Siapakah Pemegang Kunci Ka’bah?

Kunci Ka’bah disimpan rapi dalam sebuah tas bersulam emas di atasnya tertulis “Allah memerintahkanmu untuk melakukan tugasmu demi orang-orang”

MESKIPUN Masjidil Haram dan Ka’bah kini berada dalam pengawasan pemerintah Arab Saudi, namun tahukah Anda, pemegang kunci Ka’bah adalah Utsman bin Talha, keturunan Suku Al-Syaibah.

Sebelum memeluk Islam, Utsman pernah menolak keinginan Rasulullah ﷺ untuk memasuki Ka’bah. Setelah penaklukan Makkah, Sahabat Ali bin Thalib membawa kunci Ka’bah dari Utsman bin Talha, penjaga Ka’bah.

Begitu itu terjadi, Allah menurunkan surat Al-Quran dan memberi pesan kepada Nabi Muhammad ﷺ untuk mengembalikan kunci itu kepada pemiliknya yang berhak.

اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُكُمْ اَنْ تُؤَدُّوا الْاَمٰنٰتِ اِلٰٓى اَهْلِهَاۙ وَاِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ اَنْ تَحْكُمُوْا بِالْعَدْلِ”

“Sungguh, Allah menyuruhmu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaknya kamu menetapkannya dengan adil.” (Surah An-Nisa 4:58)

Nabi Muhammad kemudian memerintahkan Ali bin Thalib untuk mengembalikan kunci tersebut kepada Utsman bin Talha dan meminta maaf atas kesalahan tersebut.  Sebelumnya, wali aslinya adalah cucu dari Qusai Bib Kilab Bin Murrah.

Sebelumnya, wali aslinya adalah cucu dari Qusai Bin Kilab Bin Murrah. Utsman bin Thalhah heran, bagaimana penakluk Makkah mengembalikan kunci kepadanya padahal ia bukan seorang muslim.

Ali Ibn Thalib kemudian memberitahunya, Allah ingin dia yang menyimpan kunci Ka’bah. Mendengar itu, Utsman bin Thalhah akhirnya memeluk Islam dan hingga kini, dan Bani Syaiba tetap menjadi penjaga kunci Ka’bah.

Oleh karena itu, mereka bertugas menjaga tempat suci, termasuk membuka dan menutup pintu Ka’bah, merawat dan mencuci Kishwah, kain besar yang menutupi Ka’bah.

Menurut Anda seperti apa kunci Kuil itu? Inilah penampakanya.

Gemboknya saja terbuat dari nikel, dilapisi emas 18 karat dengan panjang 35 sentimeter. Kuncinya disimpan dalam tas hijau dengan sulaman emas di atasnya dengan kutipan tertulis di atasnya: “Allah memerintahkanmu untuk melakukan tugasmu demi orang-orang.”* (astro)

HIDAYATULLAH

Arab Saudi Luncurkan Pameran Virtual di Ka’bah

Kerajaan Arab Saudi meluncurkan pameran virtual di Ka’bah, situs paling suci umat Islam. Kegiatan ini diluncurkan bertepatan dengan kegiatan pembersihan tahunan tempat suci itu.

Pameran diluncurkan oleh Kepresidenan Umum Urusan Dua Masjid Suci. Tujuannya, untuk meningkatkan pengetahuan pengunjung tentang Ka’bah Suci yang bertempat di Masjidil Haram di Makkah.

“Pameran ini bertujuan untuk memperkaya pengalaman pengunjung dan menyoroti upaya kerajaan dalam melayani dua masjid suci dan merawat para jamaah,” kata Wakil Presiden untuk Urusan Pameran dan Museum Eng Maher Al Zahrani, dikutip di Gulf News, Rabu (17/8/2022).

Ia menambahkan, pada kesempatan pencucian Ka’bah, kegiatan pameran ini juga menampilkan beberapa alat yang digunakan dalam proses pencucian atau pembersihan.

Selasa (16/8/2022) pagi, Putra Mahkota Saudi Mohammad bin Salman memimpin proses pembersihan Ka’bah untuk kedua kalinya dalam waktu kurang dari empat tahun, atas nama Raja Salman bin Abdul Aziz.

Dalam siaran yang dilakukan Al Ekhbariya TV, ditampilkan pewaris kerajaan yang tampak melakukan upacara pencucian dinding situs suci menggunakan air Zamzam suci, yang dicampur dengan air mawar.

Setibanya di Masjidil Haram, Pangeran Mohammad melakukan ritual mengelilingi Ka’bah dan doa tawaf, sebelum menuju ke dalam situs untuk memimpin upacara pencucian.

Kegiatan pembersihan dan pencucian Ka’bah ini mengikuti tradisi Nabi Muhammad SAW. Hal tersebut dilakukan selama Muharram, bulan pertama tahun Hijriah Islam.  

Sumber:

https://gulfnews.com/world/gulf/saudi/saudi-arabia-launches-exhibition-on-holy-kaaba-1.89946617

IHRAM

Rampung Dipasang, Kiswah Baru Ka’bah dengan 120 kg Benang Emas

Kepresidenan Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Arab Saudi pada Sabtu (30/7/2022) pagi melakukan penggantian Kiswah pada Ka’bah. Sebuah tim, yang dipilih dari Kompleks Raja Abdulaziz untuk Kiswah Ka’bah Suci, diturunkan untuk melepas Kiswah yang lama untuk kemudian diganti dengan yang baru.

Kiswah baru terdiri dari empat sisi yang terpisah dan tirai pintu. Dilansir Saudi Gazette, Sabtu (30/7/2022), masing-masing dari empat sisi Ka’bah suci dinaikkan secara terpisah ke puncak Ka’bah sebagai persiapan untuk pembukaannya di sisi lama.

Kemudian memperbaiki sisi dari atas dengan mengikatnya dan menjatuhkan ujung sisi yang lain setelah tali dari sisi lama dilonggarkan. Dengan menggerakkan sisi baru ke atas dan ke bawah secara gerakan permanen, kemudian sisi yang lama jatuh ke bawah dan sisi baru tetap tidak bergerak.

Proses itu diulang empat kali untuk setiap sisi. Kemudian meluruskan setiap ikat pada keempat sis, lalu barulah dilakukan penjahitan. Jumlah ikat pada Kiswah Ka’bah ini 16 buah, ditambah enam buah dan 12 lampu di bagian bawah ikat.

Kiswah Ka’bah menggunakan sekitar 850 kg sutra mentah, yang diwarnai hitam di dalam kompleks, 120 kg benag emas, dan 100 benang perak. Pelepasan Kiswah lama dan penggantian dengan Kiswah yang baru itu dikerjakan oleh sekitar 200 pekerja profesional.

Selain itu pengerjaaan juga melibatkan administrator yang bekerja di Kompleks Raja Abdulaziz untuk Kiswah Ka’bah Suci. Semuanya adalah warga negara Saudi yang terlatih, berkualitas dan memiliki spesialisasi di bidangnya masing-masing.

Pergantian Kiswah Ka’bah memang dilakukan pada setiap tahun dan telah menjadi tradisi. Namun menariknya dan untuk pertama kali, Kiswah diganti pada 1 Muharam karena tradisinya kiswah Ka’bah diganti pada malam Arafah.

“Ini menandai pergeseran dari kebiasaan selama beberapa dekade untuk menggantinya pada malam Arafah, sesuai keputusan kerajaan yang dikeluarkan baru-baru ini,” kata Dr Abdulrahman Al-Sudais, presiden badan tersebut.

IHRAM

Doa Melihat Kabah yang Selalu Membuat Haru Jamaah Haji atau Umroh

Melihat Kabah menyisakan keharuan tersendiri bagi jamaah haji atau umroh

Ketika pertama kali melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci Makkah, umat Islam pasti akan merasakan kebahagiaan. Bagi mereka, melihat Kabah adalah seolah-olah mimpi yang akhirnya menjadi kenyataan.

Setelah memasuki Masjidil Haram, para jamaah akan bisa melihat Kabah berselimut kiswah hitam yang berdiri kokoh di antara arus jamaah yang sedang tawaf. Setelah melihat kiblat umat Islam itu, para jamaah pun membaca doa berikut:

اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلَامُ، فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلَامِ Allahumma antas salam, wa minka salam, wa hayyina rabbana bis salam

Artinya, “Ya Allah, Engkau adalah keselamatan. Dari-Mu keselamatan berasal. Wahai Tuhan kami, berikan kehormatan pada kami melalui keselamatan.”

Jamaah haji yang merasakan takjub biasanya akan terus mengulang doa-doa itu, tak memalingkan sedikit pun pandangannya ke rumah Allah SWT.

Ada beberapa versi dari doa saat melihat Ka’bah. Dikutip dari buku Kumpulan Do’a Sehari-Hari terbitan Kementerian Agama (Kemenag), berikut doa yang juga bisa dibaca umat Islam saat melihat Ka’bah.

اللَّهُمَّ زِدْ هَذَا الْبَيْتَ تَشْرِيفًا وَتَعْظِيمًا وَتَكْرِيمًا وَمَهَابَةً، وَزِدْ مَنْ شَرّفَهُ وَكَرّمَهُ مِمَّنْ حَجَّهُ أَوِاعْتَمَرَهُ تَشْرِيفًا وَتَكْرِيمًا وَتَعْظِيمًا وَبِرًّا 

Artinya: “Ya Allah, tambahkanlah kemuliaan, keagungan, kehormatan dan wibawa pada Bait (Ka’bah) ini. Dan tambahkan pula pada orang-orang yang memuliakan, mengagungkan dan menghormatinya di antara mereka yang berhaji atau yang berumroh dengan kemuliaan, keagugan, kehormatan dan kebaikan.”

Jika kita memuliakan, mengagungkan dan menghormati Ka’bah tatkala melaksanakan ibadah haji, maka kita tentu akan termasuk dalam orang-orang yang di doakan oleh siapapun yang membaca doa tersebut. Kita didoakan  orang dari berbagai penjuru dunia, dari masa lalu hingga masa depan. 

KHAZANAH REPUBLIKA

Siapa Sangka Ka’bah Pernah Ditutup, Berikut 5 Peristiwa Bersejarah yang Bikin Ka’bah Ditutup

Ka’bah merupakan kiblat umat muslim seluruh dunia, setiap tahunya jutaan umat muslim berdatangan ke Makkah untuk melaksanakan ibadah haji. Namun siapa sangka, Ka’bah yang menjadi kiblat dan tempat suci umat muslim pernah ditutup beberapa kali, mulai dari pandemi hingga teror

Berikut deret peristiwa bersejarah hingga Ka’bah harus ditutup, sebagaimana dirangkum TRT World dan cnnindonesia.com Minggu, (26/6/22).

  1. Pandemi Covid-19
    Pemerintah Saudi sempat menutup Ka’bah karena pandemi Covid-19 pada 2020 lalu. Mereka lantas menghentikan ibadah umrah dan haji menyusul kasus yang terus naik. Namun pada tahun 2022 seiring meladainya covid- 19 ibadah Umrah dan Haji kembali dibuka untuk umat muslim.
  2. Serangan Abraha ke Ka’bah Pada 570 Masehi, Gubernur Yaman, Abraha, membangun katedral di kota Saan untuk menarik peziarah.

Saat itu,ia menyadari Ka’bah menjadi destinasi utama bagi para peziarah. Ia lantas mengerahkan pasukan militer menghancurkan Mekah dan menggiring jemaah untuk langsung menuju katedral.

Di tahun yang sama, Abraha juga meluncurkan kampanye invasi ke Hijaz dengan mengerahkan tentara dan gajah. Menanggapi serangan tersebut, Ka’bah kemudian ditutup.

Banyak penduduk lantas lari ke pegunungan untuk menyelamatkan diri. Di tahun itu pula, warga tak bisa beribadah ke Mekah sebab takut akan perang.

3. Pembantaian peziarah oleh Qarmatian
Syiah Qarmatian melancarkan serangan berhari-hari di Mekah dan jalur peziarah pada 930 M. Serangan ini berimbas pada penurunan ju

mlah peziarah setiap tahun.

Ulama Islam kemudian mengeluarkan larangan ziarah ke Mekah karena masalah keamanan.

Di tahun yang sama, pemimpin Qarmatian, Abu Tahir al Jannabi, menyerbu Mekah dan membantai ribuan peziarah. Sejarah menyebutkan bahwa Qarmatian melarang ziarah selama lebih dari satu dekade.

Sebelum Syiah Qarmatian meninggalkan Mekah, mereka mencuri pintu Ka’bah atau yang dikenal Hajar Aswad atau batu hitam.

Batu hitam yang dicuri itu berada dalam kendali mereka selama 20 tahun. Pada 952 Masehi, Abbasid kemudian membayar 120 ribu dinar demi mengembalikan batu itu.

  1. Wabah kolera dan meningitis
    Setelah abad ke-19, banyak wabah seperti kolera dan meningitis menyebar di Hijaz, semenanjung Arab. Wabah itu menyebabkan sekitar 8.000 orang meninggal.
    Imbas penyakit yang menyebar ini, pihak berwenang tak mengizinkan peziarah ke Mekah mulai dari 1837 hingga 1892. Dokter dari Mesir juga mendirikan tempat untuk karantina di jalan menuju Mekah guna melindungi warga.
  2. Perebutan Ka’bah
    Pada 20 November 1979, Juhayman al Otaybi menyerbu Ka’bah sebelum matahari terbit. Dia menyatakan beberapa tuntutan politik termasuk pembubaran rezim Saudi. Ia juga menuntut mengakhiri hubungan kerajaan dengan Amerika Serikat, penghentian penjualan minyak ke negara-negara Barat, dan penutupan pangkalan militer asing. Komite Cendekiawan Tinggi kerajaan lalu mengeluarkan fatwa meminta Saudi melancarkan intervensi bersenjata dan menyingkirkan semua pemberontak. Penyerbuan berlangsung sekitar 15 hari dan berakhir usai Saudi mendapat bantuan pasukan khusus dari Prancis. Selama penyerbuan, Ka’bah ditutup dua pekan. Imbas serbuan itu, 127 tentara Saudi, 117 pendukung Juhayman, dan 26 warga sipil tewas. Juhayman dan 62 pengikutnya kemudian dijatuhi hukuman mati.

ISLAM KAFFAH

Masjidil Haram Tingkatkan Kesiapan Menerima Jamaah

Kepresidenan Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi yang diwakili oleh dinas teknis dan operasional, menyatakan telah meningkatkan kapasitas operasional aset Masjidil Haram dan fasilitasnya. Peningkatan dilakukan melalui paket pekerjaan terkait teknis dan pelayanan operasional yang diberikan kepada jamaah. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kesiapan dalam menyambut pengunjung di masa mendatang melalui pembaruan elemen listrik, mekanik dan elektronik.

Badan tersebut telah menyiapkan tempat khusus yang diperuntukkan untuk sholat dan tawaf, menindaklanjuti pelaksanaan perintah kerja untuk mengoperasikan dan memelihara sistem elektronik, listrik dan mekanik di Masjidil Haram dan fasilitasnya.

Kepresidenan berupaya untuk menyelesaikan semua pekerjaan pemeliharaan di Masjidil Haram melalui persiapan rencana, inspeksi 8.000 speaker, 32 ribu unit penerangan, 200 eskalator, 259 alat pemadam kebakaran, tangki air berkapasitas 1.500 meter persegi, 3.400 toilet, dan sistem sterilisasi dan pendingin untuk air zamzam.

Sebelumnya kerajaan juga merilis bahwa akan menempatkan lebih banyak lagi robot pintar yang membawa air zamzam. Robot tersebut akan mendistribusikan air zamzam kepada para pengunjung masjidil harom.

Kedatangan jamaah umroh dari luar negeri diperkirakan ada peningkatan besar dalam tiga bulan mendatang. Peningkatan signifikan itu terjadi pada beberapa bulan yang berakhir pada Ramadhan, yang merupakan puncak musim umroh tahunan.

Anggota Komite Nasional Penyelenggaraan Ibadah Haji, Umrah, dan Kunjungan, Saeed Bahashwan, mengatakan sektor jasa umrah memperkirakan adanya peningkatan besar dalam jumlah jamaah yang datang dari luar negeri selama tiga bulan ke depan yaitu Rajab, Syaban dan Ramadhan.

Dia menghubungkan ini dengan persiapan luas yang sedang berlangsung dari sejumlah negara untuk mengirim jamaah mereka ke Makkah. Al Arabiya.net melaporkan, dilansir di Saudi Gazette, Rabu (12/1), negara-negara tersebut termasuk Indonesia, Pakistan, India, Mesir, Tunisia, Aljazair, Uzbekistan dan Libya.

IHRAM

Ayat-Ayat Alquran Seputar Keutamaan Kabah di Masjidil Haram

Hampir bisa dipastikan, tak ada seorang Muslim pun yang tidak mengenal Ka’bah. Sesuai bentuknya, sebagaimana dilacak Muhammad Ibn Mukarram Ibn Manzur dalam kamus Lisanul Arab, kata Ka’bah berakar dari ta’kib yang dalam bahasa Arab berarti tarbi’ dalam terjemah bahasa Indonesia bermakna segi empat.


إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِلْعَالَمِينَ

“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.” (QS Ali Imran [3]: 96)  

Bangunan segi empat yang terletak di Bakkah atau Makkah itulah yang dalam bulan Dzulhijjah ini diziarahi ribuan bahkan jutaan umat Islam dari berbagai pelosok dunia. 

جَعَلَ اللَّهُ الْكَعْبَةَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ قِيَامًا لِلنَّاسِ

“Allah telah menjadikan Ka’bah, rumah suci itu sebagai pusat (peribadatan dan urusan dunia) bagi manusia.” (QS Al-Maidah [5]: 97)

Mereka akan mengikuti sebuah prosesi spiritual agung ibadah haji yang notabene ditahbiskan sebagai salah satu rukun Islam, menyambut seruan purba yang tempo hari digemakan Tuhan kepada bapak monotheisme yakni Nabi Ibrahim (dan anaknya Ismail).

وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَىٰ كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ  

”Dan serulah manusia supaya menunaikan haji, mereka pasti datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta-unta kurus, datang dari seluruh pelosok yang jauh.” (QS Al-Hajj [22]: 27)  

Ka’bah itu pula yang dalam waktu-waktu tertentu, minimal lima kali sehari, kita dengan khidmat dan dedikasi yang tinggi mengarahkan wajah menghadap kepadanya dalam sebuah kebaktian yang dinobatkan Rasul SAW sebagai mi’raj-nya seorang Muslim.

Yakni sholat dengan pesan substansial yang tersembunyi di dalamnya, terciptanya semesta yang berkeadaban, tercongkelnya bumi manusia dari belitan tindakan keji, nista, dan munkar. (QS 29: 45)

Sebagaimana dicatat hikayat yang didokumentasikan Alquran, bahwa Ka’bah yang berbentuk segi empat yang menjadi fokus spiritual umat Islam untuk mendulang kekayaan pengalaman religius itu, bermula dibangun Ibrahim as dan anaknya Ismail.

وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

”Dan ingatlah ketika Ibrahim meninggikan (membangun) dasar-dasar (pondasi) Baitullah beserta puteranya Ismail (seraya berdoa), ‘Ya Tuhan kami, terimalah dari kami (amal perbuatan kami), sesungguhnya Engkau Mahamendengar lagi Mahamengetahui’.” (QS  Al-Baqarah [2]: 127).

IHRAM

Ketika Arah Kiblat Dialihkan

KETIKA Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam mendapatkan perintah shalat secara langsung dari Allah Ta’ala, beliau belum mendapatkan perintah secara langsung arah shalat.

Setelah beberapa lama tinggal di Madinah, sekitar 16 atau 17 bulan kehijrahan Rasulullah ke Kota Suci itu, beliau bersama kaum Muslim melaksanakan shalat dengan menghadap ke arah Bait Al-Maqdis. Namun, suatu hari pada bulan Rajab, ketika sedang melaksanakan rakaat kedua shalat ‘Ashar di Masjid Bani Salamah, beliau menerima wahyu yang memerintahkan untuk menghadap ke arah Ka’bah ketika shalat.

Sungguh, Kami (sering) melihat mukamu (Muhammad) menengadah ke langit. Maka, sungguh akan Kami palingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Alihkanlah mukamu ke arah Masjid Al-Haram. Dan di mana saja kamu berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu. Dan, sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al-Kitab (Taurat dan Injil memang mengetahui bahwa (pemindahan kiblat) itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan. (QS Al-Baqarah : 144)

Betapa gembira Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam dan kaum Muslim menerima perintah yang demikian. Karena itu, begitu usai shalat, ada seseorang yang dengan penuh semangat keluar dari masjid dan berseru gembira, “Demi Allah, aku bersumpah, aku telah melaksanakan shalat bersama Rasulullah dengan menghadap ke arah Makkah!”

Segera kabar pengalihan arah shalat tersebut tersebar ke seluruh penjuru Madinah. Kaum Muslim pun segera pula mengalihkan arah mereka ketika melaksanakan shalat. Mereka tidak lagi menghadap ke arah Bait Al-Maqdis, tetapi menghadap ke arah Makkah. []

ISLAMPOS

Ternyata Nabi Adam AS Pernah Membangun Kabah, Apakah Sama?

Sebagaimana dicatat hikayat yang didokumentasikan Alquran, bahwa Ka’bah yang berbentuk segi empat yang menjadi fokus spiritual umat Islam untuk mendulang kekayaan pengalaman religius itu, bermula dibangun Ibrahim as dan anaknya Ismail.

”Dan ingatlah ketika Ibrahim meninggikan (membangun) dasar-dasar (pondasi) Baitullah beserta puteranya Ismail (seraya berdoa), ‘Ya Tuhan kami, terimalah dari kami (amal perbuatan kami), sesungguhnya Engkau Mahamendengar lagi Mahamengetahui’.” (QS  2: 127). 

Dalam riwayat lain, konon Ka’bah dibangun ketika Adam terusir dari surga. Adam teramat nestapa dan puncak kenestapaannya ditelantarankannya dia sehingga tidak bisa lagi melakukan laku spiritual mengikuti langkah ibadah bersama para malaikat mengitari Arsy (singgasana Tuhan). Maka, Tuhan pun menghiburnya dengan diperbolehkannya membuat Ka’bah sebagai tiruan dari Arsy. 

Adam pun lalu diperintahkan Tuhan mengelilingi Ka’bah (thawaf): sebentuk cara beribadah menirukan malaikat berputar mengelilingi Arsy. Sudah barangtentu, dalam perjalanan waktu, Ka’bah yang dibangun Ibrahim (atau Adam) itu sebelum terwariskan kepada umat Muhammad SAW mengalami pemugaran dan renovasi beberapa kali. Bahkan juga pernah terjadi penyelewengan fungsi berbanding terbalik secara diametral dengan tujuannya yang hakiki. 

Seperti dielaborasi sejarawan terkemuka Abdul Quddus al-Anshari dalam at-Tarikhul Mufashshal Li Ka’batil Musyarrafah Qablal Islam (1986), pembangunan Ka’bah kedua dan ketiga yang bersifat penyempurnaan dilakukan kaum Amlaqiah dan Bani Jurhum, dua kabilah berasal dari Yaman yang bermukim di Makkah. Kemudian Ka’bah jatuh dalam genggaman penguasaan Bani Khuza’ah yang berkuasa dalam waktu yang amat panjang (selama 300 tahun). 

Ka’bah terus dirawat, direnovasi dan dijaga. Pada zaman Khuza’ah inilah terjadi penyimpangan akidah itu dari keyakinan tauhid menjadi syirik dengan pelopornya seorang bangsawan Makkah ‘Amr ibn Luhaiy al-Azdiy yang telah melakukan perjalanan sampai ke negeri Syam dan di sana menemukan penduduk setempat menyembah berhala. 

Penemuan inilah yang dengan gigih didakwahkan kepada masyarakat Makkah, di samping keinginan tersembunyi dengan membawa ‘agama’ barunya itu hendak memupuk, memegang dan mengendalikan tampuk kekuasaan atas seluruh kabilah masyarakat Arab. Pemugaran tahap keempat dilakukan kabilah Quraisy (sebelum datang Islam dan Muhammad masih belia). 

Pemugaran ini dilakukan akibat kebakaran yang disebabkan api dalam pedupaan yang dinyalakan seorang wanita Quraisy, juga dilantarankan oleh turunnya hujan lebat dan terkaman banjir besar yang melanda Ka’bah. Setelah Ka’bah nampak anggun, suku Quraisy ‘menghiasi’ dengan sejumlah 360 berhala sekaligus dijelmakannya sebagai tuhan-tuhan mereka warisan leluhurnya: tempat dan sarana di mana mereka menambatkan keberimanannya yang telah jauh bersebarangan dengan jejak risalah pendiri Ka’bah (Ibrahim dan Ismail). 

Akhirnya perombakan (reformasi) secara besar-besaran baik secara fisik dan terlebih mengembalikan mental yang telah berkarat dirasuki mitos, takhayyul, kepercayaan-kepercayaan yang melecehkan akal sehat dan mendangkalkan nalar, dilakukan Rasulullah SAW dengan sebuah deklarasinya yang monumental, ”Kebenaran telah tiba dan lenyaplah kebatilan, karena kebatilan itu pasti terkelupas.” 

Kita mafhum, deklarasi yang dijangkarkan pada semangat transendensi dan humanisasi itu dikumandangkan dalam peristiwa Futuh Makkah (simpul kemenangan agama Ibrahim: Islam).

Kemudian disusul dengan tindakan kongkrit: melumat berhala-berhala yang terpancang di sekitar Ka’bah, meluluhlantakkan 360 tuhan-tuhan palsu yang telah mencengkram masyarakat Makkah, tuhan artifisial yang sudah menyebabkan mereka terserap dalam pusaran nafsu primitif kebendaan, terlempar dalam kemuliaan semu, dan terjebak dalam heroisme menipu: politik perkauman (sukuisme) membabi buta yang mengandaikan pembelaan mati-matian terhadap kabilah. 

Alhasil, usia Ka’bah setua usia perjalanan agama-agama besar yang bermuara pada sosok Ibrahim yang senantiasa labuh dalam kesadaran ilahiyah (hanif) pasrah di haribaan kebenaran sejati (Islam). Ka’bah telah memberikan kesaksian ihwal jejak-jejak ruhaniah perjalanan manusia.

IHRAM


Nanti Kabah Akan Dirobohkan Manusia Berbetis Kecil

PADA suatu hari nanti Kabah akan dirobohkan oleh seorang manusia terkutuk bernama Dzussuwaiqatain dari Habasyah. (Dzussuwaiqatain adalah nama gelar yang berarti si pemilik dua betis yang kecil betisnya dikatakan kecil, karena pada umumnya betis orang Habasyah memang kecil-kecil).

Sebagaimana diriwayatkan dari Ka’ab Al-Ahbar dalam tafsir Ibnu Katsir, tentang bahasan firman Allah, “Sehingga, apabila telah dibukakan (pintu) Yajuj dan Majuj…” QS. Al-Anbiya : 96.

Bahwa munculnya Dzussuwaqatain bermula pada masa turunnya Nabi Isa Alaihis Salaam, yaitu setelah dibinasakannya Yajuj dan Majuj.

Ketika itu Nabi Isa Alaihis Salaam mengirim pasukannya untuk memerangi balatentara Dzussuwaiqatain. Mereka berkekuatan antara 700 sampai 800 orang. Namun ketika mereka berjalan, Allah mengirimkan angin sejuk dari arah negeri Yaman. Angin itu mencabut nyawa setiap orang yang beriman. Dan sisanya tinggal manusia-manusia jahat. Mereka bersetubuh bebas seperti binatang.

Kaab Al-Ahbar mengatakan, pada saat itu Kiamat sudah dekat.

Hadis-hadis yang berkaitan dengan Dzussuwaiqatain

Imam Ahmad meriwayatkan dari Abdullah bin Amr Radhiyallahu Anhu, dia berkata, Aku mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Kabah ini akan dirobohkan oleh Dzussuwaiqatain dari Habasyah. Dia merampas perhiasannya dan melepaskan kiswahnya. Aku seakan-akan melihatnya, orangnya kecil botak dengan tulang-tulang persendian bengkok, sedang menghantam Kabah dengan sekop dan kapaknya”. isnad hadis ini Jayyid dan qawiy HR.Ahmad dalam musnadnya no.7053.

Abu Daud meriwayatkan dari Abdullah bin Amr, dari Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, bahwa Beliau bersabda, “Biarkan orang-orang Habasyah selagi mereka membiarkan kamu (tidak mengganggu kamu). Sesungguhnya tidak akan ada orang yang (berani) membongkar barang-barang simpanan dalam Kabah selain Dzussuwaiqatain dari Habasyah”.

Imam Ahmad meriwayatkan pula bahwa Ibnu Abbas mengabarkan kepada perawi hadis ini, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Seakan-akan aku melihatnya, orangnya hitam, dengan congkaknya dia merobohkannya (Kabah) batu demi batu”.

Dan menurut riwayat Imam Ahmad pula dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, Rasulullah bersabda, “Malam dan siang tak akan berhenti bergulir sebelum ada seorang lelaki dari kalangan kaum budak menjadi raja, dia bernama Jahjah”.

Yaumul Khalash (Hari Pembersihan)

Adapun kota Madinah, sebagaimana telah Salsa bahas dalam catatan terdahulu mengenai Dajjal, bahwa Dajjal tidak dapat memasuki kota Madinah dan Mekah. Di setiap sudut jalan di Madinah ada malaikat-malaikat yang menjaganya agar tidak dimasuki Dajjal.

Dalam sahih Al-Bukhari diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah bersabda, “Madinah tidak dapat dimasuki Dajjal maupun wabah penyakit”.

Telah dijelaskan pula bahwa Dajjal hanya bisa tinggal diluar kota, lalu terjadilah goncangan hebat tiga kali, yang mengakibatkan kaum munafik maupun orang-orang fasik, laki-laki dan perempuan, semuanya keluar dari dalam kota, dan tinggallah orang-orang mukmin dan muslim, laki-laki dan perempuan di dalam kota MAdinah. Dan hari itu disebut sebagai “Yaumul Khalash” (Hari Pembersihan).

Demikian sebagaimana pernah dinyatakan oleh Rasulullah, “Sesungguhnya kota ini (Madinah) adalah Thaibah (harum). Dia sendiri akan membuang kotorannya lalu semerbaklah keharumannya”.

Kota Madinah akan tetap ramai pada saat Dajjal beroperasi, dan ramai pada masa datangnya Rasulullah Isa bin Maryam Alaihis Salaam, sampai beliau wafat dan dikubur disana. Sesudah itu semua, barulah penduduk Madinah akan keluar meninggalkan kota. [resensiakhirzaman]