Zakat-Wakaf Menjanjikan

Zakat dan wakaf merupakan potensi yang menjanjikan untuk menumbuhkan sektor keuangan sosial Islam. Menurut Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, keuangan sosial Islam memungkinkan pemerintah untuk mencapai segmen masyarakat yang lebih luas.

Khususnya, masyarakat berpenghasilan rendah lantaran adanya keterbatasan menyediakan dana murah. “Untuk selanjutnya, hal ini menjadi tantangan nyata bagi kami untuk lebih merumuskan dan mendefinisikan konsep ekonomi Islam, agar mencapai kompatibilitas dan implementasinya di kedua konsep. Sehingga, ke depan, dapat diintegrasikan ke kebijakan ekonomi mainstream,” kata Agus Martowardojo pada perhelatan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (27/10).

Berdasarkan hasil penelitian Islamic Research and Training Institute of Islamic Development Bank (IRTI-IDB), pemanfaatan zakat dan wakaf dapat menjadi titik terang bagi perkembangan sektor itu secara global. Diperkirakan, potensi pengumpulan zakat di Asia Selatan dan negara-negara Asia Tenggara pada 2011, yakni sekitar 30 miliar dolar AS.

Di sisi lain, pemanfaatan wakaf lebih menantang karena tidak ada data di sebagian besar negara. Agus menambahkan, melihat besarnya potensi zakat dan wakaf. Sejak 2014, BI bersama IRTI-IDB dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) telah menyusun prinsip-prinsip utama pengaturan zakat atau zakat core principles.

Agar pengelolaan zakat dan wakaf bisa berjalan efektif, perlu dilakukan secara serius dalam konteks keuangan syariah. Zakat dan wakaf bersifat bebas riba, maysir, dan gharar sehingga lebih memiliki daya tahan terhadap krisis keuangan, dibandingkan keuangan konvensional.

Oleh karena itu, pengembangan pengelolaan zakat dan wakaf harus dilakukan bersamaan dengan pengembangan keuangan syariah. Bagian dari usaha tersebut adalah dengan melakukan berbagai penelitian dan kajian terkait keuangan syariah.

Deputi Gubernur BI Hendar mengatakan, upaya penguatan pembiayaan sosial melalui zakat dan wakaf belum banyak dilakukan. Hendar menjelaskan, berdasarkan data dari Baznas, potensi pembiayaan dari pemanfaatan zakat sangat besar, yakni mencapai Rp 200 triliun, akan tetapi realisasinya masih relatif kecil.

Sementara potensi wakaf, menurut Badan Wakaf Indonesia, tercatat diperkirakan Rp 120 triliun. “Oleh karena itu, apabila potensi tersebut bisa digali, dapat menjadi sumber pembiayaan ekonomi yang aman dan inklusif untuk mencapai stabilitas ekonomi,” kata Hendar.

Kemarin, Gubernur BI Agus Martowardojo dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution resmi membuka ISEF 2016. ISEF merupakan salah satu kegiatan ekonomi dan keuangan syariah, yang menyatukan pengembangan keuangan syariah dan kegiatan ekonomi di sektor riil.

Agus mengatakan, tantangan pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah kesenjangan dan kemiskinan. Ekonomi syariah dapat menjadi jawaban karena menitikberatkan pada distribusi pendapatan di semua segmen masyarakat, selain juga optimalisasi produksi.

Ekonomi syariah diarahkan pada pencapaian pertumbuhan yang tinggi dan merata, berbasis sinergi elemen masyarakat. Dengan demikian, kesenjangan akan terkikis dan kemiskinan berkurang.

“Selain itu, ekonomi dan keuangan syariah juga dianggap lebih mampu bertahan terhadap goncangan krisis pada sistem keuangan,” ujar Agus.

Darmin mengatakan, pertumbuhan pangsa pasar perbankan syariah di Indonesia cenderung lebih lambat, ketimbang pertumbuhan perbankan konvensional. Menurut dia, ada dua hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan pangsa pasar industri keuangan syariah, yakni dengan melakukan identifikasi dan peningkatan sumber daya manusia.

“Kita bisa mengidentifikasi beberapa kegiatan yang berkembang cepat dan punya identitas syariah, misalnya saja fashion. Saya menyarankan bahwa dengan mengidentifikasi itu, kita bisa mengenali ke arah mana potensi perkembangannya,” ujar Darmin.      rep: Rizky Jaramaya, ed: Muhammad Iqbal
sumber: Republika ONline

Ini 3 Poin Penting Metode 30 Menit Bisa Baca Alquran

Ustaz Achmad Farid Hasan menemukan metode baru cara cepat belajar membaca Alquran. Metode tersebut sudah dipraktikkan selama kurang lebih 15 tahun. Dia mengatakan, ada tiga hal penting yang diajarkan dalam metode 30 Menit Bisa Baca Alquran.

“Untuk bisa baca Alquran, yang dibutuhkan ada tiga hal saja,” kata Ustaz Achmad kepada Republika.co.id di kantor Republika saat menggelar acara pelatihan cara cepat bisa baca Alquran, Sabtu (29/10).

Ia mengatakan, yang pertama, seseorang harus menguasai huruf-huruf Alquran yang jumlahnya hanya 30 huruf. Kedua, harus menguasai tanda baca Alquran. Ketiga, harus menguasai tajwid Alquran.

Menurutnya, hanya tiga hal ini saja yang harus dikuasai orang yang ingin bisa membaca Alquran. Meski mereka belajar dari nol, untuk menguasai huruf Alquran hanya membutuhkan waktu 25 menit. Setelah itu, diajari tanda baca Alquran. Mengajari tanda baca Alquran hanya memerlukan waktu lima menit. “Jadi dalam waktu 30 menit seseorang dapat menguasai huruf dan tanda baca, itu tajwid-nya nanti langsung dipraktikan,” ujarnya.

Ia menerangkan, menggunakan metode 30 Menit Bisa Baca Alquran tingkat keberhasilannya hampir 100 persen. Jika ada yang tidak berhasil, dia mengatakan, bukan metodenya yang salah. Namun boleh jadi karena peserta pelatihannya tidur, mengantuk dan kurang konsentrasi.

Puluhan peserta pelatihan 30 Menit Bisa Baca Alquran berkumpul di kantor Republika pada Sabtu (29/10) pagi. Mereka datang dari tempat-tempat jauh. Kendati demikian, mereka tetap antusias mengikuti pelatihan. Wajah dan sikap serius peserta menunjukan kesungguhan mereka menimba ilmu.

Mereka pun banyak yang penasaran dan kaget, sebab sepengetahuan mereka untuk bisa membaca Alquran perlu belajar membaca Iqra satu sampai enam. Kini rasa penasaran mereka sudah terjawab saat pelatihan di mulai di kantor Republika.

 

sumber: Republika Online

Jasa Peminjaman Uang Berbunga Tinggi Bermunculan

Berbagai jasa peminjaman uang marak tersedia di tengah masyarakat. Jasa peminjaman uang tersebut biasanya dikelola oleh perorangan atau sebuah lembaga tertentu.

Jasa ini pun tidak terikat dan tidak terafiliasi dengan bank-bank konvensional. Fenomena semacam ini kerap disebut dengan shadow banking. Namun, jasa peminjaman uang tersebut masing menggunakan sistem yang sama dengan bank konvesional, yaitu dengan adanya bunga.

Kendati begitu, tidak jarang besaran bunga yang ditetapkan oleh jasa peminjaman uang tersebut lebih besar dari bank-bank konvesional pada umumnya. Bahkan, ada jasa peminjaman dan pembiayaan yang mematok bunga hingga mencapai 25 persen.

Jika melihat bunga yang begitu besar, tidak sedikit nasabah yang akhirnya tidak mampu mengembalikan pinjaman mereka. Para nasabah tersebut pun seolah berada di lingkaran yang tidak pernah putus.

Jumhur ulama berpendapat, bunga bank dalam bentuk apa pun termasuk riba. Terkait riba ini, Rasulullah SAW bahkan menegaskan, Allah SWT mengutuk para pelaku dan semua pihak yang terkait dengan riba.

Tidak hanya itu, Rasulullah SAW juga menyebutkan, bahaya riba sama seperti bahaya syirik. Selain itu, para pelaku riba yang ringan diibaratkan seperti anak laki-laki yang menikahi ibunya sendiri.

Independen Financial Planner, Mohammad Bagus Teguh, berpendapat, kemunculan jasa-jasa peminjaman uang tersebut terjadi lantaran adanya permintaan yang besar dari masyarakat. Hal ini pun dipengaruhi oleh tingginya tingkat konsumsi masyarakat. Ditambah, mental masyarakat yang maunya serbainstan.

“Dengan pangsa pasar seperti itu, maka jasa-jasa seperti rentenir, KTA, dan shadow banking seperti itu pasti banyak pasarnya. Jadi, memang market-nya tersedia, ada demand juga,” ujarnya kepada republika.co.id beberapa waktu lalu.

Selain itu, fenomena masyarakat yang ingin memiliki uang banyak, kemudian ingin mendapatkan keuntungan secara cepat. Mereka pun lari ke jasa keuangan nonbank itu. Meski, kata Teguh, jasa tersebut memiliki risiko yang sangat tinggi bagi para penyedianya.

“Bagi penyedia jasa itu, pasti risikonya sangat tinggi. Dengan risiko yg sangat tinggi, maka dikompensasi dengan bunga yang cukup tinggi juga. Nah itu sudah pasti riba,” kata Teguh yang juga menjadi anggota Dewan Syariah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu.

Kendati begitu, Teguh mengakui, orang-orang yang menggunakan jasa-jasa peminjaman dan pembiayaan tersebut tidak hanya menggunakan uangnya untuk konsumsi, tapi juga untuk biaya-biaya lain, seperti biaya pendidikan anaknya. Namun, hal ini justru menandakan, orang tersebut tidak memiliki pengelolaan keuangan yang cukup baik.

Mereka dinilai tidak bisa menahan diri untuk berbelanja dan konsumsi dalam hal lain, selain dari dana pendidikan. Mereka pun akhirnya tidak memiliki dana untuk sekolah anak ataupun biaya rumah sakit.

“Nah, tersedialah fasilitas atau jasa peminjaman uang seperti itu. Dapat dana dengan cepat, walaupun bunganya tinggi, tapi hal itu dipikirinnya belakangan,” ujarnya.

Teguh pun menyarankan agar masyarakat memiliki perencanaan keuangan. Dimulai menginventarisasi kebutuhan selama satu bulan, hingga perencanaan keuangan pada masa mendatang. Misalnya, kapan anak-anak mulai sekolah, atau adanya dana-dana darurat yang digunakan jika ada kerabat atau orang tua yang sakit.

Dengan memiliki perencaan keuangan, kata dia, maka gaya hidup akan lebih mudah terkontrol. Budaya tanggal tua dan tanggal muda di setiap bulan bisa saja terkikis, jika masyarakat memiliki perencanaan keuangan yang baik selama satu bulan. Namun, kata Teguh, boleh saja jika orang menginginkan gaya hidup yang tinggi, asal dia memiliki perencanaan keuangan yang baik.

“Kan yang jadi sedihnya begini, saat punya uang malah dibeliin HP baru, tapi begitu anak mau sekolah atau bayaran, eh malah pinjam ke sana ke mari,” katanya.

 

sumber:Republika Online

Muslim Suriah Merintih, Apa Reaksimu ?

Sekitar 5 tahun yang lalu, rakyat Suriah menuntut hak mereka atas pemerintahan rezim yang telah berpuluh-puluh tahun lalu memimpin negeri tersebut secara tiran. Mereka melakukan aksi damai dengan turun ke jalan-jalan untuk menuntut turunnya Bashar Asad. Pergolakan ini muncul tidak lain karena kedzaliman rezim Asad yang amat bengis terhadap rakyatnya. Hafidz Asad, ayah dari Bashar Asad, sebelumnya telah berkuasa selama 30 tahun. Sedangkan sang putra, telah memimpin semenjak tahun 2000 silam. Namun respon mereka terhadap tuntutan rakyatnya sendiri sungguh menyedihkan. Rezim membalas aksi damai tersebut dengan serangan brutal dan bengis. Bashar terus menggunakan cara-cara tak manusiawi untuk mengahadapi  rakyatnya.

Korban demi korban terus berjatuhan. Setidaknya 500 ribu nyawa telah melayang di tangan rezim Asad dan para sekutunya. Walaupun gencatan senjata sempat diberlakukan,  September lalu SHRC melaporkan 1793 warga gugur, termasuk 306 anak-anak, 149 muslimah. Alepo menjadi wilayah dengan korban terbanyak, sementara wilayah lain seperti Idlib, Deir Zour, Damaskus, Hama , Homs juga tidak luput dari amukan bombardier dari tentara rezim Asad dan sekutunya.

Tak jauh berbeda, bulan ini pembantaian kaum muslimin itu tak pernah berhenti, meskipun wacana gencatan senjata terus didengungkan. Setidaknya dalam beberapa pekan terakhir ini lebih dari  50 nyawa warga Alepo melayang. Bahkan rezim mengutus para sniper untuk menembaki warga dan para relawan kemanusiaan yang mengevakuasi korban juga menjadi sasaran target penembakan. Kondisi ini mengakibatkan para anjing liar memakan jasad warga sipil yang terbunuh dan tidak terevakuasi.

Rezim dan para sekutunya tak henti-hentinya membuat makar bagi rakyatnya. Selalu saja berdalih memerangi teroris, ekstrimis, dan para pemberontak, dan tampil bak pahlawan bagi rakyatnya. Terakhir pada agustus silam mereka membuat perkumpulan para ulama’ suu’  yang menyatakan bahwa rezim Suriah tampil sebagai pahlawan membela rakyatnya dari kejahatan para ‘ekstrimis wahabi’. Namun seberapa hebat mereka membuat makar, tetaplah makar Allah yang lebih kuasa. Banyak ulama’ haqq yang menjelaskan kembali kepada umat tentang siapa sebenarnya rezim Asad ini.

Sungguh, ikatan yang mendasari persatuan Asad dan para sekutunya tak lebih dari persatuan dalam ikatan dunia dan kekusaan semata. Ada hal yang jauh lebih berharga dimiliki kaum muslimin. Ikatan Tauhid, Akidah yang menjadi ikatan terkuat telah mempersatukan hati kita dengan para kaum muslimin Suriah. Ikatan tauhid yang akan mendorong hati kita untuk membantu mereka dengan apapun yang mampu kita beri dari harta, jiwa dan doa tulus untuk saudara-saudara kita dari kelompok manapun mereka, selama mereka adalah kaum muslimin yang berkiblat sama dengan kita. Selama rukun islam dan rukun iman mereka sama dengan kita, meskipun mengambil jalan perjuangan yang berbeda dengan kita. Karena mereka adalah saudara kita yang berhak kita jaga dan lindungi.

Dalam sebuah  hadits riwayat Imam Bukhari, rasulullah bersabda; “Barang siapa shalat seperti kita, menghadap ke kiblat seperti kita, dan memakan binatang sembelihan kita, maka dialah muslim yang berada di bawah perlindungan Allah dan rasul-Nya, karena itu janganlah anda mengkhianati Allah perihal perlindunganNya itu.”

Jangan sampai berbagai makar musuh-musuh islam terus menerus membuat kita tertipu akan kondisi kita. Jangan sampai perbedaan di antara kita membuat kita terpecah dan tak mau peduli dengan saudara kita. Jika perpecahan terus terjadi, maka tunggulah para musuh yang akan bertepuk tangan bahagia menjadi penonton perseturuan kita. Karena muslim adalah satu tubuh, jika bagian tubuh sakit, maka bagian lain akan turut merasakan imbasnya. Rasulullah menjelaskan bahwa orang-orang muslim ibarat satu tubuh, bukan hanya asy’ari, wahabi atau gelar gelar lainnya yang sengaja di sematkan musuh islam. Allah menjelaskan dengan tegas,”sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara”. Ya, mereka saudara kita yang terdzalimi, dan mereka memanggil kita, sebagai saudara sesama mukmin. [Reny]

 

sumber:Bumi Syam

Rumi: Perkawinan

Betapa bahagia saat kita duduk di istana, kau dan aku,
Dua sosok dan dua tubuh namun hanya satu jiwa, kau dan aku.
Harum semak dan senandung burung kan menebarkan pesona
Pada saat kita memasuki taman, kau dan aku.

Bintang-bintang nan beredar sengaja menatap kita lama-lama:
Bagi mereka kita kan jadi bulan, kau dan aku.
Kau dan aku, yang tak terpisahkan lagi, kan menyatu dalam kenikmatan puncak,
Bercanda ria serta bebas dari percakapan dungu, kau dan aku.

Burung-burung yang terbang di langit kan menatap iri
Karena kita tertawa riang gembira, kau dan aku.
Sungguh ajaib, kau dan aku, duduk di sudut yang sama di sini,
Pada saat yang sama berada di Irak dan Khurasan, kau dan aku.

[Rumi]

 

sumber:Mozaik.Inilah

Rumi: Dukacita Kematian

Pangeran umat manusia (Muhammad) sungguh mengatakan bahwa tak seorang pun yang meninggalkan dunia ini
Merasa sedih dan menyesal karena telah mati; sebaliknya, dia bahkan sangat menyesal karena telah kehilangan kesempatan,
Seraya berkata pada dirinya, “Mengapa tak kujadikan kematian sebagai tujuanku kematian sebagai gudang menyimpan segala keberuntungan dan kekayaan,
Dan mengapa, karena tampak ganda, aku tambatkan hidupku pada bayang-bayang yang mudah lenyap dalam sekejap?”

Dukacita kematian tiada hubungannya dengan ajal, karena mereka asyik dengan wujud keberadaan yang menggejala
Dan tak pernah memandang seluruh buih ini bergerak dan hidup karena Sang Lautan.
Bila Sang Lautan telah menepiskan buih ke pantai, pergilah ke kuburan dan lihatlah mereka!

Tanyakan kepada mereka, “Di manakah arus gelombangmu kini?” dan dengarlah jawaban bisu mereka, “Tanyakan kepada Sang Lautan, bukan kepada kami”.
Bagaimana buih dapat melayang tanpa ombak? Bagaimana debu terbang ke puncak tanpa angin?
Bila kaulihat debu, lihatlah pula Sang Angin; bila kau lihat buih, lihat pula Sang Samudra Tenaga Penciptan.

Mari, perhatikanlah, karena pernglihatan batinlah satu-satunya yang paling berguna dalam dirimu: selebihnya adalah keping-keping lemak dan daging, pakaian dan pembungkus (tulang dan nadi).
Leburkanlah seluruh tubuhmu ke dalam Penglihatan Batin: lihat, lihat, lihatlah!
Sekilas hanya sampai pada satu dua depa jalan; pandangan cermat akan alam duniawi dan spiritual menyampaikan kita pada Wajah Sang Raja.

[Rumi]

 

sumber:Mozaik Islam

Yuk! Ikut Nabi Bermunajat Setiap Pagi dan Petang

YA, Allah, kumohon cinta-Mu

dan cinta orang-orang yang mencintai-Mu

Ya, Allah, jadikanlah

Cintaku kepada-Mu melebihi

cintaku kepada diriku sendiri, terhadap keluargaku

Dan air yang dingin (saat kehausan)

Bait doa di atas adalah sebuah doa yang selalu dilantunkan olehRasulullah SAW setiap pagi dan petang, saat siang dan malam dan saat gembira maupun susah, bahkan setiap saat dan setiap detik. Sebuah doa permintaan yang tumbuh dari kedalaman hati sang perindu Allah.

Rasulullah adalah satu-satunya manusia yang mempunyai kadar mahabbah kepada Allah paling tinggi diantara manusia-manusia lain. Doalah sang suri tauladan bagi semua manusia. Dial ah Nabi akhiruzzaman, penutup dari nabi-nabi sebelumnya. Beliau memberikan contoh bagaimana harus memposisikan diri sebagai hamba yang menanggung cinta kepada Tuhannya, jalan ini lah yang kemudian diteruskan oleh para pencari Tuhan, oleh para perindu dan pecinta Tuhan.

“Wahai Tuhan kami, jadikanlah cintaku kepada-Mu sebagai sesuatu yang paling aku sukai, dan rasa takutku pada-Mu sebagai suatu rasa yang paling dalam. Putuskanlah segala ketergantungan dunia dariku, dan gantilah dengan rasa rindu untuk berjumpa dengan-Mu. Jika Engkau memberikan kepada ahli dunia kesejukan harta mereka, maka jadikanlah kesejukan di dalam ibadahku”, kata Nabi dalam salah satu doa nya.

Kalau kita baca bait doa di atas, betapa dalam cinta nabi kepada Tuhan, sehingga tidak ada lagi didunia ini yang dinginkannya selain mengharapkan cinta Allah semata.

Pernah suatu saat Aisyah, istri tercinta Nabi ingin menemui Nabi, sedangkan beliau sendiri dalam kondisi tengelam dalam lautan mesra dengan kekasihnya. Ketika beliau melihat Aisyah, baliau bertanya, “Siapa kamu?”

“Aisyah!” jawabnya

“Aisyah siapa?” tanya Nabi untuk kedua kalinya

“Aisyah anak As-Siddiq!”

“Siapa As-Shiddiq?”

“Ayah mertua Muhammad!”

“Siapa itu Muhammad?”

Mendengar pertanyaan terakhir dari suaminya, Aisyah hanya bisa diam. Dia tahu betul bahwa Nabi, suaminya sedang tenggelam dalam lautan cinta dengan Kekasihnya (Allah SWT).

Seperti itulah rasa cinta Muhammad kepada Tuhannya. Cinta memang sering kali melupakan yang lain selain yang dicintainya. Dalam kehidupan sehari-hari Nabi adalah seorang suami yang begitu mencintai istrinya, anaknya dan keluarganya. Tetapi cintanya kepada Allah adalah sebuah cinta yang sangat dasyat, cinta sejati yang melebihi cintanya kepada yang lain.

Cinta Nabi kepada Tuhan itulah yang selalu dijadikan dasar ibadah oleh kaum sufi. Mereka berusaha menjadikan kehidupan Nabi yang penuh cinta kasih sebagai suri tauladan dalam hidupnya sehari-hari. Para pecinta Tuhan juga sangat mencinta Rasulullah sebagai tali penyambung untuk menyampaikan cinta mereka kepada Tuhan.

Mencintai Rasulullah SAW adalah bagian dari ibadah kita kepada Allah karena Allah mengatakan lewat firman-Nya dalam hadist qudsi, “Mencintai yang Aku cinta maka Aku akan cinta”. Sangat disayangkan di zaman sekarang ini ada sekelompok orang yang mengaku dirinya paling Islam, paling bertauhid, paling mengikuti sunnah, namun mereka sangat melarang kita untuk memuliakan Nabi dan memuliakan ulama-ulama pewaris Nabi. Mereka berusaha memutuskan Wasilah kita kepada Rasulullah SAW dengan jalan menuduh orang-orang yang ber wasilah kepadaRasulullah sebagai pembuat bidah, sesat dan bahkan kafir.

Semoga Allah SWT senatiasa melimpahkan cinta-Nya kedalam hati kita karena tanpa limpahan cinta Allah SWT sebagai pemilik cinta maka kita tidak akan bisa mencintai-Nya. Amin Ya Rabbal Alamin [Sufimuda.net]

 

sumber: Mozaik.Inilah.com

Spirit of Aqsha Kembali Mencari Kader Untuk Perjuangan Pembebasan Palestina

Setelah sukses melaksanakan daurah Palestina yang pertama, kini Spirit of Aqsha siap untuk mencetak kembali kader-kader yang siap untuk melakukan perjuangan membebaskan Palestina,

BUMISYAM | Jakarta (17/10) – Dengan dihadiri sekitar 70 peserta laki-laki maupun perempuan dan dengan berbagai macam profesi, ada ibu rumah tangga, karyawan, karyawati, pengusaha, mahasiswa/i, serta profesi lainnya, Spirit of Aqsha (SoA) telah memulai Daruh Palestina & SoA Camp Batch 2 (16/10).

Daurah Palestina & SoA Camp Batch 2 yang diselenggarakan selama 3 Minggu, di Ar-Rahmah Qur’an Learning (AQL) dan diakhiri dengan kegiatan puncak di Mega Mendung ini, memiliki tujuan tersendiri untuk masyarakat umum.

Ketua panitia Daurah Palestina, Ustadz Ridwan mengatakan, Daurah ini, sebagai salah satu cara untuk mewujudkan salah satu visi SoA dalam perjuangan pembebasan Palestina, yaitu memberikan pemahaman utuh kepada masyarakat umum bagaimana permasalahan Palestina.

Oleh karena itulah tujuan dari diadakannya Daurah Palestina ini, untuk memahamkan secara utuh kepada para peserta bagaimana permasalahan Palestina, agar dikemudian hari para peserta dapat menjadi agen untuk menyebarkan pemahaman Palestina tersebut kepada masyarakat.

Untuk memahami permasalahan Palestina secara utuh, tidak cukup dengan pendidikan selama 2 jam atau 3 jam akan tetapi diperlukan pendidikan secara ekslusif.

Untuk mempersiapkan acara Daurah Palestina ini dibutuhkan waktu sekitar 1 bulan setengah, setelah pengukuhan pengurus baru Spirit of Aqsha, kata ketua panitian kepada wartawan bumisyam.com.

Selain untuk memahamkan permasalahan Palestina, Daurah Palestina ini juga dijadikan sebagai cara SoA untuk mencari kader baru yang dapat diajak untuk memperjuangkan pembebasan Palestina.

Dengan menyamakan persepsi terkait permasalahan Palestina secara utuh, para peserta juga nantinya akan diterjukan secara langsung untuk perjuangan.

Sehingga dalam proses kaderisasi yang dilakuakan SoA memiliki dua tahap, pertama memahamkan secara materi plus memahamkan secara kejiwaan dengan cara terjun langsung ke perjuangan, tegas ustadz Ridwan.

Dan lulus dari dua tahap inilah kader yang dibutuhkan Spirit ofAqsha. (Eka Aprila)

 

sumber: Bumi Syam