Gagal Khusyuk, Kita Salat bersama Setan?

MENCAPAI perasaan khusuk dalam salat bukanlah perkara mudah. Ada saja tindakan atau pikiran yang pada akhirnya mengurangi kekhusukkan dalam salat. Hal tersebut tidak terlepas dari ulah dan tipu daya setan. Golongan yang tercipta dari api ini senantiasa menggoda manusia agar salatnya tidak sempurna. Itulah mengapa manusia harus selalu waspada, terutama saat melaksanakan ibadah wajib ini.

Sebagaimana dilansir dari muslimahdaily, terdapat enam orang yang bersama setan saat sedang menjalankan salatnya. Bukan mengikuti manusia melaksanakan salat, namun setan tidak berhenti mengganggu hingga manusia tidak berdaya. Siapa saja enam orang tersebut? Berikut informasi selengkapnya:

1. Orang yang was-was dalam niat

Orang pertama yang bersama setan saat salat adalah mereka yang merasa was-was dalam niat. Biasanya perasaan was-was ini akan berlangsung hingga saat salat. Hal itu membuat orang ragu terkait rukun salat yang seharunya dijalankannya. Misalnya saja lupa jumlah rakaat dan lupa bacaan. Jika mengalami ini anda patut waspada, karena sebenarnya anda tengah bersama dengan setan yang menggoda. Setan menghembuskan was-was dan syubhat dalam diri manusia.

Hal ini sudah dilakukan sejak awal permusuhannya dengan Allah Ta’ala. Yakni ketika setan menggoda Nabi Adam dan Siti Hawa untuk memakan buah Khuldi. “Kemudian setan membisikkan pikiran jahat (waswas) kepadanya, dengan berkata,”Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi (kekekalan) dan kerajaan yang tidak akan binasa?” (QS Thaha: 120).

2. Orang yang ingat itu dan ini

Di antara kita pasti sering mengalami hal ini. Saat sedang khusuk salat, tiba-tiba teringat hal ini dan itu. Ternyata setan tidak akan membiarkan manusia salat dengan khusuk. Mereka akan terus mengganggu ibadah manusia dengan menghadirkan banyak pikiran-pikiran di kepala manusia. Ada suatu kisah pasa saat Imam Hanafi masih hidup. Seseorang datang kepadanya karena lupa meletakkan sesuatu barang. Imam Hanafi menyuruhnya untuk salat dengan khusuk sepanjang malam dan berdoa kepada Allah agar barang yang hilang dapat ditemukan.

Saat menjalankan perintah tersebut, ternyata baru setengah malam saja orang yang kehilangan barang tadi bisa mengingat di mana ia meletakkan barangnya. Keesokan harinya Ia bertanya kepada Imam Hanafi mengapa demikian. Sang Imam kemudian menjawab, bahwa setan tidak akan senang apabila seorang hamba khusyu dalam salatnya, sehingga setan akan membuatnya mengingat apa yang ia lupakan saat salat.

3. Orang yang merasa ragu buang angin

Hal ini juga sering dialami oleh banyak orang. Saat selesai wudu atau tengah salat, tiba-tiba terasa seperti buang angin. Ternyata perasaan ragu buang angin atau tidak merupakan sebuah gangguan yang setan hembuskan untuk mengacaukan salat seseorang. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika salah seorang di antara kalian merasakan hal itu, maka janganlah membatalkan salatnya hingga dia mendengar suaranya atau mencium baunya tanpa ragu.” (HR Ahmad)

4. Orang yang tidak fokus pada salat

Tidak fokus saat melaksanakan salat juga menjadi salah satu pertanda bahwa setan sedang bersamanya. Tidak fokus bisa saja disebabkan hal-hal yang dapat mencuri perhatian saat salat. Misalnya hp berdering, memikirkan kendaraan yang sedang diparkir karena takut hilang dan banyak lagi. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah Radhiallahu ‘anha, ia berkata: “Saya bertanya kepada Rasulullah tentang hukum menengok ketika salat”. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Itu adalah curian setan atas salat seorang hamba”. (HR Bukhari)

5. Orang yang salatnya tergesa-gesa

Karena ingin mengerjakan hal lain, biasanya seseorang salat dengan cepat dan tergesa-gesa. Sebaiknya anda lebih berhati-hati lagi terhadap hal ini. Karena sebenarnya, ini pertanda bahwa anda sedang bersama setan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang umatnya melakukan hal itu. Dalam sebuah hadis Rasulullah bersabda: “Sejahat-jahat pencuri adalah yang mencuri dari salatnya”. Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana mencuri dari salat?”. Rasulullah berkata, “Dia tidak sempurnakan ruku dan sujudnya.” (H.R Ahmad). Dalam hal ini Rasulullah menganggap perbuatan mencuri dalam salat lebih buruk daripada mencuri harta.

6. Wanita yang salat ke masjid menggunakan wangi-wangian

Ternyata wanita yang ke mesjid dengan menggunakan wewangian juga didekati oleh setan. Dengan aroma-aroma tersebut setan justru lebih mudah untuk membuat salat orang yang ada di sekitar wanita yang memakai wewangian agar tidak khusuk. Menggunakan wangi-wangian saat ke masjid adalah salah satu perbuatan yang Rasulullah larang. Rasulullah bersabda, yang artinya : “Jika salah satu dari kalian (para wanita) hendak ke masjid, maka janganlah sekali-kali menyentuh wewangian.” (H.R Muslim)

Semoga kita cepat menyadari ketika mengalami enam hal di atas. Jangan sampai ikut terpedaya. Dan hendaklah meminta perlindungan kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk. Wallahu A’lam Bishawab

 

INILAH MOZAIK

Istirahat dengan Shalat

Ibadah shalat bak waktu istirahat yang ditunggu-tunggu manusia. Namun, tak jarang yang menyepelekannya. Ibadah shalat menjadi beban, sehingga berat untuk melaksanakannya. Tidak sedikit yang lantas meninggalkan ibadah shalat.

Suatu ketika Rasulullah SAW berkata kepada Bilal bin Rabah budak yang dibebaskan oleh Abu Bakar Ash-Shiddiq dari majikannya Abu Jahal– ”Ya Bilal, arihni bish-shalati” (Wahai Bilal istirahatkan aku dengan shalat)”.

Ibadah shalat merupakan mukjizat yang paling berharga yang disampaikan Allah secara langsung kepada Nabi Muhammad SAW tanpa perantara Malaikat Jibril. Karena itu Rasulullah SAW bersabda, “Ash-shalatu mi’rajul mu’minin (Shalat merupakan mi’raj (komunikasi langsung) seorang mukmin kepada Tuhannya).”

Mukjizat shalat yang disampaikan pada peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha kemudian di Sidratul Muntaha, merupakan sebuah pencerahan bagi umat Islam.

Shalat menjadi pertanda saat seorang hamba ingin mendekat kepada Khaliknya. Dengan shalat,  seorang hamba mengadu pada Tuhan-Nya. Hatinya akan senantiasa tertambat di jalan Allah. Sehingga yang ada pencerahan rohani lewat shalat dengan catatan pelaksanaan shalat bukan sebuah beban yang sangat berat akan tetapi sebuah faktor kebutuhan.

Bila shalat sudah menjadi kebutuhan, maka seorang Muslim akan senantiasa melakukan shalat secara khusyuk. Kualitas hubungan dengan Tuhannya adalah utama. Shalat bukan sekadar pelepas kewajiban saja, tapi demi memenuhi anjuran Nabi SAW,