Sehat dengan Sholat

Sholat merupakan kewajiban bagi setiap umat muslim di seluruh dunia.

Sholat merupakan kewajiban bagi setiap umat muslim di seluruh dunia. Shalat adalah bentuk umat muslim untuk menyembah Allah SWT. Nabi Muhammad juga sering melaksanakan shalat fardhu, bahkan memperbanyak shalat sunnah untuk mendapatkan ridha Allah SWT. Selain itu, shalat juga memiliki beberapa manfaat bagi tubuh.

“Ada empat gerakan pokok di dalam shalat, yaitu qiyam (berdiri tegak), rukuk (membungkukkan tubuh), sujud (meletakkan tujuh rukun sujud di sajadah) dan duduk (di antara dua sujud, tahiyat awal dan tahiyat akhir). Masing-masing gerakan jika dilakukan dengan cara yang benar atau tuma’ninah akan memberikan dampak yang hebat bagi tubuh kita. Subhanallah, Allah tidak menciptakan semuanya sia-sia,” dikutip dari buku karya Prof. Muhammad Sja’bani yang berjudul Dahsyatnya Gerakan Shalat, Kamis (29/02/2024).

Manfaat yang pertama, ialah dapat menyehatkan jantung dengan cara menstabilkan irama denyut jantung selama melaksanakan shalat. Hal itu dapat melancarkan peredaran darah sehingga dapat mengalir secara optimal ke seluruh tubuh.

Kedua, dapat mengurangi nyeri pada pinggang dan dapat memelihara kesehatan tulang belakang. Karena terdapat gerakan – gerakan pada shalat yang bermanfaat untuk melenturkan sendi – sendi pada tulang sehingga dapat merefleksikan tulang yang kaku.

Ketiga, dapat menstabilkan kadar gula dan lemak sehingga meningkatkan elastisitas pembuluh darah. Hal itu dapat mencegah penyakit yang disebabkan oleh gangguan pembuluh darah dan komposisi dalam darah, seperti Diabetes, Hipertensi, Hiperuricemia, Sklerotik Pembuluh Darah, serangan jantung, dan juga Stroke.

Keempat, dapat meningkatkan aktivitas otot dasar panggul sehingga sangat bermanfaat untuk meningkatkan aliran darah pada Disfungsi Ereksi. Kelima, dapat mempengaruhi secara psikis, sehingga dapat menambah ketenangan dan juga meningkatkan daya tahan tubuh dan juga dapat menurunkan proses degeneratif dengan meningkatkan kadar Endorfin dan Eosinofil, penurunan kadar asam urat, penurunan kadar gula, penurunan kadar profil lipid, perbaikan resistensi insulin beserta menurunkan hormon kortisol. 

IHRAM

Beginilah Pola Hidup Sehat Ala Rasulullah

Sebelum dunia mengenal manfaat olahraga, bahaya makanan dan minuman berlebihan, 1400 tahun lalu Islam dan Rasulullah sudah menjelaskan pola hidup sehat  

ISLAM adalah agama yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia,  mengatur kebersihan, kesehatan, bahkan kemakmuran di bumi guna menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.

Salah satu penunjang kebahagian tersebut adalah dengan memiliki tubuh yang sehat, sehingga dengannya kita dapat beribadah dengan lebih baik kepada Allah Swt. Agama Islam sangat mengutamakan kesehatan (lahir dan batin) dan menempatkannya sebagai kenikmatan kedua setelah Iman.

Sebagaimana sabda Nabi Muhammad ﷺ mengajarkan umatnya memohon kepada Allah pengampunan, kesehatan dan kesembuhan. Nabi pernah meminta perlindungan kepada Allah untuk anggota keluarganya dengan tangan kanannya dan berdoa :

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ وَاشْفِه وأَنْتَ الشَّافِي لاَ شِفَآءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا

“Ya Allah, Rabb manusia, hilangkanlah kesusahan dan berilah dia kesembuhan, Engkau Zat Yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit lain.”  (HR: Bukhari dan Muslim).

Sebagaimana seseorang yang ingin pandai tentu saja harus belajar dan berusaha mengenal prinsip-prinsip hidup sehat setelah itu melaksanakannya dan inilah beberapa pola hidup sehat Rasulullah yang berhubungan dengan kesehatan:

Makanan

1. Tidak Makan Berlebihan

Dalam Al-Qur’an Surat Al-A’raf: 31  Allah SWT berfirman

يَٰبَنِىٓ ءَادَمَ خُذُوا۟ زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا۟ وَٱشْرَبُوا۟ وَلَا تُسْرِفُوٓا۟ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُسْرِفِينَ

“Artinya: Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS: Al-A’raf [7] : 31).

Dan dalam Surat Thaha ayat 81, Allah SWT berfirman

كُلُوا۟ مِن طَيِّبَٰتِ مَا رَزَقْنَٰكُمْ وَلَا تَطْغَوْا۟ فِيهِ فَيَحِلَّ عَلَيْكُمْ غَضَبِى ۖ وَمَن يَحْلِلْ عَلَيْهِ غَضَبِى فَقَدْ هَوَىٰ

“Yang artinya: Makanlah di antara rizqi yang baik yang telah kami berikan kepadamu, dan janganlah melampaui batas padanya, yang menyebabkan kemurkaan-Ku, maka sesungguhnya binasalah ia.” (QS: Surat Thaha [20]: 81). 

Dalam ilmu kesehatan, makan dan minum merupakan kebutuhan dalam pemenuhan nutrisi sebagai penunjang hidup, yang jumlah dan macamnya harus sesuai dengan keperluan tubuh, tidak boleh kekurangan dan tidak boleh berlebihan. Yang bila kekurangan atau berlebihan akan menggangu kesehatan tubuh.

Sehubungan dengan ini Nabi ﷺ telah bersabda: 

ما ملأ آدميٌّ وعاءً شرًّا من بطن، بحسب ابن آدم أكلات يُقمن صلبَه، فإن كان لا محالة، فثُلثٌ لطعامه، وثلثٌ لشرابه، وثلثٌ لنفَسِه

 “Tidaklah seseorang anak Adam (manusia) memenuhi satu wadah yang lebih buruk daripada perutnya, Cukuplah bagi anakmanusia beberapa makanan yang dapat menegakkan tulang rusuknya, jika memang harus makan banyak maka sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya, dan sepertiga untuk nafasnya.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad, An-Nasai)

2.  Makan Makanan Sehat

Dalam Surat Al-Maidah (makanan) Allah SWT berfirman;

وَكُلُوا۟ مِمَّا رَزَقَكُمُ ٱللَّهُ حَلَٰلًا طَيِّبًا ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ٱلَّذِىٓ أَنتُم بِهِۦ مُؤْمِنُونَ

“Yang artinya:  Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rizqikan kepadamu, dan bertaqwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.” (QS: Al-Maidah [5]: 88).

Dengan memenuhi makan yang memenuhi unsur gizi ini lagi baik (thayyib) diharapkan tubuh berada dalam keadaan yang optimal sehingga daya tahan tubuh akan bekerja secara maksimal dalam menolak segala macam penyakit.

3. Menghindari Makanan Panas

Di samping itu pula Baginda Nabi ﷺ menganjurkan agar mendinginkan makanan atau minuman sebelum dimakan atau diminum.  Dengan sabdanya yang artinya: “Dinginkan makanan dan minuman kamu sesungguhnya tidak ada kebaikan pada makanan/minuman yang panas.” (HR. Al-hakim dan Ad-Dailami).

Dari Urwah bin az-Zubair radliyallahu anhuma berkata dari Asma binti Abu Bakar radliyallahu anha, bahwasanya ia (yaitu Asma’) pernah membuat tsarid. Lalu ia menutupnya sehingga asap panasnya hilang. Kemudian beliau berkata, “Sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda,

إِنَّهُ أَعْظَمُ لِلْبَرَكَةِ

“Sesungguhnya (makanan) itu lebih besar berkahnya.” (HR ad-Darimiy: II/ 100, Ibnu Hibban: 1344, al-Hakim, Ibnu Abi ad-Dunya, al-Baihaqiy dan Ahmad: VI/ 350]. [37]

Meski demikian, Nabi melarang mendinginkan makanan dan minuman dengan cara ditiup dengan nafas. Dari  Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata:

نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُتَنَفَّسَ فِي الْإِنَاءِ أَوْ يُنْفَخَ فِيهِ

“Rasulullah ﷺ melarang dari bernafas dan meniup di wadah (makanan atau minuman).” ((Shahih Al Jami’, 6820,  HR. Abu Dawud (3728), At-Tirmidzi (1888), dan Ibnu Majah (3288)).

Sebenarnya dalam bidang gastroenterologi diketahui bahwa makanan yang panas dapat menyebabkan perlukaan pada selaput lendir saluran cerna yang menyebabkan rasa sakit, perih, rasa panas, kembung, rasa penuh, mual, rasa seperti diiris Dll.

4.  Tidak Minum Alkohol  

Semua ulama tidak ada perselisihan tentang keharaman dan larangan minum khamr, miras atau minuman jenis alkohol. Allah SWT berfirman dalam Al-Quran:

يَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلْخَمْرِ وَٱلْمَيْسِرِ ۖ قُلْ فِيهِمَآ إِثْمٌ كَبِيرٌ وَمَنَٰفِعُ لِلنَّاسِ وَإِثْمُهُمَآ أَكْبَرُ مِن نَّفْعِهِمَا ۗ وَيَسْـَٔلُونَكَ مَاذَا يُنفِقُونَ قُلِ ٱلْعَفْوَ ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمُ ٱلْءَايَٰتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُونَ

“Mereka bertanya tentang khamar dan judi, katakanlah, pada keduanya ad bahaya yang besar dan pula manfaatnya pada manusia, dan bahyanya lebih besar darimanfaatnya.” (QS: Al-Baqarah: 219).

Ada ayat lain dikatakan juga oleh Allah SWT

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِنَّمَا ٱلْخَمْرُ وَٱلْمَيْسِرُ وَٱلْأَنصَابُ وَٱلْأَزْلَٰمُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ ٱلشَّيْطَٰنِ فَٱجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Hai orang-orang yang beriman sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan Syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu  agar kamu mendapat keberuntungan.” (QS: Surat Al-Maidah [5]:90).

Islam dan Kebersihan

Nabi ﷺ bersabda:

“Bersihkan halaman-halaman rumah kalian, karena Yahudi tidak memebersihkan halaman-halaman mereka.” (HR. Thabrani, lihat Silsilah Shahihah: 1/418, no. 263).

Nabi ﷺ. Bersabda: ((إن الله جميلٌ يحب الجمال، الكبر بطر الحق وغمط الناس)) رواه مسلم.

“Sesungguhnya Allah Maha Indah dan mencintai keindahan, kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan merendahkan orang lain.” (HR: Muslim).

Dalam Al-Qur’an Allah SWT. Berfirman

إِذْ يُغَشِّيكُمُ ٱلنُّعَاسَ أَمَنَةً مِّنْهُ وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُم مِّنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً لِّيُطَهِّرَكُم بِهِۦ وَيُذْهِبَ عَنكُمْ رِجْزَ ٱلشَّيْطَٰنِ وَلِيَرْبِطَ عَلَىٰ قُلُوبِكُمْ وَيُثَبِّتَ بِهِ ٱلْأَقْدَامَ

“Artinya: (Ingatlah), ketika Allah menjadikan kamu mengantuk sebagai suatu penenteraman daripada-Nya, dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk mensucikan kamu dengan hujan itu dan menghilangkan dari kamu gangguan-gangguan syaitan dan untuk menguatkan hatimu dan mesmperteguh dengannya telapak kaki(mu).”(QS: Al-Anfal: 11)

Diriwayatkan dari para sahabat, bahwa mereka tidak pernah melihat noda atau kotoran pada baju Nabi ﷺ. Walaupun beliau menyukai pakaian atau baju berwarna putih.

Juga mereka tidak pernah mencium bau tidak sedap dari diri Nabi ﷺ. Beliau tidak senang melihat salah seoarang sahabat yang rambutnya tidak terurus rapi apabila menghadap beliau, dan memerintahkan untuk mencuci dan menyisir rambut terlebih dahulu apabila ingin menghadap beliau.

Demikian juga Baginda Nabi ﷺ memerintahkan para sahabat/umatnya untuk bersiwak/membersihkan gigi tiap akan shalat, dan memotong kuku tiap Jum’at dan mencukur rambut ketiak dan rambut aurat minimal sekali dalam setiap 40 (empat puluh) hari.

Ini mencerminkan betapa besar perhatian beliau terhadap masalah kebersihan individu. Selanjutnya Nabi ﷺ menganjurkan para sahabatnya agar memberi tutup pada tempat makan dan minumnya. (HR. Ahmad).

Untuk lebih jelasnya silakan merujuk kitab Subul al-Huda wa al-Rasyad Fi Sirah Khairil Ibad, karya Imam Muhammad ibn Yusuf al-Shalihi al-Syami (w. 942.H), tahqiq wa ta’liq Syaikh Adil Ahmad Ahmad Abdul Maujud dan Syaikh Ali Muhammad Mu’awwidh, di sana ada bab-bab mengenai perjalanan Rasulullah mengenai kesehatan dan kedokteran.

Olahraga 

Olahraga berguna untuk kesehatan. Oleh karenanya, dengan berolah raga yang teratur, terukur dan bersifat aerobik akan memberikan banyak manfarat.

Antara lain mencegah kegemukan dengan segala dampak negatifnya, menguatkan dan lebih mengefisienkan kinerja otot-otot tubuh, seperti otot jantung, otot pernafasan dan otot-otot rangka tubuh, dan lebih melancarkan aliran darah ke dalam sel-sel tubuh, dan pembuangan bahan-bahan sisa dari sel-sel tubuh menjadi lebih baik.

Nabi ﷺ suka berolah raga. Diriwayatkan oleh Siti Aisyah, bahwa beliau suka mengajak Siti Aisyah berlomba lari sejak Siti Aisyah masih belia sampai tua.

Diriwayatkan pula bahwa Nabi ﷺ suka berjalan kaki walaupun kuda dan unta tersedia untuk beliau. Diriwayatkan pula, bahwa cara nabi berjalan, yaitu seperti jalannya orang yang menuruni bukit, yaitu berjalan cepat.

Demikian pula Nabi ﷺ pernah mewajibkan para orang tua untuk mengajaarkan renang dan memanah kepada putra putrinya (HR. Al-hakim). Lari cepat dan renang merupakan jenis olah raga aerobic yang dianjurakan saat ini oleh para pakar kesehatan olah raga untuk menjaga kebugaran.

Beginilah pola hidup sehat menurut Rasulullah dan Islam yang sudah dijelaskan 1400 tahun sebelum dunia mengajarkan kepada kita tentang semua hal yang kita bahas ini.*

HIDAYATULLAH

Cara Rasulullah Merawat Kesehatan Mata

Di antara bagian tubuh yang sangat diperhatikan oleh Rasulullah Saw kesehatannya adalah mata. Rasulullah Saw punya cara tersendiri untuk selalu menjaga kesehatan mata. Dalam kitab Muhammad Al-Insan Al-Kamil, Sayid Muhammad bin Alwi Al-Maliki menyebutkan bahwa cara Rasulullah merawat kesehatan mata adalah dengan bercelak, terutama setiap hendak menjelang tidur. 

Sayid Muhammad bin Alwi Al-Maliki berkata;

اعتناؤه بعينه: قال ابن عباس رضي الله عنهما: ان النبي صلى الله عليه وسلم كانت له مكحلة يكتحل منها كل ليلة ثلاثة في هذه وثلاثة في هذه

Perhatian Rasulullah Saw terhadap matanya; Ibnu berkata; Sesungguhnya Nabi Saw memiliki tempat celak yang mana beliau bercelak darinya setiap malam, tiga kali di mata satunya dan tiga kali di mata yang lain.

Ini juga sesuai dengan hadis riwayat Imam Ahmad, dari Abdullah bin Abbas, dia berkata;

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَكْتَحِلُ بِالْإِثْمِدِ كُلَّ لَيْلَةٍ قَبْلَ أَنْ يَنَامَ وَكَانَ يَكْتَحِلُ فِي كُلِّ عَيْنٍ ثَلَاثَةَ أَمْيَالٍ

Sesungguhnya Nabi  Saw bercelak dengan istmid (batu hitam yang biasa digunakan untuk bercelak), setiap malam tatkala menjelang tidur, dan beliau bercelak tiga kali pada setiap matanya.

Selain itu, Rasulullah Saw memerintahkan kepada para sahabatnya untuk senantiasa bercelak. Ini karena bercelak memiliki banyak faidah untuk menjaga kesehatan mata. Dengan bercelak, mata menjadi bersih dari kotoran, pandangan mata tetap jernih sehingga bisa memandang dengan jelas dan terang, dan juga bisa menumbuhkan bulu mata sehingga mata terlihat lebih indah.

Terdapat beberapa hadis yang telah disabdakan oleh Rasulullah Saw mengenai manfaat bercelak ini. Di antaranya adalah hadis riwayat Imam Muslim dari Abdullah bin Abbas, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda;

اكْتَحِلُوا بِالإِثْمِدِ فَإِنَّهُ يَجْلُو البَصَرَ وينبت الشعر

Bercelaklah kalian dengan itsmid, karena  hal itu dapat menjernihkan pandangan mata dan menumbuhkan bulu mata.

Di antara para sahabat yang sangat perhatian menjaga kesehatan matanya dengan cara bercelak ini adalah Sayidina Utsman. Beliau senantiasa bercelak dan menyuruh sahabat yang lain untuk bercelak untuk menjaga kesehatan mereka. 

Dalam kitab Tafsir Al-Baghawi, Imam Al-Baghawi menyebutkan sebuah riwayat bahwa Sayidina Utsman pernah berkata; 

عليكم بالكحل ، فإنه ينبت الشعر ويشد العين

Bercelaklah kalian, karena itu dapat menumbuhkan bulu mata dan menguatkan mata.

Dengan demikian, cara Rasulullah Saw merawat kesehatan mata adalah dengan cara bercelak. Adapun waktu paling baik untuk bercelak adalah ketika hendak tidur, sebagaimana telah dicontohkan oleh Rasulullah Saw.

BINCANG SYARIAH

Cara Rasulullah Menjaga Kesehatan Mulut dan Gigi

Menjaga kesehatan mulut dan gigi merupakan salah satu rutinitas yang dilakukan oleh Rasulullah Saw setiap hari. Beliau sangat memperhatikan kebersihan dan kesehatan mulut dan giginya. Dalam kitab Muhammad Al-Insan Al-Kamil, Sayid Muhammad bin Alwi Al-Maliki menyebutkan dua cara Rasulullah dalam menjaga kesehatan mulut dan gigi.

Pertama, takhlilul asnan atau membersihkan gigi dari sisa kotoran makanan. Setiap kali selesai mengkonsumsi makanan tertentu, maka Rasulullah Saw segera menyela-nyelahi giginya agar sisa makanan terbuang dan tidak menempel di gigi. 

Oleh karena itu, menurut para ulama, takhlilul asnan setelah mengkonsumsi makanan adalah sunnah. Ini karena selain telah dicontohkan oleh Rasulullah Saw, juga takhlilul asnan dapat membersihkan mulut dan kotoran.

Dalam kitab Al-Mu’jam Al-Ausath, Imam Al-Thabrani menyebutkan sebuah riwayat yang bersumber dari Abdullah bin Mas’ud;

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَخَلَّلُوْا فَإِنَّهُ نَظَافَةٌ وَالنَّظَافَةُ تَدْعُوْ إِلَى الْإِيْمَانِ وَالْإِيْمَانُ مَعَ صَاحِبِهِ فِى الْجَنَّةِ

Rasulullah Saw bersabda; Buanglah sisa-sisa makanan di gigimu, karena perbuatan itu adalah kebersihan, dan kebersihan itu akan mengajak (menggiring) kepada iman, dan iman itu akan bersama orang yang memilikinya dalam surga.

Dalam kitab Lubabul Hadis, Imam Al-Suyuthi menyebutkan sebuah riwayat sebagai berikut;

قال صلى الله عليه وسلم: رَحِمَ الله المُتَخَلِّلينَ مِنْ أمَّتِي في الوُضُوءِ وَالطَّعامِ.

Rasulullah Saw bersabda; Semoga Allah merahmati orang-orang dari umatku yang mau menyela-nyelahi (anggota wudhu) di dalam wudhu dan menyela-nyelahi (gigi) dari sisa makanan.

Kedua, senantiasa memakai siwak. Menurut Sayid Muhammad Alwi Al-Maliki, di antara perhatian Rasulullah Saw terhadapat kesehatan mulut dan gigi beliau adalah dengan cara selalu bersiwak, terutama ketika hendak wudhu, melaksanakan shalat, hendak tidur dan bangun dari tidur, serta ketika hendak masuk rumah dan keluar rumah. 

Dalam hadis riwayat Imam Ibnu Majah dan Imam Al-Nasa’i dari Sayyidah ‘Aisyah, Nabi Saw bersabda;

السِّوَاكُ مُطَهَّرَةٌ لِلْفَمِ مَرْضَاةٌ لِلرَّبِّ وَمَجْلاَةٌ لِلْبَصَرِ

Memakai siwak itu mengharumkan mulut, membuat Allah ridha dan membuat terang mata.

Dalam hadis lain riwayat Imam Al-Bukhari dari Huzaifah bin al-Yaman, dia berkata;

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَامَ مِنَ اللَّيْلِ، يَشُوصُ فَاهُ بِالسِّوَاكِ

Nabi Saw apabila bangun malam, beliau membersihkan mulutnya dengan bersiwak.

Dengan demikian, cara Rasulullah Saw dalam menjaga kesehatan mulut dan giginya adalah dengan cara takhlilul asnan setelah makan dan senantiasa bersiwak. Karena itu, kita sebagai umatnya, hendak kita menjaga kesehatan mulut dan gigi kita dengan cara menghilangkan kotoran sisa makanan dengan cara melakukan sikat gigi, dan juga senantiasa bersiwak sebagaimana telah dicontohkan oleh beliau. 

BINCANG SYARIAH

Tata Cara Shalat Sunnah Agar Cepat Sembuh dari Sakit

Dalam buku Panduan Shalat Sunah Lengkap, KH. Muhammad Sholikhin menjelaskan tentang tata cara shalat sunnah syifa’ atau shalat sunnah agar cepat sembuh dari sakit. Shalat ini bertujuan sebagai saran doa kepada Allah agar segera diberi kesembuhan dari sakit atau dari penyakit tertentu.

Shalat syifa’ ini berjumlah dua rakaat dan dikerjakan ketika mengharap kesembuhan dari sakit atau penyakit yang tak kunjung sembuh. Adapun tata cara pelaksanaannya adalah sebagai berikut;

اُصَلِّيْ سُنَّةً لِشِفَاءِ اْلمَرَضِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالىَ

Usholli sunnatan li syifaa-il maradhi rok’ataini lillaahi ta’aala.

Saya shalat sunnah untuk kesembuhan dari sakit dua rakaat karena Allah Ta’ala.

Kedua, pada rakaat pertama dan kedua membaca surah Al-Fatihah dan surah Al-Ikhlas sebanyak tiga kali.

Ketiga, setelah salam kemudian membaca doa berikut sebanyak seratus kali;

يَا بَدِيْعَ اْلعَجَائِبِ بِاْلخَيْرِ اِرْحَمْنِيْ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ

Yaa badii’al ‘ajaa-ibi bil khoiri irhamnii ilaa yaumid diini.

Wahai Dzat Yang Maha Pencipta keajaiban dengan kebaikan, kasihanilah aku sampai hari penentuan (kiamat).

Kemudian dilanjutkan membaca shalawat syifa’ atau shalawat thibbil qulub berikut;

اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ طِبِّ الْقُلُوْبِ وَدَوَائِهَا وَعَافِيَةِ الْاَبْدَانِ وَشِفَائِهَا وَنُوْرِ الْاَبْصَارِ وَضِيَائِهَا وَعَلٰى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ  وَسَلِّم

Allohumma sholli ‘alaa sayyidinaa muhammadin thibbil quluubi wa dawaa-ihaa wa ‘aafiyatil abdaani wa syifaa-ihaa wa nuuril abshoori wa dhiyaa-ihaa wa ‘alaa aalihi wa shohbihii wa sallim

Ya Allah, limpahkan rahmat kepada junjungan kami nabi Muhammad Saw, sebagai obat hati dan penyembuhnya, penyehat badan dan kesembuhannya, sebagai penyinar penglihatan mata  beserta cahayanya dan semoga rahmat tercurah limpahkan kepada para sahabat beserta keluarganya.

BINCANG SYARIAH

Tips Cegah Covid-19 dan Batuk bagi Jamaah Haji

Jamaah haji disarankan mengenali bagaimana gajala Covid-19 yang terjadi pada diri jamaah sendiri. Mengenali gejala Covid-19 secara mandiri ini penting demi mendapatkan penanganan yang lebih baik.

“Tips lainnya adalah dengan mengenali gejala infeksi covid-19 sendiri,” kata dr Andi Yanti spesialis paru, PPIH Arab Saudi kepada Republika, Kamis (16/6/2022).

Andi menyampaikan, di antara gejala infeksi covid-19 adalah gejala infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) seperti demam, batuk, nyeri tenggorokan, hilang penciuman, sesak napas dan lain-lain. 

Jika ini mengenai jamaah haji, segera istirahat dan menghubungi dokter untuk berobat.

Andi mengatakan, demi terhindar dari paparan Covid-19, jamaah perlu memiliki daya tahan tubuh yang kuat untuk melawan virus covid-19 sendiri. Jamaah harus melihat kondisi kesehatan masing- masing dalam menjalankan ibadah.

“Terutama yang memiliki komorbid,” katanya.

Andi menyarankan, jamaah tidak memaksakan diri untuk keras menjalankan ibadah selama di tanah suci. Hal ini penting demi menjaga kesehatan menjelang arafah, mudzalifah dan mina (Armuzna). 

“Jangan dipaksakan untuk menghindari kelelahan,” katanya.

Jamaah harus senantiasa istirahat yang cukup, makan-makanan yang bergizi, jangan lupa makan buah dan jika diperlukan minum vitamin. Dan yang paling penting sesering mungkin minum air putih terkecuali yang memiliki penyakit tertentu seperti jantung.

“Jadi jamaah minum jangan tunggu haus,” katanya.

Sementara, batuk menjadi masalah kesehatan yang sering dialami jamaah haji Indonesia. Gejala penyakit batuk ini mulai dari tenggorokan terasa gatal, kering, dan bahkan membuat sulit tidur sampai suara jadi hilang. 

 Bagaimana cara mencegah agar panyakit ini tidak terus berkepanjangan? dr Sukarti San Suwarno spesialis Paru memberikan sedikitnya lima tips sederhana untuk mencegah batuk yang berkelanjutan.

“Tips paling utama adalah menggunakan masker saat keluar ruangan di dalam masjid dan tempat kerumunan,” kata dr Sukarti San Suwarno kepada Republika, Jumat (17/6/2022).

Kedua, jamaah disarankan menghindari minuman dingin. Usahakan minum makan dengan suhu ruangan atau labih baik dalam kondisi hangat. 

Ketiga, istirahat cukup sehingga kondisi daya tahan tubuh tetap terjaga. Karena dengan daya tahan tubuh yang terjaga tubuh kita mampu menjaga kondisi hemostatis tubuh. 

Sukarti San Suwarno mengatakan, jika kita kurang istirahat, maka akan merasakan pusing, sakit kepala, mata, lemah dan letih. Kondisi tersebut sangat mudah untuk terserang suatu penyakit termasuk batuk.

“Apalagi di saat perbedaan kondisi cuaca di Madinah Makkah yang jauh berbeda dengan cuaca di Tanah Air,” katanya.

Keempat, makan teratur dengan kecukupan nutrisi terutama vitamin dan mineral yang bisa di dapat dari konsumsi buah dan sayur setiap hari, minimal tiga kali sehari. Makanan-makanam itu juga agar mencegah konstipasi atau susah buang air besar.

Kelima, aktifitas fisik olah raga ringan yang cukup, misal dengan senam-senam peregangan, pemanasan setiap pagi sebelum melakukan aktifitas ibadah yang disesuaikan dengan kondisi kesehatan jamaah.

“Yang keenam berdoa agar selalu diberi kesehatan agar bisa menjalankan ibadah dengam khusyu,” katanya.

“Demikian tips sehat bagi jamaah haji. Salam sehat, salam haji mabrur sehat dan barokah,” katanya.

IHRAM

Asam Lambung Naik Saat Puasa? Ini Tips Dokter

Sebagian orang akan mengalami masalah asam lambung naik saat puasa disebabkan perut dalam keadaan kosong. Hal ini terjadi karena kondisi puasa mewajibkan muslim menahan haus dan lapar dari pagi hari hingga menjelang petang.

Dengan waktu yang cukup lama tidak mendapatkan asupan makanan seperti ketika puasa, asam lambung dapat naik karena tidak ada makanan yang dapat diproses oleh cairan tersebut. dr Muhammad Miftahussurur MKes SpPD PhD, Wakil Rektor Bidang Internasionalisasi, Digitalisasi dan Informasi UNAIR menjelaskan masalah ini  bisa menimbulkan perasaan sakit dan nyeri pada perut yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Miftah menjelaskan bahwa dalam memilih makanan untuk berbuka ataupun sahur, umat muslim yang berpuasa disarankan tetap memperhatikan 3J (jenis, jumlah dan jadwal).

“Saya sangat sering menganjurkan kepada pasien untuk yakin bahwa dengan berpuasa akan dapat mengurangi atau bahkan menyembuhkan keluhan gangguan lambung, asalkan dilaksanakan dengan sebenar-benarnya sesuai anjuran,” ujar dokter Miftah dikutip laman Unair News.

Agama Islam, sambungnya, telah menuntun agar umatnya dapat berpuasa dengan baik dan benar. Jadwal makan, tandasnya, dapat dicontohkan pada saat berbuka.

Dengan mendahulukan takjil sebagai makanan pembuka supaya tidak memberikan tekanan berlebih pada lambung yang beristirahat setelah sekian jam. Kemudian diikuti dengan makan besar yang tidak terlalu kenyang dan ditutup dengan sahur.

“Kebiasaan-kebiasaan seperti itu yang sering menjadi permasalahan. Tidak sahur, makan sebelum tidur sehingga gangguan lambung menjadi kambuh,” jelas dokter Miftah.

Di sisi lain, sambungnya, ada beberapa makanan tertentu yang dapat mempengaruhi terhadap lambung. Misalnya makanan pedas dan kecut yang dapat memberikan iritan secara langsung kepada lambung. Selain itu, susu dan santan yang dapat memperlambat peristaltik usus untuk mengosongkan makanan.

“Kita juga mengenal makanan yang dapat menghasilkan banyak gas. Dalam istilah jawa dikenal dengan polo pendem seperti kacang-kacangan, ketela dan sebagainya. Oleh karena itu komposisi makanan saat berbuka atau sahur menjadi sangat penting di luar tentang pentingnya kita mengkonsumsi sayur dan buah baik secara kuantitas dan kualitas serta tentunya konsumsi air yang cukup,” ungkap dokter Miftah.

Untuk serat, dokter Miftah menganjurkan agar dapat melakukan kunyahan yang lebih banyak. Agama, tandasnya, menganjurkan untuk mengunyah di atas 30 kali agar lambung tidak bekerja terlalu keras, terutama pada saat berpuasa.

Yang terakhir,  Miftah menegaskan agar berpuasa sesuai dengan esensi yang telah dianjurkan oleh agama. “Atur pola makan, hindari kondisi stres sehingga gangguan lambung saat berpuasa dapat teratasi,” ujarnya.*

HIDAYATULLAH

Cegah Penyakit Menurut Ilmuwan Islam: Sholat dan Tak Marah

Ilmuwan Muslim mengutarakan langkah cegah penyakit antara lain sholat dan tak marah.

Islam menekankan tidak hanya pentingnya mengobati penyakit, tetapi juga mencegah munculnya penyakit.

Abul Walid Muhammad ibnu Rusyd (wafat 1198) menempatkan metode menjaga kesehatan sebagai salah satu objek penelitiannya. Ibnu Rusyd adalah dokter, filosof, dan hakim kenamaan. Dia pula orang pertama yang menemukan dan menerapkan peranan latihan fisik dalam menjaga kesehatan. 

Uraian mengenai pemeliharaan kesehatan termaktub pula dalam kitab Taqwim as Sihha (Menjaga Kesehatan) karya Ibnu Butlan, ilmuwan asal Irak. Dia mengemukakan enam hal yang dapat memengaruhi kesehatan. 

Pertama, kebersihan udara. Menurut dia, udara bersih bermanfaat memelihara fungsi paru-paru. 

Kedua, memperhatikan kualitas gizi makanan dan minuman. Ketiga, berolahraga atau gerak badan. Keempat, cukup tidur dan beristirahat.

Kelima, menenangkan pikiran dengan memperbanyak humor. Terakhir, tidak mudah marah, kecewa, atau sedih yang berlarut-larut.

Kitab ini diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dengan judul Tacuinum Sanitatis. Lewat tulisan The Arabs and Mediaeval Europe, N Daniel menyatakan, Ibnu al-Wafid menambahkan aspek spiritual sebagai bagian penting memelihara kesehatan. Misalnya, sholat. 

Melalui sholat dan gerakan-gerakannya, seorang Muslim memperoleh dua keutamaan aspek medis sekaligus baik secara fisik maupun psikis. Beberapa pemikir sufi pada masa itu punya pandangan spiritual senada. Sufisme, dalam berbagai bentuk, memberikan masukan atas kesehatan diri, selain melindungi lingkungan.

Salah satu pemikiran Ibnu al-Wafid, seperti dikutip dari buku Ilmuwan Muslim Pelopor Hebat di Bidang Sains Modern, adalah praktik zuhud atau menahan hawa nafsu dunia serta menjauh dari kekayaan dan hidup sesederhana mungkin. Para sufi berkeyakinan, zuhud sebagai jalan mencapai kesehatan jiwa dan raga.

Kitab al-Adwiya al-Mufada atau Powers of Medicine and Food karya lain Ibnu al-Wafid menguraikan pengobatan serta makanan. Dia menjelaskan bahwa fungsi pengobatan adalah mengembalikan kesehatan tubuh. Ini mencakup dua hal. Pertama, memahami keseluruhan bagian-bagian tubuh dan fungsinya.

Kedua, pengetahuan tentang obat-obatan dan makanan. Ilmuwan asal Toledo ini percaya, apabila kedua aspek itu dapat terpenuhi, masing-masing orang akan sanggup menjaga kesehatan diri dan lingkungannya sehingga memperkuat langkah preventif. Langkah preventif menjadi gerakan pada masa sekarang ini. 

KHAZANAH REPUBLIKA

9 Tips Menjaga Kesehatan Bagi Jemaah Haji

Ibadah haji membutuhkan kondisi fisik yang prima. Banyaknya kegiatan ibadah yang harus diikuti dan udara panas di Madinah dan Mekah membuat fisik cepat lelah. Karena itu, menjaga kesehatan sejak dalam perjalanan dan selama berada di Tanah Suci sangat penting agar bisa menjalankan ibadah haji secara sempurna.

Staf Divisi Gastroenterologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM Dr dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH MMB mengatakan, para jemaah haji dianjurkan memeriksakan kesehatan secara rutin dan segera menghubungi petugas kesehatan yang berada di kelompok atau kloter apabila merasa kurang sehat. Hal tersebut sangat penting agar gangguan kesehatan jemaah dapat segera diatasi dan tidak berlarut.

Menjaga stamina fisik dan kesehatan adalah yang utama. Namun, para jamaah bisa saja tertukar penyakit dari jemaah lain yang sedang sakit, misalnya penyakit flu serta batuk pilek yang mudah menyebar.

Bila jemaah mengalami sakit tersebut, segera periksakan kesehatan. Sesama jemaah juga harus saling mengingatkan apabila ada anggota kelompoknya yang sakit untuk menghubungi petugas kesehatan di masing-masing kloter.

Persiapan sebelum keberangkatan ke Tanah Suci juga mesti dilakukan. Para calon jemaah haji harus menjaga kesehatan, olahraga rutin, dan tidur yang cukup sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Sedangkan bagi calon jemaah haji yang menderita penyakit kronis sebaiknya membawa obat-obat yang memang harus dikonsumsi rutin dan juga obat-obatan lainnya.

Berikut, sembilan tips menjaga kesehatan bagi jemaah haji.
  1. Menjaga kesehatan dan olah raga rutin ketika sebelum berangkat ke Tanah Suci.
  2. Membawa obat-obatan khusus bagi calon jamaah haji yang punya penyakit kronis. Disarankan membawa obat-obatan sederhana seperti obat anti diare, obat sakit kepala, obat anti alergi, obat anti mual-muntah.
  3. Untuk mencegah dehidrasi selama di Arab Saudi, minum air mineral sebanyak 3-4 liter. Periksakan warna urin untuk mengetahui apakah telah terjadi dehidrasi.
  4. Tetap makan dan memperhatikan kualitas makanan yang dikonsumsi.
  5. Jangan menunda konsumsi jatah makanan yang baru dibagikan.
  6. Gunakan waktu sebaiknya untuk istirahat saat tiba di penginapan.
  7. Segera konsultasi ke petugas kesehatan di kloter jika merasakan gangguan kesehatan.
  8. Banyak mengonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran.
  9. Hindari aktivitas yang tidak berhubungan dengan rangkaian ibadah haji, terutama di tempat terbuka untuk menghindari udara panas di Tanah Suci.