331 Jemaah Wafat, 62 Kloter Gelombang II Sudah Bertolak ke Tanah Air

Makkah (PHU) — Pemulangan gelombang l ke Tanah Air yang diikuti 218 kloter atau 88.944 jemaah telah selesai dilaksanakan pada Minggu (09/09) kemarin. Rinciannya 119 kloter atau 46.332 jemaah menggunakan Garuda Indonesia Airways dan 99 kloter atau 42.612 jemaah menggunakan Saudi Arabia Airlines. Jemaah gelombang l ini diterbangkan melalui Bandara King Abdul Aziz Jeddah.

Sementara untuk jemaah gelombang II yang diterbangkan melalui Bandara Ammir Muhammad bin Abdul Aziz (AMMA) Madinah hingga Rabu (12/09) pukul 13.00 WAS tercatat 62 kloter atau 24.935 jemaah telah diterbangkan ke Tanah Air. Rinciannya, 32 kloter atau 12.170 jemaah menggunakan Garuda Indonesia Airways dan 30 kloter atau 12.765 jemaah menggunakan Saudi Arabia Airlines.

Data dari Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) yang diterima Media Center Haji (MCH), Rabu (12/09) pukul 14.00 WAS menyebutkan, sejauh ini jumlah jemaah wafat mencapai 331 orang. Rinciannya adalah 239 jemaah wafat di Makkah, 47 di Madinah, 8 di Arafah, 5 di Muzdalifah, 25 di Mina dan sisanya atau 7 jemaah wafat di Daker Bandara.

Adapun rincian 331 jemaah yang wafat sebagai berikut:

Madinah:
1. Sukardi Ratmo Diharjo (JKG-1) wafat pada 18 Juli 2018 di Masjid Nabawi (lalu dibawa di Klinik Kesehatan Haji/KKHI Madinah) disebabkan cardiac arrest pada usia 59;
2. Ade Akum Dachyudi (67) asal Kloter JKS-13; wafat pada 23 Juli 2018 di Masjid Nabawi (KKHI Madinah) disebabkan isheamic heart disease pada usia 67 tahun;
3. Sunarto Sueb Sahad (SOC-15) wafat pada 23 Juli 2018 di KKHI Madinah (perjalanan) disebabkan cardiovascular disease pada usia 57 tahun;
4. Siti Aminah Rasyip (SOC-05) wafat pada 23 Juli 2018 di KKHI Madinah (pemondokan) karena acute ischemic heart disease pada usia 57 tahun;
5. Sanusi Musthofa Khafid (SUB-06) wafat pada 25 Juli 2018 di KKHI Madinah (pemondokan) disebabkan other obstructive pulmonary disease pada usia 73 tahun;
6. Katio Abdul Majid Simanjutak (MES-02) wafat pada 25 Juli 2018 di RSAS disebabkan cardiac arrest pada usia 59 tahun;
7. Machyar Sahromi Muhammad Thaif (JKS-06) wafat pada 26 Juli 2018 di RSAS disebabkan acute myocardial infarokom pada usia 78 tahun;
8. Mohammad Sholeh bin Abu Bakar (SUB-23) wafat pada 27 Juli 2018 di KKHI Madinah (pemondokan) disebabkan isheamic heart disease pada usia 74 tahun;
9. Nordiani Bahrani Kursani (BDJ-03) wafat pada 28 Juli 2018 di KKHI Madinah (pemondokan) disebabkan isheamic heart disease pada usia 53 tahun;
10. Widodo Karto Semito bin Jimin (JKS-35) wafat pada 29 Juli 2018 di RSAS disebabkan cardiac arrest pada usia 56 tahun;
11. Abdullah Noor bin Sidik (SOC-13) wafat pada 29 Juli 2018 di KKHI Madinah (pemondokan) disebabkan Cardiovascular Disease pada usia 72 tahun;
12. Rasnam Ponidjan (SUB-23) wafat 29 Juli 2018 di KKHI Madinah (pemondokan) disebabkan isheamic heart disease pada usia 64 tahun;
13. Adang Aliyudin Satibi (JKG-05) wafat 30 Juli 2018 pukul 09.15 disebabkan shock kardiogenic di RS King Fahd Madinah pada usia 61 tahun;
14. Ame Omon Jasan (JKS-31) wafat 30 Juli 2018 di KKHI Madinah (pemondokan) disebabkan cardiovascular diseases pada usia 55 tahun;
15. Dadang Saepulloh Abdullah (JKS-003) wafat 31 Juli 2018 pukul 08.41 WAS di RS King Fahd Madinah disebabkan shock hypovolemik pada usia 57 tahun;
16. Daklan Mustopa Kholil (JKS-38) wafat 31 Juli 2018 di KKHI Madinah (pemondokan) disebabkan cardiovascular diseases pada usia 58 tahun;
17. Sujatmin Siswo Taruno (SOC-26 ) wafat 1 Agustus 2018 pukul 02.00 WAS di KKHI Madinah disebabkan chronic obstructive pulmonary disease (COPD) pada usia 86 tahun;
18. Budi Riyanti Asmi (PLM-05) wafat 1 Agustus 2018 di Masjid Nabawi (KKHI Madinah) disebabkan circulatory diseases pada usia 54 tahun;
19. Tohet Kuris Jamil (PLM-03) wafat 2 Agustus 2018 di RSAS (KKHI Madinah) disebabkan cardiac arrest pada usia 69 tahun.
20. Muhtarom Muh. Yasin Mursid (SOC-34) wafat 3 Agustus 2018 di hotel (KKHI Madinah) disebabkan ischeamic heart disease pada usia 82 tahun;
21. Mium Usup Dito Redjo (SUB-35) wafat 4 Agustus 2018 di rumah sakit (KKHI Madinah) disebabkan cardiopulmonary arrest pada usia 64 tahun;
22. Adenan Damud Asir (PDG-07) wafat 6 Agustus 2018 pada usia 72 tahun;
23. Sarun Karim Bakri (SUB-08) wafat 9 Agustus 2018 di RSAS disebabkan cardiovascular diseases pada usia 52 tahun;
24. Sugiati Nassa Petta Lolo (Haji Khusus/PT. Tazkiyah Global Mandiri) wafat 12 Agustus 2018 di pemondokan disebabkan cardiovascular disease pada usia 60 tahun;
25. Subadi Minto Semito (PLM-08) wafat 12 agustus 2018 di RSAS disebabkan respiratory diseases pada usia 65 tahun;
26. Sunarni Sumantri Zakaria (Haji Khusus/PT. Arston Pesona Indonesia Tour) wafat 13 Agustus 2018 disebabkan cardiovascular diseases pada usia 62 tahun;
27. Iraja Lagening Labebang (BPN-02) wafat 15 Agustus 2018 disebabkan infectious and parasitic diseases pada usia 68 tahun;
28. Soekadji Towirjo Tosoero bin Towirjo (PIHK) wafat pada 27 Agustus 2018 pada usia 71 tahun;
29. Tatang Sutandi Amar bin Amar (PIHK) wafat 5 September 2018 pada usia 73 tahun;
30. Jiratun binti Jaseni (SUB-050) wafat 5 September 2018 pada usia 75 tahun;
31. Husain Dorra bin Dorra (PIHK) wafat 1 Sepember 2018 pada usia 55 tahun;
32. Syahrani Ambo Oga bin Ambo Oga (PIHK) wafat 27 Agustus 2018 pada usia 71 tahun;
33. Madio Suwito Wiryo bin Wirya Wikrama (JKG-043) wafat 7 September 2018 pada usia 76 tahun;
34. Ny Atemo Rejo Atemo Pawiro binti Atemo Pawiro (PIHK) wafat 7 September 2018 pada usia – tahun;
35. Abdul Hakim Rangkuti bin Lobe Mat Tohir Rangkuti (MES-014) wafat 7 September 2018 pada usia 77 tahun;
36. Sripah Suwardi Kamsih binti Suwardi (SOC-060) wafat 8 September 2018 pada usia 62 tahun;
37. Sukinah binti Murdi (SUB-052) wafat 8 September 2018 pada usia 73 tahun;
38. Sunaryati binti Nur Muhammad (SUB-060) wafat 8 September 2018 pada usia 68 tahun;
39. Samhan bin Satumin (SUB-046) wafat 8 September 2018 pada usia 61 tahun;
40. Mimi binti Sukardi (JKS-049) wafat 8 September 2018 pada usia 61 tahun;
41. Raden Roro Trijo Wisnoeanie binti R Sudirdjo (PIHK) wafat 8 September 2018 pada usia 76 tahun;
42. Zaid Abdullah Misfir bin Abdullah (PIHK) wafat 9 September 2018 pada usia – tahun;
43. Tarbiah binti Berahim (BDJ-012) wafat 9 September 2018 pada usia 70 tahun;
44. H Supardi bin Sumarto (JKG-045) wafat 9 September 2018 pada usia 63 tahun;
45. Winarsih binti Parto Suharjo (JKS-051) wafat 11 September 2018 pada usia 55 tahun;
46. Patmawati binti Padil (SUB-053) wafat 11 September 2018 pada usia 51 tahun; dan
47. Ariek Anwar bin Hasan Misbach (SUB-051) wafat 11 September 2018 pada usia 72 tahun; Makkah:
48. Supriyati Teguh Adam (SOC-5) wafat 29 Juli 2018 pukul 23.30 WAS di KKHI Makkah disebabkan acute pulmonary lung disease pada usia 51 tahun;
49. Zainal Abidin Yusuf (UPG-04) wafat 29 Juli 2018 di RSAS disebabkan infectious and parasatic diseases pada usia 60 tahun.
50. Supiyah Ngadiman Safei (JKG-11) wafat pada 2 agustus 2018 pkl 16.00 WAS di RSAS An Noor Makkah pada usia 65 tahun;
51. Jamiatun Waridin Suratman (SOC-52) wafat 2 Agustus 2018 pukul 13.30 WAS di Masjidil Haram Makkah pada usia 66 tahun;
52. Jene bin Sanusi Enon (JKS-11) wafat 2 Agustus 2018 pukul 19.25 WAS di RSAS An Noor Makkah pada usia 87 tahun;
53. Mukti Wibowo bin Martono (SOC-11) wafat 3 Agustus 2018 pukul 19.00 WAS di RSAS pada usia 69 tahun;
54. Bua Permata Uar bin Daing Matira (UPG-012) wafat 4 Agustus 2018 pukul 00.23 WAS di Masjidil Haram pada usia 58 tahun;
55. Busari bin Kasihan (SOC-004) wafat 4 Agustus 2018 pukul 08.23 WAS di RSAS pada usia 63 tahun;
56. Masriah binti Sejadi Tarsipin (SUB-046) wafat 4 Agustus 2018 pukul 14.00 Was di RSAS pada usia 59 tahun;
57. Bainah Siregar binti Banua Siregar (MES-008) wafat 5 Agustus 2018 pukul 06.20 WAS di RSAS pada usia 72 tahun;
58. Arif Hidayat bin Padli (JKS-027) wafat 5 Agustus 2018 pukul 11.30 WAS di pemondokan pada usia 60 tahun;
59. Rohanah binti Suhadmi Musani (JKS-057) wafat 5 Agustus 2018 pukul 10.00 WAS di RSAS pada usia 73 tahun;
60. Paisah binti Junaiddin Rangkuti (MES-003) wafat 6 Agustus 2018 pukul 10.03 WAS di RSAS pada usia 60 tahun;
61. Murti bin Wiji Tajid (SUB-047) wafat 7 Agustus 2018 pukul 23.51 WAS di RSAS pada usia 82 tahun;
62. Siti Ngaisah Yayah (PLM-001) wafat 7 Agustus 2018 pukul 13.45 WAS di RSAS pada usia 78 tahun;
63. Sikan Purwoprayitno Madjada bin Madjasa (SOC-016) wafat 8 Agustus 2018 pukul 01.05 WAS di pemondokan pada usia 78 tahun;
64. Jasmo Karmani Kami bin Karmani (SOC-061) wafat 9 Agustus 2018 pukul 03.15 WAS di Masjidil Haram pada usia 58 tahun;
65. Yurni binti Dja’far Abdullah (MES-012) wafat 9 Agustus 2018 pukul 05.00 WAS di pemondokan pada usia 68 tahun;
66. Djamaluddin bin Sangkala Liong (UPG-012) wafat 9 Agustus 2018 pukul 10.55 WAS di pemondokan pada usia 63 tahun;
67. Triyanto Citro Sukarto (SOC-44) wafat 9 Agustus 2018 pada usia 57 tahun;
68. Suparto Katidjo Abdullah (BTH-13) wafat 9 Agustus 2018 pada usia 64 tahun;
69. Rohmat Abdul Latif (SUB-54) wafat 9 Agustus 2018 pada usia 63;
70. Hardjono Hardjo Utomo (SOC-59) wafat 10 Agustus 2018 pada usia 69;
71. Soeprat Moeri Karyani (SOC-54) wafat 10 Agustus 2018 pada usia 69 tahun;
72. Ahmad Betong Ariih (JKG-29) wafat 10 Agustus 2018 pada usia 68 tahun;
73. Mat Kaer Iskak (SUB-09) wafat 11 Agustus 2018 di RSAS disebabkan circulatory disease pada usia 76;
74. Zaenal Maarif Abdullah (Haji Khusus/PT Patuna Mekar Jaya) wafat 7 Agustus 2018 di disebabkan cardivascular diseases pada usia 61 tahun;
75. Afandi Mukri Mufid bin Mukri (Haji Khusus/PT Citra Wisata Dunia) wafat 9 Agustus 2018 pukul 16.55 WAS di RSAS pada usia 64 tahun;
76. Mariso Bakri Amat (BPN-07) wafat 11 Agustus 2018 di RSAS disebabkan respiartory disease pada usia 56 tahun;
77. Aty Yuliana Kasmidi (UPG-14) wafat 11 Agustus 2018 di pemondokan disebabkan respiartory disease pada usia 62 tahun;
78. Sara Basiru Duke (UPG-29) wafat 12 Agustus 2018 di pemondokan disebabkan cardiovacular diseases pada usia 70 tahun;
79. Manyuzar Young Mansyur (MES-10) wafat 12 Agustus 2018 di RSAS disebabkan respiratory diseases pada usia 69 tahun;
80. Utin Risnarti Idris (BTH-16) wafat 12 Agustus 2018 di pemondokan disebabkan malignant neoplasms (cancers) pada usia 55 tahun;
81. Mukhlis Teuku Usman Sarong (BTJ-05) wafat 12 Agustus 2018 di RSAS disebabkan cardivascular diseases pada usia 57 tahun;
82. Nizar Muhammad Syam Balikun (BTH-09) wafat 12 Agustus 2018 di RSAS disebabkan cardiovascular diseases pada usia 55 tahun;
83. Nurharini Adi Sukarta (SOC-23) wafat 13 Agustus 2018 di RSAS disebabkan respiratory diseases pada usia 67 tahun;
84. Madun Eri Markim (JKG-36) wafat 13 Agustus 2018 di pemondokan disebabkan endocrine, nutritional and metabolic disease pada usia 68 tahun;
85. Suherman Surmin Kasmin (JKS-12) wafat 14 Agustus 2018 di KKHI Makkah disebabkan cardiovascular diseases pada usia 66 tahun;
86. Suratman Muhanan Wirorejo (BTH-24) wafat 14 Agustus 2018 di KKHI Makkah disebabkan respiratory diseases pada usia 76 tahun;
87. Hamdani Fitri Syarkowi (JKG-35) wafat 13 Agustus 2018 di KKHI Makkah disebabkan infectious and parasit diseases pada usia 51 tahun;
88. Husni Thamrin Prabujaya (PLM-10) wafat 14 Agustus 2018 di RSAS Makkah disebabkan cardiovascular diseases pada usia 68 tahun;
89. Suyatno Sadi Abdullah (MES-09) wafat 15 Agustus 2018 di KKHI Makkah disebabkan digestive diseases pada usia 77 tahun;
90. Siti Chumaizah Djenal Sahlan (SUB-32) wafat 15 Agustus 2018 di RSAS Makkah disebabkan circulatory diseases pada usia 73 tahun;
91. Sudiqnyo Supadi Supodikromo (SUB-23) wafat 15 Agustus 2018 di pemondokan disebabkan cardiovascular disesases pada usia 76 tahun;
92. Isjono Namsori Kasidi (SOC-20) wafat 15 Agustus 2018 di RSAS Makkah disebabkan cardiovascular diseases pada usia 64 tahun;
93. Nordiana Hologau Tompon (SUB-66) wafat 15 Agustus 2018 di KKHI Makkah disebabkan cardiovascular diseases pada usia 73 tahun;
94. Saswadi Rabun Sutarana (SOC-91) wafat pada 15 Agustus 2018 di Masjid (KKHI Makkah) disebabkan cardiovascular disesases pada usia 74 tahun;
95. Tasmin Sudarmi Tasiran (SOC-60) wafat 15 Agustus 2018 di pemondokan disebabkan respiratory diseases pada usia 65 tahun;
96. Saodah Taali Jaila (LOP-05) wafat 16 Agustus 2018 di pemondokan disebabkan circulatory diseases pada usia 70 tahun;
97. Sutaman Sondong Leman (SOC-83) wafat 15 Agustus 2018 di KKHI Makkah disebabkan injury, poisioning and certain other consequences of external cau pada usia 75 tahun;
98. Sarika Sujana Sajan (JKS-80) wafat 16 Agustus 2018 di RSAS disebabkan respiratory diseases pada usia 54 tahun;
99. Nani Keman Abdul Rojak (JKS-03) wafat 16 Agustus 2018 di pemondokan disebabkan respiratory diseases pada usia 60 tahun;
100. Muhammad Tahir Ahmad Mahmud (LOP-05) wafat 16 Agustus 2018 di RSAS disebabkan respiratory diseases pada usia 58 tahun;
101. Tri Widyatiningsih Mitrosumarjo (SOC-78) wafat 17 Agustus 2018 di RSAS disebabkan respiratory diseases pada usia 57 tahun;
102. Abdul Muis Sjamsul Bahri (JKS-83) wafat 17 Agustus 2018 di RSAS disebabkan cardiovascular diseases pada usia 62 tahun; dan
103. Ridwan Usman Abdurrahman (PDG-06) wafat 17 Agustus 2018 di pemondokan disebabkan cardiovascular diseases pada usia 59 tahun;
104. Narsih Binti Sadipan (SOC-79) wafat 17 Agustus 2018 pada usia 59 tahun;
105. Rusnati Binti Rali (JKS-88) wafat 17 Agustus 2018 pada usia 78 tahun;
106. Sukiran Bin Sukino (JKG-39) wafat 17 Agustus 2018 pada usia 67 tahun;
107. Badrut Tamam Siddiq (SUB-16) wafat 17 Agustus 2018 pada usia 60 tahun;
108. Suhatma Bin Tumin (JKG-63) wafat 18 Agustus 2018 pada usia 84 tahun;
109. Jasman Ayub Ismail bin Ayub Ismail (BTH-013) wafat 18 Agustus 2018 pada usia 60 tahun;
110. Kismo Wiyono Al Rubinah (SOC-24) wafat 18 Agustus 2018 pada usia 87 tahun;
111. Moh Huri bin Sallim Jeti (SUB-012) wafat 24 Agustus 2018 pada usia 65 tahun;
112. Rahmawaty binti Muhammad Ibrahim (MES-007) wafat 23 Agustus 2018 pada usia 47 tahun;
113. Pandak bin Candak (PLM-013) wafat 24 Agustus 2018 pada usia 74 tahun;
114. Yuwono Dwi Putranto bin Imam Soedjarwo (SOC-059) wafat 22 Agustus 2018 pada usia 57 tahun;
115. Setu Sulistijo Budi bin Djojodikromo (SUB-005) wafat 25 Agustus 2018 pada usia 79 tahun;
116. Roikin bin Sudia (JKS-057) wafat 24 Agustus 2018 pada usia 73 tahun;
117. Mustadjab Rifa’i bin Karijono (SUB-010) wafat 25 Agustus 2018 pada usia 69 tahun;
118. Patimah binti Sukarya (JKS-027) wafat 25 Agustus 2018 pada usia 61 tahun;
119. Yayah Bariah binti Mamat Rahmat (JKS-007) wafat 25 Agustus 2018 pada usia 63 tahun;
120. Surat Asmuri Sahlan binti Asmuri (SOC-054) wafat 22 Agustus 2018 pada usia 80 tahun;
121. Abdul Amin bin Anwar (SUB-074) wafat 21 Agustus 2018 pada usia 56 tahun;
122. Tujirah binti Wirjo Utomo (SOC-90) wafat 22 Agustus 2018 pada usia 61 tahun;
123. Syamsi Anwar bin Abr Rahman (PIHK) wafat 21 Agustus 2018 pada usia 60 tahun;
124. Nurdjanah binti Mahmud (JKS-039) wafat 21 Agustus 2018 pada usia 74 tahun;
125. Takhroni bin Sakib Tarwadi (SOC-014) wafat 21 Agustus 2018 pada usia 61 tahun;
126. Endang Suharya bin Tjetje (JKS-069) wafat 21 Agustus 2018 pada usia 73 tahun;
127. Khoiron bin Abd Kamid (SUB-067) wafat 21 Agustus 2018 pada usia 49 tahun;
128. Sutriyono bib Sukiman (SOC-069) wafat 21 Agustus 2018 pada usia 48 tahun;
129. Saepuloh bin KHN. Hanafiah (JKS-027) wafat 21 Agustus 2018 pada usia 79 tahun;
130. Siti Darwati Roslan binti Roslani Abdul Gani (SOC-66) wafat 23 Agustus 2018 pada usia 65 tahun;
131. Puji Rahayu binti Harjo Setomo (JKS-091) wafat 22 Agustus 2018 pada usia 64 tahun;
132. Siti Aliyah Karto Darmo binti Karto Darmo (JKG-043) wafat 23 Agustus 2018 pada usia 66 tahun;
133. Tamin bin Suraji (SUB-048) wafat 23 Agustus 2018 pada usia 55 tahun;
134. Muhammad Daswan Sanmusa bin Sanmusa (JKG-049) wafat 23 Agustus 2018 pada usia 81 tahun;
135. Siti Nurfaridah binti Supardi (SOC-038) wafat 23 Agustus 2018 pada usia 55 tahun;
136. Nurmah binti Makjin (MES-016) wafat 25 Agustus 2018 pada usia 53 tahun;
137. Imam Kustarto bin Mas Moh Muhtar (SUB-013) wafat 25 Agustus 2018 pada usia 65 tahun;
138. Khabil Hi Abdullah Syafi bin Hi Abdullah Syafi (UPG-007) wafat 25 Agustus 2018 pada usia 69 tahun;
139. Djumlah binti Dullah Amin (JKG-051) wafat 25 Agustus 2018 pada usia 63 tahun;
140. Hamid Arief Syahlan bin Hatomi (JKS-071) wafat 25 Agustus 2018 pada usia 83 tahun;
141. Atina Hidayati binti Soleh (SOC-008) wafat 24 Agustus 2018 pada usia 56 tahun;
142. Soesanto Darmo Tohiran bin Darmo Tohiran (PIHK) wafat 25 Agustus 2018 pada usia 75 tahun;
143. Aminuddin bin Muksarun (BDJ-003) wafat 25 Agustus 2018 pada usia 65 tahun;
144. Suryadi bin Sahari (JKS-078) wafat 25 Agustus 2018 pada usia 58 tahun;
145. Masdewan Hasibuan binti Marjuki Hasibuan (MES-021) wafat 25 Agustus 2018 pada usia 65 tahun;
146. Zainah binti Mohamad Siddik (PDG-010) wafat 25 Agustus 2018 pada usia 73 tahun;
147. Sadatun Syam bin Syam Dondang (LOP-006) wafat 25 Agustus 2018 pada usia 67 tahun;
148. Masdar bin Hamdi Ijan (BDJ-006) wafat 25 Agustus 2018 pada usia 63 tahun;
149. Ramelan Sadimo Kaliyah bin Sadimo (SUB-040) wafat 26 Agustus 2018 pada usia 69 tahun;
150. Yuritae binti Alfrid (BDJ-012) wafat 26 Agustus 2018 pada usia 60 tahun;
151. Ngatenam bin Sarip (SUB-023) wafat 26 Agustus 2018 pada usia 74 tahun;
152. Suharjo bin Martatilar bin Karya Semita (SOC-089) wafat 26 Agustus 2018 pada usia 66 tahun;
153. Jajang bin M Ali (JKS-032) wafat 26 Agustus 2018 pada usia 61 tahun;
154. Gimin bin Wongso (PLM-005) wafat 26 Agustus 2018 pada usia 78 tahun;
155. Sulimin bin Galimo Sandiyo (SUB-040) wafat 26 Agustus 2018 pada usia 66 tahun;
156. Irsyad bin Sakim (SUB-067) wafat 27 Agustus 2018 pada usia 76 tahun;
157. Sutarno bin Sutanto (JKS-065) wafat 26 Agustus 2018 pada usia 59 tahun;
158. Kusaini bin Ibrahim (SUB-004) wafat 26 Agustus 2018 pada usia 65 tahun;
159. Ramzan Muhammad Yusuf bin M Yusuf (PIHK) wafat 26 Agustus 2018 pada usia – tahun
160. Kunaman bin Carsad (JKS-015) wafat 27 Agustus 2018 pada usia 68 tahun;
161. Misye Gantini binti HR Otto Argadikusumah (JKG-051) wafat 27 Agustus 2018 pada usia 54 tahun;
162. Surip bin Nardi Utama (JKS-054) wafat 27 Agustus 2018 pada usia 56 tahun;
163. Abdullah bin Amin bin M Amin (BTJ-003) wafat 28 Agustus 2018 pada usia 57 tahun;
164. Lasmijati binti Sastrorejo (SOC-087) wafat 28 Agustus 2018 pada usia 72 tahun;
165. Suhartina binti Syahril Syarif (BTH-002) wafat 27 Agustus 2018 pada usia 50 tahun;
166. Jamaludin Abdullah bin Abdullah Ahmad (JKG-030) wafat 28 Agustus 2018 pada usia 56 tahun;
167. ST Jaenab binti H Atalib (LOP-006) wafat 28 Agustus 2018 pada usia 65 tahun;
168. Oom Komariah binti Iju (JKS-086) wafat 28 Agustus 2018 pada usia 73 tahun;
169. Siti Sahra binti Sau Sau (UPG-020) wafat 28 Agustus 2018 pada usia 69 tahun;
170. Usman bin Tachroni (SOC-011) wafat 28 Agustus 2018 pada usia 67 tahun;
171. Akhmad Qurniawan Basyirun Mazid bin Basyirun Mazid (JKG-022) wafat 28 Agustus 2018 pada usia 50 tahun;
172. Endon binti Karto Ali Kusen (JKG-034) wafat 28 Agustus 2018 pada usia 80 tahun;
173. Waluyo Darmo Pawiro bin Darmo Pawiro (SOC-028) wafat 28 Agustus 2018 pada usia 70 tahun;
174. Muhammad Toni bin Sadul (BTH-014) wafat 29 Agustus 2018 pada usia 69 tahun;
175. Sanip bin Ajim (JKS-087) wafat 29 Agustus 2018 pada usia 61 tahun;
176. Syafril Karim bin Abd Karim (BTH-022) wafat 29 Agustus 2018 pada usia 69 tahun;
177. Romadi bin Sanuri Pa’yam (SUB-077) wafat 29 Agustus 2018 pada usia 67 tahun;
178. Uddi Sanhudi bin H Eyo Hadiah (JKS-077) wafat 29 Agustus 2018 pada usia 80 tahun;
179. Asmah Lawi Syukur binti Lawi (BDJ-009) wafat 29 Agustus 2018 pada usia 59 tahun;
180. Halima Karinda binti Rafiuddin (BPN-012) wafat 29 Agustus 2018 pada usia 78 tahun;
181. Sawakati binti Tuga (UPG-030) wafat 30 Agustus 2018 pada usia 59 tahun;
182. Sarman Sarmono bin Diran Harjo Utomo (BPN-011) wafat 29 Agustus 2018 pada usia 76 tahun;
183. Noto Prayitno Bleto bon Bleto (PIHK) wafat 29 Agustus 2018 pada usia 45 tahun;
184. Hamidah binti Nyak Itam (BTJ-009) wafat 29 Agustus 2018 pada usia 72 tahun;
185. Tuti Windu Agustina binti Alisati Siregar (PLM-004) wafat 30 Agustus 2018 pada usia 64 tahun;
186. Hasan bin Suma (BDJ-013) wafat 30 Agustus 2018 pada usia 63 tahun;
187. M Yusup bin H Aman bin H Niing (JKG-021) wafat 30 Agustus 2018 pada usia 76 tahun;
188. Muhammad bin Ali Puteh (BTJ-011) wafat 30 Agustus 2018 pada usia 70 tahun;
189. Nj Widji binti Amad Karsidi (SOC-036) wafat 30 Agustus 2018 pada usia 80 tahun;
190. Ngatiman bin Sumardi (BTH-004) wafat 23 Agustus 2018 pada usia 46 tahun;
191. Sukairi Parto Tayib bin Parto (PIHK) wafat 30 Agustus 2018 pada usia – tahun;
192. Tri Purbo Irianto bin M Siswo Amijoyo (SOC-086) wafat 30 Agustus 2018 pada usia 66 tahun;
193. Paimin Harjo Pawiro bin Harjo Pawiro (SOC-021) wafat 30 Agustus 2018 pada usia 74 tahun;
194. Halimi bin Majudi (PLM-012) wafat 30 Agustus 2018 pada usia 76 tahun;
195. Ibrahim Tugu Baru bin Tupen Beda (SUB-065) wafat 29 Agustus 2018 pada usia 81 tahun;
196. Amsiyah binti Suhardjito bin Suryo Prawiro (SOC-092) wafat 31 Agustus 2018 pada usia 61 tahun;
197. Kusnarto Hadi Sulistyono bin Imam Suhadi (SUB-080) wafat 31 Agustus 2018 pada usia 78 tahun;
198. Usman bin Anwar (MES-008) wafat 31 Agustus 2018 pada usia 59 tahun; dan
199. Zulkarnain bin Abuston A. Manap (BTH-026) wafat 31 Agustus 2018 pada usia 49 tahun;
200. Jurina Muhammad Juned (BTH-008) wafat 31 Agustus 2018 pada usia 56 tahun;
201. Siti Kalimah Surham Djamal (SUB-050) wafat 30 Agustus 2018 pada usia 46 tahun;
202. Chamdanah Kastolani Qohir (SUB-78) wafat 31 Agustus 2018 pada usia 73 tahun;
203. Syamani Umar Simin (BTJ-007) wafat 31 Agustus 2018 pada usia 79 tahun;
204. Wasirah Arsowiono Sanardi (SOC-089) wafat 1 September 2018 pada usia 70 tahun;
205. Moeljani Mitro Suharjo (JKG-057) wafat 1 September 2018 pada usia 68 tahun;
206. Munah binti Kusen (SUB-081) wafat 1 September 2018 pada usia 54 tahun;
207. Budiharjo bin Harjo Parno (SOC-095) wafat 1 September 2018 pada usia 65 tahun;
208. Rafdi bin Rasyidin (JKG-051) wafat 1 September 2018 pada usia 56 tahun;
209. Muhammad bin Timbang Cambang (LOP-006) wafat 31 Agustus 2018 pada usia 59 tahun;
210. Muhak Mirwanto bin H Nuhung (JKG-023) wafat 1 September 2018 pada usia 61 tahun;
211. Suwari bin Simun (SUB-076) wafat 2 September 2018 pada usia 76 tahun;
212. Nurhayati binti Sari (BTH-024) wafat 1 September 2018 pada usia 53 tahun;
213. Abu Bakar bin H Arian (BTJ-009) wafat 2 September 2018 pada usia 46 tahun;
214. Muslimah binti Siraj (SOC-036) wafat 2 September 2018 pada usia 82 tahun;
215. Yatin Satori bin Mad Nartam (SOC-091) wafat 2 September 2018 pada usia 72 tahun;
216. Sugeng Mufrih bin H Abd Fatid Dahlan (SOC-068) wafat 2 September 2018 pada usia 63 tahun;
217. Moh Abd Rosyid SM bin Samir (SUB-071) wafat 2 September 2018 pada usia 54 tahun;
218. Sugondo bin Djamal (SOC-035) wafat 2 September 2018 pada usia 66 tahun;
219. Agus Mufawidaturrohjiyah binti H Karisman (JKG-020) wafat 2 September 2018 pada usia 50 tahun;
220. Mualim Kosim bin Marhum (JKS-089) wafat 3 September 2018 pada usia 81 tahun;
221. Wirda Nurdin Syarif binti Nurdin (JKG-025) wafat 2 September 2018 pada usia 66 tahun;
222. Muljono bin Pasiran (SUB-062) wafat 2 September 2018 pada usia 76 tahun;
223. Wiroi bin Dermi (SUB-079) wafat 3 September 2018 pada usia 67 tahun;
224. Fitriana Yunus Salik binti Yunus (PLM-009) wafat 3 September 2018 pada usia 48 tahun;
225. Djamisah binti Ibrahim H bin Achmad (SOC-090) wafat 3 September 2018 pada usia 72 tahun;
226. M Hasan B bin H Amin (BTJ-009) wafat 3 September 2018 pada usia 72 tahun;
227. Enah Muljana binti Emon Suratman (JKS-071) wafat 3 September 2018 pada usia 69 tahun;
228. Siti Alfiatul Mundji binti Holil H bin Wirya Dirana (SOC-091) wafat 4 September 2018 pada usia 68 tahun;
229. Homsak Romli Tiwar binti Romli (PIHK) wafat 4 September 2018 pada usia 44 tahun;
230. Sani binti Sakib Radi (JKG-044) wafat 4 September 2018 pada usia 78 tahun;
231. Suprihatin binti Sarponen (SOC-043) wafat 4 September 2018 pada usia 65 tahun;
232. Suwardjo bin Sumarno (BTH-016) wafat 4 September 2018 pada usia 76 tahun;
233. Ali Somali bin Suryami (JKG-029) wafat 4 September 2018 pada usia 75 tahun;
234. Epon Nuriyah binti H Surdi (JKS-079) wafat 4 September 2018 pada usia 75 tahun;
235. Umar Wakiran Munari bin Wakiran (SUB-057) wafat 4 September 2018 pada usia 76 tahun;
236. Mudj’ri bin Madredjo (SUB-036) wafat 4 September 2018 pada usia 44 tahun;
237. RE Sumirat Sari binti Holidz (JKS-090) wafat 4 September 2018 pada usia 73 tahun;
238. Rusli Putih Lebayitam bin Putih (BTH-010) wafat 4 September 2018 pada usia 76 tahun;
239. Tugino bin Zakaria (MES-019) wafat 5 September 2018 pada usia 62 tahun;
240. Titin Haririah binti H Yahya (JKG-034) wafat 5 September 2018 pada usia 53 tahun;
241. Wawang Heru Djajanto bin Sulamto (SUB-075) wafat 5 September 2018 pada usia 55 tahun;
242. Nurdin Ritonga bin Pulung Zakaria Ritonga (MES-005) wafat 5 September 2018 pada usia 65 tahun;
243. Supatri binti P. Supatri Al Sukri (SUB-027) wafat 5 September 2018 pada usia 57 tahun;
244. Pattawe Bakkareng Ukas bin H Bakkareng (BPN-001) wafat 5 September 2018 pada usia 81 tahun;
245. Sida binti Jumang (BPN-011) wafat 28 Agustus 2018 pada usia 63 tahun;
246. Muhammad Tatar bin Abdul Halim (BTH-016) wafat 29 Agustus 2018 pada usia 60 tahun;
247. Anisah binti H Arsyad Ismail (BTJ-008) wafat 4 September 2018 pada usia 68 tahun;
248. Sumadi bin Nitirejo (JKS-078) wafat 5 September 2018 pada usia 63 tahun;
249. Jejeng Kurnia Somawijaya bin J. Somawijaya (JKS-090) wafat 5 September 2018 pada usia 66 tahun;
250. Siti Rahma binti Sayadi Asyari (SUB-030) wafat 5 September 2018 pada usia 75 tahun;
251. Wahide bin Padu Baba (UPG-026) wafat 5 September 2018 pada usia 75 tahun;
252. Rukiah binti Musa Abdullah (MES-015) wafat 5 September 2018 pada usia 68 tahun;
253. Euis Eti Rohaeti binti Sukrawinata (JKS-037) wafat 5 September 2018 pada usia 62 tahun;
254. Boiran Gutoyo bin Karto (SUB-037) wafat 5 September 2018 pada usia 77 tahun;
255. Zainal bin Zainuddin (SUB-065) wafat 6 September 2018 pada usia 70 tahun;
256. Lapandu bin Lakarame (BPN-006) wafat 6 September 2018 pada usia 57 tahun;
257. Sarip bin Jumaril (PLM-015) wafat 5 September 2018 pada usia 69 tahun;
258. Dulah Yasin Ngadiman bin Ngadiman (JKG-049) wafat 6 September 2018 pada usia 78 tahun;
259. Suhari bin Ahmad Kamari (MES-020) wafat 6 September 2018 pada usia 82 tahun;
260. Misriadi Murid Abdullah bin Muris (PIHK) wafat 5 September 2018 pada usia 60 tahun;
261. Jail bin Niun (JKS-024) wafat 7 September 2018 pada usia 86 tahun;
262. Bustami bin Tangguli (PDG-013) wafat 8 September 2018 pada usia 70 tahun;
263. Madras bin H Bastari (PLM-018) wafat 8 September 2018 pada usia 65 tahun;
264. Zainuddin bin Sead (JKG-056) wafat 8 September 2018 pada usia 61 tahun;
265. Syarifah Aisyah binti Syarif Yusuf (BTH-015) wafat 8 September 2018 pada usia 73 tahun;
266. Purbandari binti Budi Harjono (SOC-029) wafat 8 September 2018 pada usia 43 tahun;
267. Jamini binti Kaserin (SUB-082) wafat 9 September 2018 pada usia 76 tahun;
268. Baco bin Usman (LOP-010) wafat 9 September 2018 pada usia 67 tahun;
269. Nursiah Daeng Baji binti H Mahamin (UPG-028) wafat 9 September 2018 pada usia 51 tahun;
270. A Menteng binti A Parenta (UPG-033) wafat 10 September 2018 pada usia 73 tahun;
271. Husnah Soleh Arkawi binti Soleh Arkawi (JKG-053) wafat 10 September 2018 pada usia 68 tahun;
272. Daliyem Ny binti Suriman (JKS-054) wafat 10 September 2018 pada usia 60 tahun;
273. Kamisin bin Jum (BTJ-006) wafat 10 September 2018 pada usia 62 tahun;
274. Dasminah binti Maman bin Dama (JKS-070) wafat 10 September 2018 pada usia 70 tahun;
275. Tugiyah Sulastri Kasan Darmo binti Kasan Darmo (JKG-057) wafat 10 September 2018 pada usia 74 tahun;
276. Aitti Atika binti Habang (UPG-055) wafat 11 September 2018 pada usia 64 tahun;
277. Waginah binti Mrakih (SUB-083) wafat 12 September 2018 pada usia 75 tahun; Arafah
278. Kamdi Amat Rejo bin Amat Rejo (SOC-77) wafat 19 Agustus 2018 pada usia 65 tahun;
279. Moh. Hirjan bin Munakip (LOP-001) wafat 19 Agustus 2018 pada usia 67 tahun;
280. Raji bin Samingan (MES-001) wafat 19 Agustus 2018 pada usia 77 tahun;
281. Suhartini binti Kamdi Suryokaryono (JKG-058) wafat 19 Agustus 2018 pada usia 60 tahun;
282. Mahdi Jakfar Maddan bin Jakfar (PIHK) wafat 22 Agustus 2018 pada usia 60 tahun;
283. Warno bin Noyo Droni (BTH-024) wafat 22 Agustus 2018 pada usia 61 tahun;
284. Adi Tjardidjo bin Tjarsilan (JKS-072) wafat 21 Agustus 2018 pada usia 73 tahun;
285. Siti Nurroudlotul Masluhan (BTH-012) wafat 22 Agustus 2018 pada usia 56 tahun; Muzdalifah
286. Slamet Masirun Rekso bin Masirun (SUB-039) wafat 23 Agustus 2018 pada usia 64 tahun;
287. Nurdjanah binti Mahmud (PLM-005) wafat 21 Agustus 2018 pada usia 74 tahun;
288. Sri Jumani binti Samardi (JKG-033) wafat 21 Agustus 2018 pada usia 50 tahun;
289. Nurhayati binti Arban Abdullah (BTH-003) wafat 20 Agustus 2018 pada usia 59 tahun; dan
290. Abdullah Lakkase Laedang bin Lakkase (PIHK) wafat 21 Agustus 2018 pada usia 63 tahun.
291. Hayuya binti H. Saimi (PDG-009) wafat 20 Agustus 2018 pada usia 81 tahun; Mina
292. Kartinah Abu Hasan (SOC-063) wafat 22 Agustus 2018 pada usia 68 tahun;
293. Seni binti Parto Wiryo (BTH-023) wafat 22 Agustus 2018 pada usia 62 tahun;
294. Siti Aminah binti Muhammad Hasaeni (SOC-095) wafat 23 Agustus 2018 pada usia 66 tahun;
295. Miswan bin Buang Busono (SUB-004) wafat 22 Agustus 2018 pada usia 63 tahun
296. Siti Udia binti M Saleh (LOP-006) wafat 22 Agustus 2018 pada usia 66 tahun;
297. Abdul Radjak Igris bin Igris A. Mahmud (UPG-025) wafat 22 Agustus 2018 pada usia 60 tahun;
298. Suryana binti Bahari Abdul Razak (BTH-012) wafat 20 Agustus 2018 pada usia 50 tahun;
299. Maseron bunti Juliyan Basir (JKG-046) wafat 21 Agustus 2018 pada usia 64 tahun;
300. Budiyono bin Ramelan (SOC-084) wafat 21 Agustus 2018 pada usia 80 tahun;
301. Tatang Sunarta bin Ikung (JKS-072) wafat 22 Agustus 2018 pada usia 69 tahun;
302. Supeni bin Yahkun Barnawi (BTH-008) wafat 22 Agustus 2018 pada usia 69 tahun;
303. Abdullah Rumbawa bin Tatlau Rumbawa (UPG-011) wafat 22 Agustus 2018 pada usia 79 tahun;
304. Isnaniah Ali Mansyur binti Ali Mansyur (PIHK) wafat 21 Agustus 2018 pada usia 47 tahun;
305. Tini Rochani binti Andun Rusmana wafat 21 Agustus 2018 pada usia 63 tahun;
306. Maniti binti Luddin (SUB-007) wafat 21 Agustus 2018 pada usia 61 tahun;
307. Basirun bin Main (PDG-009) wafat 21 Agustus 2018 pada usia 51 tahun; dan
308. Mohammad Baharuddin Harun bin Harun (BTH-019) wafat 21 Agustus 2018 pada usia 69 tahun;
309. Zainab binti Abdus Samad (BTH-004) wafat 21 Agustus 2018 pada usia 63 tahun;
310. Iroh binti Odi Dulgani (JKG-061) wafat 24 Agustus 2018 pada usia 73 tahun;
311. Mulyani binti Mulyadi (JKS-064) wafat 22 Agustus 2018 pada usia 53 tahun;
312. Ali Arman bin Muhammad Djarim (PDG-016) wafat 23 Agustus 2018 pada usia 53 tahun;
313. Suminah binti Samaji (SUB-080) wafat 22 Agustus 2018 pada usia 66 tahun;
314. Moncot Hasibuan (MES-021) wafat 24 Agustus 2018 pada usia 78 tahun; dan
315. Yuli Muarifa binti Muhammad Arif (SUB-028) wafat 25 Agustus 2018 pada usia 49 tahun; dan
316. Saidi bin Jahri Aji Jamat (PLM-001) wafat 28 Agustus 2018 pada usia 77 tahun; Arafah
317. Basuki Setia Sejati bin Muhammad Rachami (SOC-087) wafat 19 Agustus 2018 pada usia 55 tahun;
318. Siti Halimah binti Ahmad Jemat (BTJ-006) wafat 20 Agustus 2018 pada usia 76 tahun;
319. Siti Rofingah binti Ahmad Dahlan (SOC-091) wafat 20 Agustus 2018 pada usia 63 tahun;
320. Patonah binti Carta (JKS-080) wafat 20 Agustus 2018 pada usia 65 tahun;
321. Yusuf Lewa bin Abdullah Lewa (SUB-065) wafat 19 Agustus 2018 pada usia 78 tahun;
322. Qomariyah binti Abdullah (SUB-006) wafat 19 Agustus 2018 pada usia 64 tahun;
323. Saripah Marsip Husin binti Marsip (JKG-046) wafat 19 Agustus 2018 pada usia 83 tahun; dan
324. H. Dinar Ali bin Dinar (BPN-007) wafat 20 Agustus 2018 pada usia 66 tahun; Bandara
325. Hartati Hasan Pate (UPG-34) wafat 14 Agustus 2018 di KKHI Bandara disebabkan respiratory diseases pada usia 39 tahun;
326. Mukit Ikin Paing (SUB-66) wafat 12 Agustus 2018 di KKHI Bandara disebabkan diseases of the genitourinary system pada usia 57 tahun;
327. Hadia Daeng Saming (UPG-05) wafat pada 20 Juli 2018, di Klinik Bandara AMMA disebabkan cardiac arrest pada usia 73 tahun;
328. Kasto bin Djojo Semito (SOC-053) wafat 29 Agustus 2018 pada usia 78 tahun;
329. Saiful Bachri bin Turchan (SUB-068) wafat 29 Agustus 2018 pada usia 64 tahun;
330. Hasnah Burhan Dali binti Burhan (PDG-006) wafat 4 September 2018 pada usia 75 tahun; dan
331. Hartini binti Panut Sujono (SOC-074) wafat 10 September 2018 pada usia 76 tahun.

Petugas Haji Diminta Tetap Layani Jamaah

Kepala Daerah Kerja Mekkah, Endang Jumali meminta petugas haji tetap disiplin melayani jamaah haji. Petugas harus tetap semangat menjaga posnya masing-masing kedisiplinan harus tetap ditingkatkan dan tidak boleh loyo.

Dia mengingatkan petugas agar tidak kehilangan fokus pada pelayanan jamaah usai fase Armina, muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Pada masa Armuzna biasanya banyak jamaah bertumbangan ketika lempar jumrah dan mabit di Mina.

Usai fase tersebut, jamaah tinggal melaksanakan ibadah yang tergolong lebih ringan dari Armuzna, seperti Tawaf Ifadhah, Tawaf Wada’ dan kegiatan lainnya. Sebagian jamaah juga sudah mulai pulang ke Tanah Air usai Armuzna sementara lainnya secara berangsur bergerak ke Madinah.

“Dari masa puncak menanjak lalu sekarang sudah mulai berkurang sekarang semua petugas harus tetap fokus di posnya masing-masing,” tambah dia.

Dalam fase saat ini, sebut dia jamaah mulai meninggalkan Mekkah sedikit demi sedikit. Meski jamaah berkurang bukan berarti pelayanan di Makkah turun.

Daker Makkah, lanjut dia tidak memiliki waktu jeda untuk bertugas karena usai Armuzna petugas harus melayani jamaah yang beraktivitas di kawasan Masjidil Haram sementara yang lain ke Jeddah untuk pulang ke Indonesia dan sebagian lain jamaah ke Madinah untuk melakukan Shalat ‘Arbain.

“Jamaah Madinah dari Mekkah terakhir 16 September selesai, jadi fokus kita adalah pada persiapan pemulangan itu ke Jeddah maupun pendorongan ke Madinah,” kata dia.

Syekh Abdulrahman Al-Sudais Nilai Haji Tahun Ini Sukses

Ketua Presidensi Umum untuk Dua Masjid Suci, Syekh Abdulrahman Al-Sudais mengucapkan terima kasih pada pihak yang melayani jamaah haji. Ia menilai penyelenggaraan ibadah haji tahun ini sukses dan lancar.

Dilansir di Arab News pada Selasa (11/9), Al-Sudais memuji semua pihak atas upaya dan kontribusi pada keberhasilan musim haji. Ia juga memuji pejabat yang mengupayakan layanan terbaik mengurus kebutuhan jamaah selama tinggal di kota-kota suci.

Dia memuji Raja Salman Abdulaziz al-Saud dan Putra Mahkota Saudi atas dukungan penyelenggaraan ibadah haji. Tak lupa, dia berterima kasih kepada petugas keamanan atas upaya mengamankan ibadah haji. Secara khusus, dia mengapresiasi peran media atas berbagai pemberitaan layanan untuk jamaah haji dari Dua Masjid Suci.

Direktur Jenderal Pertahanan Sipil Brigjen Abdullah bin Eid Al-Qurashi juga mengapresiasi peran yang dilakukan berbagai institusi dalam melayani tamu-tamu Allah SWT. Gubernur Makkah Pangeran Khaled Al-Faisal menyatakan Saudi akan mengupayakan yang terbaik dalam melayani jamaah. Ia mengatakan pemerintah memastikan jamaah menikmati perjalanan haji dan umrah yang lebih nyaman dan mudah.

Dia berujar, Raja Salman telah membentuk Komisi Kerajaan untuk Makkah dan Tempat-Tempat Suci yang dipimpin Putra Mahkota Saudi. Komisi itu bertugas memfasilitasi prosedur haji dan umrah serta mengembangkan tempat-tempat suci.

REPUBLIKA

Gunting Kuku dan Gantungan Baju, Penghambat Laju

Madinah (PHU)—Pemulangan jemaah haji Indonesia gelombang kedua dimulai pada Ahad (9/9/2018) dini hari. Sebagian jemaah dari kloter pertama yang berangkat pada gelombang dua tersebut masih membawa barang yang tidak sesuai ketentuan.

Salah seorang jemaah perempuan dari Ciamis yang masuk dalam Kloter 41 Debarkasi Jakarta-Bekasi (JKS-41) misalnya, harus dihentikan petugas maskapai Saudia Airlines karena membawa sejumlah gantungan baju atau biasa disebut hanger dalam tas punggungnya. Hanger tersebut terpaksa ditinggal karena melebihi ketentuan tas yang boleh dibawa jemaah. Dia membawa tas tambahan untuk membawa hanger-hanger itu.

Jemaah lainnya juga terpaksa membongkar berdus-dus mainan yang ia bawa sebagai oleh-oleh. “Tolong Pak, ini untuk anak-anak saya,” kata dia.

Petugas Saudia Airlines kemudian mengizinkannya membawa mainan itu dengan syarat ditenteng dan dikeluarkan dari bungkusnya. Pada dinihari tersebut, petugas juga menyita sejumlah gunting kuku dan gunting milik jamaah.

Kejadian serupa terjadi di mesin pindai (x-ray) Gate D Bandara King Abdul Aziz (Jeddah) waktu silam. Ibu muda asal SOC-33 harus membongkar tas kabin miliknya karena membawa sejumlah hanger kawat. Saat petugas PPIH yang berada di lokasi kejadian akan membantu, dia menolak karena malu banyak pakai dalam di atas hanger yang disimpan di bagian paling bawah tas kabin. Gunting kuku juga masih menjadi benda ‘favorit’ yang menyebabkan tas jemaah harus dibongkar, meskipun sosialisasi larangannya telah terlalu sering disampaikan ke jemaah.

Kadaker Airport PPIH Arab Saudi Arsyad Hidayat mengatakan, seperti pada pemulangan gelombang satu dari Jeddah, umumnya jemaah masih mencoba-coba memasukkan barang-barang yang tak dibolehkan maskapai. “Seperti gunting, gunting kuku, dan barang berlebih,” kata dia di Bandara Amir Muhammad bin Abdulaziz, Ahad (9/9) dini hari.

Ia juga kembali mengingatkan, jemaah tidak membawa air zamzam baik dalam koper bagasi maupun kabin. Mereka nantinya akan dibagikan zamzam setibanya di debarkasi di Tanah Air. “Kalau kita ketemu yang mencoba membawa zamzam baiknya diminum saja,” kata dia.

Barang-barang jemaah yang terpaksa ditinggal, menurutnya tak akan dikirimkan ke Tanah Air. Jika ada barang berharga, sejauh ini berhasil dikembalikan ke jamaaah sebelum terbang ke Tanah Air.

Pembongkaran tas jemaah kadang memakan waktu lama, Selain kendala bahasa jemaah rata-rata takut saat tasnya harus dibongkar. Andaikan jemaah haji taat dengan regulasi penerbangan, pasti mereka akan lebih enjoy dalam proses pemulangan. Pembongkaran tas dengan barang bawaan yang begitu berarti mestinya tidak terjadi karena pasti menghambat laju pemulangan jemaah haji. (mch/ab).

 

KEMENAG RI

Lebih dari 100 Jemaah Haji “Tanazul”

Madinah (PHU)—Lebih dari seratus jemaah diproses lebih cepat atau lebih lambat kepulangannya melalui mekanisme tanazul pada gelombang pertama pemulangan jemaah haji. Para jemaah yang ditanazulkan tersebut menderita berbagai penyakit.

Menurut Kordinator Tim Mobile Kesehatan Daker Airport, dr Rachmawanti Agustina, total 103 jamaah ditanazulkan melalui Bandara Kibg Abdul Aziz (KAA), Jeddah. Mereka diberangkatkan sepanjang masa pemulangan gelombang satu sejak 27 Agustus hingga 9 September ini.

Menurutnya, tiga jemaah sempat ditunda pemulangan lebih cepatnya. Kendati demikian, masuk lagi tiga permohonan tanazul baru yang akan berangkat sebelum pemulangan kloter terakhir pada Ahad (9/9) dini hari waktu Arab Saudi.

Tanazul adalah proses percepatan atau penundaan pemulangan jemaah individual. Alasan utamanya biasanya karena jemaah masih dalam perawatan medis. Para jemaah dipulangkan dengan kloter berbeda pada debarkasi yang sama tempat di mana mereka berangkat.

“Kebanyakan yang ditanazulkan memang sudah berisiko tinggi dari Tanah Air dan berusia tua,” kata Rachmawanti di Madinah, Sabtu (8/9) malam. Menurutnya, jemaah yang ditanazulkan ada yang mengidap demensia, menderita penyakit paru kronis hingga stroke.

Jemaah yang ditanazulkan biasanya mengambil kursi kosong dari kloter tertentu akibat anggota kelompok tersebut ada yang wafat atau masih dirawat di Saudi. Sepanjang pemulangan gelombang satu, kebanyakan jemaah tanazul bisa duduk dan hanya mengambil masing-masing kursi kosong kloter pemulangan. “Hanya dua jamaah yang harus dibaringkan,” kata Rachmawanti.

Sebelum pemulangan, kata dia, jemaah yang ditanazulkan diserahkan ke Tenaga Kesehatan Haji Daerah yang mendampingi masing-masiing kloter. Para jemaah tersebut kemudian dijemput keluarga di debarkasi untuk menjalani perawatan kesehatan lanjutan di Tanah Air.

Sejauh ini, dua jemaah masih dirawat di RS King Abdullah, Jeddah. Mereka akan terus diawasi perawatannya oleh petugas PPIH Arab Saudi untuk nantinya diputuskan penanganan selanjutnya. Ratusan jemaah lain masih dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah maupun RS Arab Saudi. Jika memungkinkan, mereka akan dievakuasi ke Madinah seiring dengan pemulangan jemaah berikutnya. (mch/ab).

 

KEMENAG RI

Pemulangan Jemaah Haji Gelombang Dua Dimulai

Jemaah haji Indonesia mulai menjalani fase pemulangan gelombang II dari Bandara Prince Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah pada Ahad (9/9/2019) dini hari. Kloter 41 Debarkasi Jakarta-Bekasi jadi yang pertama terbang ke Tanah Air.

Sebanyak 410 jemaah berangkat dalam rombongan tersebut. Menurut Kepala Seksi Pelayanan Kedatangan dan Pemulangan Daker Airport Muhammad Syarif, rombongan tersebut diberangkatkan dari dua hotel di Madinah secara bersamaan pada Sabtu (8/9) pukul 20.30 waktu setempat. Mereka akan bertolak ke Tanah Air pada Ahad (9/9) pukul 4.30 dini hari dengan penerbangan Saudia Airlines.

Setelah kloter tersebut, akan dipulangkan Kloter 38 Debarkasi Surabaya (450 jemaah) dengan pesawat yang berangkat setengah jam kemudian. Lalu menyusul Kloter 30 Debarkasi Jakarta-Pondok Gede (376 jemaah) pada pukul 5.30.

Sebanyak 17 kloter dipulangkan pada hari pertama pemulangan gelombang pertama tersebut. Sedikitnya 7.000 jemaah akan dipulangkan dari Bandara Madinah pada hari ini.

Pada waktu bersamaan, di Bandara King Abdulaziz Jeddah juga berangkat kloter terakhir pemulangan gelombang pertama pada Ahad (9/9) dini hari. Sampai dengan pukul 01.30 WAS sebanyak 5 kloter.

“Ada 1.916 orang terdiri dari jemaah haji 1.891 orang dan petugas kloter 25 orang,” ujar Syarif.

Secara keseluruhan pemulangan jemaah haji gelombang satu dari Jeddah telah melayani 218 kloter. Total ada 88.944 penumpang dengan rincian jemaah haji 87.853 orang dan petugas kloter 1.091 orang. (mch/ab).

KEMENAG RI

Pemerintah Waspadai Penyakit yang Terbawa Jamaah Pasca-Haji

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dr. Anung Sugihantono, menyambut kedatangan jemaah haji kloter 16 JKG di Asrama Haji Pondok Gede, 4 September lalu.

Pada kesempatan tersebut, Dirjen P2P didampingi Kakanwil Kemenag Provinsi DKI Jakarta, Kepala KKP Kelas I Soekarno Hatta, Direksi RS Haji Jakarta dan Petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Haji JKG.

Anung mengatakan, pemerintah telah memberikan pelayanan, pembinaan dan perlindungan yang sebaik-sebaiknya kepada jamaah haji, semua itu dilakukan agar jamaah haji Indonesia terjamin kebutuhannya dari semua bidang, termasuk bidang kesehatan.

Anung menegaskan bahwa petugas kesehatan telah membagikan Kartu Kewaspadaan Kesehatan Jamaah Haji (K3JH), agar apabila jemaah haji mengalami sakit demam, batuk, dan sesak dalam 14 sejak kedatangan di tanah air, segera berobat ke puskesmas terdekat dengan membawa K3JH tersebut.

Dalam hal ini, pemerintah mewaspadai berbagai penyakit dialami jamaah akibat terbawa pascahaji.

“Pemerintah mewaspadai berbagai penyakit yang kemungkinan terbawa oleh jamaah haji antara lain MERSCoV, Meningitis, Kolera, dan lain lain,” jelas Anung.

Setiap jamaah haji Indonesia telah dibekali Kartu Kewaspadaan Kesehatan Jemaah Haji (K3JH) sejak di Tanah Air yang berfungsi sebagai alat deteksi dini kesehatan.

Setelah yang bersangkutan tiba di Tanah Air dari Arab Saudi melaksanakan ibadah haji, sesampainya di Bandara, satu lembar dokumen K3JH diambil oleh petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Embarkasi, kemudian satu lembar lagi dipegang jamaah.

Menurutnya, bila ada tanda-tanda pernapasan yang berat, batuk, demam di atas 38 derajat celcius, jamaah haji diimbau segara menghubungi Puskesmas terdekat untuk memeriksakan diri.

Bila tidak ada tanda-tanda gejala penyakit menular seperti di atas, jamaah haji kembali ke rumah dengan dinyatakan sehat. Namun, jika terbukti melalui pemeriksaan terdapat gejala penyakit menular di atas, seperti Mers-COV, akan dilakukan pengambilan sampel dahak.

‘Apabila hasilnya positif akan dilakukan isolasi, selanjutnya dilakukan penyelidikan epidemiologi di lingkungan keluarga bersangkutan dan teman selama perjalanan untuk mengetahui penularan kepada pihak lain dan mengetahui penyebabnya.

Selanjutnya, bila hasil laboratorium negatif, jamaah diperbolehkan kembali ke rumah. Masa deteksi dini K3JH berlaku selama 14 hari sejak kepulangan dari Tanah Suci.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengatakan bahwa fase Armina pasca-Armina ini perlu diwaspadai.

“Biasanya jamaah yang sudah selesai berhaji mengalami penurunan daya tahan tubuh karena malas makan,” kata Menteri Kesehatan Nila Moeloek melalui keterangan yang diterima Okezone, Senin (27/8/2018).

Guna menekan risiko sakit pada jamaah haji pasca-Armina, tugas tim medis, khususnya di kloter (TKHI) dan pada jamaah, harus lebih ditingkatkan.

Terkait hal ini, Menkes Nila Moeloek menyampaikan tiga pesan kepada TKHI dan jamaah haji.

Pertama, TKHI diminta meningkatkan early diagnostic terhadap jamaah di pondokan kloter masing-masing, terutama usai puncak ibadah haji.

“Waspada terhadap jamaah pascarawat di KKHI atau RSAS, terutama yang mengidap penyakit kardiovaskuler dan memastikan intake yang cukup pada jamaah sakit karena pasca armina kondisi ini menjadi risiko yang dapat menyumbang angka kematian tinggi,” kata Menkes Nila.

Kedua, jamaah gelombang 1 diimbau menjaga kesehatan dan kebugaran karena akan kembali ke Tanah Air. Begitu juga dengan jamaah gelombang 2 yang masih akan ke Madinah untuk beribadah di sana.

Ketiga, jamaah haji diimbau mengatur aktivitas, jangan berlebihan dan sesuai prioritas. “Tetap menjaga waktu istirahat dan menjaga asupan makannya,” pesan Menkes Nila.

Ia berharap perilaku hidup sehat yang sudah dijaga sebelum Armina tetap dipertahankan. Caranya dengan menjaga pola makan, rajin minum, dan cukup istirahat.

OKEZONE

Pemulangan Haji Gelombang Satu Hampir Berakhir

-Pemulangan jemaah haji gelombang pertama memasuki hari-hari terakhir. Menurut data Siskohat pada Jumat (7/9/2018) pukul 10.30 WAS telah dipulangkan melalui Bandara King Abdulaziz, Jeddah sebanyak 191 kloter ke Tanah Air. Jumlah jemaah haji 77.335 orang, jumlah petugas kloter 956 orang dan totalnya 78.291 orang.

Menurut Kasi Pelayanan Kedatangan dan Pemulangan Jemaah Daker Airport, Muhammad Syarif, sepanjang Jumat (7/9) hingga malam hari, sebanyak 18 kloter diberangkatkan ke masing-masing debarkasi haji.

“Jumlah yang berangkat hari ini 18 kloter,” ujar Syarif.

Sehari sebelumnya, dari Bandara berangkat sebanyak 19 kloter atau 19 penerbangan. Terdapat 7.536 jemaah, 95 petugas yang menyertai jemaah sehingga totalnya 7.631 orang.

Keseluruhan jemaah haji reguler 203.351 orang tiba di Tanah Suci pada musim haji ini. Dari jumlah itu, sebanyak 87.863 orang tiba dalam gelombang pertama di Bandara Prince Muhammad bin Abdulaziz, Madinah.

Jemaah gelombang pertama kedatangan itu pula yang akan pulang ke Tanah Air lebih dahulu melalui Jeddah secara bertahap hingga 9 September nanti. Kloter jemaah haji gelombang satu yang dipulangkan melalui Bandara King Abdul Aziz mencapai 218 kloter.

Informasi jemaah haji wafat sampai dengan Jumat (7/9) siang mencapai 298 orang. Angka itu terdiri dari jemaah haji reguler 280 orang dan jemaah haji khusus 18 orang. (ab/ab).

KEMENAG RI

Kisah Pilu Jamaah Haji Palestina

Jamaah haji asal Palestina bersyukur bisa menjalankan rukun Islam yang kelima di Tanah Suci. Mereka berterima kasih atas sambutan pihak berwenang Arab Saudi terhadap jamaah Palestina.

Jamaah haji Palestina bernama Salih Yassin membagikan kisah memilukan yang dialami di Tanah Airnya. “Jalur Gaza hanya penjara sepanjang 64 kilometer persegi,” kata dia.

Pria berusia 69 tahun itu mengatakan salah satu jalan keluar dari Gaza adalah melalui persimpangan Mesir. Ia menyebut keberhasilannya sampai ke Tanah Suci adalah takdir karena usaha yang tak pernah menyerah.

Yassin mengatakan mendapat ujian memilukan dari Tuhan. Sebab, ketiga putranya harus berpulang terlebih dahulu karena bentrokan di Palestina.

Yassin mengisahkan, kematian pertama putranya berawal dari serangan Israel ke Gaza sebelum Januari 2009. Seminggu setelah agresi itu, Yassin sedang sarapan dengan istrinya di rumah.

Sementara putra-putranya berada di rumah tetangga. Saat itu, tiba-tiba terdengar suara ledakan yang mengguncang kawasan rumahnya.

Istri Yasin mencoba melihat situasi di luar rumah. Namun, istrinya malah menemukan tubuh salah satu putranya yang bernama Abdurrahman hancur.

“Tubuhnya hancur berkeping-keping, tersebar di mana-mana,” kata Yasin dengan berurai air mata.

Setahun kemudian, pada Hari Raya Idul Adha, iman keluarga Yassin kembali diuji. Hari itu dia kehilangan dua anaknya sekaligus dalam sebuah serangan, Islam (35 tahun) dan Mohammed (20). Islam merupakan ayah tiga putra dan dua putri. Sementara Mohammed belum berkeluarga.

“Di pagi hari, seluruh keluarga berdandan. Islam dan Mohammed tampak seperti laki-laki sejati,” ujar Yassin.

Namun, berita buruk datang beberapa menit usai adzan Maghrib. Kabar mengatakan mobil yang ditumpangi kedua anaknya itu diledakkan oleh roket Israel di Jalan Al-Nafaq di Gaza.

Yassin langsung pergi ke Rumah Sakit Al-Shifaa, tempat anak-anaknya dirawat. Namun, ia sangat terkejut mengetahui anaknya Mohammed sudah meninggal dunia.

“Ketika kami sampai di rumah sakit, Islam masih bernafas, hanya beberapa menit sebelum dia menghembuskan nafas terakhirnya,” kata dia.

Meskipun berduka, sebagai seorang Muslim, Yassin menerima cobaan dari Allah itu dengan lapang dada. Dia yakin ketiga putranya meninggal di jalan Allah SWT.

“Allah telah berfirman: ‘Dan jangan pernah berpikir mereka yang telah terbunuh di jalan Allah telah mati. Mereka hidup, menerima rezeki dari Tuhan’,” ujar dia.

Yassin meyakini Allah SWT akan menyatukan keluarganya di surga-Nya. Yassin merasa bahagia bisa datang ke Tanah Suci untuk berhaji, dan memuji layanan pemerintah Saudi.

“Saya beruntung tahun ini bisa bergabung dengan program Raja Salman untuk melakukan ritual haji,” kata dia.

Ia memuji layanan khusus Raja Salman untuk berhaji. Menurut dia, Amerika dan negara lain di dunia tidak dapat menyediakan layanan yang sebanding dengan ibadah haji. Yassin mengatakan pernah berhaji pada 1974. Karena itu, dia merasa takjub dengan peningkatan besar di Saudi.

“Situs-situs suci telah sepenuhnya berubah. Proyek-proyek besar, termasuk tenda Mina, jembatan Jamarat, bangunan, kebersihan dan kereta, semuanya membanggakan,” ujar dia.

Jamaah lainnya, Yusuf Abu Tair (62) menceritakan istrinya dibunuh oleh seorang tentara Israel pada 2016. “Dia sedang berdiri di pintu untuk masuk ke rumah. Kemudian seorang tentara Yahudi memanggilnya, tetapi dia mengacuhkan. Saat tak ada respons, mereka menembak dia,” kata AbuTair.

AbuTair menganggap layanan yang disediakan pemerintah Saudi melampaui harapannya. “Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman untuk semua layanan dan bantuan yang mereka tawarkan kepada kami,” ujar dia.

REPUBLIKA

Hujan Besar di Makkah, Badai Debu Landa Jeddah

Setelah kota Makkah dikabarkan hujan besar pada Rabu (5/9/2018) malam, badai debu kini melanda kota Jeddah, termasuk kawasan Bandara King Abdul Aziz (KAA). Debu pekat berwarna kecoklatan cukup mengganggu pandangan dan pernafasan.

Di jalanan kota Jeddah jarak pandang mulai berkurang. Akibat debu, nyala lampu penerangan jalan yang biasanya terang benderang, kini terkihat cukup redup. Laju kendaraan juga harus berkurang karena jarak pandang.

Kepala Daerah Kerja Airport Arsyad Hidayat memberikan beberapa pesan khusus atas cuaca terkini di Jeddah.

“Kepada jmh haji yang baru tiba di bandara Jeddah dan akan meninggalkan Arab Saudi harus tetap waspada terhadap badai debu yang menyerang kota Jeddah dengan selalu memakai masker,” kata Asryad di Bandara KAA Jeddah, Rabu (5/9) jelang tengah malam.

Arsyad juga meminta jemaah memeriksakan diri ke Pos Pelayanan Kesehatan bandara jika terjadi gangguan kesehatan.

“Bila jemaah merasakan keluhan seperti gangguan pernapasan dan lain-lain segera minta perawatan,” imbuhnya.

Karena faktor cuaca sangat gelap dan jarak pandang sangat pendek, Arsyad meminta para pengemudi bus tetap berhati-hati dalam mengendarai kendaraannya.

“Harus lebih hati-hati supaya terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan,” pinta Arsyad.

Dia juga meminta para petugas Daker Airport membantu membagikan masker kepada jemaah yang baru tiba. Selain itu para petugas juga tetap diminta menjaga kondisi fisik agar tetap bisa bertugas sampai akhir.

“Semua harus menjaga kebugaran, masa tugas kita masih 21 hari lagi,” pungkasnya. (ab/ab).

 

KEMENAG RI