Meski Terluka dan Terpenjara, Nilai Ujian Remaja Palestina Ini Tinggi

Tawanan wanita Palestina dari Baitul Maqdis, Nurhan Ibrahim Iwad (17), memperoleh nilai yang memuaskan dalam ujian SMA yang diselenggarakan di dalam penjara Zionis dengan rata-rata 94 persen. Saat ditangkap penjajah pada 23 November 2015, Nurhan sedang menjalani masa ujian akhir. Ia ditangkap karena dituduh melakukan aksi tikam. Saat penangkapan, serdadu penjajah melesatkan tembakan ke arahnya dan sepupunya, Hudail Iwad, tewas di tempat kejadian.

Meskipun dalam keadaan terluka dan mendekam di penjara ‘Israel’, Nurhan tetap bisa berprestasi dalam bidang akademik. Ia bercita-cita melanjutkan pendidikan di fakultas hukum. Namun, cita-cita itu belum dapat terwujud lantaran penjajah Zionis memvonis dirinya hukuman penjara 13,5 tahun.*

 

(Paltimes.net | Sahabat Al-Aqsha/Dul)

Gelisah yang Baik

ALHAMDULILLAH. Segala puji hanya milik Allah Swt. Semoga Allah Yang Maha Melimpahi hamba-hamba-Nya dengan rasa tenang, menggolongkan kita sebagai orang-orang yang meraih husnul khotimah. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Hati manusia adalah sesuatu yang senantiasa berbolak-balik, kadang mantap kadang ragu, kadang tenang kadang gelisah. Nah, gelisah karena urusan dunia adalah gelisah yang menyiksa dan semestinya kita hindari. Karena gelisah karena urusan dunia adalah gelisah yang menjerumuskan kita pada kesesatan, misalnya gelisah takut kehilangan jabatan, gelisah takut harta kekayaan berkurang dan sebagainya.

Namun, ada gelisah yang baik yaitu gelisah karena urusan akhirat. Yaitu seperti gelisah karena takut tidak ditolong Allah Swt., gelisah karena sholat Subuh kesiangan, gelisah karena tertinggal sholat berjamaah, gelisah karena merasa masih sedikit amal kebaikan, gelisah karena berbuat maksiat. Inilah gelisah yang baik karena menandakan sinyal fitrah di hati kita masih berfungsi dengan baik, sinyal yang senantiasa berbunyi manakala kita jauh dari Allah meski sedikit saja.

Jika gelisah yang seperti ini tidak ada di hati kita maka itu adalah ciri kita sudah terlalu jauh tenggelam dalam lumpur dosa yang hitam pekat, sehingga membuat hati kita tidak lagi peka. Hati kita telah terbiasa dengan dosa, hati kita sudah keras untuk ditembus oleh kesejukan nasehat. Naudzubillaahi mindzalik!

Oleh karena itu, kita perlu senantiasa berikhtiar agar memiliki hati yang peka, hati yang senantiasa gelisah manakala menjauh dari Allah Swt., hati yang senantiasa memberikan alarm ketika kita tersesat jalan atau terlupa. Berbahagialah orang yang memiliki hati seperti ini, karena inilah hati yang akan dilimpahi ketenangan oleh Allah Swt.

Allah Swt. berfirman, “Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al Fath [48]: 4)

Semoga kita termasuk orang-orang yang memiliki kebeningan hati, sehingga senantiasa condong kepada ketaatan kepada Allah Swt., dan senantiasa gelisah manakala jauh dari-Nya. Aamiin yaa Robbalaalamiin.

Oleh : KH Abdullah Gymnastiar

[smstauhiid]

18 Ribu Lebih Jamaah Tiba di Makkah, Ini Tips Jaga Kesehatan

Kedatangan jamaah haji dari Madinah ke Makkah akan terus berlangsung hingga 21 Agustus mendatang.

Jamaah haji Indonesia mulai diberangkatkan dari Madinah sejak Sabtu, 5 Agustus 2017. Sampai hari ini, lebih dari 18 ribu jamaah atau 45 kloter telah tiba di Kota Makkah Al-Mukaromah, Arab Saudi.

Kedatangan jamaah haji dari Madinah ke Makkah akan terus berlangsung hingga 21 Agustus mendatang. Mereka yang baru tiba di Makkah, akan melaksanakan ibadah umrah, setelah sebelumnya  mengambil mikot di Bir Ali.

Konsultan Bimbingan Ibadah Daker Makkah, Aswadi Syuhadak, menganjurkan jamaah untuk beristirahat terlebih dahulu setibanya di hotel, dan tidak langsung umrah.

 

“Jangan memaksakan diri sehingga dikhawatirkan akan menggangu kesehatan diri sendiri nanti,” kata Aswadi di Makkah, Rabu (09/08/2017) lansir laman resmi Kementerian Agama, Kamis (10/08/2017).

Senada dengan Aswadi, Humas Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daker Makkah, dr Ayesha, mengimbau jamaah tidak memaksakan langsung beribadah bila kondisi fisik tidak memungkinkan/lelah.

Ia pun membagikan beberapa tips menjaga kesehatan jelang umrah. Pertama, jika hendak ke masjid, sebaiknya jamaah berangkat 2 jam sebelum kondisi masjid sangat penuh.

“Jadi luangkan waktu lebih banyak untuk menghindari shalat di luar masjid,” tuturnya.

 

Jika terlambat, menurutnya, jamaah akan shalat di pelataran masjid atau bahkan di jalan raya yang sangat panas.

“Faktor risiko dehidrasi, heat stroke, dan kaki melepuh harus sangat diwaspadai,” sambungnya.

Kedua, ia berpesan kepada jamaah agar membawa alat pelindung diri, seperti: masker, kaos kaki, kantong kresek untuk menyimpan sendal, sajadah, makanan ringan, dan air minum.

“Ingat suhu saat ini dikisaran 45-50 derajat celsius dengan tingkat kelembaban yang sangat rendah,” terang dr Ayesha.*

 

HIDAYATULLAH

Rentan Lelah, Jamaah Diminta tak Langsung Berumrah

Kelelahan menjadi faktor dominan dirawatnya sejumlah jamaah haji di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah. Jamaah pun diminta tidak melakukan umrah langsung begitu di Madinah.

Koordinator Humas KKHI dr Asyesha, mengatakan di antara penyebab kelelahan itu, begitu para jamaah datang di Makkah langsung dipaksakan berumrah wajib sementara daya tahan tubuh sangat berkurang terutama merek yang berusia lanjut. Ini menyebabkan gejala yang awalnya tidak muncul hanya silent menjadi bermanifestasi serta menimbulkan komplikasi lebih jauh.

“Rata-rata punya sakit jantung dan penyakit paru-paru,” kata dia di Makkah, Rabu (9/8) seperti dilaporkan wartawan Republika.co.id, Nashih Nashrullah, dari Makkah, Arab Saudi.

Kepala Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, dr Yanuar Fajar mengatakan sebagian besar jamaah kita adalah lanjut usia yang umurnya rata-rata 60 tahun ke atas. Tingkat risiko tinggi mencapai 66,67 persen. Kondisi ini menjadi perhatian serius KKHI karena rata-rata mendapat gangguan kardiovaskular atau penyakit jantung sistemik.

Dia meminta para jamaah tidak melakukan umrah wajib langsung begitu tiba di Madinah. Hendaknya beristirahat terlebih dahulu. Imbuan ini penting agar jamaah terhindar dari kelelahan.

 

REPUBLIKA

Siti Naisah Simbolon, Warga Samosir Pertama yang Naik Haji

Harap-harap cemas menyergap Siti Naisah Simbolon (62). Wajar saja, sebab dia merupakan warga Kabupaten Samosir, Sumut, pertama yang berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji tahun ini.
Siti Naisah tiba di Asrama Haji Medan pada Selasa (1/8), dan akan bergabung dengan Kelompok Terbang 6 yang meliputi jemaah asal Simalungun dan Kota Medan.
Pensiunan guru agama di SMAN 1 Pangururan itu telah mendaftarkan diri untuk menunaikan ibadah haji tahun 2011. Awalnya ia dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada 2016.
“Namun karena pelebaran Masjidil Haram, baru tahun ini bisa berangkat,” kata Siti Naisah seperti dikutip dari Antara.
Siti Naisah mengaku khawatir saat mengetahui bahwa dia merupakan warga Kabupaten Samosir pertama yang menunaikan ibadah haji. Ia khawatir Dinas Kesehatan Samosir belum berpengalaman mengisi formulir dan mengurus pemberangkatan jemaah haji.
Namun dia justru mendapat perlakuan istimewa dari pemerintah kabupaten, yang membantu menyelesaikan proses administrasi sehingga dia bisa berangkat ke Arab Saudi untuk berhaji tahun ini.
“Saya diantar hingga ke Medan. Meski saya sendirian, tapi lima mobil yang mengiringi saya,” katanya didampingi Kepala Kanwil Kementerian Agama Samosir Tawar Tua Simbolon dan Kepala Tata Usaha Kementerian Agama Samosir Rosadi Lubis. Jarak Kabupaten Samosir ke Medan sekitar 209 km yang ditempuh 6 jam lebih jika naik mobil.
Kepala Bagian Sosial Pemerintah Kabupaten Samosir Maden Simbolon mengaku sempat bingung mengenai kebijakan terhadap warga yang akan menunaikan ibadah haji sehingga kemudian berkoordinasi dengan Kementerian Agama Samosir dalam menyelesaikan administrasi haji Siti Naisah.
Pemerintah kabupaten meminta Kementerian Agama Samosir tahun selanjutnya mengajukan rencana pemberangkatan haji agar pemerintah daerah bisa mengalokasikan bantuan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.
“Ini yang pertama kali, tapi ini juga menjadi kesan tersendiri bagi kami,” katanya.
Sekilas Kabupaten Samosir
Mengutip Wikipedia, Kabupaten Samosir adalah kabupaten yang baru dimekarkan dari Kabupaten Toba Samosir sesuai dengan UU RI Nomor 36 Tahun 2003 pada tanggal 18 Desember 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Samosir dan Kabupaten Serdang Bedagai. Terbentuknya Samosir sebagai kabupaten baru merupakan langkah awal untuk memulai percepatan pembangunan menuju masyarakat yang lebih sejahtera.
Kabupaten Samosir memiliki luas 1.419,5 km persegi. Pada tahun 2015, jumlah penduduknya sekitar 150.187 jiwa. Mereka yang memeluk agama Protestan 56,90 persen; Katolik 41,69 persen; Islam 1,01 persen; dan Parmalim 0,40 persen.

Pasutri Juru Parkir dan Tukang Sayur Naik Haji

Sahudin dan Miskiah, pasangan suami-istri yang sehari-hari sebagai juru parkir dan pedagang sayur di Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, akan berangkat menunaikan ibadah haji ke Makkah.

“Alhamdulillah, saya bersama istri dapat berangkat tahun ini,” kata Sahudin ketika ditemui di sela acara pembinaan dan silaturahmi dengan Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid, Rabu (9/8).

Sahudin sehari-hari menjadi juru parkir di pasar tradisional Gerung. Sedangkan istrinya berjualan sayur-mayur di pasar tradisional Lembar, Kabupaten Lombok Barat. Pasangan suami-istri yang sudah dikaruniai tiga orang anak itu menyisihkan sebagian hasil usahanya untuk ditabung di Bank Muamalat, sejak 2005.

Nilai uang yang disisihkan Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu per minggu. Keduanya saling mengingatkan dan memotivasi agar kebutuhan-kebutuhan yang sifatnya skunder dikurangi. “Alhamdulillah, setelah hampir lima tahun menabung, saya bersama istri dapat kursi karena sudah melunasi setoran awal pada 2009. Dan pada 2017 ini diberangkatkan ke Makkah,” ujarnya.

Sahudin bersama Miskiah masuk dalam kelompok terbang (kloter) empat bersama 450 orang jamaah calon haji asal Kabupaten Lombok Barat, yang masuk dalam kloter utuh. Juru parkir dan pedagang sayur itu berharap agar tetap diberikan kesehatan dalam menjalan Rukun Islam V di Tanah Suci Makkah, sehingga mendapatkan haji yang mabrur dan bisa berkumpul lagi dengan keluarganya.

“Doakan semoga para jamaah calon haji tahun ini mendapatkan haji yang mabrur dan diberikan kesehatan dan keselamatan,” Sahudin berharap.

Bupati Lombok Barat, H Fauzan Khalid, juga berharap agar warga lainnya bisa meniru tekad Sahudin dan Miskiah, untuk menunaikan ibadah haji dengan berani menyisihkan sebagian pendapatan usahanya. “Walaupun seorang juru parkir dan tukang sayur, mereka bisa menunaikan ibadah suci yang menjadi kesempurnaan dalam Rukun Islam,” katanya.

 

IHRAM

Kabar Jemaah Telantar, Kadaker: Jangan Asal Posting di Medsos!

Madinah – Unggahan seseorang di Facebook soal jemaah bernama Slamet asal Jember telantar membuat petugas kaget. Sebab, Slamet sejauh ini dalam kondisi baik. Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Madinah, Amin Handoyo, meminta jemaah atau pihak lain tak asal posting.

“Ada WA Center, jangan asal posting di media sosial. Kalau ingin penyelesaian, silakan lewat itu (WA Center),” kata Amin di kantor Daker, Kamis (10/8/2017).

Nomor WA Center Kantor Urusan Haji (KUH) Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah adalah 050 35000 17, sedangkan call center 9200 1 3210. Layanan ini berpadu dengan aplikasi SiskoPPIH (Sistem Komunikasi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji) dan teruji saat seorang jemaah kehilangan tas berisi Rp 40 juta. Dalam 3 jam, masalah terselesaikan.

“Kalau asal posting, mungkin niatnya lain,” kata Amin.

Sekadar diketahui, kondisi Slamet tak seperti gambaran unggahan di Facebook, Rabu (9/8). Di situ disebutkan, Slamet sakit stroke dan telantar. Enam hari di Madinah, ia baru sekali beribadah ke Masjid Nabawi. Itu pun ditempatkan di area yang panas.

Dalam pengecekan, Slamet memang sakit stroke. Ia lebih banyak berbaring di kamar Hotel Borg Almoktarah, pemondokan sektor 5 Madinah. Menurut dokter pendamping, hal itu keinginan Slamet sendiri. Karena jika duduk atau beraktivitas, dia tidak nyaman.

Kunjungan petugas ke Slamet dan jemaah yang berisiko sakit, dilakukan tiap hari. Jika Slamet ingin beribadah, maka petugas siap menggendong maupun mencarikan kursi roda.

“Petugas selalu siap. Kalau ada masalah, silakan menghubungi,” tutupnya.
(try/nkn)

 

DETIK

Melaksanakan Sifat Amanah

Amanah hakikatnya lawan kata khianat. Orang yang amanah adalah orang yang dapat dipercaya dan membuat jiwa aman.

 

SIFAT amanah merupakan sifat terpenting dari Nabi Muhammad Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam, sifat yang oleh kaum jahiliah Makkah disematkan kepada diri beliau sebelum turun wahyu, sehingga beliau dikenal dengan julukan al-Amin; orang yang amanah. Julukan yang kemudian populer dan sangat lekat di lidah masyarakat Makkah. Dengan julukan inilah semua orang, laki-laki ataupun perempuan, menyebut Nabi dengan penuh takzim dan penghormatan.

Ketika usai membangun ulang Ka’bah, kaum Quraisy berisitegang, bahkan hampir bertumpah darah tentang siapa yang akan mendapat kehormatan meletakkan kembali Hajar Aswad ke tempatnya. Karena tak ada titik temu, mereka sepakat untuk menyerahkan putusan kepada siapa yang datang kepada mereka pertama kali.

Tiba-tiba Muhammad bin Abdullah muncul. Betapa girang kaum Quraisy. Mereka berteriak dengan penuh kepercayaan, “Inilah al-Amin. Inilah al-Amin. Kami rela dia yang memberi putusan!”

Apa yang segera terlintas di hati kaum Quraisy saat itu adalah sifatnya yang terkenal itu. Sengaja beliau dipanggil begitu karena mereka percaya beliau akan memberi jalan penyelesaian yang adil. Dan terbukti Nabi mampu mengatasi masalah mereka dengan cara yang sangat simpel dan melegakan semua pihak.

Itu terjadi jauh sebelum kenabian.

Lebih dari itu, bahkan setelah kenabian pun, rumah beliau menjadi pangkal penitipan barang paling dipercaya kalangan kaum musyrik –yang justru mengingkari kenabian beliau. Tanpa segan, mereka titipkan barang-barang yang dicemaskan hilang, padahal waktu itu dunia belum mengenal rumah penitipan barang. Setelah menerima perintah hijrah ke Madinah, Nabi menyuruh Ali tinggal dulu di Makkah untuk mengembalikan barang-barang titipan itu kepada pemiliknya masing-masing.

Dapat Dipercaya

Amanah dalam arti yang luas dan dalam lebih dari sekedar menunaikan hajat duniawi kepada pemiliknya. Amanah hakikatnya lawan kata khianat. Orang yang amanah adalah orang yang dapat dipercaya dan membuat jiwa aman.

Orang-orang Quraisy begitu percaya kepada Rasulullah dalam urusan dunia. Dalam hal ini mereka tak pernah mencaci beliau. Mereka juga tidak curiga dan tidak menuduh beliau khianat. Bukan hanya dalam urusan harta benda, melainkan juga kehormatan dan jiwa. Karena itu, sangatlah aneh ketika mereka mendustakan beliau dalam hal kabar dari langit. Padahal, bagaimana mungkin pada saat yang sama seseorang amanah sekaligus khianat.

Dalam rumah tangga Nabi, tidak hanya beliau yang amanah. Tetapi juga segenap istri dan keluarganya. Tak ada yang mengatakan haknya tidak dipenuhi oleh salah seorang dari mereka. Karena, mereka memang menunaikan amanah dengan sebaik-baiknya dan dalam arti yang seluas-luasnya.*/Sudirman STAIL (sumber buku: Bilik-bilik Cinta Muhammad, penulis: Dr. Nizar Abazhah)

HIDAYATULLAH

WA Center Haji Permudah Petugas Tindaklanjuti Aduan Jemaah

Madinah (Kemenag) — Ping! Wa Center Kantor Urusan Haji berbunyi, menandai adanya pesan yang masuk. Setelah dicek, pesan itu berupa laporan kehilangan tas tentangan jemaah saat turun pesawat. Dilaporkan juga bahwa isi tas tersebut adalah uang senilai tidak kurang dari Rp40juta.

“Info laporan ini kemudian disebarkan ke group bandara, berikut penjelasan tentang ciri-ciri tas. Selang 3 jam, tas sudah ditemukan dan isinya masih utuh,” demikian penjelasan Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Ahmad Dumyathi Basori, Selasa (01/08).

Peristiwa lainnya, lanjut Dumyathi, adalah tentang ditemukannya jemaah lansia yang lupa arah jalan pulang. Laporan masuk WA Center dari seseorang bernama Cece. Dia menginformasikan kalau dirinya menemukan seorang nenek di jalan yang tidak tahu jalan kembali ke hotel.

Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti petugas Sistem Informasi dan Komunikasi PPIH (Siskoppih). Kepada pelapor, petugas meminta detil keterangan terkait lokasi keberadaan nenek dan persoalannya. Berbekal informasi tentang lokasi, Siskoppih langsung mencari petugas pendukung PPIH di lapangan sekitar Masjid Nabawi yang terpantau dari layar tracking Siskoppih.

Muncullah nama Junaidi lengkap dengan photo diri. Photo Junaidi yang muncul di layar monitor Siskoppih itu dicapture dan langsung dikirim kepada yang bersangkutan untuk menindaklanjuti permasalahan.

“Junaidi Rosidi Syamsuddin awalnya akan menuju masjid untuk shalat. Setelah menerima perintah, dia pun langsung bergerak menindaklanjutinya,” ujar Dumyathi.

Junaidi bergerak ke lokasi sang Nenek ditemukan sebagaimana info pelapor. Setelah menemukan, Junaidi mengantarnya ke hotel tempat menginap dan mempertemukan dengan rombongannya. “Semua pergerakan Junaidi dalam menindaklanjuti arahan ini terpantau dalam monitor Siskoppih.

Kantor Urusan Haji (KUH) Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah telah merilis call center, serta SMS dan WA center untuk penyelenggaraan ibadah haji 1438H/2017M. Untuk nomor call center adalah 9200 1 3210, sedang SMS dan Wa Center adalah 050 35000 17.

Ahmad Dumyati Basori mengatakan, kedua nomor tersebut diharapkan dapat menjadi media komunikasi antara jemaah dengan petugas bila ada kebutuhan layanan. Begitu juga bagi orang lain saat mengetahui keberadaan jemaah yang membutuhkan layanan. “Kita akan standby 24 jam selama musim haji,” terang Dumyathi.

Menurutnya, cara kerja call center, sms dan wa center, serta Siskoppih ini dikendalikan dari Kantor Urusan Haji Jeddah sebagai markaz kendali seluruh daerah kerja, baik Daker Makkah, Madinah, maupun Bandara. Proses penerimaaan aduan, tindak lanjut, konfirmasi, dan distribusi perintah ke petugas di lapangan di semua daker, dilakukan dari pusat komando.

“Namun, di setiap daker dipasang juga layar monitor untuk mengetahui sebaran petugas yang ada di wilayahnya masing-masing,” tandasnya.

Dumyathi menilai, pola kerja Siskoppih & call center yang terintegrasi seperti ini, sangat efektif dan efisien. Sebab, petugas lapangan yang berada di lokasi terdekat bisa langsung diarahkan untuk memberikan bantuan atau menindaklanjuti aduan. Dengan demikian, tidak perlu mengirim orang dari kantor daker.

 

KEMENAG

 

 

—————————————————————-
Download-lah Aplikasi CEK PORSI HAJI dari Smartphone Android Anda agar Anda juga bisa menerima artikel keislaman ( termasuk bisa cek Porsi Haji dan Status Visa Umrah Anda) setiap hari!
—————————————————————-