Sudahlah, Nikah Resmi Saja…

Kontroversi peluncuran situs nikahsirridotcom terus berlanjut. Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag) Muhammadiyah Amin menilai persoalan situs pengelolaan nikahsirridotcom sebagai pembelajaran tentang arti penting pernikahan resmi dan tercatat negara. Kemenag pun mengapresiasi aparat kepolisian yang sigap menutup situs dan menangkap pelaku di balik nikahsirridotcom ini.

Namun, kata Amin, persoalan nikah siri di Indonesia bukan sekadar soal situs nikahsirridotcom, yang mengumbar keperawanan. Tapi, anjuran mencatatkan pernikahan secara resmi pada negara. Karena sejatinya, nikah sirri sama halnya dengan poligami, sah menurut agama.

“Tapi ini bukan berarti harus tertutup atau dilelang. Tetap harus ada wali, saksi, pasangan laki-perempuan, ijab dan qabulnya benar serta tercatat di buku nikah negara,” ujar Amin, Selasa (26/9).

Dirjen Bimas Islam tidak menampik banyak pihak yang berlindung dengan alasan nikah siri, untuk niatan lain, seperti zina, perkawinan anak, maupun poligami secara diam-diam. Padahal, poligami dalam agama Islam dibenarkan selama syaratnya terpenuhi dan tidak ditutup-tutupi.

Menurut Amin, tata cara pernikahan sudah diatur secara rinci oleh fikih dan hukum positif dalam UU No 1 Tahun 1974 tentang Pernikahan. Ia mengimbau kepada masyarakat agar melaksanakan pernikahan dengan tata cara yang telah diatur oleh hukum positif sebagaimana UU Perkawinan melalui KUA Kecamatan. “Catatkan peristiwa nikah di KUA agar para pihak yang terlibat dilindungi oleh hukum,” saran Amin.

Amin mengajak untuk menjauhi pernikahan tidak tercatat karena dapat merugikan perempuan dan anak-anak hasil pernikahan itu. Lembaga perkawinan sangat mulia dan dihargai semua agama, untuk itu sudah sepatutnya pernikahan dilaksanakan dengan tata cara dan spirit yang benar. Apalagi, lanjut Mantan rektor IAIN Gorontalo ini, layanan nikah di KUA saat ini sangat mudah dan transparan.

Ia mengungkapkan tidak ada biaya jika nikah dilaksanakan di kantor KUA. Jika dilaksanakan di luar KUA dan di luar jam kerja, biayanya Rp 600 ribu dan disetor langsung ke bank persepsi. “Jadi jangan berpikir bahwa biaya nikah mahal, lalu melakukan nikah sirri,” kata Amin.

 

REPUBLIKA

Takut Miskin karena Menikah, Maka Pertanyakan Keimananmu !!!

“Dan kawinkanlah orang orang yang sendirian di antara kamu, dan orang orang yang layak (berkawin) dari hamba hamba sahayamu yang lelaki dan hamba hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karuniaNya. Dan Allah Maha Luas pemberianNya lagi Maha Mengetahui” Begitulah janji Allah dalam QS An Nuur :32) , pada anda yang mau menikah, Anda pasti kaya!

Imam Al Qurtubi, mengatakan , ayat tersebut mengandung makna, bahwa jangan biarkan kemiskinan seorang laki laki dan seorang wanita menjadi sebuah alasan untuk tidak menikah semata semata meperoleh ridha Allah dan mencari tempat perlindungan dari ketidak patuhan padaNya, Allah akan memampukannya dan Allah akan mengkayakannya. Ayat itu merupakan bukti bahwa menikah itu tidak pandang bulu. Anda diperbolehkan menikahi orang miskin. Karena itulah, tidak seharusnya anda berkata, “ Bagaimana aku akan menikah jika aku tidak punya uang?” atau berkata, “ Susah sekali jika aku menikahi orang miskin, jangan jangan aku akan menjadi semakin miskin?’ jangan pernah berkata dan berfikiran seperti itu. Mengapa? Sebab rizki telah dijanjikan oleh Allah, dan makanan pun telah dijamin oleh Allah.

Merujuk pada pemaparan pemaparan tersebut, tidak sepatutnyalah kita takut menikah hanya karena kita miskin, justru saat miskin itulah kita harus berani menikah. Bismillah !!!

Menikah karena Allah , niscaya Allah menjamin kehidupan kita. Lihatlah betapa Rasulullah menunjukan kepada kita bahwa kemiskinan bukanlah penghalang buat menikah. Buktinya ? beliau berani menikahkan seorang perempuan yang datang kepada beliau dengan seorang lelaki miskin yang tidak mempunyai apa apa selain pakaian yang melekat di tubuhnya.

Hal ini penting saya tekankan, lantaran kebanyakan faktor orang takut menikah karena mereka miskin, sehingga dengan menikah, mereka mengira akan semakin miskin dan susah hidupnya. Padahal, Allah berkata lain, justru dengan menikah  Dia akan mengayakan dan memampukan kita.

Coba pahami dan resapi perkataan sahabat Nabi di bawah ini, kalau kalian masih takut miskin karena menikah, maka pertanyakan keimananmu !!!

“ Patuhilah Allah dalam apa apa yang Dia telah perintahkan padamu untuk menikah. Dia akan memenuhi janjiNya untuk membuatmu kaya.” (Abu Bakar Ash Shiddiq)

“ Carilah kekayaan lewat pernikahan ! aku tidak pernah melihat sesuatu yang lebih aneh daripada seorang laki laki yang tidak mencari kekayaan lewat pernikahan. Padahal Allah telah menjanjikan “…Jika mereka miskin, maka Allah akan mengumpulkan mereka dengan karuniaNya “(Umar bin Khattab)

“Temukanlah kekayaan dengan menikah.” (Abdullah bin Mas’ud)

Jadi, wahai hamba Allah ! Apakah sekarang masih ada lagi yang menghalangi anda untuk menikah? Bukankah janji Allah ini tidak cukup bagi anda?

(Anif  sirsaeba)- berani kaya, berani takwa-Republika

Bila satu isteri belum cukup bagimu, bila memang itu kebutuhanmu, maka nikahlah dengan 2, 3, dan 4 Isteri. Adillah dalam menjalankannya, maka kalian akan lebih diberikan karuniaNya dan lebih kaya insyaAllah dari sebelumnya. Wallahu Alam.

 

sumber: Era Muslim

Foto: Tempo.co