Palestina: Kerikil Perkasa Hingga Batu Bicara

Sebelas hari Zionis Israel membombardir Gaza, setelah sebelumnya menyerang jamaah i’tikaf Masjid Al Aqsha. Sedikitnya 232 warga Palestina gugur syahid dalam serangan udara itu. Termasuk 65 anak-anak dan 39 wanita.

Namun, tiba-tiba Zionis Israel ‘menyerah’ dengan bersegera gencatan senjata. Setelah roket-roket Hamas mampu menembus pertahanan utama Iron Dome. Hingga jatuh di Tel Aviv, ibukota sekaligus jantung Zionis Israel.

Maka, Rakyat Palestina pun merayakan kemenangannya. Demikian pula masyarakat anti penjajahan yang sebelumnya sudah mengutuk Zionis Israel, turut berbahagia dengan kemenangan itu. Di media sosial seperti Twitter, kemenangan Palestina membahana.

Apa yang melatari perang yang kemudian dikenal sebagai Perang Saif Al Aqsha itu? Dan mengapa justru yang menang adalah Palestina?

Buku Palestina: Kerikil Perkasa Hingga Batu Bicara menjelaskan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Bukan hanya kronologi Perang Saif Al Aqsha 2021 dan mengapa Palestina keluar sebagai pemenang dalam perang sebelas hari itu, tetapi juga akar masalah Palestina vs Israel selama ini.

Dalam membahas akar masalah tersebut, buku ini tidak hanya memaparkan secara historis, tetapi juga menghadirkan pendekatan Al-Qur’an. Juga alasan-alasan mengapa kita harus membela Palestina.

Selain itu, di dalam buku ini diungkapkan kisah-kisah keteladanan bangsa Palestina dalam melawan kezaliman dan penjajahan. Juga ada kisah keajaiban perjuangan Palestina yang akan terus membara hingga batu bicara.

Buku ini terdiri dari lima bagian. Bagian pertama, #PalestinaUnderAttack 2021. Kedua, Keajaiban Sikap Palestina. Ketiga, Akar Masalah. Keempat, Mengapa Kita Membela Palestina. Dan kelima, Bela Palestina Hingga Batu Bicara.

Palestina: Kerikil Perkasa Hingga Batu Bicara merupakan buku kelima yang ditulis oleh Muchlisin BK. Sejak mahasiswa, Pembina Ikadi Gresik dan Koordinator Divisi Jarcab FLP Jawa Timur ini memiliki perhatian serius pada Palestina dan terlibat aktif dalam aksi pembelaan untuk Palestina.

Yang berbeda dari buku kebanyakan, 100 persen keuntungan buku ini akan didonasikan untuk Palestina melalui ACT. Jadi, setiap membeli buku ini, Anda turut berdonasi untuk Palestina. []

Identitas Buku:
Judul buku: Palestina: Kerikil Perkasa Hingga Batu Bicara
Penulis: Muchlisin BK
Penerbit: Haura
Tanggal Terbit: Mei 2021
ISBN: 978-623-320-302-9
Tebal halaman: 102 halaman
Dimensi: 14×20 cm

BERSAMA DAKWAH

Permasalahan Negeri Palestina

Fatwa Syekh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahullah

Pertanyaan:

Bagaimana solusi dan jalan keluar dalam masalah Palestina yang semakin hari semakin parah dan mengkhawatirkan?

Jawaban: 

Sungguh, setiap seorang muslim tentunya akan sangat merasa menderita dan menyayangkan atas semakin memburuknya permasalahan yang terjadi di negeri Palestina, yang berangsur bertambah dari situasi yang buruk menjadi lebih buruk lagi. Dan menjadi semakin rumit lagi seiring berjalannya waktu.

Sampai pada kondisi akhir-akhir ini, yang disebabkan oleh perbedaan sikap negara-negara tetangga, dan kurangnya persatuan negeri-negeri kaum Muslimin dalam melawan musuh mereka. Ditambah lagi dengan kurangnya kaum Muslimin dalam berpegang teguh dalam menjalankan hukum syariat Islam yang Allah Ta’ala telah menjanjikan pertolongan bagi siapa yang berpegang teguh kepada hukum-Nya[1]. Dan Allah menjanjikan orang-orang yang berpegang teguh pada syariat bahwa mereka akan diberikan penguasa yang baik dan kekuasaan di muka bumi[2].

Allah Ta’ala juga telah mengingatkan akan bahaya dan akibat buruk apabila negeri-negeri kaum muslimin tidak segera menyatukan barisan mereka lagi, dan berpegang teguh kepada hukum syariat islam dalam permasalahan ini yang tentunya sudah menyita perhatian seluruh umat islam.

Perlu dicatat bahwa permasalahan yang terjadi di negeri Palestina merupakan permasalahan Islam dari awal sampai akhirnya. Akan tetapi, musuh-musuh Islam senantiasa melakukan upaya-upaya yang luar biasa untuk menjauhkan umat Islam dari garis Islam, dan memberikan pemahaman sesat kepada umat Islam non Arab bahwa permasalahan ini merupakan permasalahan politik bagi orang Arab saja, bukan permasalahan untuk selain orang Arab.

Dan tampaknya mereka musuh-musuh Islam telah berhasil dalam membuat makar-makar tersebut kepada umat Islam. Oleh karena itu, aku melihat bahwa tidak mungkin kita dapat mengatasi permasalahan ini kecuali menganggap permasalahan ini sebagai masalah Islam seluruhnya dan dengan bersatunya seluruh umat Islam dalam menyelamatkan negeri Palestina dan berjihad melawan orang-orang Yahudi dengan jihad yang sesuai syariat Islam. Sampai tanah negeri Palestina kembali ke tangan penduduknya dan orang-orang Yahudi kembali ke negeri mereka. Boleh bagi orang-orang Yahudi asli tetap tinggal asalkan mereka tunduk di bawah hukum Islam, bukan hukum komunisme maupun sekularisme. Dengan demikian kebenaran akan menang dan kebatilan akan sirna, penduduk asli negara Palestina dapat kembali ke tanah air mereka dengan berada di bawah naungan hukum Islam yang tidak ada hukum selainnya. Semoga Allah Ta’ala memberikan taufik.

Sumber: Majmu’ Fatawa wa Maqalat Mutanawwi’ah Syaikh Ibnu Baz, 1/227

Penerjemah: Muhammad Bimo P.

Catatan kaki:[1] Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ

Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kalian membela Allah, Dia akan membela kalian dan mengokohkan pijakan kalian”. (QS. Muhammad: 7).[2] Allah Ta’ala berfirman:

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الأرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan merubah (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku”. (QS. An-Nur: 55).

Simak selengkapnya disini. Klik https://muslim.or.id/66279-permasalahan-negeri-palestina.html

Sosok Sahabat Pembebas Palestina

Di masa Khalifah Umar, para sahabat bebaskan Palestina.

Perjuangan rakyat Palestina untuk membebaskan diri dari kekejian Israel mengingatkan umat Islam terhadap perjuangan para sahabat alaihasalam.

Siapa saja para pejuang dari kalangan sahabat Nabi yang membebaskan Palestina, Ustaz Rafiq Jauhary Lc mengungkapkan dalam tulisannya.

1.Umar bin Khattab dan Prestasinya. 

Dalam tulisannya, Ustaz Rafiq Jauhary memperkenal sosok Umar bin Khattab dan Prestasinya. Di antara julukan yang disematkan pada Khalifah kedua dalam Islam (Umar bin Khattab) adalah ‘Sang Penakluk’. 

“Sebuah julukan hebat yang diberikan kepada seorang yang mampu meruntuhkan Kerajaan Persia dan mengusir Romawi dari bumi Syam, bahkan pimpinan tertingginya Heraklius pun terpaksa harus melarikan diri ke Konstantinopel (kini dikenal menjadi Istanbul, Turki),”katanya saat membagi tulisanya kepada Republika, Sabtu (15/5).

Prestasi besar yang ditorehkan Umar bin Khattab dapat dilihat di tahun kedua dalam kepemimpinannya, dimana beliau beserta pasukannya sejumlah 35.000 orang di bawah panglima Abu Ubaidah bin Jarah mampu menaklukkan Baitul Maqdis, Palestina. 

Cerita ini bermula dari tahun pertama menjabat sebagai Khalifah di tahun ke-13 H Umar bin Khattab membuat sebuah keputusan fenomenal. Umar mencopot Khalid bin Walid dari jabatannya sebagai panglima tentara dan menyerahkannya pada Abu Ubaidah bin Jarah.

“Kebijakan ini mulanya menjadi perbincangan yang hangat, tentu saja karena saat itu Khalid bin Walid memiliki prestasi yang sangat cemerlang,” katanya.

Tidak ada satu wilayah pun yang dilalui Khalid melainkan pasti ditaklukkannya, akan tetapi justru karena itulah beliau mencopotnya dengan alasan kekhawatirannya jika masyarakat berubah mengkultuskan Khalid, seolah dialah pembawa kemenangan.

2. Abu Ubaidah bin Jarah 

Sahabat Abu Ubaidah sebagai sosok Panglima Tentara. Abu Ubaidah yang harus menyesuaikan diri dengan puluhan ribu pasukannya pun akhirnya di tahun pertama mampu menusukkan serangannya ke Ibu Kota negeri Syam, Damaskus. Kota yang dikatakan sebagai surga dunia ini pun berhasil dibebaskan sehingga menjadi awal bergetarnya dominasi Romawi di negeri Syam.

Para komandan di bawah kepemimpinannya pun mampu menunjukkan prestasi bagus, termasuk di antaranya adalah seorang komandan bernama Amru bin Ash yang berhasil memperdaya seorang Aretion Romawi sehingga dirinya pun digelari Aretion Arab.  Amru bin Ash kemudian mengirimkan surat kepada Umar bin Khattab, ia mengatakan.

“Sesungguhnya saya sedang menghadapi peperangan yang sangat sulit untuk ditaklukkan. Adalah kota yang sengaja saya khususkan bagi Anda, terserah mau Anda apakan,” katanya.

Begitu membaca surat ini Umar pun langsung memahami bahwa komandan ini bukan sedang bercanda, dan Umar pun paham bahwa kota yang dimaksud adalah Baitul Maqdis/Palestina.

Pasukan Islam 

Dalam peperangan itu kendali tertinggi tetap berada di bawah Panglima Abu Ubaidah bin Jarah. Untuk menguasai Palestina dari cengkraman Romawi, Ubaidah memiliki 35.000 pasukan yang dipimpin oleh tujuh komandan, masing-masing dari mereka memiliki 5.000 pasukan. 

Mereka adalah:

Khalid bin Walid

Yazid bin Abu Sufyan

Syurahbil bin Hasanah (kavaleri berkuda)

Mirqal bin Hasyim

Musayib bin Najiyah

Qais bin Hubairah

Urwah bin Muhalhil

IHRAM

Orang Yahudi Hobi Mengonsumsi yang Haram (As-Suhtu)

Ini sifat orang Yahudi dan juga orang munafik, mereka punya hobi mengonsumsi yang haram seperti riba dan harta suap.

Allah Ta’ala berfirman,

﴿وَتَرى كَثيرًا مِنهُم يُسارِعونَ فِي الإِثمِ وَالعُدوانِ وَأَكلِهِمُ السُّحتَ لَبِئسَ ما كانوا يَعمَلونَ﴾ [المائدة: ٦٢]

Dan kamu akan melihat kebanyakan dari mereka (orang-orang Yahudi) bersegera membuat dosa, permusuhan dan memakan yang haram. Sesungguhnya amat buruk apa yang mereka telah kerjakan itu.” (QS. Al-Maidah: 62)

Dalam Tafsir Al-Mukhtashar disebutkan:

“Dan kamu -wahai Rasul-, sering melihat banyak orang-orang Yahudi dan orang-orang munafik yang bergegas melakukan perbuatan maksiat, seperti berdusta, berlaku tidak adil, dan memakan harta manusia secara haram. Sungguh buruk perbuatan mereka itu.”

Dalam Ma’aani Al-Kalimaat disebutkan,

﴿السُّحْتَ﴾ الْحَرَامَ؛ وَمِنْهُ الرِّشْوَةُ وَالرِّبَا.

As-suhtu adalah sesuatu yang haram seperti risywah (sogok) dan riba.

Sudah tadabur Al-Qur’an belum hari ini?

Catatan 6 Syawal 1442 H @ Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul DIY

Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel Rumaysho.Com

Sumber https://rumaysho.com/28374-orang-yahudi-hobi-mengonsumsi-yang-haram-as-suhtu.html

Vatikan Bantah Yahudi Soal Tanah Dijanjikan dan Ras Terpilih

Israel tidak dapat menggunakan konsep Alkitab mengenai tanah yang dijanjikan atau orang terpilih’’ untuk membenarkan permukiman baru di Yerusalem atau membuat klaim teritorial.

Ini merupakan kesimpulan pertemuan para uskup dari kawasan Timur Tengah di Vatikan pada 2010 lalu. Mereka membahas masalah Israel-Palestina dilihat dari sisi Alkitab. 

Mereka berharap solusi dua negara bagi perdamaian Israel-Palestina dapat diwujudkan serta menyerukan upaya perdamaian untuk menghentikan eksodus pemeluk Kristen dari kawasan itu. 

“Kami telah merenungkan situasi kota suci Yerusalem. Kami cemas mengenai inisiatif sepihak yang mengancam perdamaian dan berisiko untuk mengubah keseimbangan demografis,” demikian pesan mereka.

Meski saat ini kondisi yang terjadi adalah Israel dan Palestina belum melanjutkan lagi pembicaraan damai. Penyebabnya, Israel menolak memperpanjang pembekuan pembangunan permukiman di Yerusalem Timur yang habis 26 September 2010 lalu.

Sejak itu, Israel mengumumkan rencana membangun lagi 238 rumah di dua lingkungan Yerusalem Timur, yang menimbulkan kecaman Palestina dan para pemimpin dunia. Jalan lain untuk posisi teologis dan Alkitab  yang menggunakan firman Tuhan untuk membenarkan ketidakadilan, tidak dapat diterima, demikian pernyataan Keuskupan

Banyak pemukim Yahudi dan kelompok sayap kanan di Israel mengklaim hak mereka terhadap Tepi Barat yang diduduki. Yahudi menyebut mereka Yudea dan Samaria serta menganggap sebagai bagian dari sejarah di mana wilayah itu diberikan kepada orang-orang Yahudi oleh tuhan.

Saat jumpa pers, Uskup Agung Yunani pada saat itu, Cyrille Salim Bustros, mengatakan, umat Kristen tidak dapat berbicara tentang tanah yang dijanjikan bagi bangsa Yahudi. Tidak ada lagi orang yang dipilih. Semua pria dan wanita dari semua negara adalah umat pilihan, paparnya.

Konsep tanah yang dijanjikan tak dapat digunakan sebagai dasar pembenaran kembalinya orang Yahudi ke Israel dan mengusir Palestina, tambahnya. Pembenaran pendudukan Israel atas tanah Palestina, kata Bustros, tak bisa didasarkan pada kitab suci.

Menanggapi hasil musyawarah gereja ini, juru bicara Departemen Luar Negeri Israel, Yigal Palmor, mengatakan, perselisihan teologis atas interpretasi kitab suci sudah tidak ada sejak Abad Pertengahan. Rasanya bukan tindakan bijaksana untuk menghidupkan kembali hal itu, kilahnya.

Hasil musyawarah dua pekan itu juga menekankan agar Vatikan mendesak Yerusalem memiliki status khusus yang menghargai karakter khusus agama monoteis besar yang ada: Islam, Kristen, dan Yudaisme. Mereka meyakini Yerusalem tetap menjadi isu utama perselisihan Israel-Palestina.

Israel telah menganeksasi wilayah itu dan menyatakan Yerusalem sebagai bagian tak terpisahkan negara mereka, tindakan yang tak pernah diakui dunia internasional. Para uskup juga mengakui penderitaan dan ketidakamanan yang dialami Israel meski kesimpulan mereka lebih banyak memaparkan situasi yang dialami Palestina.

Mereka menyadari Palestina menderita akibat pendudukan Israel, terbatasnya ruang mereka, dinding pemisah di mana-mana, pos pemeriksaan militer, para tahanan politik, penghancuran rumah, gangguan kehidupan sosial ekonomi, dan ribuan pengungsi.

Mereka juga mendesak orang Kristen di daerah itu untuk tak menjual rumah atau tanah mereka. Ini aspek penting kehidupan mereka yang tinggal di sana dan bagi mereka yang suatu hari akan kembali ke sana, tulis para uskup. Kami mengutuk terorisme dan juga anti-Semitisme, Islamofobia, dan diskriminasi terhadap umat Kristen.  

*Naskah ini diambil dari Harian Republika yang mengutip Reuters

IHRAM

Ekstremis Yahudi ‘Israel’: Kami adalah Nazi

Dalam sebuah grup pesan instan yang berhasil disusupi oleh sebuah organisasi penelitian, Ekstremis Yahudi ‘Israel’ mengakui bahwa mereka adalah “Nazi”. Mereka menggunakan layanan pesan instan dalam mengorganisir milisi bersenjata untuk menyerang warga Palestina di wilayah yang dijajah Zionis.

Pesan suara, teks, dan komunikasi lainnya menunjukkan bahwa mereka mengoordinasikan serangan di kota-kota tempat warga Palestina tinggal di dekat orang Yahudi – termasuk Haifa, Bat Yam dan Tiberias di utara, dan Ramla dan Lydd – Lod dalam bahasa Ibrani – di tengah, ke Bersyeba di selatan Israel.

Pemukim dari koloni khusus Yahudi di Tepi Barat yang diduduki juga bergabung dalam serangan terkoordinasi, dengan pengetahuan dan kolusi yang jelas dari pejabat Zionis.

Mereka berkomunikasi melalui WhatsApp dan Telegram, serta grup Facebook.

Dalam banyak kasus, pengurus grup ekstremis mengatakan mereka mengandalkan dukungan aktif atau pasif dari otoritas ‘Israel’.

Organisasi penelitian Fake Reporter dan HaBloc berhasil mendapatkan pesan dari beberapa kelompok tersebut dan melaporkan apa yang mereka temukan kepada polisi ‘Israel’ sebagai “bom waktu yang terus berdetak” seperti yang dilansir oleh Elektronic Intifada pada Rabu (19/05/2021).

“Sungguh menyakitkan mengetahui bahwa terlepas dari upaya kami, sangat sedikit yang benar-benar dilakukan,” kata pihak Fake Reporter.

“Tidak ada seorang pun di pihak berwenang yang dapat mengklaim bahwa mereka tidak tahu,” kata HaBloc.

Kami adalah Nazi

Dalam tangkapan layar dari grup yang diposting oleh Fake Reporter, anggota berbicara tentang jenis senjata dan membuat rencana tempat bertemu untuk menyerang warga Palestina dan membakar masjid. Mereka terlibat dalam rasisme yang mematikan dan hasutan terhadap orang-orang Palestina.

Pesan-pesan itu dirilis dalam konteks serangan baru-baru ini oleh ekstremis Yahudi ‘Israel’ di Palestina, rumah dan bisnis mereka ketika Zionis meningkatkan serangannya di Tepi Barat dan Gaza yang diduduki selama seminggu terakhir.

“Kami bukan lagi orang Yahudi hari ini,” tulis seorang pengguna di grup Telegram berjudul “Orang-orang dari Holon, Bat Yam, dan Rishon Lezion pergi berperang.”

“Hari ini kami (ekstremis Yahudi) adalah Nazi.”

Kota-kota ini berada di pinggiran selatan Tel Aviv.

Video yang diposting oleh HaBloc dan tampaknya direkam pada 12 dan 13 Mei menunjukkan orang-orang di dalam atau menuju ke Bat Yam, beberapa meneriakkan “Matilah orang Arab.”

Pada 12 Mei, sekelompok massa Yahudi ‘Israel’ menyeret seorang warga Palestina keluar dari mobilnya dan dengan kejam memukulinya saat serangan itu disiarkan langsung di televisi.

Korban, Said Musa, mengalami luka berat sebelum akhirnya dievakuasi ke rumah sakit.

“Mereka bertanya apakah saya orang Arab, saya pikir mereka membutuhkan bantuan dan saya berkata, ‘Ya, bagaimana saya bisa membantu?’” ungkap Musa kepada seorang jurnalis ‘Israel’.

Dalam grup WhatsApp bertajuk “Matilah Orang Arab di Haifa – Grup Perang”, peserta grup diinstruksikan untuk membawa bendera Israel dan berkumpul di pintu masuk Kota Tua Acre, bertopeng.

Di grup WhatsApp lain berjudul “Fucking the Arabs, Afula Branch, Death to the Arabs” dengan 165 anggota, seseorang memposting gambar senjata tombak.

Dia juga menulis, “bom molotov, ini adalah senjata untuk hari ini.”

Dalam video yang diposting di grup yang sama, dua pria bertopeng, salah satunya memegang dua pisau besar, berkata, “Penusukan di kepala, teror hari ini”.

Dalam pesan lain di grup untuk anggota La Familia, seseorang menyerukan untuk membakar masjid di Lydd.

La Familia adalah klub penggemar Beitar Jerusalem yang terkenal kejam, tim sepak bola yang Sebagian sahamnya dibeli tahun lalu oleh anggota keluarga kerajaan Abu Dhabi.

Penggemar klub terkenal karena sikap anti-Palestina mereka, biasanya diiringi dengan nyanyian “Matilah Orang Arab”.*

HIDAYATULLAH

Konflik Palestina-Israel: Membaca Ulang Kredo Janji Tuhan yang Masih Diserukan

Merujuk keterangan yang diungkapkan oleh Roger Geraudy, disebutkan bahwa di antara faktor yang mendorong kehadiran orang Yahudi ke wilayah Syam–yang didudukinya saat ini–ialah semangat keagamaan. Zionisme sebagai gerakan keagamaan mengharapkan gunung Zion yang terletak wilayah Syam untuk dijadikan sebagai tempat suci bagi golongan mereka dan orang Yahudi di seluruh dunia. Mereka menganggap hal itu sebagai janji Tuhan yang perlu direalisasikan. Zionisme yang berevolusi menjadi gerakan politik lantas memanfaatkan harapan tersebut untuk mendirikan negara bagi orang Yahudi di seluruh dunia. Adapun wilayah yang mulanya diincar ialah Argentina atau Uganda.

Setelah gerakan Zionisme internasional mengetahui keinginan Zionisme keagamaan untuk menjadikan wilayah Syam menjadi tempat suci Yahudi, maka kemudian gerakan Zionisme internasional menetapkan tempat tersebut menggantikan pilihan awalnya, yakni Argentina atau Uganda, untuk dijadikan negara Yahudi. Berdasar alasan tersebut, George Lenczowski menambahkan bahwa legitimasi yang diperoleh orang Yahudi untuk mempunyai negara sendiri itu diperoleh atas putusan Kongres Zionis pada tahun 1897 yang berlangsung di Bazel, Swiss.

Keinginan untuk mendirikan negara Yahudi pun semakit kokoh pascapenegasan dukungan atas berdirinya negara Yahudi di tanah Palestina dalam Deklarasi Berfour pada tahun 1917. Bahkan cita-cita berdirinya negara Yahudi semakin nyata lagi setelah wilayah Palestina ditempatkan di bawah protektariat Inggris oleh Liga Bangsa-bangsa pada tahun 1922.

Orang-orang Yahudi–khususnya dari Eropa–yang berpindah ke Palestina ternyata semakin banyak, setelah golongan mereka mengalami pengejaran dan terancam dimusnahkan pada masa kekuasaan Hitler di Jerman. Selain alasan tersebut, kepindahan mereka juga dikatakan sebagai perjalanan menuju tanah yang terbentang dari Sungai Nil di Mesir hingga Sungai Eufrat di Irak, yang mereka klain sebagai tanah yang dijanjikan Tuhan untuk mereka.

Klaim tersebut banyak terdengar lantaran Perdana Menteri Israel yang pertama, Golda Mier, menyatakan bahwa, “Negeri ini (Israel) berdiri merupakan akibat dari janji Tuhan sendiri. Oleh karenanya, memohon pengakuan dan keabsahan merupakan sebuah tindakan yang menggelikan.” Manachem Begin juga pernah menyatakan bahwa, “Negeri ini merupakan janji Tuhan untuk kami, sehingga kami mempunyai hak penuh atasnya.”

Membaca kedua ungkapan di atas, terdapat satu dalil keagamaan yang mereka gunakan sebagai justifikasi atas tegaknya Israel, yakni “Janji Tuhan”. Kredo yang sering diserukan mendampingi istilah-istilah lain, seperti “Bangsa Pilihan” dan “Israel Raya” yang terbentang dari Mesir hingga Irak itu, menunjukkan bahwa golongan mereka seakan melihat peta wilayah yang dijanjikan Tuhan untuk mereka.

Klaim mereka sebagai keturunan Ibrahim (yang disebut mereka dengan Abraham), lantas menjadikan mereka seolah-olah menjadi orang yang memperjuangkan hak mereka dengan dasar “Janji Tuhan”. Padahal apabila dibaca ulang, bisa jadi yang dimaksud “Janji Tuhan” atas tanah yang mereka sucikan itu berkonsekuensi atas tanggung jawab untuk menjaganya, bukan berkonsekuensi atas hak untuk memilikinya.

Apabila dugaan di atas benar, yakni bagi mereka hanya sebatas tanggung jawab, maka dapat dimengerti bahwa yang mereka serukan tidak lain merupakan sebuah kedustaan. Kemudian jika benar terdapat janji atas hak untuk memiliki, maka menjadi hal yang janggal tatkala mereka memperjuangkan perkara yang dianggapnya baik, yakni “Janji Tuhan”, tetapi dengan cara-cara yang tidak baik. Hanya menjadi sebuah paradoks, ketika mereka menuntut kebenaran tetapi melegalkan tindak penaklukan, pengusiran, penindasan, dan pembunuhan.

Kerancuan selanjutnya ialah tatkala orang-orang Yahudi menyerukan klaim dan mengaitkan Israel dengan adanya hak historis sebagai bangsa yang pertama menduduki wilayah Palestina. Karena jika merejuk penelusuran Thomas Kiernan, para antropolog menduga bahwa orang-orang Yahudi Eropa bagian Timur hanya memiliki sedikit–sebagian lain menganggap tidak memiliki–hubungan biologis dengan Palestina. Bahkan menurut Roger Geraudy, orang Yahudi sejatinya tak memiliki legalitas dengan dasar historis, injili, maupun yuridis atas tempat yang didudukinya saat ini.

Berdasar uraian di atas, terdapat garis merah yang menandakan adanya kemungkinan bahwa pendudukan yang dilakukan oleh orang Yahudi dari penjuru dunia ke Palestina bukanlah karena kerinduan mereka pada “negeri nenek moyang dan leluhur mereka”, melainkan lebih sebagai akibat dari pengejaran-pengejaran yang mereka alami di berbagai wilayah. Mulai dari kepindahan golongan mereka dari Spanyol pada abad 15, hingga pengejaran dari Rusia di akhir abad 18.

Apabila dugaan yang diungkap oleh para ahli sejarah di atas memang benar, maka tidak sepantasnya jika upaya pendudukan dan pengusiran yang dilakukan oleh para pengungsi terhadap penduduk yang lebih dulu mendiami suatu wilayah itu dapat dibenarkan. Selanjutnya, yang lebih pantas diharapkan bukanlah sekadar kebenaran sejarah semata, tetapi yang lebih penting lagi ialah harapan supaya konflik di antara dua negara (Palestina-Israel) dapat mencapai titik damai. Wallahu a’lam bish shawab.

BINCANG SYARIAH

Jika Anak Anda Bertanya Soal Palestina Sampaikan 25 Informasi Penting Berikut Ini

Apa yang mau Anda sampaikan saat anak-anak di rumah bertanya tentang rakyat dan tanah  Palestina?  Apakah Anda sudah mempunyai jawaban untuk disampaikan namun mampu diserap dengan mudah. Bagi anak setiap satu pertanyaan yang dijawab maka akan muncul lagi-lagi pertanyaan berikut sebagai bentuk rasa penasarannya.

Nah berikut ini Ustaz Dr. Jasim Al- Muthawwa memberikan 25 informasi penting tentang Palestina untuk disampaikan kepada anak-anak.

1. Ceritakan kepada anak Anda, “Wahai anakku, sesungguhnya Palestina adalah tempat tinggal para Nabi.

2. Nabi kita Ibrahim AS hijrah ke Palestina.

3. Nabi Luth AS diselamatkan oleh Allah dari azab yang turun pada kaumnya menuju bumi yang diberkahi, bumi Palestina.

4.Nabi Daud AS tinggal di Palestina dan membangun mihrabnya,

5, dan Nabi Sulaiman AS memerintah seluruh dunia dari Palestina, kisahnya yang populer dengan semut dan berkata :

“Hai semut masuklah ke tempat tinggal kalian” , tempat yang disebut dengan wadi an-naml (lembah semut) di Palestina dekat (‘Asqalan).

6. Di Palestina juga terdapat mihrab Zakaria AS ,

7.sebagaimana Musa AS meminta kaumnya memasuki Bumi Muqaddasah, ia menamakan dengan Al-Muqaddasah, yakni (suci) dari syirik, dan dijadikan tempat tinggal para Nabi.

8.Banyak mukjizat yang terjadi di dalamnya diantaranya

9. kelahiran Nabi Isa dari ibunya Maryam, seorang gadis kecil tanpa suami, dan Allah mengangkatnya ketika Bani Israil sepakat untuk membunuhnya.

10. Di Palestina Maryam menggoyang batang pohon kurma setelah kelahirannya dalam kondisi paling lemahnya wanita.

11.Termasuk tanda-tanda akhir zaman di Palestina, Isa akan turun di menara putih,

12. dan akan membunuh Dajjal di gerbang Lod Palestina,

13. dan itu adalah tanah Mahsyar dan Mansyar,

14. dan Ya’juj dan Ma’juj akan dibunuh di bumi Palestina di akhir zaman, serta banyak cerita lain terjadi di Palestina,

15. diantaranya kisah Thalut dan Jalut.

16. Anak saya bertanya, “Bagaimana dengan Nabi SAW dan hubungannya dengan Palestina?”Saya jawab, “Dulu kiblat pada awal diperintahkannya shalat menghadap ke Palestina, dan ketika Nabi hijrah ke Madinah malaikat Jibril turun dan beliau sedang shalat, Jibril memerintahkan untuk mengubah kiblat dari Baitul Maqdis ke Mekah Al-Mukarramah lalu masjid tempat beliau shalat dinamakan masjid Dzulqiblatain (dua kiblat).

17. Demikian juga ketika Rasulullah melakukan Isra’, beliau pergi ke Baitul Maqdis sebelum Mi’raj ke langit. Inilah terminal pertama

18.Beliau berhenti setelah berangkat dari Mekah menuju langit, dan beliau menjad imam shalat para Nabi, karenanya tempat ini menjadi maqar para Nabi.

19. Abu Dzar Ra, bertanya kepada Rasullah, “Masjid mana yang pertama diletakkan oleh Allah dimuka bumi?” Beliau menjawab, “Masjidil Haram.” Aku bertanya lagi, “Kemudian masjid mana?” Beliau menjawab, “Masjidil Aqsha.” Aku bertanya lagi, “Berapa jarak antara keduanya?” Beliau menjawab, “Empat puluh tahun.” Kemudian beliau bersabda, “Dimanapun shalat menjumpaimu maka shalatlah, dan bumi bagi kalian adalah masjid.”

20. Wahai anakku, Apakah kamu tahu bahwa Abu Bakar Ash-Shiddiq Ra. meskipun sibuk dengan masalah kemurtadan orang-orang Arab di Jazirah Arab dengan memobilisasi pasukan untuk memerangi mereka agar kembali ke Islam yang benar, beliau tidak membatalkan pasukan yang diperintahkan Nabi untuk pergi ke Syam, meskipun membutukan kekuatan untuk mengembalikan stabilitas Jazirah.

21. Apakah kamu tahu masa keemasan penaklukan Islam di masa Umar Al-Faruq Ra, beliau tidak pernah keluar dari Madinah untuk merayakan penaklukan (pembukaan) negeri kecuali Palestina, beliau pergi ke sana sendiri dan membukanya dengan damai, shalat di dalamnya dan menerima kunci untuk menyelamatkan orang-orang Nasrani dari penindasan orang-orang Romawi saat itu.

22. Kemudian dibuka lagi oleh Shalahuddin di hari bersejarah tahun 583 H hari Jumat bertepatan dengan tanggal 27 Rajab, tanggal yang sama dengan malam mi’rajnya Nabi ke langit melalui Baitul Maqdis. Ini merupakan kesamaan yang ajaib dimana Allah memudahkan pengembalian Al-Quds kepada pemiliknya sama seperti waktu Isra’ dan Mi’raj.

23. Anak saya bertanya, “Kenapa dinamakan Baitul Maqdis dengan nama ini?” Saya menjawab, “Nama ini telah ada sebelum turunnya Al-Qur’an, ketika Al-Qur’an diturunkan ia disebut Masjid Al-Aqsha, dan dinamakan Baitul Maqdis karena kesuciannya yang istimewa. Karena itu, tanah Palestina dan Syam adalah tanah Ribath, telah syahid di dalamnya 5000 dari kalangan para sahabat mulia, mereka antusias untuk membuka Baitul Maqdis dan membebaskannya dari penindasan Romawi.

24.Para syuhada’ masih berguguran sampai hari ini, inilah tanah para syuhada’ dan tanah ribath.”

25. Anakku berkata, “Jadi pentingnya Masjid Al-Aqsha dan bumi Syam seperti pentingnya Haramain, Mekkah dan Madinah, bukankah seperti itu yah?”

Saya menjawab, “Ya, anakku. Allah Ta’ála mengumpulkan keduanya dalam firman-Nya :

“Demi buah Tin dan buah Zaitun. Dan demi bukit Sinai. Dan demi kota Mekah ini yang aman.” (At-Tin: 1-3).

Ibnu Abbas berkata: At-Tin adalah negeri Syam, Az-Zaitun negeri Palestina, bukit Sinai adalah gunung di mana Allah berbicara kepada Musa AS di Mesir, dan al-Balad al-Amin adalah Mekah Al-Mukarramah.

Allah Ta’ala berfirman :

“Dan sungguh kami telah tetapkan dalam kitab-kitab setelah di catat di Lauh Mahfuzh bahwa bumi ini akan diwarisi oleh hamba-hambaku yang shaleh.” (Al-Anbiya’: 105)

Salah satu tafsirnya bahwa umat Muhammad mewarisi tanah suci.

Anakku berkata, “Sekarang aku paham pentingnya Palestina dan Masjid Al-Aqsha, sebagaimana aku paham bahwa shalat didalamnya dilipatgandakan menjad 500 kali lipat, apakah ini benar?” Saya menjawab, “Ya, itu benar, dan jangan kamu lupakan anak-anak palestina dan penduduknya dari do’amu. Semoga Allah memberkahimu nak.”

Dengarkan Murrotal Al-Qur’an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

OKEZONE

Kelicikan Kaum Yahudi

Syaikh Abdurrazaq bin Abdil Muhsin Al Abbad Al Badr hafizhahullah

Sesungguhnya Al-Quran merupakan kitab yang berisikan petunjuk, penjelasan, nasehat, dan arahan. Di dalamnya terdapat cerita orang-orang sebelum kita, dan berita orang-orang setelah kita, dan hikmah-hikmah / pelajaran-pelajaran bagi kita. Barangsiapa yang beramal dengannya, maka akan diberi pahala. Barangsiapa berhukum dengannya, niscaya dia telah berbuat adil. Dan barangsiapa berdakwah kepadanya, maka dia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus.

Diantara dalil yang jelas dan petunjuk mulia yang ada dalam al-Quran, ialah penyingkapan jalan orang-orang yang gemar melakukan dosa, dan penjelasan terhadap orang-orang yang dibenci lagi sesat; supaya kaum mukminin mengetahuinya kemudian mereka menjauhinya; dan tersingkap bagi mereka keadaanya, kemudian mereka menjaga diri darinya; dan jelas bagi mereka musuh-musuh mereka, kemudian memperingatkan manusia darinya. Allah Ta’ala berfirman :

{وَكَذَلِكَ نُفَصِّلُ الْآيَاتِ وَلِتَسْتَبِينَ سَبِيلُ الْمُجْرِمِينَ}

Dan demikianlah Kami terangkan ayat-ayat Al-Quran, supaya jelas jalan orang-orang yang berdosa” (QS. al-An’am : 55)

yaitu supaya jelas jalan mereka, dan tersingkap perkara mereka, dan jelas keadaan mereka, sehingga kaum muslimin memperingatkan manusia dari mereka.

Yahudi merupakan umat yang dimurkai oleh Allah

Telah datang dalam Al-Quran berupa dalil dan petunjuk yang jelas, bahwasanya orang-orang yang paling licik tipu-dayanya terhadap kaum mukminin, paling besar permusuhannya, dan paling kotor makar dan kebenciannya; ialah orang-orang Yahudi. Mereka adalah umat yang dimurkai, yang – karena jeleknya amal perbuatan mereka – mendapat kemarahan, laknat, dan kemurkaan dari Allah Ta’ala. Maka, mereka adalah umat yang terlaknat lagi dimurkai, karena kejelekan yang mengakar pada diri mereka, kekejian yang bertumpuk-tumpuk, dan kerusakan yang besar,
Allah Ta’ala berfirman :

{ قُلْ هَلْ أُنَبِّئُكُمْ بِشَرٍّ مِنْ ذَلِكَ مَثُوبَةً عِنْدَ اللَّهِ مَنْ لَعَنَهُ اللَّهُ وَغَضِبَ عَلَيْهِ وَجَعَلَ مِنْهُمُ الْقِرَدَةَ وَالْخَنَازِيرَ وَعَبَدَ الطَّاغُوتَ أُولَئِكَ شَرٌّ مَكَانًا وَأَضَلُّ عَنْ سَوَاءِ السَّبِيلِ }

Katakanlah: “Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang-orang fasik) itu disisi Allah, yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, di antara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi dan (orang yang) menyembah thaghut?”. Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus” (QS. al-Maidah : 60)

Allah Ta’ala juga berfirman :

{تَرَى كَثِيرًا مِنْهُمْ يَتَوَلَّوْنَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَبِئْسَ مَا قَدَّمَتْ لَهُمْ أَنْفُسُهُمْ أَنْ سَخِطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَفِي الْعَذَابِ هُمْ خَالِدُونَ}

Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan” (QS. al-Maidah : 80)

Dia Ta’ala juga berfirman :

{ بِئْسَمَا اشْتَرَوْا بِهِ أَنْفُسَهُمْ أَنْ يَكْفُرُوا بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ بَغْيًا أَنْ يُنَزِّلَ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ عَلَى مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ فَبَاءُوا بِغَضَبٍ عَلَى غَضَبٍ وَلِلْكَافِرِينَ عَذَابٌ مُهِينٌ }

Alangkah buruknya (hasil perbuatan) mereka yang menjual dirinya sendiri dengan kekafiran kepada apa yang telah diturunkan Allah, karena dengki bahwa Allah menurunkan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya diantara hamba-hamba-Nya. Karena itu mereka mendapat murka sesudah (mendapat) kemurkaan. Dan untuk orang-orang kafir siksaan yang menghinakan” (QS. al-Baqarah: 90)

Orang-orang yahudi memiliki hati yang keras

Dan Allah telah mensifati mereka dalam al-Quran, bahwasanya hati-hati mereka keras.

{ ثُمَّ قَسَتْ قُلُوبُكُمْ مِنْ بَعْدِ ذَلِكَ فَهِيَ كَالْحِجَارَةِ أَوْ أَشَدُّ قَسْوَةً }

Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi” (QS. al-Baqarah : 74)

Pengingkaran yahudi terhadap Taurat

Ketika dihadapkan kepada mereka Taurat – yang merupakan firman Allah, wahyu-Nya, dan diturunkan dari-Nya – mereka menolaknya, dan menutup diri dari menerimanya. Kemudian Allah memerintahkan Jibril ‘alaihis salaam untuk mencabut sebuah gunung sampai akarnya dari bumi, sesuai dengan ukuran/jumlah mereka, kemudian mengangkatnya di atas kepala mereka, dan dikatakan kepada mereka, “Jika kalian tidak menerimanya, maka akan Kami jatuhkan gunung ini kepada kalian.” Maka mereka menerimanya dalam keadaan terpaksa. Allah Ta’ala berfirman :

{وَإِذْ نَتَقْنَا الْجَبَلَ فَوْقَهُمْ كَأَنَّهُ ظُلَّةٌ وَظَنُّوا أَنَّهُ وَاقِعٌ بِهِمْ خُذُوا مَا آتَيْنَاكُمْ بِقُوَّةٍ وَاذْكُرُوا مَا فِيهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ}

Dan (ingatlah), ketika Kami mengangkat bukit ke atas mereka seakan-akan bukit itu naungan awan dan mereka yakin bahwa bukit itu akan jatuh menimpa mereka. (Dan Kami katakan kepada mereka): “Peganglah dengan teguh apa yang telah Kami berikan kepadamu, serta ingatlah selalu (amalkanlah) apa yang tersebut di dalamnya supaya kamu menjadi orang-orang yang bertakwa”” (QS. al-A’raf : 171)

Allah Ta’ala juga berfirman :

{وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَاقَكُمْ وَرَفَعْنَا فَوْقَكُمُ الطُّورَ خُذُوا مَا آتَيْنَاكُمْ بِقُوَّةٍ وَاذْكُرُوا مَا فِيهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ – ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ مِنْ بَعْدِ ذَلِكَ فَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ لَكُنْتُمْ مِنَ الْخَاسِرِينَ}

Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu dan Kami angkatkan gunung (Thursina) di atasmu (seraya Kami berfirman): “Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan ingatlah selalu apa yang ada didalamnya, agar kamu bertakwa”. Kemudian kamu berpaling setelah (adanya perjanjian) itu, maka kalau tidak ada karunia Allah dan rahmat-Nya atasmu, niscaya kamu tergolong orang yang rugi” (QS. al-Baqarah : 63 – 64)

Kelancangan yahudi terhadap Allah dan rasul-Nya

Dan ketika Nabi Musa ‘alaihis salaam mengajak mereka untuk beriman kepada Allah dan wahyu-Nya, mereka menolaknya, seraya berkata, “Kami tidak akan beriman hingga kami melihat Allah dengan mata kepala kami.” Maka Allah menurunkan api dari langit, lalu membunuh mereka dengan api tersebut karena sebab dosa mereka. Kemudian, Allah menghidupkan mereka setelah kematian mereka tersebut supaya mereka bersyukur. Allah Ta’ala berfirman :

{وَإِذْ قُلْتُمْ يَا مُوسَى لَنْ نُؤْمِنَ لَكَ حَتَّى نَرَى اللَّهَ جَهْرَةً فَأَخَذَتْكُمُ الصَّاعِقَةُ وَأَنْتُمْ تَنْظُرُونَ – ثُمَّ بَعَثْنَاكُمْ مِنْ بَعْدِ مَوْتِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ}

Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: “Hai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan terang, karena itu kamu disambar halilintar, sedang kamu menyaksikannya”. Setelah itu Kami bangkitkan kamu sesudah kamu mati, supaya kamu bersyukur” (QS. al-Baqarah : 55 – 56)

Dan diantara keculasan mereka adalah mereka menjadikan patung anak sapi sebagai sesembahan selain Allah, padahal mereka telah melihat sendiri bagaimana Allah menimpakan hukuman yang dahsyat kepada kaum Musyrikin. Padahal Nabi mereka masih hidup, belum mati. Padahal mereka juga melihat sendiri dengan mata kepala mereka bagaimana tukang patung membuat patung sapi tersebut. Ia membuat adonan bahannya, memasukannya ke dalam api, menempanya dengan palu, lalu didinginkan, lalu dibolak-balik oleh tangan si pematung, walaupun mereka tahu semua ini namun mereka tetap menyembahnya selain juga menyembah Allah. Tidak cukup sampai di situ, mereka juga mengklaim secara dusta bahwa patung tersebut adalah sesembahannya Musa ‘Alaihissalam.

{فَقَالُوا هَذَا إِلَهُكُمْ وَإِلَهُ مُوسَى فَنَسِيَ} [طه:88]

kemudian Samiri mengeluarkan untuk mereka (dari lobang itu) anak lembu yang bertubuh dan bersuara, maka mereka berkata: “Inilah Tuhanmu dan Tuhan Musa, tetapi Musa telah lupa”” (QS. Thaha: 88)

Dan Allah juga berfirman:

{وَإِذْ وَاعَدْنَا مُوسَى أَرْبَعِينَ لَيْلَةً ثُمَّ اتَّخَذْتُمُ الْعِجْلَ مِنْ بَعْدِهِ وَأَنْتُمْ ظَالِمُونَ (51) ثُمَّ عَفَوْنَا عَنْكُمْ مِنْ بَعْدِ ذَلِكَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ} [البقرة:51-52]

Dan (ingatlah), ketika Kami berjanji kepada Musa (memberikan Taurat, sesudah) empat puluh malam, lalu kamu menjadikan anak lembu (sembahanmu) sepeninggalnya dan kamu adalah orang-orang yang lalim. Kemudian sesudah itu Kami maafkan kesalahanmu, agar kamu bersyukur” (QS. Al Baqarah: 51-52)

Walaupun hujjah-hujjah senantiasa ditunjukkan kepada mereka dan mereka senantiasa dilimpahkan kenikmatan dari Allah berkali-kali, mereka tetap saja meminta untuk dibuatkan sesembahan selain Allah. Terkadang mereka menyembah patung sapi selain menyembah Allah. Terkadang mereka mengatakan, “Wahai Musa, kami belum bisa membenarkanmu sebelum kami melihat Allah dengan nyata”. Dan ketika Allah menyelamatkan mereka dari kekuasaan Fir’aun dan kezhalimannya, dan mereka dipisahkan dengan laut, mereka sudah melihat ayat-ayat Allah, keajaiban-keajaiban serta pertolongan dari-Nya, namun ketika Nabi mereka (Musa) mengajak mereka untuk berperang mereka malah enggan dan berkata

{فَاذْهَبْ أَنْتَ وَرَبُّكَ فَقَاتِلَا إِنَّا هَاهُنَا قَاعِدُونَ} [المائدة:24]

“Hai Musa, kami sekali-sekali tidak akan memasukinya selama-lamanya, selagi mereka ada di dalamnya, karena itu pergilah kamu bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti di sini saja.”” (QS. Al Maidah: 24).

Dan diantara ulah mereka juga, ketika dikatakan mereka, dan ketika mereka bersama Nabi mereka lalu wahyu dari Allah turun:

{وَإِذْ قُلْنَا ادْخُلُوا هَذِهِ الْقَرْيَةَ فَكُلُوا مِنْهَا حَيْثُ شِئْتُمْ رَغَدًا وَادْخُلُوا الْبَابَ سُجَّدًا وَقُولُوا حِطَّةٌ نَغْفِرْ لَكُمْ خَطَايَاكُمْ وَسَنَزِيدُ الْمُحْسِنِينَ}[البقرة:58]

Dan (ingatlah), ketika Kami berfirman: “Masuklah kamu ke negeri ini (Baitul Maqdis), dan makanlah dari hasil buminya, yang banyak lagi enak di mana yang kamu sukai, dan masukilah pintu gerbangnya sambil bersujud, dan katakanlah: “hithah (Bebaskanlah kami dari dosa)”, niscaya Kami ampuni kesalahan-kesalahanmu. Dan kelak Kami akan menambah (pemberian Kami) kepada orang-orang yang berbuat baik” (QS. Al Baqarah: 58).

Al qaryah maksudnya Baitul Maqdis. Mereka diperintahkan masuk ke dalamnya dengan cara yang demikian, yaitu cara yang penuh ketundukan dan perendahan diri kepada Allah, namun mereka malah enggan. Mereka ingkar dan sombong, mereka pun masuk ke sana lewat pintu belakang, mereka kembali ke belakang, dan berkata: “hinthah” (padahal yang disuruh adalah “hithah”), artinya biji-bijian. Maka Allah Ta’ala pun berfirman:

{فَبَدَّلَ الَّذِينَ ظَلَمُوا قَوْلًا غَيْرَ الَّذِي قِيلَ لَهُمْ فَأَنْزَلْنَا عَلَى الَّذِينَ ظَلَمُوا رِجْزًا مِنَ السَّمَاءِ بِمَا كَانُوا يَفْسُقُونَ} [البقرة:59]

Lalu orang-orang yang lalim mengganti perintah dengan (mengerjakan) yang tidak diperintahkan kepada mereka. Sebab itu Kami timpakan atas orang-orang yang lalim itu siksa dari langit, karena mereka berbuat fasik” (QS. Al Baqarah: 59)

Dan diantara keculasan mereka adalah mereka membunuhi para Nabi yang sesungguhnya hidayah tidak sampai kepada mereka kecuali oleh sebab para Nabi tersebut. Dan mereka menjadikan para rahib mereka sebagai sesembahan selain Allah. Mereka juga menuduh Nabi Isa dan ibu telah berbuat dosa besar. Dan mereka juga mengklaim bahwa mereka telah berhasil membunuh keduanya.

{فَبِمَا نَقْضِهِمْ مِيثَاقَهُمْ وَكُفْرِهِمْ بِآيَاتِ اللَّهِ وَقَتْلِهِمُ الْأَنْبِيَاءَ بِغَيْرِ حَقٍّ وَقَوْلِهِمْ قُلُوبُنَا غُلْفٌ بَلْ طَبَعَ اللَّهُ عَلَيْهَا بِكُفْرِهِمْ فَلَا يُؤْمِنُونَ إِلَّا قَلِيلًا (155) وَبِكُفْرِهِمْ وَقَوْلِهِمْ عَلَى مَرْيَمَ بُهْتَانًا عَظِيمًا (156) وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِنْهُ مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلَّا اتِّبَاعَ الظَّنِّ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًا (157) بَلْ رَفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا } [النساء:155-158] .

Maka (Kami lakukan terhadap mereka beberapa tindakan), disebabkan mereka melanggar perjanjian itu, dan karena kekafiran mereka terhadap keterangan-keterangan Allah dan mereka membunuh nabi-nabi tanpa (alasan) yang benar dan mengatakan: “Hati kami tertutup.” Bahkan, sebenarnya Allah telah mengunci mati hati mereka karena kekafirannya, karena itu mereka tidak beriman kecuali sebahagian kecil dari mereka. Dan karena kekafiran mereka (terhadap Isa), dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan besar (zina). dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan ‘Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (QS. An Nisaa’: 155-158)

Dan diantara keculasan mereka adalah menisbatkan hal-hal yang tidak layak kepada Allah. Dan mereka menyifati Allah dengan sifat-sifat yang Allah disucikan darinya. Diantara perkataan mereka, bahwa Allah lelah dan beristirahat setelah menciptakan langit dan bumi. Kemudian Allah menurunkan ayat untuk membantah mereka:

{وَلَقَدْ خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ وَمَا مَسَّنَا مِنْ لُغُوبٍ} [ق:38]

Dan sesungguhnya telah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, dan Kami sedikit pun tidak ditimpa keletihan” (QS. Qaaf: 38)

lughuw maknanya lelah. Dan diantara perkataan mereka juga, “Allah itu faqir dan kami itu kaya”. Maka Allah pun menurunkan ayat:

{لَقَدْ سَمِعَ اللَّهُ قَوْلَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ فَقِيرٌ وَنَحْنُ أَغْنِيَاءُ سَنَكْتُبُ مَا قَالُوا وَقَتْلَهُمُ الْأَنْبِيَاءَ بِغَيْرِ حَقٍّ وَنَقُولُ ذُوقُوا عَذَابَ الْحَرِيقِ} [آل عمران:181]

Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya Allah miskin dan kami kaya”. Kami akan mencatat perkataan mereka itu dan perbuatan mereka membunuh nabi-nabi tanpa alasan yang benar, dan Kami akan mengatakan (kepada mereka): “Rasakanlah olehmu azab yang membakar”” (QS. Al Imran: 181)

Allah juga berfirman:

{ يَدُ اللَّهِ مَغْلُولَةٌ غُلَّتْ أَيْدِيهِمْ وَلُعِنُوا بِمَا قَالُوا بَلْ يَدَاهُ مَبْسُوطَتَانِ يُنْفِقُ كَيْفَ يَشَاءُ } [المائدة:64]

Orang-orang Yahudi berkata: “Tangan Allah terbelenggu”, sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang dilaknat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu. (Tidak demikian), tetapi kedua-dua tangan Allah terbuka; Dia menafkahkan sebagaimana Dia kehendaki” (QS. Al Maidah: 64)

Kemudian, dengan semua kekufuran yang besar dan kedustaan yang nyata ini, mereka mengklaim diri mereka ahli surga dan juga mengklaim diri mereka adalah makhluk Allah yang paling terbaik dan makhluk terpilih.

{وَقَالُوا لَنْ يَدْخُلَ الْجَنَّةَ إِلَّا مَنْ كَانَ هُودًا أَوْ نَصَارَى تِلْكَ أَمَانِيُّهُمْ قُلْ هَاتُوا بُرْهَانَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ } [البقرة:111

Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata: “Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi atau Nasrani”. Demikian itu (hanya) angan-angan mereka yang kosong belaka. Katakanlah: “Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar”” (QS. Al Baqarah: 111)

{وَقَالَتِ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى نَحْنُ أَبْنَاءُ اللَّهِ وَأَحِبَّاؤُهُ قُلْ فَلِمَ يُعَذِّبُكُمْ بِذُنُوبِكُمْ بَلْ أَنْتُمْ بَشَرٌ مِمَّنْ خَلَقَ} [المائدة:18]

Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan:”Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya”. Katakanlah: “Maka mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu?” (Kamu bukanlah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya), tetapi kamu adalah manusia (biasa) di antara orang-orang yang diciptakan-Nya” (QS. Al Maidah: 18)

Dan yang semestinya kita ketahui bersama, bahwa kaum Yahudi itu setelah mencoba membunuh Al Masih Isa bin Maryam, dan Allah menjaga Nabi Isa dari usaha mereka tersebut, ternyata makar mereka sama sekali tidak berkurang sampai Allah memecah mereka menjadi banyak golongan dan menyempitkan mereka sesempit-sempitnya.

Dan mereka tidak memiliki kekuasaan sampai diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam. Merekapun kufur kepada beliau dan mendustakannya. Kemudian Allah menyempurnakan adzab-Nya kepada mereka dan menhancurkan mereka sehancur-hancurnya, serta menghinakan mereka sehina-hinanya. Kehinaan ini terus ada pada mereka hingga diturunkannya Nabi Isa ‘Alaihissalam di akhir zaman kelak. Akan dihentikan semua ulah mereka dan dibunuh semua dari mereka yang tersisa. Dan bumi dibersihkan dari para penyembah salib.

Inilah sebagian kabar yang datang dari Al Qur’an Al Karim mengenai keadaan kaum Yahudi yang dimurkai dan dilaknat ini. Agar kaum Muslimin mengetahu sejarah hitam dari kaum tersebut. Kehidupan mereka itu kelam dan penuh dengan kekufuran, permusuhan, kezaliman dan kedustaan. Mereka tidak merasa aman terhadap kejahatan mereka sendiri, dan mereka tidak henti-hentinya berbuat keji hingga tidak ada perasaan aman di setiap waktu dan keadaan karena kesesatan dan permusuhan yang mereka perbuat. Selain itu, hikmah Al Qur’an mengabarkan hal ini juga agar setiap Muslim menyadari kadar nikmat Allah yang diberikan kepadanya yang berupa agama yang hanif dan juga berupa nikmat ilmu dan iman. Maka sungguh segala puji bagi Allah dari awalnya hingga akhirnya.

Sesungguhnya seorang Mukmin dalam setiap keadaannya dan setiap perkaranya, baik di kala sulit maupun lapang, dikala senang maupun susah, ia tidak merasa takut kecuali kepada Allah dan tidak meminta jalan keluar kecuali kepada Rabb-nya sebagai penghulunya dan penolongnya. Wahai Allah, Engkau lah tempat mengadu dan Engkau lah yang mencukupi kami. Wahai Dzat yang mengabulkan doa orang kesulitan ketika ia berdoa, dan menguatkan hati orang yang rapuh ketika ia menengadahkan tangannya dan menghilangkan kegelisahan orang yang gelisah ketika ia menundukkan diri kepada-Nya dan berharap pada-Nya. Wahai Rabb kami, sesungguhnya kaum Yahudi berbuat makar terhadap saudara-saudara kami di Palestina, berupa pembunuhan dan pengusiran. Kaum Yahudi menghancurkan dan menyabotase rumah-rumah mereka, mencoreng dan merusak kehormatan mereka. Betapa banyak rumah yang telah hancur dan betapa banyak kehormatan yang dicoreng. Betapa banyak wanita yang diperkosa, betapa banyak darah yang telah mengucur, dan betapa banyak anak-anak yang telah menjadi yatim. Sungguh arogansi kaum Yahudi semakin menjadi-jadi, semakin bertambah kesombongan dan kejahatan mereka, serta semakin besar pula perlawanan dan permusuhan mereka.

Wahai Rabb kami, wahai Dzat yang memiliki pertolongan dan kemuliaan, kepada-Mu pertolongan diminta. Wahai Dzat yang pintu-pintu-Nya dan khizanah-Nya dibuka bagi orang yang berdoa, wahai Dzat yang menggoyangkan singgasananya orang-orang zalim, wahai Dzat yang menghancurkan kekuasaan para penguasa hebat, wahai Dzat yang membatalkan tipu daya orang-orang jahat. Ya Allah, hancurkanlah kaum Yahudi yang mereka itu melampaui batas. Ya Allah, kami jadikan Engkau penolong untuk membinasakan mereka dan kami memohon perlindungan dari-Mu dari kejahatan mereka.

Sumber: http://al-badr.net/detail/9BPph26c5w
Penerjemah: tim penerjemah Muslim.Or.Id
Artikel Muslim.Or.Id

Simak selengkapnya disini. Klik https://muslim.or.id/22148-kelicikan-kaum-yahudi.html

Derita Palestina Akibat Kekejaman Yahudi

Yahudi dan orang-orang musyrik. Dua kelompok inilah musuh Islam yang paling keras dalam berupaya untuk menghancurkan umat Islam. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Sungguh akan kalian dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang yang mempersekutukan Allah (musyrik).” (QS. al-Maa’idah [5]: 82).

Oleh sebab itu haram hukumnya bagi umat Islam memberikan loyalitas kepada musuh-musuh Allah dan Rasul-Nya. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Tidak akan kamu temukan suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhir justru berkasih sayang dengan orang-orang yang memusuhi Allah dan rasul-Nya, meskipun orang-orang itu adalah ayah-ayah mereka, anak-anak mereka, saudara-saudara mereka, atau kerabat mereka…” (QS. al-Mujadilah [58]: 22).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal kecintaan, berkasih sayang, dan hubungan perasaan di antara sesama mereka adalah laksana satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang kesakitan, maka semua anggota tubuh yang lain pun akan saling membantunya dengan merasakan tidak bisa tidur dan demam.” (HR. Bukhari [6011] dan Muslim [2586], dari an-Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, ini lafazh Muslim).

Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah mengatakan, “Hadits ini menunjukkan bahwa seorang mukmin akan turut merasa susah dan sedih karena sesuatu yang membuat susah dan sedih saudaranya sesama mukmin yang lain.” (Jami’ al-’Ulum wa al-Hikam, hal. 163).

Sesungguhnya bumi Palestina merupakan bagian dari tanah air kaum muslimin. Kaum muslimin yang berada di sana adalah saudara-saudara kita seaqidah. Musibah yang menimpa mereka akibat kekejaman Yahudi merupakan musibah yang menimpa kita pula. Doa dan bantuan kita untuk mereka adalah wujud persaudaraan di jalan Allah subhanahu wa ta’ala.

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Jika Allah menolong kalian, maka niscaya tidak akan ada yang dapat mengalahkan kalian. Namun, jika Allah membiarkan kalian (tidak memberikan pertolongan), maka siapakah lagi yang dapat menolong kalian setelah-Nya. Maka kepada Allah sajalah hendaknya orang-orang mukmin itu bertawakal.” (QS. Ali Imran [3]: 160).

Penulis: Ari Wahyudi S.Si.
Artikel Muslim.Or.Id

Simak selengkapnya disini. Klik https://muslim.or.id/21542-derita-palestina-akibat-kekejaman-yahudi.html