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda Nabi Muhammad Saw.

Allah Swt berfirman,“Barangsiapa yang mengerjakan dosa, maka sesungguhnya ia mengerjakannya untuk (kemadharatan) dirinya sendiri. Dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.”(QS. An Nisaa [4] : 111)

Saudaraku, siapakah yang menyebabkan datangnya keburukan kepada diri kita? Jawabannya tiada lain adalah perbuatan buruk diri kita sendiri. Yang membuat hidup kita sengsara adalah karena perbuatan kita sendiri. Yang membuat diri kita hina adalah karena perbuatan hina diri kita sendiri.

Mungkin ada pertanyaan, mengapa kita sudah berusaha untuk bersikap baik, hidup lurus, berbuat dengan tulus, tapi tetap saja ada orang yang menghina dan memfitnah kita? Maka, orang yang terus berupaya memperbaiki diri, hidup lurus dan menjaga kebersihan hati akan tetap tenang hatinya meski sebesar apapun orang lain menghinanya.

Jadi, kalau kepahitan atau keburukan diundang oleh keburukan diri kita sendiri, maka yang akan hadir dalam diri kita adalah kegelisahan, hidup tidak tenang, terasa sempit. Sedangkan kalau kita selalu berupaya menjauhi keburukan, menjauhi perbuatan hina dan senantiasa berupaya menjaga kebersihan hati, maka kepahitan yang datang dari luar tidak akan menggoyahkan ketenangan hati kita. Jika kita senantiasa menjaga kedekatan dengan Allah, senantiasa mengingat-Nya, maka Allah akan karuniakan ketenangan di hati kita.

Keburukan datang karena diundang oleh keburukan diri kita sendiri. Marilah kita terus memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah Swt. Agar jika datang keburukan dari luar sebagai ujian, maka hati kita akan tetap tenang, menghadapinya menjadi bernilai ibadah, dan berakhir dengan kebaikan.WAllahualambishowab.

 

Oleh : KH Abdullah Gymnastiar

INILAH MOZAIK