Bekal Kurma dan Air Zamzam Saat Beraktivitas

Agar kesehatan tubuh tetap terjaga selama beribadah haji, para jamaah dianjurkan untuk membawa bekal kurma saat beraktivitas. Selain itu, rajin-rajin pula meminum air zamzam, agar terhindar dari dehidrasi.

Air zamzam yang penuh berkah dapat memenuhi kebutuhan cairan tubuh, sedangkan kurma, memiliki manfaat yang sangat luar biasa karena dapat memenuhi kebutuhan gizi dan kalori. Kendati manis, kurma tidak membahayakan jamaah haji yang sedang menderita kencing manis.

Persiapan kurma dan air zamzam perlu diperhatikan, lantaran jamaah membutuhkan asupan untuk menghadapi situasi berbeda, sehingga mereka berpeluang mengalami kelemasan dan kelemahan. Untuk memudahkan, jamaah harus sering meminum air zamzam setiap kali beribadah ke Masjidil Haram atau Masjid Nabawi.

Bila perlu, Anda juga dapat mempersiapkan botol khusus untuk menampung air zamzam, sehingga dapat dikonsumsi sewaktu-waktu. Upaya memenuhi kebutuhan cairan tubuh ini terbilang krusial, terutama saat musim haji kali ini yang diprediksi akan diterpa suhu panas yang cukup ekstrem.

 

REPUBLIKA

Keajaiban Air Zamzam yang Bikin Ilmuwan Terperangah

Air zamzam muncul ke permukaan bumi sejak zaman Nabi Ibrahim. Tepatnya kala Nabi Ibrahim menempatkan Siti Hajar dan Nabi Ismail di padang pasir kering kerontang.

Kala itu Nabi Ibrahim yang masih bayi menghentakkan kaki dan munculah air zamzam. Sampai saat ini, keajaiban yang mengundang decak kagum adalah, air zamzam tidak pernah habis meski lokasinya di tengah gurun pasir yang diselimuti cuaca panas dan jarang turun hujan.

Pusat air zamzam terletak di dalam Masjidil Haram, sejajar dengan pintu Kakbah. Dahulu lokasi air zamzam bisa diakses melalui lorong bawah Masjidil Haram. Jamaah dengan bebas mengambil air melalui sumur yang diambil dengan alat timba manual. Namun, air zamzam banyak dijual di pinggir jalan dan tidak terjamin keamannya bila dikonsumsi.

Seiring berjalannya waktu Raja Arab Saudi Abdullah mengarahkan agar air zamzam tetap terjaga dengan didirikannya pusat pengemasan air zamzam pada 2010. Dengan begitu, kualitas air zamzam sebelum dikonsumsi lebih terjamin karena selalu dipantau oleh laboratorium kesehatan dan geologi, serta dewan takmir Masjidil Haram.

Dia menjelaskan, sumur air zamzam terletak di dalam Masjidil Haram. Dahulu banyak jamaah yang datang dan menjual air zamzam dengan kebersihan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Namun kini sudah sumur tersebut ditutup agar mutu kualitasnya terjaga. Sebelum sumur zamzam ditutup, lanjutnya, ada salah satu peneliti yang ditugaskan masuk ke dalam sumur.

Menurut kesaksiannya, hingga saat ini titik mata air zamzam tidak telihat. Air diketahui keluar dari sisi sumur zamzam. Meski air zamzam diserap dalam jumlah yang sangat banyak, hanya dalam hitungan tidak sampai 15 menit, maka sumur zamzam akan terisi. Padahal setiap harinya ratusan ribu kubik air zamzam diserap dari sumur untuk didistribusikan 24 jam di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di Madinah secara gratis.

“Ini seperti kambing kurban, kenapa di dunia tidak pernah habis?” ujarnya, di tempat pengemasan air zamzam, Distrik Kudai, Kota Makkah, Selasa (26/9/2017).

Sekadar diketahui, ilmuwan Jepang Dr Masaro Imoto pernah melakukan penelitian menggunakan teknik nano. Dia mengatakan, air zamzam memiliki beberapa keistiwamaan yang tidak tertandingi oleh air biasa.

Dr Masaro secara singkat menyimpulkan, air zamzam adalah air yang diberkahi tidak ada duanya Tidak satupun jenis air yang menyerupai butiran kristal air zamzam. Seluruh laboratorium yang ada tidak mampu mengubah berbagai karakteristiknya.

OKEZONE

Keajaiban Zamzam

Terlepas dari riwayat mana yang benar, yang pasti air atau sumur zamzam itu menyimpan rahasia yang luar biasa. Di antaranya, dipercaya bisa menyembuhkan penyakit sebagaimana hadis yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA. Rasulullah SAW bersabda, ”Sebaik-baik air di muka bumi ialah air zamzam. Air zamzam merupakan makanan yang mengenyangkan dan penawar bagi penyakit.” (HR dari Ibnu Abbas).

Tidak seperti air mineral pada umumnya, air zamzam mengandung elemen-elemen alamiah sebesar 2000 miligram (mg) per liter. Biasanya, air mineral alamiah (hard carbonated water) tidak akan lebih dari 260 mg per liter. Elemen-elemen kimiawi yang terkandung dalam air zamzam meliputi positive ions, seperti sodium (250 mg per liter), kalsium (200 mg per liter), potassium (20 mg per liter), dan magnesium (50 mg per liter), serta negative ions, seperti sulfur (372 mg per liter), bicarbonates (366 mg per liter), nitrat (273 mg per liter), fosfat (0.25 mg per liter), dan ammonia (6 mg per liter).

Kandungan-kandungan elemen-elemen kimiawi inilah yang menjadikan rasa dari air zamzam sangat khas dan dipercaya dapat memberikan khasiat khusus.

Satu hal yang paling menarik, ternyata selama ribuan tahun (lebih dari 14 abad) sumur zamzam tak pernah kering dan airnya tak habis kendati dipergunakan oleh lebih dari jutaan umat manusia setiap tahunnya. Di samping kehendak Allah SWT, secara ilmiah ternyata juga dapat diungkapkan fakta-faktanya.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Mungkin, secara logika, hal itu tidak masuk akal. Sebab, sumur zamzam ini hanya memiliki luas permukaan selebar 3-4 meter dan panjang (kedalaman) sekitar 30 meter, sangat kecil untuk menghasilkan air yang demikian besar untuk memenuhi jutaan umat manusia, termasuk 2,2 juta orang jamaah haji setiap tahunnya yang masing-masing membawa 5-20 liter.

Anggota Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), Rovicky Dwi Putrohari, dalam tulisannya tentang ”Rahasia Air Zamzam” menyebutkan, dalam sebuah uji pemompaan (pump test), sumur ini mampu mengalirkan air sebesar 11-18.5 liter per detik atau mencapai 660 liter per menit atau sekitar 40 ribu liter per jam. Ini dilakukan sebelum tahun 1950-an.

Kemudian, pada tahun 1953, dibangunlah pompa air. Pompa ini menyalurkan air dari sumur ke bak penampungan air dan di antaranya juga ke keran-keran yang ada di sekitar sumur zamzam. Pada saat dilakukan pengujian, pada pemompaan 8000 liter per detik selama 24 jam, air yang ada dalam sumur zamzam mengalami penyusutan sedalam 3,23 meter. Dan, ketika pemompaan dihentikan, hanya dalam waktu 11 menit kemudian permukaan sumur kembali ke asalnya. Padahal, jarak Kota Makkah ke laut (pantai) sejauh 75 kilometer. Ini menunjukkan bahwa banyak air yang tersimpan dalam sumur zamzam hasil dari rekahan (celah) bebatuan yang ada pada perbukitan di sekitar Makkah.

Kemusykilan inilah yang kemudian ‘mengusik’ para ahli hidrogeologi untuk meneliti lebih lanjut tentang keanehan sumur zamzam. Dengan jarak yang relatif jauh dari laut, dari mana sumber air begitu cepat berkumpul kembali di sumur zamzam?

Rovicky dalam tulisannya menyebutkan, banyak celah atau rekahan bebatuan yang ada di sekitar tempat itu. Disebutkan, ada celah (rekahan) yang memanjang ke arah Hajar Aswad dengan panjang 75 cm dengan ketinggian 30 cm, juga beberapa celah kecil ke arah Shafa dan Marwah.

Keterangan geometris lainnya menyebutkan, celah sumur di bawah tempat tawaf sekitar 1,56 meter, kedalaman total dari bibir sumur 30 meter, kedalaman air dari bibir sumur sekitar empat meter, dan kedalaman mata air 13 meter. Dari mata air sampai dasar sumur mencapai 17 meter dan diameter sumur berkisar antara 1,46-2,66 meter. Celah-celah inilah yang kemudian memasok air ke sumur zamzam.

Mungkinkah air zamzam tercemar?

Pertanyaan ini sering kali diembuskan oleh kelompok yang tidak percaya akan keajaiban sumur zamzam ataupun mereka yang berusaha menyelamatkan sumur zamzam.

Tahun 1971, kata Rovicky, dilakukan penelitian hidrologi oleh seorang ahli hidrologi dari Pakistan bernama Tariq Hussain dan Moin Uddin Ahmed. Penelitian ini dipicu oleh pernyataan seorang doktor dari Mesir yang menyatakan bahwa air zamzam tercemar air limbah dan berbahaya untuk dikonsumsi.

”Tariq Hussain, termasuk saya (Rovicky–Red), dari sisi hidrogeologi, juga meragukan spekulasi adanya rekahan panjang yang menghubungkan laut merah dengan sumur zamzam karena Makkah terletak 75 Kilometer dari pinggir pantai,” ujar Rovicky.

Hasil dari penelitian ini menyangkal dengan tegas tuduhan doktor Mesir tersebut. ”Namun, dari penelitian Tariq Hussain ini, kemudian memacu Pemerintah Arab Saudi untuk senantiasa memerhatikan sumur zamzam dan merawatnya dengan baik,” jelas Rovicky yang juga anggota Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI).

Langkah-langkah yang dilakukan badan riset sumur zamzam yang berada di bawah SGS (Saudi Geological Survey) bertugas untuk (a) memonitor dan memelihara sumur ini dari kekeringan; (b) menjaga urban di sekitar Wadi Ibrahim karena memengaruhi pengisian air; (c) mengatur aliran air dari daerah tangkapan air (recharge area); (d) memelihara pergerakan air tanah dan juga menjaga kualitas melalui bangunan kontrol; (e) meningkatkan (up-grade) pompa dan tangki-tangki penadah; serta (f) mengoptimalisasi suplai dan distribusi air zamzam.

 

IHRAM

Munculnya Sumur Zamzam

Sebagian besar umat Islam pasti mengenal air zamzam. Air ini akrab dengan umat Islam dan bisa dinikmati karena sering dibawa oleh jamaah haji.

Air zamzam dalam sejarahnya bermula dari kegelisahan Siti Hajar bersama putranya, Ismail, yang ditinggal Nabi Ibrahim AS di sebuah padang tandus. Cerita Siti Hajar yang ditinggal Ibrahim ini diabadikan Allah SWT dalam Alquran surah Almaidah (14) ayat 37.

Karena bekalnya habis, Siti Hajar berusaha mencari makanan atau orang-orang yang kemungkinan berada di sekitarnya. Ia pun berlari ke Bukit Marwah, balik lagi ke Bukti Shafa, dan kembali lagi ke Bukit Marwah. Tercatat, tujuh kali dirinya bolak-balik bukit Shafa-Marwah. Apa yang dilakukan Siti Hajar itu kini menjadi salah satu rukun haji yang wajib dilaksanakan umat Islam yang melaksanakan haji, yaitu sai.

Setelah lelah bolak-balik dari bukit Shafa ke Marwah, Siti Hajar mendengar perintah untuk melihat putranya yang sedang menangis dan mengentak-entakkan kakinya ke tanah. Ternyata, entakan kaki Ismail AS berhasil mengeluarkan air yang berlimpah. Siti Hajar pun kemudian berkata, “zamzam (berkumpullah),” hingga akhirnya air berkumpul dan dinamakan zamzam.

Munculnya air dari bekas entakan Nabi Ismail ini kemudian memicu hadirnya serombongan burung-burung di sekitarnya. Melihat adanya burung ini, para kafilah yang juga sedang mencari air segera menuju tempat burung-burung beterbangan itu. Inilah sekelumit singkat awal mula munculnya sumur zamzam.

Digali kembali

Setelah sekian ribu tahun, konon sumur zamzam ini kemudian tertutup karena tidak ada yang merawatnya. Maka, kakek Nabi Muhammad AS, Abdul Muthalib, bernazar untuk menggalinya kembali apabila dirinya dikaruniai banyak anak dan akan mengurbankan salah satunya. Doanya dikabulkan Allah SWT dan ia mempunyai 10 orang anak.

Kemudian, Abdul Muthalib melaksanakan nazarnya. Namun, ia ragu siapa yang akan dijadikan kurban. Lalu, diundilah hingga kemudian muncul nama Abdullah, ayah Nabi Muhammad SAW. Keraguan makin memuncak karena ia sangat menyayangi putra bungsunya ini. Setelah berkali-kali nama Abdullah muncul, ada yang mengusulkan agar nama Abdullah diundi dengan onta. Dan, setelah berkali-kali diundi, selalu muncul nama Abdullah, jumlah onta yang akan dijadikan kurban ditambah hingga 100 ekor onta. Dan, pada undian berikutnya, akhirnya muncullah nama onta yang akan dikurbankan. Karena doanya dikabulkan dan Abdul Muthalib melaksanakan nazarnya, dia pun menggali sumur zamzam tersebut. Karena itu, sumur zamzam disebut pula dengan sumur gali (Dug Water Well).

Ada pula riwayat lain yang menyebutkan bahwa Abdul Muthalib menggali sumur zamzam itu karena adanya perintah yang didapatkan ketika beliau tertidur di Hijir Ismail. Maka, perintah itu beliau laksanakan.  Wa Allahu A’lam.

 

IHRAM

Minum Air Zamzam dengan Siapkan Niat

عَنْ جَابِر قالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم:  مَاءُ زَمْزَمَ لِمَا شُرِبَ لَهُ -ابن ماجه

Dari Jabir Radhiyallahu anhu, bahwasannya  Rasulullah Shallallahu Ailihi Wasallam bersabda, yang artinya, ”Air zamzam, diminum sesuai dengan tujuannya.” (Riwayat Ibnu Majah, dihasankan oleh Al Hafidz Ad Dimyathi dan lainnya)

Al Munawi menjelasakan bahwasannya air zamzam merupakan air minum dan sarana pertolongan dari Allah untuk putra kekasih-Nya, yakni Ibrahim Alaihissalam, maka ia tetap menjadi sarana pertolongan bagi orang-orang setelahnya. Barang siapa meminumnya dengan ikhlas maka ia memperoleh pertolongan. (Faidh Al Qadir, 5/404)

Dan hadits itu berlaku umum, maka barang siapa meminumnya dengan niat agar hilang dahaga, maka hilanglah dahaga, barang siapa minum dengan tujuan terhindar dari lapar, maka hilanglah lapar, barang siapa minum agar sembuh dari penyakit, maka sembuhlah ia. (Nawadir Al Ushul, hal. 341)

 

HIDAYATULLAH

Pelepas Dahaga Sprirtual: Air Zamzam Riwayatmu Kini

Jutaan peziarah haji dan umrah yang mengunjungi tanah suci setiap tahun selalu ‘memadamkan haus spiritual’ mereka dengan membawa segelas air Zamzam selama mereka tinggal di kota suci Makkah dan Madinah. Mereka juga membawa botol Zamzam ke tanah air mereka untuk didistribusikan di antara keluarga serta kerabat mereka.

Kantor Serikat Zamzam kini telah mendistribusikan 2.6 juta botol air Zamzam kepada para jamaah haji sejak awal musim haji hingga menjelang musim puncak haji ini.

Ketua Dewan Direksi Serikat Air Zamzam, Abdul Hadi Zamzami,  mengatakan bahwa ada tujuh kantor kelompok layanan lapangan air Zamzam yang berada di bawah kantor serikatnya. Semua kantor tersebut bertugas   di bidang distribusi air Zamzam.

“Selama musim haji ini, sebanyak 47,39 juta liter Zamzam telah tersebar di antara para peziarah di Makkah dan Madinah, katanya seperti dilansir Saudigazette.com.

Proyek pengemasan ini hadir atau berasal dari ide Raja Abdullah agar pendistribusian air Zamzam semakin hari kian teratur. Proyek ini menggunakan teknologi yang sangat canggih untuk menyediakan dan menjaga kemurnian kualitasair suci ini.

Selain itu dengan adanya serikat tersebut maka pasokan air Zamzam kepada jamaah haji dan umrah bisa benar-benar terjamin. Ini karena semua orang tahu, air minum –apalagi air Zamzam — adalah sebuah hal yang sangat berharga. Di masa silam, utamanya di kalangan peziarah yang berhaji dengan naik unta dengan menyusuri gurun pasir, air minum kadang lebih mahal dengan emas. Aibatnya, persoalan air kerap kali menimulkan pertentangan. (Lihat gambar di atas: Sistem pompa dan pengemasan air Zamzam yang berada di kawasan Khudai, Makkah).

Sedangkan khusus untuk serikat atau perusahaan pengelola air Zamzam, maka sejak zaman dahulu soal pasokan air bersih dan air Zamzam di kawasan Makkah memang sudah ada pihak yang ditunjuk mengurusnya. Dan di Makkah dari dulu ada dua jenis air, yakni air biasa yang dipakai keperluan sehari-hari (air bersih yang dipasok dari Thaif) dan air Zamzam yang memang dipakai khusus untuk air minum para peziarah yang datang ke Masjidill Haram.

Nah, dipundak para anggota serikat itulah hingga kini dibebankan tugas untuk menjamin pasokan dan kualitas air zamam hingga bisa  sampai ke tangan pejiarah haji dan umrah dengan baik. Untuk memastikan pasokan air Zamzam itu Raja Abdullah pun telah menfasisiliatsi pembangunan proyek pengemasan air Zsmsam pada  Septmeber 2010 dengan menghabiskan dana  hingga 700 juta real.

Proyek tersebut mencakup 42 titik distribusi yang kantor pusatnya berada di kawasan Kudai di Makkah. Dari tempat itulah semuanya kini bermula. Awalnya, air  Zamzam itu dipompa dari sumurnya  ke tanki yang ada di kawasan Kudai. Dari situ Air Zamzam kemudian menjalani pemurnian dan sterilisasinya melalui sistem penyaringan  dengan menggunakan metodologi teknologi tinggi.

Setelah proses pemurnian tersebut, air  Zanmzam ini kemudian dipompa air ke tangki besar di Kudai dan di titik King Abdulaziz Sabeel (outlet pasokan Zamzam). Air Zamzam dari tangki Kudai inilah yang memasok kebutuhan minum para peziarah yang berada di Masjidil Haram.Air Zammzan ini dipasok melalui jaringan pipa dengan panjang sekitar satu kilo meter.

Sementara itu, tangki yang satunya, yaitu tani Sabeel dipakai untuk memasok air zamam untuk kebutuhan peziarah yang berada di Masjid Nabawi. Pasokan air suci ini ke Madinan ini idikirimkan melalu truk tangki dari berbagai amcam ukuran tuk tanki, misalnya dengan ukuran kapasitas tangki 10.000 meter kubik

Melalui proyek tersebut, maka kemudian bisa diketahui secara lebih pasti seperti apa profil sumur Zamzam itu.Sumur tersebut kini dalamnya sekitar 42 meter. umur Zamzam ini bisa mengeluarkan 11-19 liter air dalam satu detik.

King Abdullah Zamzam Water Factory (Serikat Air Zamzam,red) itu mampu menghasilkan 200.000 botol air berisi 10 liter zamzam dalm sehari. Produksi botol air bertambah selama Ramadan dan musim haji,” kata Zuhair Nawab, Presiden Saudi Geological Survey.

Sedangkan posisi persis dari letak sumur Zamzam itu sebenarnya terletak sekitar 21 meter di sebelah timur Ka’bah dan terletak 1,56 di bawah permukaan mataf (tempat tawaf).

 

REPUBLIKA

Berburu Zamzam Pakai Botol di dalam Masjidil Haram

Siapa yang tak kenal Air Zamzam? Air berkhasiat bagi umat manusia tersebut telah hadir sejak zaman Nabi Ibrahim AS, yang hingga kini masih mengalir tiada berkurang sedikit pun, bahkan bertambah meski telah diminum manusia yang tak terhitung jumlahnya.

Air Zamzam menjadi pilihan utama bagi semua jamaah yang berkunjung di Masjidil Haram, Makkah maupun di Masjid Nabawi, Madinah. Pihak masjid menyediakan air Zamzam dengan kran mulai dari pintu masuk gerbang masjid hingga di dalam masjid.

Jamaah haji dan umrah dari berbagai dunia, takkan melewatkan air zamzam tatkala pulang ke rumahnya setelah beribadah umrah dan haji. Jamaah umrah yang hadir setiap hari di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram yang jumlahnya selalu padat merayat dapat dinyakini meminum air zamzam saat masuk dan keluar masjid.

Untuk lebih afdal ketika pulang ke rumah, banyak jamaah sengaja menyediakan botol-botol air meniral dengan berbagai ukuran, untuk diisi air zamzam asli dari kran yang telah disediakan. Setiap melaksanakan shalat lima waktu, jamaah berburu air Zamzam untuk disimpan dalam botol air mineral.

Jumlah jamaah umrah memasuki bulan Rajab hingga Senin (17/4) semakin membeludak, terutama dari Indonesia. Sangat kentara sekali kalau jamaah berasal dari Indonesia. Setiap ke masjid selalu membawa kantong plastik berisi botol-botol air mineral kosong. Setelah shalat botol-botol sudah penuh air Zamzam.

Usman, salah seorang jamaah umrah Indonesia dari biro perjalanan haji dan umrah PT Nur Rani Al-Waali (NRA) berencana membawa pulang botol-botol kemasan berisi air mineral sebanyak delapan botol ukuran 600 mililiter.

“Saya sengaja menyediakan setiap pergi shalat ke masjid bawa satu-dua botol untuk diisi air Zamzam,” kata Usman.

Kalau Usman berburu air Zamzam baik di Madinah maupun di Makkah di sembarang tempat kran air baik di dalam maupun luar masjid. Sedangkan Husni, berbeda lagi. Ia ingin berburu air Zamzam khusus yang berada dalam gentong di dalam masjid dengan berbagai alasan yang dibuatnya.

“Kalau di dalam masjid di dalam gentongnya boleh jadi asli dari sumurnya, tapi kalau yang di luar belum tentu karena bebas mengambilnya,” kata Husni jamaah umrah lainnya.

Di Masjidil Haram, Makkah, jamaah mengambil air dalam dimasukkan ke dalam botol selalu kucing-kucingan dengan askar yang berjaga dan berpatroli di dalam masjid. Berdasarkan pantauan Republika.co.id, para jamaah yang akan mengambil air zamzam telah membawa kantong berisi botol didahuli dengan minum pakai gelas. Setelah aman dari petugas, mereka memasukkan air dalam gelas dimasukkan ke botol satu persatu hingga penuh.

“Kalau ketahuan pakai botol diusir askar. Jadi harus sembunyi-sembunyi,” ujar Rima, salah seorang jamaah umrah Indonesia.

Ustaz Jaswadi, pembimbing jamaah umrah (mutowwif) dari NRA mengatakan, saat ini, alat yang berada di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah sudah canggih. Jadi, menurut dia, tidak perlu lagi jamaah harus melilitkan lakban berwarna coklat di botol air mineral, tujuannya agar tidak terdeteksi alatnya.

“Sekarang sudah canggih, bukan seperti dulu lagi botol-botol berisi air Zamzam diselimuti lakban, pasti ketahuan,” ujarnya Jaswadi kepada Republika.co.id.

Ia menyarankan jamaahnya agar membawa botol-botol ukuran sedang paling banyak delapan botol saja, dimasukkan di tas tangan yang dibawa ke kabin pesawat, bukan ke dalam tas koper besar di bagasi.

“Kalau pun tidak boleh, langsung ditinggal saja botol dalam tas ‘jinjingan’. Tapi kalau dalam tas koper, bisa disuntik untuk mengeluarkan airnya, isi tas jadi basah,” katanya.

 

sumber: IHRAM