Bantu Jamaah Hindari Riba, Al Fath Gandeng BMT

Biro perjalanan umrah dan haji khusus Al Fath Sunnah Amanah resmi bekerja sama dengan Baitul Mal Wattamwil (BMT) Ash Shiddiq. Kolaborasi dengan lembaga keuangan mikro syariah ini dilakukan untuk membantu para calon jamaah dalam menghindari riba, khususnya terkait pembiayaan Biro perjalanan umrah dan haji khusus Al Fath Sunnah Amanah resmi bekerja sama dengan Baitul Mal Wattamwil (BMT) Ash Shiddiq. Kolaborasi dengan lembaga keuangan mikro syariah ini dilakukan untuk membantu para calon jamaah dalam menghindari riba, khususnya terkait pembiayaan ibadah umrah.

Pendiri Al Fath Sunnah, Gusti Aditia mengatakan, perusahaannya berdiri dan menjalin kerja sama dengan BMT Ash Shiddiq atas dasar pemikiran. Yakni, dia menilai masih cukup banyak biro perjalanan umrah yang pada praktiknya belum sepenuhnya sesuai syariat.

“Untuk itu ana (saya) berkeinginan untuk membantu para rekan-rekan terdekat untuk berangkat umrah sesuai syariat Rasulullah SAW,” kata Gusti Aditia saat acara bertajuk “Umrah & Haji Maksimal! 2019”, Ahad (14/4).

Dia meneruskan, setiap biro perjalanan umrah dan haji belum tentu dari aspek pembiayaannya sesuai dengan syariat. Maka dari itu, Al Fath menggandeng BMT Ash Shiddiq. “Konsen di dalam keberangkatan travel Al Fath ini dari mulai berangkat sampai Tanah Suci itu, Insya Allah sesuai syariat. Itu konsep utamanya dari travel,” katanya.

Gusti menambahkan, saat ini masih banyak kaum Muslim yang berusia produktif ingin berangkat  ke Tanah Suci, tetapi terbentur masalah dana. Misalnya, mereka terkendala pengaturan budget tiap bulan atau tahun, sehingga sulit mencapai jumlah dana yang cukup untuk melangsungkan ibadah umrah atau haji.

Dia mengakui, di tengah masyarakat sudah cukup banyak lembaga perbankan yang menawarkan tabungan ibadah umrah dan haji. Namun, program tersebut dinilainya masih cenderung memberatkan calon jamaah. Misalnya, adanya biaya-biaya tambahan ataupun jumlah setoran yang kurang sesuai dengan kemampuan.

“Belum lagi, masih ada yang berunsur riba atau gharar, misal, ada biaya asuransi, yang mana secara syariat Islam kedua hal tersebut hukumnya haram,” kataya.

Menjawab permasalahan itu, Al Fath bermaksud menawarkan sebuah program tabungan umrah dan haji. Itu bukan hanya ringan bagi penabung, tetapi juga sesuai syariat. Maka Al Fath kemudian mengajak BMT Ash Shiddiq untuk bekerja sama menjalankan program tabungan itu.

IHRAM

 

Kekompakan Jamaah Umrah POS III Diapresiasi

Untuk ketiga kalinya, Paguyuban The Power of Silaturahim (POS) memberangkatkan puluhan orang mengikuti program umrah gratis yang digagas motivator dan pakar komunikasi Aqua Dwipayana.

Sebanyak 50 orang anggota Jamaah Umrah POS III berangkat ke Tanah Suci, dari Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Tangerang, Kamis (4/4). Mereka kembali ke Tanah Air, Jumat (12/4).

Pembimbing  (muthowif) umrah PT Nur Rima Al-Waali (NRA) di Tanah Suci mengapresiasi kekompakan dan disiplin jamaah Umroh The Power of Silaturahim (POS) III.

“Jamaah Bus 36 ini luar biasa disiplinnya dan solid. Kelompok lain masih tertinggal, busnya belum berangkat, Bus 36 ini malah sudah sampai di lokasi tijuan (city tour),” kata Rajab Siregar, muthowif lokal NRA yang ditugaskan mendampingi Jamaah POS III selama beribadah di Tanah Suci Mekah dan Madinah, seperti dikutip dalam rilis POS III yang diterima ihram.co.id, Sabtu (13/4).

Ketua rombongan umrah The Power of Silaturahim (POS) I, II, dan III, Nurcholis MA Basyari mengungkapkan, jamaah POS III bertolak dari Tanah Air ke Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi, Kamis (4/4) pagi. Dari Jeddah, jamaah bertolak ke Madinah yang ditempuh selama kurang lebih lima jam. Mereka mengikuti paket umrah milad (ulang tahun) NRA bersama sekira 5 ribuan orang dari berbagai daerah di Indonesia.

“Selama di Tanah Suci, mobilisasi jamaah yang jadwal keberangkatan dan kepulangan sama dengan Jamaah Umroh POS III menggunakan 24 bus.  Setiap bus berpenumpang 35-45 orang,” tutur Nurcholis.

Ia menambahkan, pada hari pertama (Jumat, 7/4) kegiatan jamaah berpusat di Masjid Nabawi. Keesokan harinya, jamaah mengikuti tur di seputar Madinah,  termasuk berkunjung ke Masjid Quba, masjid yang pertama dibangun oleh Nabi Muhammad SAW. Selain itu, jamaah mengunjungi kompleks Jabal Uhud yg di dalamnya terdapat makam para syuhada Perang Uhud,  termasuk paman Nabi Muhammad, yakni Sayyidina Hamzah RA. “Termasuk yang dimunjungi dalam city tour ialah kebun dan pasar kurma,” paparnya.

Rajab yang telah tiga tahun bermukim di Mekkah sebagai mahasiswa itu mengapresiasi soliditas dan kepatuhan jamaah POS III. Menurutnya, hal itu termasuk jarang ditemui pada kelompok jamaah pada umumnya yang cenderung terpencar dan tidak disiplin sehingga acapkali terlambat kembali ke bus saat hendak bergerak ke tempat lain.

Menurut Rajab, sikap dan perilaku positif seperti itu dari jamaah POS III membuatnya sangat terbantu dalam menjalankan tugasnya.

Nucholis menjelaskan, jamaah Umrah POS III merupakan kelanjutan dari gerakan umrah gratis yang digagas dan didanai oleh pakar komunikasi dan motivator Aqua Dwipayana. Kali ini merupakan tahun ketiga pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Pada tahun pertama (POS I), sebanyak 35 orang diberangkatkan ke Tanah Suci pada 8-16 Januari 2017. Tahun berikutnya (18-26 April 2018) jamaah POS II berjumlah 39 orang. Adapun tahun ini, jumlah yang diberangkatkan

Rombongan jamaah umroh The Power of Silaturahim (POS) III di depan Masjid Birr Ali.

IHRAM.CO.ID, MADINAH —   Untuk ketiga kalinya, Paguyuban The Power of Silaturahim (POS) memberangkatkan puluhan orang mengikuti program umrah gratis yang digagas motivator dan pakar komunikasi Aqua Dwipayana.

Sebanyak 50 orang anggota Jamaah Umrah POS III berangkat ke Tanah Suci, dari Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Tangerang, Kamis (4/4). Mereka kembali ke Tanah Air, Jumat (12/4).

Pembimbing  (muthowif) umrah PT Nur Rima Al-Waali (NRA) di Tanah Suci mengapresiasi kekompakan dan disiplin jamaah Umroh The Power of Silaturahim (POS) III.

“Jamaah Bus 36 ini luar biasa disiplinnya dan solid. Kelompok lain masih tertinggal, busnya belum berangkat, Bus 36 ini malah sudah sampai di lokasi tijuan (city tour),” kata Rajab Siregar, muthowif lokal NRA yang ditugaskan mendampingi Jamaah POS III selama beribadah di Tanah Suci Mekah dan Madinah, seperti dikutip dalam rilis POS III yang diterima ihram.co.id, Sabtu (13/4).

Ketua rombongan umrah The Power of Silaturahim (POS) I, II, dan III, Nurcholis MA Basyari mengungkapkan, jamaah POS III bertolak dari Tanah Air ke Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi, Kamis (4/4) pagi. Dari Jeddah, jamaah bertolak ke Madinah yang ditempuh selama kurang lebih lima jam. Mereka mengikuti paket umrah milad (ulang tahun) NRA bersama sekira 5 ribuan orang dari berbagai daerah di Indonesia.

“Selama di Tanah Suci, mobilisasi jamaah yang jadwal keberangkatan dan kepulangan sama dengan Jamaah Umroh POS III menggunakan 24 bus.  Setiap bus berpenumpang 35-45 orang,” tutur Nurcholis.

Ia menambahkan, pada hari pertama (Jumat, 7/4) kegiatan jamaah berpusat di Masjid Nabawi. Keesokan harinya, jamaah mengikuti tur di seputar Madinah,  termasuk berkunjung ke Masjid Quba, masjid yang pertama dibangun oleh Nabi Muhammad SAW. Selain itu, jamaah mengunjungi kompleks Jabal Uhud yg di dalamnya terdapat makam para syuhada Perang Uhud,  termasuk paman Nabi Muhammad, yakni Sayyidina Hamzah RA. “Termasuk yang dimunjungi dalam city tour ialah kebun dan pasar kurma,” paparnya.

Rajab yang telah tiga tahun bermukim di Mekkah sebagai mahasiswa itu mengapresiasi soliditas dan kepatuhan jamaah POS III. Menurutnya, hal itu termasuk jarang ditemui pada kelompok jamaah pada umumnya yang cenderung terpencar dan tidak disiplin sehingga acapkali terlambat kembali ke bus saat hendak bergerak ke tempat lain.

Menurut Rajab, sikap dan perilaku positif seperti itu dari jamaah POS III membuatnya sangat terbantu dalam menjalankan tugasnya.

Nucholis menjelaskan, jamaah Umrah POS III merupakan kelanjutan dari gerakan umrah gratis yang digagas dan didanai oleh pakar komunikasi dan motivator Aqua Dwipayana. Kali ini merupakan tahun ketiga pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Pada tahun pertama (POS I), sebanyak 35 orang diberangkatkan ke Tanah Suci pada 8-16 Januari 2017. Tahun berikutnya (18-26 April 2018) jamaah POS II berjumlah 39 orang. Adapun tahun ini, jumlah yang diberangkatkan mencapai 50 orang,” paparnya.

Mereka berasal dari berbagai latar belakang sosial ekonomi,  suku,  bahasa,  dan daerah di Indonesia. Mereka antara lain aggota TNI/Polri, guru, pegiat sosial, wartawan senior, PNS, ibu rumah tangga, dan pelajar.

“Saya sangat senang jamaah kami menunjukkan perilaku positif sesuai dengan spirit silaturahim, yakni kebersamaan untuk saling menguatkan, bukan melemahkan atau menyusahkan orang lain,” kata Aqua yang bersama istrinya,  Retno Setiasih, dan sejumlah koleganya yakni Ikhsyat Syukur, Arifin Asydhad, Edwin dan Dwidjajanto menyusul ke Tanah Suci, Sabtu (6/4/2019). Ahad (7/4)  siang,  mereka sengaja menemui semua jamaah POS III di Madinah.

IHRAM.co.id

Lawan Travel Haji Bodong dengan Haji Digital

Maraknya penipuan berkedok layanan travel haji dan umrah, membuat pemerintah menyusun layanan berbasis teknologi digital.

Nantinya, setiap calon jamaah haji dan umrah bisa memanfaatkan sistem digital yang lebih transparan dan akuntabel. Sehingga bakal terhindar dari penipuan. “Pemerintah tengah membangun layanan digital ibadah haji dan umroh, sehingga masyarakat bisa memilih. Kementerian Agama juga telah membuat aplikasi khusus sebagai referensi pencarian biro haji dan umroh yang berizin dari pemerintah,” kata Darmin saat menjadi pembicara pada acara Ikatan Ahli Ekonomi Indonesia (IAEI) bertajuk Manajemen Bisnis Syariah Pada Travel Haji dan Umrah di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (6/3/2019).

Sehingga, kata Darmin, pemerintah terus berupaya agar kebutuhan ini tidak hanya sekadar terpenuhi tapi diiringi dengan kualitas pelayanan yang semakin baik, sehingga kasus-kasus Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU) seperti First Travel, tidak terulang kembali.

“Pemerintah telah menyusun MoU, bersinergi dengan pihak terkait untuk mengatasi permasalahan PPIU berupa pencegahan, pengawasan, dan penanganan permasalahan umroh,” katanya.

Menurut Darmin, upaya-upaya ini perlu dilakukan mengingat jasa perjalanan ibadah haji dan umroh memegang peranan signifikan dalam kepentingan nasional. [ipe]

 

INILAH MOZAIK

Keutamaan Melaksanakan Ibadah Umrah

Melaksanakan umrah merupakan bagian bukti keimanan Muslim dalam memenuhi panggilan Allah SWT. Ibadah umrah juga dapat menyiasati lamanya daftar tunggu haji saat ini.

Begitu banyak keutamaan yang diberikan Allah SWT kepada hambanya yang melaksanakan ibadah umrah atas dasar keimanan. Ustaz H Hasbullah menyampaikan, di antara keutamaan yang didapat oleh umat Nabi Muhammad SAW yang melaksanakan umrah adalah dihapusnya dosa seorang hamba oleh Allah SWT.

“Antara umrah yang satu dan lainnya, itu akan menghapus dosa di antara keduanya. Dan haji mabrur tidak ada balasannya melainkan surga,” HR Al Bukhari dan Muslim.

Selain mendapat penghapusan dosa, keutamaan lain menjalankan ibadah umrah adalah mendapat pahala silaturahmi. Rasulullah SAW dalam hadisnya mengatakan, “Barang siapa yang menziarahiku setelah aku meninggal sama dengan menziarahiku semasa hidupku.”HR Al-Baihaqi, Syu’ab Al-Iman.

Dari Abu Hurairah ra, bahwa sesungguhnya Nabi SAW bersabad “Shalat di masjidku ini lebih baik dari seribu kali shalat di tempat lain, kecuali Masjid Al-Haram” HR.Al-Bukhari. Dan shalat di Masjid Al-Haram lebih utama dari seratus ribu kali shalat. (Imam Suyuti,Syarah Ibn Majah). Atas dasar itulah ibadah umrah begitu diminati umat Islam selain ibadah haji yang saat ini daftar tunggunya mencapai puluhan tahun.

 

IHRAM REPUBLIKA

Umrah Wajib Bagi yang Telah Penuhi 5 Kriteria Ini

Ibadah umrah menjadi alternatif bagi seorang Muslim yang belum mampu melaksanakan rukun Islam kelima (haji) karena beberapa hal. Umrah layaknya haji menjadi wajib rukunnya bagi seorang hamba yang sudah mampu secara finansial.

Apalagi waktu pelaksanaan umrah cukup panjang dan banyak jasa keuangan memberikan fasilitas pinjaman untuk berangkat umrah. Sehingga tidak ada alasan umat Muslim tidak bisa berumrah.

Ustaz H Hasbullah mengatakan, hukum umrah menjadi wajib ketika seorang Muslim telah memenuhi lima kriteria. Kelimanya adalah Islam, berakal, baligh, merdeka bukan budak atau hamba sahaya, dan kelima mampu. “Syarat mampu dibagi menjadi dua bagian,” kata H Hasbullah dalam bukunya Tanya Jawab Umrah.

Pertama, syarat mampu bagi laki-laki dan kedua syarat mampu bagi perempuan. Syarat mampu bagi laki-laki, pertama memiliki biaya ibadah umrah, kedua bekal pulang pergi dan ketiga sehat badan, keempat aman dalam perjalanan.

Sementara syarat mampu, khsus bagi perempuan. Pertama suami atau mahramnya (lelaki yang haram menikahnya dan dalam hal ini harus mahram permanen, baik lewat pertalian darah, susan atau pernikahan).

“Demikian menurut mazhab Hanafi dan Hanbali dalilnya “Bahwa Nabi SAW bersabda janganlah seorang perempuan melakukan perjalanan selama tiga hari,  kecuali di didampingi mahramnya,” kata H Hasbullah mengutip HR Ibnu Umar.

Menurut ulama Syafiyyau, seorang wanita boleh pergi haji umrah jika bersama dengan wanita lain yang dapat dipercaya, walaupun tanpa mahram. Juga Mazhab Maliki membolehkan, jika bersama rombongan wanita atau rombongan laki-laki, atau gabungan rombongan laki-laki bersama perempuan.

Kedua sedang dalam masa iddah. Baik iddah talak atau iddah ditinggal wafat oleh suami. Apakah umrah wajib disegerakan saat sudah mampu atau boleh ditangguhkan Menurut Mazhab Syafi’i disunahkan untuk dilaksanakan segera apabila sudah terpenuhi syarat-syaratnya karena menyegerakan kebaikan adalah baik. Allah berfirman dalam surat al-Baqarah ayat 14: “Maka berlomba-lombalah dalam kebaikan.”

Menurut mazhab Habali wajib disegerakan jika sudah terpenuhi syarat-syarat, berdosa jika menangguhkan tanpa uzur.

Ada perbedaan di antara ulama mengenai hukum umrah. Pendapat pertama umrah menurut ulama mazhab Hanafi dan Maliki adalah sunnah muakkad.

Dalilnya adalah hadis Nabi SAW yang diriwayatkan dari Jabir RA bahwa Nabi SAW, ketika ditanya mengenai hukum umrah, apakah itu wajib? Nabi menjawab tidak wajib, tapi itu adalah suatu keutamaan. “Haji adalah jihad dan umrah adalah tathawwu(sunah).”

Pendapat kedua menurut mazhab Syafii dan Hanbali demikian juga dari kalangan shabat Umar bin Khattab Ibnu Abbas, Ibnu Umar, dan lainnya bahwa umar wajib bagi orang yang mampu minimal sekali seumur hidup dan disunahkan memperbanyaknya. Dalilnya ada dalam surah al-Baqarah ayat 196.

“Dan sempurnakanlah haji dan umrah karena Allah.” H Hasbullah mengatakan, makna ayat ini telah laksanakan keduanya (haji dan umrah) secara sempurna. Dan hakikat perintah menghendaki wajib.

‘Negeri di Atas Awan’ Itu Juga Ada di Arab Saudi

Kita sering mendengar ungkapan negeri di atas awan untuk menggambarkan sejumlah wilayah di Indonesia yang berada di ketinggian perbukitan. Di Indonesia kawasan yang terkenal dengan sebutan tersebut adalah dataran tinggi Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah.

Namun, ternyata, wilayah perkampungan dengan karakter ketinggian yang sama juga bisa dijumpai di Arab Saudi, tepatnya di daerah Fifa.

Kawasan yang memiliki ketinggian 12 ribu kaki tersebut dihuni kurang lebih 60 ribu penduduk. Kesuburan tanahnya menjadikan warga menekuni profesi sebagai petani sayuran dan buah-buahan. Di antaranya pisang, lemon, mangga, dan tanaman kopi.

Kawasan Fifa merupakan salah satu sentra pertanian yang memasok kebutuhan sayuran dan buahan untuk Saudi.

Jika melihat sejumlah titik di kawasan ini, metode terasering juga digunakan dalam lahan pertanian di Fifa. Pemandangan tersebut menambah kawasan tersebut lebih terkesan hijau dan enak dipandang.

Tak banyak yang mendokumentasikan kawasan ini dalam buku-buku sejarah. Hal ini karena, pada masa itu, wilayah ini merupakan daerah yang sulit dijangkau.

Namun daerah tersebut sudah bisa diakses transportasi mobil. Seorang fotografer, Majid Sanqoof, membeberkan beberapa jepretannya untuk mengungkapkan minatnya yang besar terhadap Fifa, seperti dikutip dari Alarabiya, Rabu (27/2).

 

Dua Pemain Milan Pamerkan Foto Umrah Bareng

Dua penggawa AC Milan Hakan Calhanoglu dan Tiemoue Bakayoko ternyata menyempatkan untuk beribadah umrah saat tim itu bertanding di Jeddah, Arab Saudi, dua pekan lalu untuk pertandingan Piala Super Italia melawan Juventus.

Hakan yang berasal dari Turki dan Bakayoko dari Prancis sama-sama pemeluk agama Islam.

Di saat rekan-rekannya yang lain beristirahat pasca kegagalan meraih trofi Piala Super Italia, Bakayoko, dan Calhanoglu pergi ke Masjid al-Haram untuk beribadah.

“Hakan Calhanoglu  dan Tiemoue Bakayoko baru menerbitkan  foto mereka berdua saat berkunjung ke Mekkah dua pekan lalu,” begitu laporan dari  Pianeta Milan, Sabtu (2/2).

Hakan dan Bakayoko kompakan baru mengunggah foto bersama mereka di depan Ka’bah di sosial media instagram.

Hakan menuliskan selamat Hari Jumat pada baris caption. Sementara Bakayoko juga menuliskan hal yang sama pada instagramnya.

Milan berada di Jeddah pada Kamis (17/1) lalu untuk laga Piala Super Italia melawan Juventus di Stadion Raja Abdullah. Hasilnya  Milan kalah 1-0 oleh gol tunggal Cristiano Ronaldo.

Rekam Biometrik untuk Visa Haji dan Umrah Harus Ditunda

Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta mengatakan pihaknya memahami dan menghargai niat baik Kedubes Arab Saudi, yaitu agar ada digitalisasi data sekaligus mempermudah calon jamaah haji dan umrah. “Namun karena kondisi yang belum siap dan memadai, kami mendorong pemerintah RI agar meminta dan mendesak Kedubes Arab Saudi untuk menunda pelaksanaannya sampai semuanya siap,” kata Sukamta saat Rapat dengar Pendapat Komisi I DPR RI dengan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Agama, Dirjen Imigrasi dan BKPM, di Jakarta kemarin.

Sekretaris Fraksi PKS ini menjelaskan bahwa belum siapnya infrastruktur dan sistem yang ada dari pihak kedutaan Arab Saudi bukannya mempermudah. Justru cenderung bisa berpotensi mempersulit calon pemohon visa karena harus datang sendiri ke tempat-tempat pengambilan data yang lokasinya jauh dan jumlahnya masih sedikit.

“Termasuk kesiapan sangat penting yang kami soroti adalah kepastian jaminan keamanan dan perlindungan data pribadi calon jamaah haji yang harus melewati pemeriksaan biometrik ini. Di antaranya kita bisa memastikan agar pihak Kedubes Arab Saudi memiliki perjanjian yang mengikat dengan pihak ketiga yang mengelola data tersebut,” katanya.

Ia mengingatkan kasus kebocoran data pengguna Facebook beberapa waktu lalu karena tindakan pihak ketiga. “Kita harus belajar dari kasus tersebut agar jangan sampai terulang kembali. Semuanya ini kita lakukan demi mempermudah dan melindungi hak calon jamaah haji dan umrah, khususnya terkait perlindungan data pribadi,” tegas wakil rakyat dari Dapil Daerah istimewa Yogyakarta ini.

IHRAM

Bebani Jemaah Umrah, Pemerintah dan DPR Minta Rekam Biometrik Ditunda

Jakarta (Kemenag) — Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag Arfi Hatim mengatakan bahwa pemberlakuan rekam biometerik sebagai syarat penerbitan visa membebani jemaah umrah. Untuk itu, Pemerintah dan DPR sependapat bahwa Saudi perlu menunda kebijakan tersebut.

Hal ini disampaikan Arfi Hatim saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi I DPR RI dan Kemenkumham, Kemenlu,  dan BKPM di Jakarta. Menurut Arfi, setidaknya ada dua alasan rekam biometrik akan merepotkan dan membebani jemaah.

Pertama, kondisi geografis Indonesia yang luas, tidak memungkinkan untuk seluruh jemaah melakukan rekam biometrik. Apalagi, kantor operator Visa Facilitation Service (VFS) Tasheel — perusahaan jasa kelengkapan dokumen termasuk data biometrik– hanya ada di 30 kota-kota besar di Indonesia.

Kedua, jemaah akan dibebankan biaya tambahan atas kebijakan ini. “Pengambilan biometrik ini ada penambahan cost (biaya). Mendaftar secara online, kemudian mengambil jadwal pengambilan biometrik,” kata Arfi di Senayan, Jakarta, Senin (21/01).

“Misalnya jemaah dari Papua harus datang ke Ambon, ke Makassar untuk mengambil biometrik,” imbuhnya.

Hal senada disampaikan Direktur Lalu Lintas Keimigrasian Kementerian Hukum dan HAM Cucu Koswala. Menurutnya,  perekaman data untuk jemaah umrah melalui VFS Tasheel harus dievaluasi.

“Kalau kita baca, bahwa data terkait WNI harus dilindungi oleh pemerintah. Bagaimana mungkin swasta dari luar negeri, kemudian mengambil data warga negara Indonesia kemudian dikirimkan ke negaranya,” ungkap Cucu.

Cucu menilai, data-data yang akan dikirimkan ke Saudi rentan disalahgunakan. Untuk itu, kebijakan biometrik perlu ditunda hingga infrastruktur biometrik di Indonesia memadai.

“Sepakat dengan temen-teman yang lain, ini ditunda, sampai kondusif,” ujarnya.

Rapat Kemenag dan Kemenkumham dengan Komisi I dipimpin oleh Asril Tanjung dan Bambang Wuryanto. Turut hadir anggota Komisi I lainnya seperti Lena Maryana Mukti, Supiadin, Sukamta hingga Hidayat Nur Wahid.

Komisi I DPR  mendorong kepada pemerintah untuk  mendesak Arab Saudi agar menunda pelaksanaan rekam biometrik sebagai syarat pengajuan visa. Hal ini dalam rangka memberikan perlindungan kepada warna negara Indonesia yang akan melaksanakan ibadah haji dan umrah.