Tetap Bugar Saat Berhaji

Pelaksanaan ibadah haji memerlukan kemampuan fisk yang luar biasa. Selain jamaah yang berjubel dari berbagai negara di dunia, suhu udara di Arab Saudi yang panas juga menguras energi. Itulah sebabnya diperlukan persiapan sebelum berangkat berhaji.

Agar tetap bugar selama melaksanakan ibadah haji, ada beberapa hal yang dapat dilakukan sebelum meninggalkan Tanah Air.

* Latihan jalan sebelum berangkat. Jika mampu, lakukan minimal tujuh kilometer, seminggu satu kali.
* Kurangi kegiatan yang tak perlu.
* Istirahat dan tidur yang cukup.
* Makan makanan bergizi dan teratur.
* Bagi penderita penyakit tertentu, jangan lupa membawa obat yang biasa dikonsumsi di Tanah Air. Bila membawa obat dalam jumlah berlebih, bisa dititipkan ke dokter yang menemani dalam kelompok terbang.

Jangan Grogi Saat Ibadah Haji

Grogi adalah hal yang seringkali terjadi saat seseorang menunaikan ibadah haji. Perasaan grogi kebanyakan timbul karena baru pertama kali menginjakkan kaki di Rumah Allah SWT dan menyaksikan peninggalan-peninggalan bersejarah sejak masa nabi-nabi di waktu lampau.

Selain itu, ternyata ada juga jamaah haji yang grogi dan bahkan merasa takut karena berkaitan dengan banyaknya mitos-mitos. Misalnya, ada yang mengatakan bahwa kegiatan yang biasa dilakukan di Tanah Air akan mendapatkan pembalasan di Tanah Suci.

Padahal, menurut KH Didin Hafidhuddin, Makkah dan Madinah itu adalah daarul amal, bukan tempat pembalasan. Karena itu, Kiai Didin menegaskan hal yang digembar-gemborkan itu hanya mitos yang dibesar-besarkan.

Dia pun merasa heran mengapa banyak sekali orang yang menakut-nakuti para jamaah dalam menjalankan ibadah haji. Apalagi, katanya, ibadah haji itu bukan hanya panggilan agama, melainkan juga panggilan hati dan para jamaah dianggap sebagai tamu Allah.

Kiai Didin mengingatkan, tidak perlu ada kekhawatiran dalam menjalankan ibadah haji. Untuk itu, seorang calon haji wajib pasrah, memasrahkan semuanya kepada Allah SWT. Apa pun yang akan terjadi kepada dirinya, kata Didin, merupakan takdir dan tidak harus dikaitkan dengan pembalasan.

Selain itu, setiap calon haji pun harus berangkat dengan niat yang baik. Yakni, niat untuk beribadah hanya kepada Allah SWT dan menjalankan sunah Rasulullah. Niat itulah yang harus ditanamkan agar mencegah terjadinya rasa khawatir atau grogi. “Kalau sudah begitu, tinggal manfaatkan saja semua waktu yang ada,” katanya.

Kiai Didin kembali menegaskan bahwa tidak pada tempatnya jika seorang jamaah merasa grogi, takut, atau ragu-ragu. Grogi, kata dia, bisa menimbulkan dampak yang cukup fatal, seperti lupa bacaan-bacaan doa, atau bahkan berakibat pada kesehatan fisik. Padahal, menurut dia, satu hal yang harus diingat jamaah adalah mendapatkan kesempatan untuk beribadah haji merupakan kenikmatan yang tak terhingga. “Jadi, jangan grogilah,” pesannya.

Info haji

Sumber: Pusat Data Republika

Cara Aman Berbelanja di Tanah Suci

Berbelanja oleh-oleh menjadi tradisi bagi para jamaah haji. Banyak pusat perbelanjaan yang dapat didatangi para jamaah haji di sela-sela waktu luangnya beribadah.

Namun, berburu buah tangan di Tanah Suci gampang-gampang susah. Berikut sejumlah tips cara aman berbelanja di Tanah Suci yang dirangkum dari berbagai sumber.

Pertama, buatlah daftar belanjaan. Hal ini penting, khusunya untuk menyesuaikan dengan keuangan anda. Belanjalah barang yang sekiranya tidak dapat anda jumpai di Tanah Air. Anda harus ingat, kapasitas maksimal bagasi masing-masing jamaah haji, yakni 32 kilogram.

Kedua, tukarkan uang anda dengan riyal. Akan lebih mudah dan nyaman jika belanja menggunakan mata uang setempat di Tanah Suci.

Ketiga, datanglah ke pusat oleh-oleh atau perbelanjaan bersama beberapa teman. Seperti, di Makkah, Madinah, Jeddah, pedagang musiman, dan sekitar hotel. Yang perlu diingat, jangan sampai kegiatan belanja mengganggu waktu ibadah anda.

Keempat, berani menawar barang. Ada baiknya, datanglah ke beberapa toko atau gerai sebelum anda memutuskan membeli suatu barang. Hal itu untuk memastikan kisaran harga barang tersebut.

Jangan segan untuk menawar harga. Sebab, tidak jarang banyak pedagang yang mencari untung saat musim haji. Mulailah menawar di bawah 50 persen dari harga yang disebut pedagang.

Jangan takut mengenai bahasa. Anda dapat berkomunikasi dengan bermacam cara, misalnya dengan jari atau kalkulator. Pun tidak sedikit para pedagang yang mengerti bahasa Indonesia. Selain itu, jangan lupa cek ke aslian apakah barang yang akan anda beli.

Kelima, jangan membawa uang banyak saat belanja. Hal ini untuk menghindari kemungkinan pemalakan terhadap jamaah haji. Selain itu, jangan menggunakan perhiasan, pakaian atau riasan yang mencolok.

Ini Kiat Agar Jamaah tak Terpisah dari Kelompoknya

Setiap kali musim haji tiba, kerap kali kita mendengar calon jamaah tersasar dari kelompoknya. Nah, untuk menghindari hal tersebut, ada baiknya calon jamaah haji membaca tips dari Pembimbing Haji Travel Maktour Ustaz Faishol:

1. Saat ke Masjid Nabawi, Masjidil Haram, datanglah bersama rombongan.  Usahakan, ada salah satu teman yang sudah berpengalaman, misalnya pernah umrah.

2. Jika ke Masjid Nabawi dan Masjidil Haram atau yang lain, selalu ingat di pintu mana dia masuk, perhatikan nomor pintunya. Jadi, setelah selesai beribadah dapat keluar di pintu yang sama.
3. Selain itu, bagi jamaah gelombang pertama dari Jakarta langsung menuju Madinah untuk langsung umrah di Masjid Bir Ali, harap memperhatikan nomot pintu. Tidak sedikit jamah yang tercecer di masjid itu akibat tidak memperhatikan nomor pintu.
4. Kemudian perhatikan lagi, bus yang mengantarkan jamaah haji.
5. Para jamaah haji diimbau tidak keluar dari lingkungan tenda saat berada di Arafah. Kendati, ingin bersilaturahmi di tenda kerabat, fokus saja mempersiapkan diri saat di Arafah. Banyak orang keluar tenda, akhirnya tidak bisa kembali karena ada jutaan orang di Arafah.
6. Kemudian, saat turun di Musdalifah usahakan bersama-sama jamaah lain.
7. Jangan terlalu jauh meninggalkan rombongan. Kalau ke toilet dengan ketua regu atau rombongan agar lebih terkoordinasi, sehingga ketua rombongan tak merasa kehilangan di mana posisi jamaah berada.
8. Saat melontar jumrah di Akobah, usahakan tetap bersama rombongan. Karena kondisi di sana sangat padat sekali.
Buatlah tempat untuk janjian bertemu setelah selesai melontar jumrah. Ketua rombongan akan mengabsen bersama berapa orang. Berangkat dan pulang bersama
9. Untuk di Masjidil Haram, saat tawaf dan sai, usahakan tetap berkelompok. Usahakan ibu-ibu berada di tengah, sementara bapak-bapak mengelilinginya. Dan selalu ada bagian depan dan belakang.
Bagian depan mengarahkan jalur tawaf, sementara yang belakang mengawasi jamaah. Jadi ritme tawaf harus mengikuti orang yang paling lambat jalannya. Tidak boleh terlalu cepat, harus mengikuti kecepatan orang-orang tua.
Jika sudah tercecer.
1. Cari saja orang Indonesia atau petugas PPIH yang biasa memakai seragam biru bertuliskan Indonesia, datangi saja petugas itu.
2. Kemana pun, usahakan tetap membawa identitas, karena ada nama, nomor maktab, hingga nomor rumah. Sehingga, akan memudahkan petugas untuk mengembalikan atau mengantar.
3. Di Masjidil Haram, banyak petugas yang siaga di depan pintu. Jika ada orang Indonesia yang keluar akan ditanya, apakah ibadahnya sudah lengkap dan di mana akan bertemu dengan rombongan.
4. Bagi jamaah yang kehilangan rombongan, bisa menghubungi maktab atau posko kloter. Sebutkan saja nama dan di mana jamaah haji itu hilang.

Mencegah Dehidrasi di Tanah Suci

Musim haji akan berlangsung pada musim panas. Berbeda dengan cuaca di Indonesia, cuaca di Tanah Suci butuh perhatian lebih. Misalnya masalah dehidrasi.

Berikut tips Mencegah dehidrasi di Tanah Suci

  • Pastikan anda mengonsumsi atau minum air minimal 3-4 liter sehari
  • Bawalah air minum ke manapun Anda pergi selama di Tanah Suci
  • Perhatikan warna urin (air kencing). Warna kuning pekat, berarti anda perlu mengonsumsi banyak air putih. Kuning keputihan, Anda perlu minum air putih secukupnya. Bila warna bening (jernih), kondisi anda cukup baik.
  • Tetap makan dan perhatikan kualitas makanan yang dikonsumsi. Jangan menunda untuk mengonsumsi jatah makanan yang baru dibagikan.
  • Istirahat yang cukup ketika berada di penginapan (pemondokan)
  • Segera konsultasi ke petugas di kloter atau dokter, bila ada gangguan kesehatan.
  • Perbanyak konsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran
  • Hindari kegiatan yang tidak berhubungan dengan rangkaian ibadah, terutama saat berada di tempat (udara) terbuka.

Sebaik-baiknya Amal yang Kontinu Meski Sedikit

“AMALAN yang paling dicintai Allah Taala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit.” (HR.Muslim)

“Sesungguhnya sebaik-baik amal adalah yang paling kontinu meski ia sedikit.” ( HR.Ibnu Majah)

Imam Nawawi menasehatkan,

“Ketahuilah bahwa amalan yang sedikit namun rutin dilakukan. Itu lebih baik dari amalan yang banyak namun cuma sekali saja dilakukan. Ingatlah, bahwa amalan sedikit yang rutin dilakukan akan melanggengkan amalan ketaatan, zikir, pendekatan diri pada Allah, niat dan keikhlasan dalam beramal, juga akan membuat amalan tersebut diterima oleh Allah. Amalan sedikit yang rutin dilakukan akan.memberikan ganjaran yang besar dan berlipat dibandingkan dengan amalan yang banyak namun sesekali dilakukan.”

Amalan yang kontinu itu, meski ia sedikit, tapi kita akan terus mendapatkan pahalanya. Sampai pun ketika kita berhalangan melakukannya karena ada uzur, maka kita tetap akan dihitung memperoleh pahalanya.

Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

“Jika seseorang sakit atau melakukan safar (bepergian), maka dia akan dicatat melakukan amalan sebagaimana amalan rutin yang dia lakukan ketika mukim (atau tidak bepergian) dan dalam keadaan sehat.” (HR.Bukhari)

Berbeda dengan amalan yang dilakukan sesekali saja, meski jumlahnya banyak, maka pahalanya akan terhenti pada waktu kita beramal.

“Sesungguhnya bangunan di surga dibangun oleh para malaikat disebabkan amalan zikir yang terus dilakukan. Apabila seorang hamba mengalami rasa jenuh untuk berzikir, maka malaikat pun akan berhenti dari pekerjaannya tadi. Lantas malaikat pun mengatakan, “Apa yang terjadi padamu, wahai fulan?”

Sebab malaikat bisa menghentikan pekerjaan mereka karena orang yang berzikir tadi mengalami kefuturan (kemalasan) dalam beramal.” (Imam Hasan Al-Bashri)

[Chairunnisa Dhiee]

 

– See more at: http://mozaik.inilah.com/read/detail/2314471/sebaik-baiknya-amal-yang-kontinu-meski-sedikit#sthash.eqgJOFQI.dpuf

Orang Kaya Dermawan, Masuk Surga Terlebih Dahulu

DIKISAHKAN, ada tiga orang yang sedang mengantre di depan pintu surga. Mereka adalah ulama, mujahid, dan orang kaya dermawan. Mereka saling mempersilahkan satu sama lain untuk terlebih dahulu masuk ke dalam indahnya surga.

Si kaya dermawan dan ulama mempersilakan kepada mujahid untuk masuk surga terlebih dahulu, “Hai tuan, silakan masuk terlebih dahulu, karena Allah telah menjanjikan surga untukmu atau syahidmu kepada Allah.”

Ternyata si mujahid menolaknya dengan halus, sambil berkata, “Maaf, silakan tuan ulama yang terhormat masuk surga terlbih dahulu. Karena saya tidak akan tahu keutamaan dari berjihad tanpa ilmu pengetahuan dari Anda yang seorang ulama.”

Akhirnya si kaya dermawan dan mujahid mempersilakan ulama memasuki surga terlebih dahulu. Namun, ketika si ulama tadi akan masuk dan melangkahkan kakinya ke pintu surga, tiba-tiba tidak disangka ia justru kembali mundur dan berkata kepada si kaya dermawan, “Hai Fulan, rasanya engkaulah yang lebih berhak untuk masuk surga terlebih dahulu dibandingkan kami (mujahid dan ulama), karena berkat dana bantuanmulah dibangun rumah-rumah ibadah seperti masjid, madrasah, pesantren, panti jompo, panti untuk anak-anak yatim piatu, serta anak-anak cacat, dan berbagai tempat kemaslahatan lain. Anda juga gemar membayar zakat, infak, sedekah, dan wakaf, sehingga saya bisa menyiarkan agama. Dan, si Tuan ini juga bisa berjihad karena Allah swt, itu juga bisa terjadi karena bantuanmu.”

Akhirnya, jadilah si kaya yang dermawan yang masuk surga nan indah terlebih dahulu. Semoga, kisah ini bisa memberikan kita pelajaran untuk terus berusaha menjadi diri kita menjadi pribadi yang dermawan dan senantiasa mengeluarkan harta kita di jalan Allah swt. Karena bukanlah seberapa banyak harta yang kita miliki selama hidup di dunia yang kelak akan di tanya di alam kubur, melainkan sudah berapa banyak kita mengeluarkan harta, waktu, dan pikiran kita untuk jalan yang di ridai oleh Allah swt. Dan tidak lupa untuk iklas dalam melakukan semua kebaikan, bukan untuk mendapatkan pujian orang lain, riya, atau bahkan mengharapkan balasan dari orang lain. Naudzubillah []

 

– See more at: http://mozaik.inilah.com/read/detail/2312478/orang-kaya-dermawan-masuk-surga-terlebih-dahulu#sthash.CIY7qrzD.dpuf

Kloter Pertama Haji Siap Berangkat

Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Ahda Barori mengatakan keberangkatan kloter pertama jamaah haji sudah siap. Ia mengatakan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) embarkasi sudah berada di asrama haji masing-masing.

Mereka sudah mengadakan rapat koordinasi tentang kesiapan melayani calon jamaah haji di embarkasi, baik menerima dari daerah masing-masing maupun memberangkatkan ke Tanah Suci.

“SPMA (Surat Panggilan Masuk Asrama) untuk calon jamaah haji yang akan diberangkatkan pada hari pertama sudah dibagikan semua. Hari senin besok, 8 agustus, calon jamaah haji sudah mulai masuk asrama, dan akan berada di asrama selama kurang lebih 24 jam, kemudian baru diberangkatkan ke Arab Saudi,” kata Ahda, Ahad (7/8).

Ia mengatakan sembilan embarkasi akan berangkat lusa Selasa (9/8).  Ahda mengatakan pada hari itu akan diberangkatkan sebanyak 11 kloter yaitu Banjarmasin 1 kloter, Jakarta-Bekasi satu kloter, Batam satu kloter, Surabaya satu kloter, Medan satu kloter, Padang satu kloter, Ujungpadang satu, sedangkan untuk Jakarta-PondokGede dan Solo dua kloter

Ia menuturkan embarkasi Padang berangkat pukul 06.25 WIB, embarkasi Jakarta-Pondok Gede berangkat pukul 08.15 WIB, Embarkasi Batam jam 09.30 WIB, Embarkasi Makasar jam 09.40 WITA, Embarkasi Jakarta-Bekasi dan Surabaya jam 10.30 WIB, Embarkasi Medan  pukul 12.30 WIB, embarkasi pukul Solo jam 16.40 WIB, dan Embarkasi Banjarmasin jam 23.30 WITA.

Ahda mengatakan tiga embarkasi baru akan memberangkatkan pada tanggal 10 Agustus. Tiga embarkasi tersebut yaitu: Balikpapan jam 01.25 WITA, Palembang jam 08.30 WIB, dan Aceh jam 19.20 WIB.  Sementara Embarkasi Lombok baru akan memberangkatkan pada gelombang kedua yaitu 23 Agustus nanti, K-01 jam 09.05 WITA.

Ahda mengatakan pada pemberangkatan gelombang pertama  Garuda Indonesia akan mengangkut calon jamaah haji sebanyak 39.881 jemaaah dalam 102 kloter. Sedang Saudi Airlines akan memberangkatkan 47.435 jemaah dalam 110 kloter.‎

Pada pemberangkatan gelombang kedua, Garuda Indonesia akan mengangkut jemaah haji sebanyak 39.139 jemaah dalam 103 kloter. Sedangkan SV akan memberangkatkan 30.665 jemaah dalam 69 kloter.

“Jamaah yang diangkut Garuda total 79.020 dalam 205 kloter, Saudi Airlines 78.100 dalam 179 kloter  estimasi jamaah reguler dan petugas kloter yang akan diberangkatkan sebanyak 157.120 dalam 384 kloter,” katanya.

Ahda menjelaskan Saudi Airlines akan mengakut jammah untuk Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS), Surabaya (SUB), Batam, Palembang dan Banjarmasin. Selebihnya calon jmaah haji dibawa oleh Garuda‎.‎

 

sumber: Republika Online

Wajibkah Kita Menjawab Salam dari Televisi?

SEBENARNYA bagaimana hukum menjawab salam dari televisi apakah wajib atau sunnah. Mengenai hal ini ada keterangan yang berhubungan dengan musallam alaih yaitu pihak yang diberi salam.

Apabila yang diberi salam adalah satu orang maka orang itu fardhu ain menjawabnya. Tetapi jika salam itu ditujukan orang banyak atau publik maka menjawabnya hukumnya fardhu kifayah.

Berucap salam bagi sesama muslim bukanlah sekedar basa-basi. Bukanpula sekedar pemanis pergaulan semisal sopan santun. Tetapi lebih dari itu, karena dalam salam terkandung hikmah dan doa. Dalam hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang diriwayatkan Abdullah ibn Amr.

Berliau pernah bersabda ketika menjawab pertanyaan seseorang mengenai macam amal yang terbaik, beliau menjawab. “Berikanlah makanan dan ucapkan salam kepada orang yang kau kenal dan orang yang tidak kau kenal.” (HR. Bukhari Muslim)

Dalam hadits lain beliau juga bersabda “Wahai manusia, ucapkanlah salam, berilah makanan, sambunglah ikatan kekerabatan (silaturrahim) dan salatlah ketika orang-orang sedang tidur, maka kamu akan masuk surga dengan selamat.”

Dari keterangan di atas ulama bersepakat bahwa hukum mengucap salam adalah sunnah, tetapi menjawab salam hukumnya wajib. Meski demikian mengucap salam tetap lebih afdhal dibandingkan dengan menjawab salam. Meskipun komitmen hukumnya lebih tinggi menjawab salam sebagai sebuah kewajiban.

Kasus seperti ini merupakan pengecualian (mustastsnayat) dari qaidah fiqhiyyah yang menyatakan bahwa perkara wajib lebih utama dari pada perkara sunnah. Pantas saja, mengingat jawaban salam ada karena ada orang yang mengucapkan.

Nah permasalahnnya kemudian bagaimanakah hukum menjawab salam yang dilontarkan dari dalam televisi, wajibkah di jawab? Mengenai hal ini ada keterangan lanjutan yang berhubungan dengan musallam alaih yaitu pihak yang diberi salam.

Apabila yang diberi salam adalah satu orang maka orang itu fardhu ain menjawabnya. Tetapi jika salam itu ditujukan orang banyak atau publik maka menjawabnya hukumnya fardhu kifayah. Artinya sudah gugur kewajiban membalas salam apabila ada salah satu dari pemirsa yang menjawab. Tetapi jika tidak ada yang menjawab satupun semua pemirsa menanggung dosa. [NU]

 

 

– See more at: http://mozaik.inilah.com/read/detail/2310506/wajibkah-kita-menjawab-salam-dari-televisi#sthash.XOjGhY6C.dpuf

Kemenag akan Bina Nabi Palsu Karawang

Kementerian Agama akan menindaklanjuti laporan tentang beredarnya kabar seorang pria mengaku Nabi, Abdul Muhjib di Karawang, Jawa Barat.

Direktur Jenderal Bina Masyarakat Islam Kemenag, Machasin mengatakan, apabila benar apa yang dilakukan Abdul Muhjib melenceng dari ajaran Islam, Kemenag akan melakukan pembinaan. “Nanti pasti ada (penindakan), kalau memang betul ada, kita akan melakukan penelitian kenapa bisa terjadi,” katanya di Islamic Centre NTB, Kota Mataram, Sabtu (6/8).

Pembinaan, kata dia, akan dilakukan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan memberi pemahaman agar hal-hal seperti ini tidak terulang kembali.

Abdul Muhjib ditangkap polisi karena mengaku nabi. Ia bahkan memberikan tiket masuk surga kepada pengikutnya asal mau membayar Rp 2 juta.

Karena meresahkan, polisi pun menangkap Muhjib di Padepokan Syekh Sangga Bintang Pratama di Karawang. Padepokan itu milik Muhjib.

 

 

sumber: Republika Online