Syarat Meraih Ampunan Allah

Oleh: Ustaz Arifin Ilham

 

Meraih ampunan Allah SWT pada bulan Ramadhan adalah idaman Muslim, terutama bagi pendosa dan ahli maksiat. Adalah kerugian besar jika bulan suci ini hadir sementara ia tidak meraih ampunan-Nya. Sebab, Ramadhan merupakan bulan yang penuh ampunan Allah SWT.
Pada bulan yang penuh berkah ini, Allah membuka “bazar” ampunan seluas-luasnya. Pada bulan bertabur rahmat ini, ada amalan wajib yaitu shaum Ramadhan dan amalan sunah yaitu qiyam Ramadhan yang ditegaskan Nabi Muhammad mampu menghapuskan dosa yang lalu.

“Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena keimanan dan mengharapkan pahala di sisi Allah, niscaya dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR Bukhari, nomor 38 dan Muslim nomor 760).

“Barangsiapa shalat malam Ramadhan (tarawih dan witir) karena keimanan dan mengharapkan pahala di sisi Allah, niscaya dosanya yang telah lalu diampuni.” (HR Bukhari, nomor 37 dan Muslim, nomor 759)

Namun, perlu dipahami bahwa tidak semua dosa-dosa yang telah lalu bisa dihapuskan oleh puasa Ramadhan dan shalat tarawih. Dosa itu sebatas dosa-dosa kecil. Sementara, dosa-dosa besar tidak akan terhapus hanya dengan puasa Ramadhan dan shalat tarawih.

“Jika kalian menjauhi dosa-dosa besar yang kalian diperintahkan untuk menjauhinya, niscaya Kami akan menghapuskan kesalahan-kesalahan (dosa-dosa kecil) kalian dan Kami memasukkan kalian ke dalam tempat yang mulia (surga).” (QS An-Nisa [4]: 31).

Rasulullah berkhutbah kepada kami, cerita Abu Hurairah melalui Abu Said al-Khudry, dari atas mimbar. Beliau bersabda: “Demi Allah yang nyawaku berada di tangan-Nya. Demi Allah yang nyawaku berada di tangan-Nya. Demi Allah yang nyawaku berada di tangan-Nya.”

Beliau lalu terdiam sehingga setiap orang di antara kami mulai menangis karena sedih mendengar sumpah beliau. “Tiada seorang hamba pun yang shalat lima waktu, shaum Ramadhan dan menjauhi tujuh dosa besar, melainkan akan dibukakan baginya pintu-pintu surga pada hari kiamat, sampai suara pintu-pintu surga itu berderit-derit.”

Lalu, beliau membacakan ayat: “Jika kalian menjauhi dosa-dosa besar yang kalian diperintahkan untuk menjauhinya, niscaya Kami akan menghapuskan kesalahan-kesalahan (dosa-dosa kecil) kalian.” (QS An-Nisa [4]: 31). (HR An-Nasai, nomor 2.438, Al-Hakim nomor 719 dan 2.943, serta Ibnu Hibban, nomor 1.748. Dinyatakan sahih oleh Al-Hakim dan disetujui oleh Adz-Dzahabi).

Dengan demikian, terhapusnya dosa oleh amal Ramadhan adalah dosa kecil sementara dosa besar belum atau tidak, kecuali dengan tobat yang serius, yaitu tobat nasuha (baca QS At-Tahrim [66]: 8).

Dengan memahami hal ini, harusnya kita semakin terpacu untuk segera bertaubat dan  menyusulnya dengan beramal saleh. Berikutnya, tauhid yang bersih merupakan kunci  meraih ampunan. Namun, hal ini tidaklah sesederhana dan semudah yang dibayangkan oleh kebanyakan orang.

Dari Anas bin Malik, Rasulullah bersabda: Allah berfirman, “Wahai anak Adam! Seandainya kamu datang kepada-Ku dengan membawa dosa hampir sepenuh isi bumi lalu menemui-Ku dalam keadaan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu apa pun, niscaya Aku pun akan mendatangimu dengan ampunan sebesar itu pula.” (HR Tirmidzi, dan dia menghasankannya).

Hadis yang agung ini menunjukkan bahwa tauhid merupakan syarat untuk bisa meraih ampunan Allah. Karena itu, jadikan Ramadhan ini sebagai momentum membersihkan tauhid kita dari kesyirikan dan hal lain yang bakal merusakkan kebersihannya. Wallahu a’lam.

 

sumber: Republika Online

Mengapa Riba Menghancurkan Negara (2 – Habis)

PEMINJAM adalah pihak kekurangan dana, yang dapat kita sebut sebagi orang miskin. Pihak pengelola bank akan mengalokasikan dana yang ditabung oleh para orang kaya dan menjadikannya dana untuk dipinjamkan kepada peminjam. Namun, dana orang kaya yang menabung di bank dalam jumlah yang besar akan mendapatkan bunga yang besar. Darimanakah asal bunga tersebut? Di samping itu, orang miskin yang dengan terpaksa harus meminjam uang di bank semakin melarat akan tambahan beban bunga yang harus mereka tanggung.

Dan bunga yang dibayarkan para orang miskin akan disalurkan untuk membiayai operasional bank dan diberikan kepada orang kaya sebagai bunga. Itulah salah satu hal yang mengacaukan sistem perekonomian dunia, dimana yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin.

3. Riba juga akan berpengaruh terhadap investasi, produksi, dan pengangguran. Semakin tinggi suku bunga, semakin rendah investasi sehingga semakin rendah pula produksi akibat kekurangan modal. Terjadinya penurunan produksi, dapat memacu meningkatknya pengangguran dan kemiskinan.

4. Inflasi dapat terjadi karena peningkatan bunga. Hal ini dapat dianalogikan bila bunga di bank meningkat, maka akan menurunkan minat menabung sehingga jumlah uang yang beredar di masyarakat menjadi over limit dibandingkan jumlah uang yang disimpan. Karena uang yang disimpan sedikit, akibatnya daya beli menurun dan meningkatkan kemiskinan rakyat. Hal ini merupakan asumsi dari teori Cateris Paribus.

5. Sistem ekonomi riba juga menjebak Negara-negara berkembang kepada debt trap (jebakan utang) yang dalam sehingga bunga yang harus dibayar atas utang yang telah dilakukan semakin menggemuk. Untuk membayar bunga saja kesulitan apalagi membayar pokok dari hutang mereka.

6. Di Indonesia, pelaksanaan riba pun berdampak pada pengurasan dana APBN. Bunga telah membebani APBN untuk membayar bunga obligasi kepada perbankan konvensional yang telah dibantu dengan BLBI (Bantuan Likuiditas Bank Indonesia).

Dengan pemaparan diatas, sudah sepatutnya masyarakat dan pemimpin negara sadar akan buruknya pelaksanaan riba bagi kesejahteraan dan kemaslahatan perekonomian masyarakat. Sang Maha Benar (Al-Haq), dalam firman-Nya telah menyatakan larangan keras terhadap tindakan riba. Para ekonom pun telah sepakat untuk menjauhi riba. Fakta atas dampak-dampak negative yang ditimbulkan riba pun telah berbicara bahwa Riba adalah ‘biang penyakit perekonomian’, maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Keberadaan riba bagaikan ‘lingkaran setan’ yang tidak ada ujungnya. Berbagai transaksi di dunia ini seringkali dekat dengan riba. Untuk itu, mari kita berusaha, berusaha terus, dan terus berusaha untuk meminimalisir keterlibatan dengan riba. Contoh sederhana adalah dengan tidak menabung di bank konvensional atau bila memang kenyataan mengharuskan memiliki akun nasabah di bank konvensional, maka jangan ambil bunganya. [atika azis/education learning]

 

sumber: Islam Pos

Mengapa Riba Menghancurkan Negara (1)

RIBA merupakan tambahan uang atas modal yang diperoleh dengan cara yang tidak benar. Pengertian tersebut sekaligus menerangkan bahwa riba (usury) dan bunga (interest) berarti sama. Dalam firmannya, Allah SWT beberapa kali menekankan bahwasanya melaksanakan riba adalah perbuatan dosa besar karena dapat merugikan banyak umat. Secara kasat mata, tidak sedikit orang merasa ‘diuntungkan’ terhadap keberadaan bunga.

Cukup ironis, karena bunga tersebut berasal dan tumbuh diatas tangisan dan kemelaratan orang lain atas bunga utang para rakyat yang meminjam uang di bank. Dengan pembiasaan praktek riba yang dipropagandakan oleh negara kafir, seluruh negara pun menjadi korbannya. Umat islam menjadi terjebak dalam bertransaksi melalui bank karena mayoritas bank (bank konvensional) menggunakan praktek bunga sebagai salah satu sumber penghasilan mereka.

orang-orang yang makan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdiri orang yang kemasukan setan karena penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu disebabkan mereka berkata sesungguh jual beli itu sama dengan riba padahal Allah menghalalkan jual beli dan mengharamakaan riba. Orang-orang yang telah sampai kepada larangan dari Rabb lalu berhenti maka bagi apa yang telah diambil dahulu dan urusan kepada Allah. Siapa yang mengulangi maka mereka itu adalah penghuni neraka mereka kekal di dalamnya. Allah memusnahkan riba dan menumbuhkembangkan sedekah-sedekah. Dan Allah tidak menyukai tiap orang yang tetap dalam kekafiran dan selalu berbuat dosa.” (QS.al-Baqarah: 275-276)

Dalam ayat lain Dia Yang Maha Tinggi berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba jika kalian orang-orang yang beriman. maka jika kalian tidak mengerjakan maka ketahuilah bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangi kalian. Dan jika kalian bertaubat maka bagi kalian pokok harta kalian kalian tidak menzalimi dan tidak pula dizalimi.”(QS.al-Baqarah: 278-279)

Larangan akan riba dalam Islam, bukan diharamkan dengan bukti yang tidak kuat. Segala perintah Allah pasti jelas dan sangat bermanfaat untuk seluruh umat. Tidak sedikit pakar ekonomi non muslim yang menolak praktek riba karena dampak-dampak yang telah ditimbulkannya.

Lalu apa contoh perilaku riba?

Dari abi Said al-khudari r.a ( katanya): sesungguhnya Rasulullah bersabda :Jangnanlah kamu menjual dengan emas kecuali yang sama nilainya, dan janganlah kamu menjual uang dengan uang kecuali yang sama nilainnya, dan jangganlah  kamu menambah  sebagian atas sebagiannya, dan jannganlah kammu menjual yang tidak kelihatan diantara dengan yang nampak. (muttafaq Alaihih).

Riba menimbulkan dampak yang sangat buruk bagi masyarakat secara luas, di antaranya :

1.   Sistem riba menimbulkan krisis ekonomi diseluruh penjuru negeri sejak tahun 1930-an. Riba menjadi penyebab utama tidak stabilnya mata uang suatu negara. Uang akan berpindah dari tingkat bunga riil yang rendah ke yang tinggi dan hal ini menjadi ‘sasaran empuk’ para spekulator untuk memperoleh keuntungan dengan menyimpan uangnya di Negara yang tingkat bunganya tinggi. Usaha seperti ini disebut dengan Arbitraging.Praktek riba dapa membuat suatu perbuatan licik menjadi lumrah untuk dilakukan.

2.   Meningkatkan kesenjangan pertumbuhan ekonomi masyarakat dunia sehingga yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin. Dalam pelajaran ekonomi kita mengenal pihak kelebihan dana dan pihak kekurangan dana. Penabung atau pemberi pinjaman adalah pihak kelebihan dana, yang dapat kita sebut sebagai orang kaya.

(Bersambung )

 

sumber: Islam Pos

Inilah Manfaat Misterius Puasa untuk Otak

Saat kita berpuasa, tentunya pola makan mengalami perubahan dibanding hari-hari biasa di luar bulan Ramadan. Alhasil, banyak perubahan terjadi pada tubuh. Mulai dari sistem pencernaan hingga otak.

Karena selama puasa ada pelepasan hormon yang mengganggu cara tubuh dalam perubahan makanan menjadi energi, maka mengakibatkan jumlah mitokondria dalam neuron otak (yang memberitahu sinyal lapar) akan meningkat.

Unik, puasa ternyata memberi beberapa manfaat misterius untuk otak. Sebuah studi yang dilakukan National Institute on Aging menunjukkan bahwa pengurangan selang waktu makanan dapat melindungi otak dari penyakit seperti Alzheimer dan Parkinson.

Peneliti menjelaskan, pembatasan diet dapat merangsang produksi neuron baru dari sel induk (neurogenesis) dan dapat meningkatkan plastisitas sinaptik, yang dapat meningkatkan kemampuan otak untuk melawan penuaan dan memulihkan cedera fungsi lanjutan.

Oleh karena itu, meningkatkan interval waktu antara waktu makan dapat bermanfaat bagi otak, bahkan ketika jumlah makanan meningkat dan tak ada penurunan asupan kalori.

Di sisi lain, tingkat gula darah yang rendah selama puasa dapat mengunci otak ke dalam tahapan tidur nyenyak. Puasa meningkatkan kualitas dan mengintensifkan kedalaman tidur. Hal ini akan berdampak baik karena proses perbaikan tubuh dan otak terjadi selama tidur.

Ini sebabnya dua jam tidur selama bulan Ramadan lebih memuaskan dan menyegarkan dibandingkan tidur dalam waktu biasanya.

Mau otak kamu tetap terawat baik? Ya, teruskanlah berpuasa hingga akhir Ramadhan.

 

sumber: Republika Online

Menu Sehat Lansia Saat Puasa

POLA makan dengan nutrisi seimbang merupakan salah satu penunjang seorang lansia agar lancar menjalani puasa. Karenanya, penting mengetahui  menu sehat yang bisa diasup selama mereka melakukan ibadah puasa sehingga kesehatannya pun tetap terjaga.

Menu sehat sendiri ialah komposisi makanan bergizi saat Anda berbuka puasa, setelah melakukan shalat tarawih sampai dengan sahur. Komposisi gizi yang tepat bisa menjaga kesehatan tubuh seorang lansia saat menjalani aktivitas harian.

Lantas, bagaimana contoh menu yang sehat berpuasa untuk seorang yang sudah dalam usai lanjut?

Berikut, Dr. Edy Rizal Wahyudi, SpPD, KGer, FINASIM seorang dokter spesialis penyakit dalam di RS. Cipto Mangunkusumo menjelaskan contoh menu sehat berpuasa bagi semua orang yang sudah dalam usia lanjut:

Sebelum sholat maghrib

-Mengonsumsi kurma sebanyak tiga buah
-Semangkuk kecil buah dan selada

Sesudah sholat maghrib

Nasi sebanyak satu setengah gelas
-Pepes ayam atau daging ayam sebanyak satu potong
-Tumis tempe sebanyak tiga sdm
-Sayur asem sebanyak satu mangkuk
-Mengonsumsi satu pisang setelah makan makanan berat

Sesudah shalat tarawih

-Mengonsumsi roti tawar sebanyak dua lapis berisi telur

Saat sahur

-Nasi sebanyak satu setengah gelas
-Semur daging sebanyak satu potong
-Tahu bacem sebanyak satu potong
-Sayur sup semangkuk
-Satu potong buah semangka

Sementara, kata Dr. Edy, bila Anda lansia yang tergolong mengonsumsi obat-obatan setiap harinya, sangat dianjurkan untuk kontrol sebelum memulai puasa Ramadhan. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan resep mengenai berapa jumlah obat yang harus dikonsumsi saat menjalani puasa nanti. Menurutnya, pasti ada perubahan bila seorang lansia di hari biasa mengonsumsi obat tiga kali dalam sehari, dan saat puasa yang hanya boleh makan setelah buka puasa dan sahur.

Qalbinur Nawawi

Jurnalis

sumber:  Okezone.com

“Masjid Mobile”, Inovasi Baru Tempat Shalat di Bandung

Sering merasa kesulitan mencari tempat untuk menunaikan ibadah shalat ketika datang ke konser musik atau pertandingan sepak bola? Kini hal tersebut bukan masalah lagi karena di Kota Bandung tersedia masjid portabelyang bisa berpindah-pindah lokasi.

Mobile Masjid adalah sebuah inovasi baru dalam pelayanan shalat di Kota Bandung. Ide ini digagas oleh Muhammad Sobirin, Direktur Yayasan Masjid Nusantara.

“Jadi kita membuat membuat fasilitas yang bisa melayani shalat di mana pun dan kapan pun. Sasaran kita adalah tempat keramaian yang jauh dari mushala, konser musik, dan tempat bencana,” kata Sobirin saat ditemui di Sasana Budaya Ganesha, Kota Bandung, Jumat (26/6/2015).

Disebut masjid portabel lantaran minibus Isuzu L300 berwarna hitam berpadu hijau dan putih yang dimodifikasi khusus oleh Yayasan Masjid Nusantara membawa segudang peralatan yang cukup banyak untuk membuat masjid dadakan di mana pun dan kapan pun.

“Tergantung permintaan di mana yang dibutuhkan. Tapi kalau tidak ada permintaan kita keliling-keliling cari tempat keramaian yang sangat butuh tempat shalat,” tuturnya.

Isi dari mobil sumbangan dari Rumah Zakat tersebut mengangkut tanki air berkapasitas 5.000 liter yang bisa dimanfaatkan puluhan umat islam untuk berwudhu. Selain itu, ada juga karpet shaf, genset, sound system, mimbar, hingga peralatan pribadi yang bisa dipakai bergantian seperti mukena, sarung hingga sandal jepit untuk wudhu.

Saking lengkapnya, masjid portabel ini bahkan bisa menggelar shalat Jumat yang memiliki syarat harus diikuti oleh 40 orang lebih jemaat.

“Ini pertama kali di Indonesia. Masjid ini bisa digunakan sampai 70 orang,” tuturnya.

Tidak hanya peralatan untuk shalat saja, masjid keliling ini juga menyediakan imam (pempimpin shalat).

Masjid portabel ini baru tersedia satu unit di Kota Bandung. Sobirin berharap kembali mendapatkan donatur agar bisa menambah armada Mobile Masjid anyar agar bisa memenuhi antusiasme masyarakat yang mulai tinggi terhadap keberadaan masjid bongkar pasang ini.

Selain itu, kelemahan masjid ini adalah ketika datang hujan. Sebab, masjid portabel ini cuma beratapkan langit.

“Kalau hujan ya terpaksa kita berhenti beroperasi,” jelasnya.

Sekali lagi, Sobirin berharap ada donatur yang bisa menyumbang untuk kelangsungan Mobile Masjid ini. Dia punya rencana untuk menambah armada yang memiliki bodi lebih besar agar bisa mengangkut peralatan lebih banyak.

Selain itu, armada tersebut dipastikan lebih canggih karena disertai dengan perpustakaan dan jaringan wifi.

“Kalau mobil ini masih 1.0. Rencananya akhir tahun 2015 Kita ingin tambah yang 2.0, lebih besar kapasitas, yang dibawa lebih banyak. Di dalam mobil bisa jadi tempat shalat untuk perempuan,” paparnya.

 

sumber: Kompas.com

Do’a Setelah Shalat Witir

Apakah Ada Do’a Setelah Shalat Witir?

 

Jawab:

ADA, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa pada saat witir membaca surat“Sabbihisma Robbikal a’laa” (surat Al A’laa), “Qul yaa ayyuhal kaafiruun”(surat Al Kafirun), dan “Qul huwallahu ahad” (surat Al Ikhlas). Kemudian setelah salam beliau mengucapkan,“Subhaanal malikil qudduus”, sebanyak tiga kali dan beliau mengeraskan suara pada bacaan ketiga. (HR. An Nasai no. 1732 dan Ahmad 3: 406. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mengucapkan di akhir witirnya,“Allahumma inni a’udzu bika bi ridhooka min sakhotik wa bi mu’afaatika min ‘uqubatik, wa a’udzu bika minka laa uh-shi tsanaa-an ‘alaik, anta kamaa atsnaita ‘ala nafsik”.

Artinya: Ya Allah, aku berlindung dengan keridhoan-Mu dari kemarahan-Mu, dan dengan keselamatan-Mu dari hukuman-Mu dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa-Mu. Aku tidak mampu menghitung pujian dan sanjungan kepada-Mu, Engkau adalah sebagaimana yang Engkau sanjukan kepada diri-Mu sendiri. (HR. Abu Daud no. 1427, Tirmidzi no. 3566, An Nasai no. 1100 dan Ibnu Majah no. 1179. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih). []

Sumber: E-book Ringkasan Panduan Ramadhan Bekal Meraih Penuh Berkah, Penulis Muhammad Abduh Tuasikal

 

sumber: Islam Pos

Kenali Bahaya Tidur Setelah Sahur

DI bulan Ramadhan ini Allah telah mewajibkan kita semua berpuasa sebagaimana Ia telah mewajibkan kepada orang2 sebelum kita dari kalangan Ahlul Kitab, seperti dalam firman-Nya, “Hai orang2 yang beriman, diwajibkan atas kamu sekalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa.” (Al Baqarah: 183). Namun sebelum melaksanakan ibadah puasa, kita dianjurkan untuk makan sahur.

Salah satu sunnah puasa adalah mengakhirkan makan sahur, di jaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat yang merupakan generasi pertama umat Islam tersebut tidak tidur setelah sahur. Tentunya hal ini sangat bertolak belakang di jaman sekarang ini , banyak orang masih merasa ngantuk dan mempercepat makan sahur kemudian tidur kembali akibatnya sering terlambat untuk mengerjakan sholat subuh , kehiangan berkah di pagi hari, selain itu ternyata tidur setelah sahur tidak baik untuk kesehatan dari segi medis. Berikut penyebab kenapa seseorang tidak dianjurkan kembali setelah makan sahur.

Pertama gangguan lambung/asam lambung. Setelah mengonsumsi makanan (termasuk sahur), sistem pencernaan memerlukan beberapa waktu untuk mencerna dan menyerap nutrisi yang ada di dalam makanan tersebut. Ketika seseorang tidur setelah makan (sahur), apalagi dalam posisi terlentang, pencernaan menjadi melambat atau sulit bekerja. Akibatnya, timbullah nyeri di ulu hati dan panas yang menyebar ke dada dan tenggorokan karena meningkatnya asam lambung.

Kedua, terjadinya refluks. Merupakan penyakit yang timbul akibat kelemahan dari katup antara lambung dan kerongkongan. Hal ini menyebabkan asam lambung naik ke dalam kerongkongan dan menimbulkan gejala berupa rasa terbakar di dada. Di antara tanda refluks adalah ketika seseorang terbangun dari tidur setelah sahur ia merasakan kerongkongannya panas dan mulutnya terasa pahit. Para dokter menyarankan jeda waktu antara makan dan tidur adalah dua jam. Namun sunnah Rasulullah lebih lama lagi. Beliau dan para sahabatnya biasa mengisi waktu setelah sahur dengan shalat atau dzikir dan setelah Subuh berdzikir hingga matahari terbit. Untuk tidur sejenak, mereka memilih waktu siang yang dikenal dengan istilah qailulah.

Ketiga, terserang Stroke. Tidur setelah sahur dipercaya meningkatkan resiko terkena stroke. Berdasarkan penelitian ditemukan bahwa orang yang memiliki jeda paling lama antara makan dan tidur mempunyai risiko terendah terkena stroke. Sebaliknya, orang-orang yang memiliki jeda paling singkat antara makan dan tidur memiliki resiko lebih tinggi terkena stroke.

Keempat, sakit Kepala. Jika kita tidur setelah shalat subuh, dan ketika bangun bagian leher akan terasa sakit dan kaku, bahkan terkadang bukan kesegaran yang didapat, namun sebaliknya. Lalu akan terasa sakit kepala bagian atas atau kepala bagian belakang. Itulah hal mudhorat yang didapat jika anda tidur lagi usai sahur atau menjelang pagi. Menurut sebuah hasil studi, tidur pagi menyebabkan serebrospinal bergerak ke otak. Inilah yang menimbulkan sakit di kepala.

Selain berbahaya dari segi kesehatan, tidur setelah sahur membuat terhalangnya pintu rezeki, dalam hadits yang di riwayatkan oleh Abu Daud, bahwasannya Rasulullah bersabda “Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.” Dalam hadits tersebut Rasulullah mendoakan keberkahan bagi umatnya yang bangun di waktu pagi. Sebaliknya, doa itu mengisyaratkan bagi mereka yang tidur lagi setelah Subuh, mereka akan kehilangan keberkahan yang disebutkan dalam doa Nabi. Keberkahan dalam ayat ini memiliki makna yang luas. Secara umum maknanya adalah bertambahnya kebaikan. Bentuknya bisa macam-macam, misalnya bisnisnya berhasil sehingga bisa banyak berinfak atau karirnya meningkat sehingga mudah bersedekah.

Dan yang terakhir, menjadi malas dan Kehilangan semangat. Biasanya ketika tidur usai sahur atau menjelang pagi, tubuh akan terasa lemas dan kehilangan semangat untuk melakukan aktivitas. Mood juga akan berubah jadi buruk. Ketika kondisi hati sedang buruk, otomatis akan tergambar dari garis wajah. Wajah akan terlihat pucat. Maka sebaiknya Mengisi waktu pagi setelah Subuh dengan ibadah, berdzikir, membaca Al-qur’an atau bisa juga anda gunakan waktu pagi anda untuk membersihkan rumah. Bisa di pastikan waktu berikutnya, Anda akan terlihat lebih segar dan bersemangat. Baik secara medis ataupun secara ruhiyah.