Jamaah Diminta Sudah Memakai Ihram Semenjak dari Tanah Air

IHRAM.CO.ID, JEDDAH — Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Arsyad Hidayat mengingatkan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika jamaah haji hendak mendarat di Bandara King Abdul Aziz Jeddah. Salah satu diantaranya adalah sudah sudah mengenakan kain ihram semenjak dari tanah air.

”Kami mengingatkan kembali bagi jamaah haji yang akan mendarat di Jeddah kami minta sudah menggunakan kain ihram semenjak dari tanah air. Jadi nanti ketika pesawat sudah sampai di atas Yalamlam (merupakan batas miqat di mana jamaah harus sudah berniat untuk berumrah), maka pada saat itu kain ihram sudah mereka pakai. Anjuran memakai kain ihram semenjak dari tanah air memang sangat ditekankan karena di samping di akhir akhir kondisi bandara Jeddah yang pada saat itu pasti sudah sangat padat karena hampir seluruh negara kuotanya kini kembali bahkan mengalami peningkatan. Akan susah sekali dan memerlukan waktu yang sangat lama bila baru mengenakan kain ihram setelah mendarat di Bandara Jeddah, ” kata Arsyad kepada Ihram.co.id, ketika dihubungi di Jeddah, Ahad malam (23/7).

Arsyad mengatakan, seruan untuk sudah mengenakan ihram ini tentu saja dikenakan hanya kepada jamaah dari kloter penerbangan terakhir, yang memang mendarat di Jeddah bukan di Madinah. Bagi jamaah kloter awal yang mendarat di Madinah tidak perlu mengenakan kain ihram sebelum mendarat di bandara tersebut.

”Pada waktu penerbangan kloter terakhir suasana bandara Jeddah sangat padat. Untuk mandi, wudhu, melakukan shalat dan mengenakan ihram jelas perlu waktu. Makanya ketika di atas pesawat jamaah sudah kenakan kain ihramnya masing-masing agar lebih cepat berangkat ke Makkah,” kata Arsyad.

Hari ini, Ahad (23/7), Arsyad melakukan pengecekan kesiapan pelayanan jamaah haji Indonesia di bandara Jeddah. Menurutnya, saat ini persiapan pelayanan jamaah sudah mendekati final. Dia pun yakin ketika nanti tiba masanya untuk melakukan kerja penyambutan dan pelayanan jamaah, maka semua hal sudah dapat disiapkan secara baik

”Kunjungan dimaksudkan untuk mengecek kesiapan seluruh pelayanan  baik pelayanan kedatangan, kesehatan, pemberian katering, sarana pra sarana serta transportasi,” kata Arysad.

Sebagaimana diketahui dan sudah mulai berlaku pada tahun-tahun sebelumnya, seiring dengan dipergunakannya Bandara Madinah sebagai bandara penerima kedatangan jamaah haji, maka waktu kedatangan rombongan jamaah haji Indonesia dibagi dua. Untuk kloter awal hingga pertengahan waktu pemberangkatan, jamaah haji akan mendarat di Madinah. Setelah itu setelah sepekan tinggal di Madinah mereka diberangkatkan ke Makkah.

Ini berbeda dengan rombongan jamaah haji yang berada di kloter akhir. Mereka akan mendarat di Jeddah dan langsung menuju Makkah. Mereka akan tinggal sekitar satu bulan di Makkah, sebelu kemudian diberangkatkan ke Madinah. Di Madinah nantinya akan tinggal selama satu pekan untuk menjalankan ibadah shalat arba’in, sebelum kembali ke tanah air.

Yang pasti, bagi jamaah yang datang ke Makkah dari Jeddah, karena menjelang puncak haji mereka akan langsung merasakan suasana Makkah yang sudah hiruk pikuk dan macet. Ini berbeda dengan jamaah haji yang datang dari Madinah. Karena mereka datang lebih awal, maka mereka akan mendapati suasana Makkah yang sedikit longgar.

“Jadi harus ada kesiapan mental dari para jamaah haji yang datang ke Makkah pada di kloter terakhir. Mereka harus siap dengan suasana Masjidil Haram yang padat dan kota Makkah yang ingar-bingar bahkan macet,” kata Arsyad.

 

IHRAM

Menteri Agama: Jangan Tergiur Iming-iming Haji Singkat

Pemerintah melalui Kementerian Agama sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Arab Saudi maupun negara tetangga seperti Filipina, agar kasus dokumen palsu menggunakan visa negara lain tidak terjadi lagi saat musim haji 1438M/2017H.

Menurut Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, koordinasi penting dilakukan karena sesuai amanat undang-undang, Indonesia tidak mengenal Dwi Kewarganegaraan.

“Brunei, Malaysia sudah pasti kuota hajinya juga habis. Berdasarkan pengalaman tahun lalu kita sudah berkoordinasi dengan pemerintah Arab Saudi, maupun Filipina untuk tidak mengeluarkan paspor bagi jemaah haji Indonesia,” ungkap Lukman Hakim Saifuddin di sela pembekalan Media Centre Haji di kantor Kementrian Agama RI, Senin, 17 Juli 2017.

Dalam hal ini Lukman menekankan kejujuruan, sebab ibadah baginya harus sesuai ketentuan dan aturan. Karena itu sosialisasi terus dilakukan terkait hal ini.

“Kita ingin menekankan ibadah haji itu harus sesuai ketentuan. Kita terus melakukan sosialisasi, agar jangan mau ditipu oknum yang memanfaatkan keterbatasan informasi dengan iming-iming berangkat haji secara singkat,” katanya.

 

VIVA

5 Tips Sehat untuk Calon Jemaah Haji

MUSIM HAJI sudah dekat. Para calon jamah haji perlu mempersiapkan diri secara matang keberangkatannya. Agar bisa menunaikan semua ibadah dan rukun haji, menjaga kesehatan sangat penting dilakukan. Badan yang sehat akan membuat Anda lebih khusyuk dalam menjalani serangkaian ibadah haji.

Berikut ini sejumlah cara sehat untuk Anda para calon jemaah haji.

1. Menjaga Kebersihan
Dilansir situs Kementerian Kesehatan Arab Saudi, menjaga kebersihan dan higienitas sangat penting untuk dilakukan. Beberapa cara sederhana yang dapat dilakukan antara lain mandi secara rutin, membersihkan tangan dengan air dan sabun, terutama jika Anda setelah bersin dan batuk. Selain itu, penting juga bagi Anda memelihara kebersihan mulut dan gigi.

Menjaga kebersihan dari luar tubuh, seperti berganti pakaian setiap hari juga diperlukan. Tak lupa, perhatikan kebersihan asrama Anda dengan rajin membersihkannya dan membuang sampah pada tempatnya, serta jangan meludah sembarangan karena bisa menjadi sumber infeksi penyakit.

2. Menggunakan Masker
Masker wajah sangat direkomendasikan saat berhaji. Masker ini akan sangat berguna ketika Anda berada di tempat-tempat yang ramai, seperti saat Tawaf dan berjalan dari Safa dan Marwa. Masker sebaiknya diganti secara berkala, yakni setiap 6 jam sekali. Jangan lupa untuk mencuci tangan Anda setelahnya.

3. Hati-hati saat Makan
Dilansir Alarabiya, penyakit saat haji kerap kali diakibatkan karena salah makan. Diare, salah satunya sering disebabkan oleh makanan yang sudah tidak baik. Jika ada rasa yang salah atau Anda berpikir makanan itu sudah terlalu lama, lebih dari dua jam dibiarkan begitu saja, jangan ragu untuk membuangnya.

Jika Anda terkena diare, segera lakukan pencegahan dini. Hindari makanan yang mengandung serat. Selain itu, kurangi makanan yang mengandung lemak dan makanan yang digoreng karena justru akan membuat perut Anda terasa lebih buruk.

4. Cukupkan Minum Air Putih
Selain itu, Anda harus tetap terhidrasi dengan cara minum air putih yang cukup. Banyak melakukan kegiatan selama haji akan membuat Anda banyak mengeluarkan cairan. Minum 8 hingga 10 gelas air putih adalah jumlah ideal untuk Anda yang berada di cuaca panas maupun yang melakukan aktivitas tinggi.

5. Beristirahat yang Cukup
Terakhir, masih dari Alarabiya, jangan sepelekan istirahat. Anda harus mengetahui kapan tubuh Anda memberi sinyal lelah. Jangan berlebihan dan tenangkan diri Anda. Cari tempat teduh dan beristirahat jika Anda mulai lelah saat melakukan aktivitas haji jika dibutuhkan.

 

 

VIVA

9 Tips Menjaga Kesehatan Bagi Jemaah Haji

Ibadah haji membutuhkan kondisi fisik yang prima. Banyaknya kegiatan ibadah yang harus diikuti dan udara panas di Madinah dan Mekah membuat fisik cepat lelah. Karena itu, menjaga kesehatan sejak dalam perjalanan dan selama berada di Tanah Suci sangat penting agar bisa menjalankan ibadah haji secara sempurna.

Staf Divisi Gastroenterologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM Dr dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH MMB mengatakan, para jemaah haji dianjurkan memeriksakan kesehatan secara rutin dan segera menghubungi petugas kesehatan yang berada di kelompok atau kloter apabila merasa kurang sehat. Hal tersebut sangat penting agar gangguan kesehatan jemaah dapat segera diatasi dan tidak berlarut.

Menjaga stamina fisik dan kesehatan adalah yang utama. Namun, para jamaah bisa saja tertukar penyakit dari jemaah lain yang sedang sakit, misalnya penyakit flu serta batuk pilek yang mudah menyebar.

Bila jemaah mengalami sakit tersebut, segera periksakan kesehatan. Sesama jemaah juga harus saling mengingatkan apabila ada anggota kelompoknya yang sakit untuk menghubungi petugas kesehatan di masing-masing kloter.

Persiapan sebelum keberangkatan ke Tanah Suci juga mesti dilakukan. Para calon jemaah haji harus menjaga kesehatan, olahraga rutin, dan tidur yang cukup sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Sedangkan bagi calon jemaah haji yang menderita penyakit kronis sebaiknya membawa obat-obat yang memang harus dikonsumsi rutin dan juga obat-obatan lainnya.

Berikut, sembilan tips menjaga kesehatan bagi jemaah haji.
  1. Menjaga kesehatan dan olah raga rutin ketika sebelum berangkat ke Tanah Suci.
  2. Membawa obat-obatan khusus bagi calon jamaah haji yang punya penyakit kronis. Disarankan membawa obat-obatan sederhana seperti obat anti diare, obat sakit kepala, obat anti alergi, obat anti mual-muntah.
  3. Untuk mencegah dehidrasi selama di Arab Saudi, minum air mineral sebanyak 3-4 liter. Periksakan warna urin untuk mengetahui apakah telah terjadi dehidrasi.
  4. Tetap makan dan memperhatikan kualitas makanan yang dikonsumsi.
  5. Jangan menunda konsumsi jatah makanan yang baru dibagikan.
  6. Gunakan waktu sebaiknya untuk istirahat saat tiba di penginapan.
  7. Segera konsultasi ke petugas kesehatan di kloter jika merasakan gangguan kesehatan.
  8. Banyak mengonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran.
  9. Hindari aktivitas yang tidak berhubungan dengan rangkaian ibadah haji, terutama di tempat terbuka untuk menghindari udara panas di Tanah Suci.

Delapan Pria Bersepeda dari London untuk Berhaji

Delapan pria akan melakukan perjalanan darat untuk menunaikan ibadah haji di Arab Saudi. Bukan menggunakan bus atau mobil, melainkan mengayuh sepeda dari London, Inggris selama kurang lebih enam pekan.

Delapan pesepedah ini akan berangkat hari ini, Jumat (14/7). Dilansir Alarabiya, perjalanan tersebut juga bertujuan penggalangan dana untuk bantuan medis di Suriah. Mereka berharap bisa mengumpulkan satu juta poundsterling.

Perjalanan akan dimulai dari London timur, kemudian menuju New Haven. Mereka akan menggunakan ferry untuk mencapai Dieppe, Prancis.

Dari sana, mereka mengayuh sepeda sepanjang Paris, Swiss, Jerman, Austria, Liechtenstein dan masuk Italia.

Di Venice, mereka akan menggunakan ferry untuk menyebrang ke Igoumenitsa, Yunani. Kemudian sepeda kembali dikayuh sepanjang Yunani hingga tiba di bandara. Mereka akan menyebrangi lautan dengan pesawat untuk mencapai Alexandria, Mesir.

Perjalanan dilanjutkan di sepanjang Mesir hingga tiba di Hurghada untuk kembali menggunakan ferry. Mereka akan berlabuh di Yanbu, Arab Saudi. Ini bukan akhir perjalanan.

Mereka akan kembali bersepedah dari Yanbu ke Madinah untuk bergabung dengan saudara-saudara Muslim lainnya dari seluruh dunia. Para pesepedah itu yakin perjalanan ini akan membawa rahmat.

Siapa pun bisa mendonasikan uang dalam program Hajj Ride ini. Semua dana akan disumbangkan untuk layanan darurat Suriah. Perjalanan sepeda tersebut merupakan kerjasama organisasi Human Aid dan organisasi lainnya di Inggris juga Malaysia.

Sejak April lalu, organisasi-organisasi ini telah mengirim 80-85 ambulans ke Suriah. Dana yang diperoleh dari donasi Hajj Ride akan menambah keperluan medis yang dibutuhkan.

Pendiri dan pengusung Hajj Ride, Abdul Wahid mengatakan rencana ini sudah memenuhi pikirannya sejak ia jadi mualaf 11 tahun lalu.

“Saya cinta bersepedah dan ingin berhaji, saya juga ingin membantu banyak orang,” kata dia pada Alarabiya.

Ia yakin, perjalanan London-Madinah sangat mungkin. Ia semakin yakin setelah ikut parade sepeda dari London ke Paris pada 2015 lalu.

Selama perjalanan, Wahid dan rekan-rekannya juga akan berkampanye untuk meningkatkan kepedulian pada korban perang di Suriah.

Beberapa rekannya itu diantaranya tiga orang Bengali-Ingris, empat orang Pakistan-Inggris dan satu orang asli Inggris. Motivasi mereka beragam, namun dengan niat sama yakni beribadah.

“Semangat haji kadang sudah lama hilang, dulu orang-orang merasakan keistimewaan karena perjalanannya kadang memakan waktu hingga

setengah tahun,” katanya. Wahid dan rekannya ingin mengingatkan kembali pada perjuangan tersebut.

Selain kampanye soal bantuan medis Suriah,mereka juga akan meningkatkan kesadaran untuk aktif berolahraga. Penyakit jantung dan

diabetes adalah masalah utama di banyak negara Muslim dan Inggris. Sehingga mereka berharap orang-orang akan lebih peduli pada kesehatannya.

 

IHRAM

Biaya Sewa, Layanan Dorong Kursi Roda di Masjidil Haram Naik Tajam

Petugas mendesak jamaah untuk berurusan dengan pendorong kursi roda yang memakai tanda resmi dan memiliki nomor dada

 

Relawan pendorong kursi roda di Masjidil Haram menaikkan harga biaya sewa dan layanan mencapai 2,7 kali lipat selama Ramadan mengundang keluhan dari jemaah yang sedang menunaikan umrah pada saat ini.

Menurut jemaah umrah kepada koran Al-Madina dikutip portal Saudi Gazette, mengataka, biaya yang dikenakan pendorong kursi roda itu dinilai terlalu tinggi.

“Mulai Ramadan ini, mereka menaikkan biaya sewa dan layanan sampai 200 riyal (Rp. 600.000, untuk kurs 3000) meskipun pemerintah menetapkan biaya tersebut pada 75 riyal (Rp. 225.000),” kata seorang jamaah yang tidak mau namanya diungkapkan.

Sejumlah peziarah mengeluhkan eksploitasi seorang tukang sepatu di dalam Masjidil Haram yang mengatakan bahwa mereka membebankan harga selangit.

Jemaah umroh telah meminta Kementerian Urusan Dua Masjid Suci untuk campur tangan dan mengendalikan kenaikan harga dan berjaga-jaga pada penyedia layanan yang dinilai mengambil keuntungan para jamaah.

Keluhan sama dibuat Fahd Al-Saedi yang mengerjakan umrah di Masjidil Haram minggu lalu.

Menurutnya, dia ingin menggunakan layanan kursi roda untuk membantu ibunya yang uzur menunaikan umrah tanpa mengalami kesulitan.

“Apa yang mengejutkan saya, pemilik kursi roda itu meminta saya membayar sewa sebesar 200 riyal untuk mengerjakan sa’i,” katanya.

Tambahkan mengejutkan Fahd, pendorong kursi roda itu menolak menunjukkan kartu izin sebagai pendorong kursi roda pada dadanya, selain pria itu memakai jaket berwarna abu-abu.

Katanya, saat kejadian sedang masuk waktu Isya’ dan dia tidak menemukan petugas keamanan untuk mengajukan keluhan.

“Tambah menyedihkan, saat saya menghampiri pendorong kursi roda lainnya, dia juga mengenakan harga sewa yang sama,” katanya.

Fahd kemudian menemukan seorang pendorong kursi roda yang tidak ditawarkan tarif sewa sebesar 120 riyal (Rp. 360.000) saja.

Sementara itu, pejabat Urusan Dua Masjid Suci mengecam perbuatan tidak bermoral pendorong kursi roda yang menetapkan harga terlalu tinggi dan menyamakan mereka sebagai ‘tentara bayaran’ yang tidak memiliki izin untuk melanjutkan layanan tersebut.

Dia juga mendesak jamaah agar hanya berurusan dengan pendorong kursi roda yang memakai tanda resmi dan memiliki nomor pada dada mereka.*

 

HDYATULLAH

Kabah Telah Menjadi Saksi Peribadatan Umat Nabi Muhammad

Musim haji akan segera tiba. Artinya jutaan orang akan menjadi tamu Allah, melakukan perjalanan fisik dan spiritual dengan harapan bertambah keimanan juga ketaqwaan.

Sudah lebih dari 1.400 tahun lalu, Muslim seluruh dunia menjadikan satu kota sebagai magnet manusia. Tanah suci Makkah, tempat berdirinya Kabah telah menjadi saksi peribadatan umat Nabi Muhammad.

Mereka menunaikan rukun Islam yang terakhir sambil berharap ibadah ini bisa menyempurnakan iman. Haji adalah perjalanan sekali seumur hidup. Setiap Muslim hanya diwajibkan sekali menunaikannya.

Itu pun Allah tidak memberatkan. Ibadah haji hanya diperuntukan bagi mereka yang terpilih dan Ia mampukan. Haji adalah perjalanan yang kompleks. Sehingga persiapannya pun tidak bisa main-main.

Dilansir Arab News, persiapan beberapa hal mulai dari fisik, finansial, spiritual hingga mental sangat perlu dimatangkan. Tujuannya, tidak lain untuk membuat perjalanan ini lebih terasa mendalam dan dimudahkan.

Berikut beberapa hal yang dinilai bisa membantu persiapan haji, seperti dikutip Arab News:

1. Sucikan akidah dari segala aspek syirik, baik yang kecil maupun besar. Tidak ada niat baik yang diterima Allah kecuali ia suci, murni dan ikhlas.

2. Niatkan ibadah haji tulus dan ikhlas hanya untuk Allah. Ini adalah persiapan spiritual, karena penerimaan dan pahala haji tergantung pada niat dan kesalehan Anda.

3. Perkaya pengetahuan tentang ritus haji dan umrah dari awal sampai akhir, karena pengetahuan membedakan yang benar dan yang salah. Pendidikan haji dapat diupayakan melalui berbagai cara, seperti membaca buku yang menjelaskan secara rinci, melalui program komputer yang mendemonstrasikan ritual haji dengan menggunakan format multimedia, mengikuti kelas haji reguler yang ditawarkan oleh pusat Islam, dan lainnya.

4. Gunakan sarana halal untuk menunjang perjalanan anda. “Allah itu murni dan Dia tidak menerima melainkan hanya yang murni.” (HR. Muslim). Pastikan Anda memiliki cukup uang untuk memenuhi kebutuhan selama perjalanan dan menjamin kebutuhan anggota keluarga yang ditinggalkan.

5. Allah memerintahkan kita untuk menjadi orang benar dan takut padaNya. Ini untuk dua alasan utama, satu karena Haji membutuhkan kesalehan sebelum pergi ke haji. Alasan kedua adalah bahwa haji itu sendiri adalah sarana untuk mencapai Taqwa, Haji meningkatkan iman karena menaati Allah dan Rasul-Nya.

 

IHRAM

Jamaah Haji Khusus Asphurindo Berangkat 10 Agustus

Kelompok terbang pertama jamaah haji khusus di bawah naungan Asphurindo akan berangkat pada 10 Agustus 2017. Asosiasi penyelenggara haji khusus ini total akan memberangkatkan sekitar 1.124 calon jamaah.

Mereka terdaftar di 12 biro perjalanan anggota Asphurindo. Sebanyak 1.124 jamaah ini terdiri dari Maktab 111, 113, 114, 115 dan 72.

“Keberangkatannya dibagi jadi tiga program ada yang awal, tengah dan akhir,” kata Ketua Umum Asphurindo, Syam Resfiadi pada Republika.co.id, Senin (10/7).

Syam merinci, kloter awal berangkat mulai tanggal 10 Agustus, kloter tengah mulai 20 Agustus dan terakhir mulai 25 Agustus. Syam menambahkan manasik dan pemeriksaan kesehatan terbagi juga sesuai jadwal keberangkatannya.

“Mulai minggu depan kami manasik dan suntikan meningitis, karena minimal 10 hari masa inkubasinya,” kata dia.

Sementara untuk kepulangan jamaah haji khusus Asphurindo akan dimulai 6 September sampai dengan 20 September 2017.

Saat ini, asosiasi penyelenggara haji umroh dan in-bound ini sedang proses pengajuan petugas barcode. Asphurindo mengajukan permohonan petugas barcode dari anggota PIHK sebanyak 28 petugas barcode.

 

 

IHRAM

Amalan-Amalan Berpahala Serupa Naik Haji

Menunaikan ibadah haji adalah sebuah kebahagiaan tersendiri bagi seorang muslim. Sebab perjuangan untuk mencapai rukun Islam kelima ini butuh kemampuan lebih. Mampu tenaga, mampu niat dan mampu harta. Mengingat tidak semua muslim bisa memenuhi “mampu” tersebut.

Lalu bagaimana agar bisa mendapatkan pahala serupa haji meski belum diberi kesempatan naik haji oleh Allah?

1. Sholat Subuh berjamaah (di masjid) dan berdzikir hingga matahari terbit

Dari Anas bin Malik ra, Rasulullah Saw. bersabda:

“Barangsiapa yang shalat subuh berjamaah, kemudian duduk berdzikir memuji Allah hingga terbit matahari, kemudian shalat dua rakaat, maka dia mendapatkan pahala haji dan umrah. Lalu Nabi Saw. menegaskan: Sempurna..sempurna..sempurna.” (HR. Turmudzi).

Berjamaah sholat Subuh bagi laki-laki memang seharusnya di masjid, bukan di rumah berjamaah bersama istri seperti digambarkan dalam tayangan sinetron televisi. Kecuali ada udzur syar’i.

2. Mempelajari atau mengajarkan kebaikan (ilmu agama) di masjid

Dari Abu Umamah ra, Rasulullah Saw. bersabda:

“Siapa yang berangkat ke masjid di pagi hari, tidak memiliki tujuan apapun selain untuk belajar agama atau mengajarkannya, maka dia mendapatkan pahala orang yang melakukan umrah sempurna umrahnya. Dan siapa yang berangkat ke masjid sore hari, tak memiliki tujuan apapun selain untuk belajar agama atau mengajarkannya, maka dia mendapatkan pahala orang yang berhaji sempurna hajinya. (HR. Hakim 311)

3. Menjaga sholat berjamaah

Dari Abu Umamah ra, Nabi Muhammad Saw. bersabda:

”Barangsiapa yang keluar dari rumahnya untuk shalat jamaah dalam keadaan bersuci, maka pahalanya seperti pahala orang berhaji dalam keadaan ihram. Dan ‎barangsiapa beranjak untuk melakukan shalat Dhuha dan tidak ada yang ‎menyebabkan dia keluar (dari rumahnya) kecuali untuk shalat Dhuha maka ‎pahalanya seperti pahala orang yang umrah. Dan shalat setelah melaksanakan ‎shalat yang di antara kedua shalat tersebut tidak membicarakan masalah dunia, ‎adalah amalan yang akan dicatat di illiyiin‎.‎(HR. Abu Daud)

Meski sudah melakukan amalan-amalan tersebut bukan berarti langsung menggugurkan kewajiban naik haji. Ketika sudah mampu, segeralah menunaikannya. Wallahua’lam.

 

 

[Paramuda/BersamaDakwah]

Mengenang Rute Kafilah Haji dari Mesir Menuju Makkah

Melalui catatan perjalanan (rihlah) pelancong Ibnu Hawqal terdapat gambaran seperti apa  jalur jalan para jamaah haji dari Mesir ke tanah suci (Madinah dan Makkah) di massa lalu. Perjalanan ini kebanyakan ditempuh melalui jalur jalan pesisir serta panjangnya terbagi dalam dua puluh tahapan. Di tengah jalan nantinya para jamaah haji yang berangkat dari  Mesir akan bertemu para jamaah haji dengan asal Suriah di Aiyla.

Pada saat itu, lazimnya orang-orang Maroko akan menemani perjalanan haji orang-orang Mesir.  Orang-orang dari Palestina akan melewati Median (Tabuk) di dua jalan: satu melalui Al-Bid ‘dan Shaghab, sampai mereka mencapai Madinah.

Jalur kedua tetap sejajar dengan pantai sampai mencapai Al-Juhfa ysng nsntinys ketika sampai di Damaskur sksn bertemu dengan para jamaah haji yang berasal dari orang-orang dari Irak.

Seorang jamaah haji Hakim Wakea misalnya telah mencatat berbagai  tahapan jalan dari para jamaah haji asal Mesir untuk sampai ke tanag suci. Menurutnya, para peziarah atau jamaah haji ini akan melewati wilayah Al-Fusttat, Al-Jub, Al-Hafer, Al-Buwaib, Manzel um Saad, Ajroud, Al-Qalzam, Kursi, Al-Hafer, Nakhal, Aiyla (di dekat Damaskurs).

Setelah itu berbelok menuju  ke jalan pesisir melaui jalan darat dari Aiyla ke Sharaf Al Baal, Madien, Falis, Al-Aghar, Al-Kilabiyah, Al-Bedea, Shaghab, As-Sarhtain, Al-Suqiya.

Sesampai di Al-Suqiya, perjalanan akan menyusuri jalan pesisir: dari Ayla, Ainona, Al-Mussala, Al-Nabak, Dhuba, Al-Murrah, Uwainid, Al-Wajh, Mankhus, Al-Hora (Umluj), Qussaiba, Al-Buhra, Yanbu, Al-Jar, dan sampai ke arah Madinah.

 

Jalur Haji Mesir di Masa Abad Pertengahan/Umayah

Ketika pemerintah pusat Umayyah melemah, jalan darat dihentikan karena takut serangan orang-orang Arab, sementara jalan pesisir tetap ada. Jalur pantai menjadi pilihan para pengorganisir perjalanan haji. Para peziarah yang berasal dari orang kaya di era Mamluk pada abad ke 9 dan ke 10 memilih jalur ini. Bahkan jalur ini tetapramai hingga abad ke 14 dan 15 Masehi.

Ibnu Fadlallah pun mengidentifikasi tahap-tahap jalur ziarah Mesir yang berasal dari rute pedagang dan peziarah haji semenjak abad ke 7 abad ke-12 SM.

Rinciannya, setelah ke luar dari Kairo  peziarah akan berkemah di Al-Birkah. Mereka tinggal di sana selama tiga sampai empat hari. Kemudian mereka melakukan perjalanan Ke Suez dalam lima tahap, kemudian ke Nakhal dalam lima tahap, dan kemudian pergi ke Aiyla dalam lima tahap dan di dalamnya mellau jalur utama Aqaba.

Semenjak saat itu perjalanan dilanjutkan  menuju tepian atau pesisir laut Merah. Di situ mereka kemudian berkemah selama empat atau lima hari. Tempat ini menyenangkan karena ada pasar yang bagus dengan banyak toko. Kemudian mereka pergi ke Haqel dalam satu tahap, lalu ke pantai Midian dalam empat tahap, dan singgah di kawasan yang ada di dekat  gua Sho’aib (Yitro).

Sesampai di sana perjalanan kemudian ke Uyoun Al-Qassab dalam dua tahap, lalu ke Al-Mwaileh dalam tiga tahap, dan kemudian ke Al-Azlam (Al-Aznam) dalam empat tahap. Tahapan ini adalah jalur yang sangat berat karena  ketersediaan air adalah yang terburuk.

Lolos dari Al-Aznam, maka perjalanan diarahkan menuju Al-Wajh di mana jalur ini terbagi dalam lima tahap. Di sini pasokan air cukup lumayan.  Setelah itu menuju jalur jalan  ke Akra yang terbagi dalam dua tahap di pasokan air kembali sulit. Dari wiayah itu perjalanan kemudian mengarah ke Al-Hora, yang berada di pantai Laut Merah. Jalur ini terbagi dalam  dalam empat tahap di mana banyak ditemukan air minum yang sedikit mengandung garam (payau).

Lepas dari Al-Hora perjalanan kemudian berlanjut ke arah wilayah Nabt yang terbagi dalam dua tahap dengan persedian air minum yang menipis Setelah itu kemudian ke Yanbu yang jalurnya terbagi dalam lima tahap dan bisa ditempuh dalam waktu tiga hari.  Lalu ke Al-Dahna dalam satu tahap, lalu ke Bader dalam tiga tahap, dan kemudian ke Rabigh dalam lima tahap, yang diikuti oleh Al-Juhfa Meeqat, lalu ke Khulais dalam tiga tahap, lalu masuk ke Baten dalam tiga tahap.

Di jalur-jalur tersebut perjalanan semula sangat berat, sedikit terasa ringan karena pasokan air kembali lumayan setelah rombonga peziarah sampai ke wilayah Asfan di mana tersedia banyak sumur untuk mengambil pasokan air minum.

Nah, setelah persediaan air tercukupi kembali, maka perjalanan diteruskan menuju Baten yang kemudian mengarah ke Makkah. Jalur ini bisa ditempuh dalam satu tahap saja.

 

IHRAM