Tidak Beriman Orang yang Tidak Amanah

DALAM fabelnya, La Fontaine pernah bercerita. Singa, sang raja rimba sakit parah dan sekarat. Untuk mencari penyebabnya, digelar pengadilan agar tahu siapa sebenarnya yang bersalah dalam hidup, dan karma buruknya menimpa sang raja rimba.

Satu persatu pembesar mengaku salah, dan pengadilan memutus mereka tak bersalah. Hingga giliran seekor keledai yang mengaku memakan rumput di kebun binatang lain karena kelaparan yang sangat.

“Nah, dialah yang bersalah dan tuahnya menyebabkan baginda sakit!” kata para hakim binatang itu menuding sengit. Keledai pun dikorbankan untuk menyelamatkan kerajaan binatang dari bencana. La Fontaine mengakhiri ceritanya dengan satu kuplet, “Bagaimana keadaan Anda, kuat atau lemahlah, yang menentukan hitam putih Anda di mahkamah.”

Tampaknya, mahkamah seperti itulah yang sedang hidup di dunia kita saat ini. Mahkamah yang mengedepankan kekuasaan di atas keadilan; yang hakim-hakimnya memihak pemilik kekayaan dan penggenggam kekuasaan, seraya menjebloskan ke penjara orang-orang kecil tanpa dosa.

Para hakim yang menghukum pencuri uang negara ribuan juta sama dengan hukuman mereka yang terpaksa mengambil karena tangisan lapar anak-anaknya. Padahal seorang hakim mengemban amanah, dan Nabi dengan pahit menegaskan,” La imana liman amanatalah, tidaklah beriman orang yang tidak amanah.”

Karena itu, seyogianya para penegak hukum adalah orang-orang yang sudah dewasa. Orang-orang berpengetahuan jauh lebih dalam dan luas. Yang mampu melihat persoalan tak hanya semata rentetan kalimat-kalimat hukum yang kaku dan kering. Bukan seorang malas yang telah kehilangan nuraninya.

 

MOZAIK

Terlalu Murah, Biaya Umrah First Travel Tak Realistis

Biaya umrah yang sangat murah diperkirakan jadi faktor penyebab banyaknya jemaah memilih jasa PT First Anugerah Karya Wisata (First Travel). Namun biaya yang ditetapkan oleh First Travel memberangkatkan seseorang ke Tanah Suci untuk umrah itu dinilai terlalu murah.

First Travel memasang tarif umrah paling murah Rp14,5 juta per orang.

Ketua Himpunan Penyelenggara Haji dan Umrah (HIMPUH) Baluki Ahmad menganggap biaya itu tidak realistis. Untuk layanan standar saja, uang sejumlah itu sebenarnya tak mencukupi.

“Kalau sekadar berangkat dengan Rp19 juta ya bisa, tapi itu masih tidak terlayani dengan baik,” ujar Baluki dalam sebuah diskusi di bilangan Cikini, Sabtu (12/8).

Baluki mengatakan, biaya layanan umrah yang normal berkisar di angka Rp21 juta hingga Rp23 juta. Biaya tersebut sudah menutup kebutuhan pembimbing, pelayanan hotel yang bagus, transportasi, dan lainnya. “Jadi tidak asal berangkat, kan orang mau nyaman berangkatnya.”

Ayu, seorang jemaah dari First Travel yang gagal berangkat, mengaku sudah merogoh Rp14,5 juta dikali empat orang secara tunai pada Juli 2015 silam. Beberapa kali dijanjikan berangkat, hingga saat ini Ayu belum menginjakkan kaki ke Tanah Suci.

Ayu yang berasal dari Tangerang mengaku mengetahui First Travel dari teman kantornya yang juga seorang agen di sana. Mendengar sepak terjang First Travel dari kawannya itu, ia akhirnya memutuskan umrah memakai jasa mereka.

“Tertarik karena testimoni dan harga yang terjangkau,” ucap Ayu melalui sambungan telepon.

Akibat ketidakjelasan pengelola, ditambah penangkapan bos First Travel, Ayu tak lagi percaya dengan janji-janji yang diumbar. Ia hanya mau uangnya dikembalikan.

Aldwin Rahardian, kuasa hukum korban penipuan First Travel, menyatakan sebagian besar mereka yang terbuai janji First Travel kini berpikir seperti Ayu. Mereka kebanyakan tak lagi peduli dengan janji penjadwalan ulang keberangkatan oleh First Travel.

“Rata-rata fokus refund saja. Mereka [para korban] sudah memberikan data ke kita dan kuitansi pembayarannya,” ujar Aldwin memaparkan. (rsa)

 

CNN INDONESIA

Luar Biasa, Betapa Tegarnya Keluarga Ini

DI masa awal Islam, terdapat sebuah keluarga kecil dan miskin yang terdiri dari empat individu; semuanya Muslim.

Mereka bertahan dalam menghadapi berbagai macam bentuk siksaan dari kaum musyrik Quraish dengan cara yang amat menakjubkan.

Keempat sosok pribadi tegar itu adalah Yasir dan Sumayyah (suami-istri) beserta kedua anaknya, Ammar dan Abdullah.Yasir begitu tegar dalam menghadapi cambukan bertubi-tubi musih. Tapi, dia tetap memilih Islam hingga hembusan nafasnya yang terakhir.

Istrinya, Sumayyah, juga tetap tegar dan bertahan dalam menghadapi siksaan. Hidup perempuan lanjut usia itu berakhir di tangan Abu Jahal. Laki-laki durjana itu mendaratkan pukulan di perutnya. Akhirnya, dia mereguk kesyahidan.

Selain melakukan penyiksaan jasmani, Abu Jahal juga melakukan penyiksaan ruhani. Dia berkata kepada wanita tua yang bungkuk itu,

“Engkau beriman kepada Muhammad bukan karena Tuhan, tapi karena terpesona pada ketampanan Muhammad dan jatuh cinta padanya.”

Sementara itu, Abdullah juga harus menghadapi berbagai macam siksaan. Tapi sama seperti orang tuanya, dia tetap tegar dan pantang menyerah.

Ammar pun tak luput dari siksaan kaum musyrik Quraisy. Dia ditelentangkan di atas padang pasir di tengah terik matahari, tanpa busana. Kemudian, dipakaikan di tubuhnya sebuah baju besi lalu dibaringkan di kerikil Mekkah yang panasnya seperti batu membara, sehingga gelang-gelang baju besi itu menusuk ke kulitnya.

Kaum musyrik Quraish berkata padanya, “Tinggalkan Muhammad dan sembahlah berhala Latta dan Uzza.” Tapi dia tetap tegar dan tabah dalam menghadapi semua itu, dan sama sekali tak menyerah.

Tubuh Ammar dipenuhi luka dan bekas sundutan api, sehingga tatkala Rasulullah melihatnya, seakan-akan dia menderita penyakit belang.

Bekas siksaan itu terdapat pada wajah, tangan, dan sekujur tubuhnya.

Kepada keluarga mulia ini, Rasulullah bersabda, “Bertahanlah wahai keluarga Yasir, bersabarlah! Kelak, tempat kalian di surga.”

 

MOZAIK

Gareth Bryant Temukan Hidayah Ketika Masih Belia

Gareth Bryant, merasa begitu beruntung menerima cahaya Islam ketika masih belia. Dia menyatakan diri sebagai seorang Muslim pada usia 15 tahun. Bryant masih ingat betul momentum paling berharga baginya itu terjadi, tepat pada 27 Desember 1996 atau 16 Sya’ban 1416 Hijiriah. “Saya masih duduk di bangku kelas satu SMA,” ujar Bryant membuka kembali kisah perjalanan rohaninya.

Kini dia begitu yakin, hidayah Islam tidak mengenal batasan umur. Jika Allah SWT berkehendak, dia bisa menghampiri seseorang kapan pun, baik saat muda maupun tua. Karenanya, Bryant merasa begitu beruntung menerima cahaya Islam ketika masih belia.

Sebelum menjadi mualaf, Bryant dididik dan dibesarkan sebagai seorang Kristen oleh keluarganya. Kendati demikian, dia mengaku tidak pernah memercayai Yesus (Isa AS) sebagai anak Allah. Akal dan hatinya tidak pernah dapat menerima konsep keyakinan semacam itu. Setiap kali Bryant menanyakan landasan teologis Yesus dalam ajaran trinitas, dia selalu memperoleh jawaban yang “tumpul”. Pada akhirnya, dia meninggalkan agama Kristen sama sekali.

Lalu, dia mulai melakukan pencarian sendiri dan mempelajari konsep keimanan dalam agama-agama lain. “Misinya untuk melihat mana jalan yang benar sesungguhnya,” katanya.

Meninggalkan konsep ketuhanan yang diterima sejak kecil, tak lantas membuat Bryant menjadi ateis. Dia tetap meyakini keberadaan Sang Pencipta. Adapun yang dia butuhkan ketika itu hanyalah pengetahuan yang benar tentang Tuhan itu sendiri. Bryant terus membaca lebih banyak lagi referensi mengenai berbagai macam agama. Sampai akhirnya dia memperoleh informasi tentang Islam.

Ironisnya, kata Bryant, ini merupakan agama yang terakhir yang dia selidiki. Bryant mengaku semakin banyak membaca literatur tentang Islam, dia menemukan bahwa agama ini berisi semua jawaban atas semua pertanyaannya selama ini. “Setelah rasa dahaga intelektual saya terpuaskan, saya pun memutuskan untuk menerima Islam dan menjadi Muslim sejak saat itu,” ujarnya mengenang.

Ketika memutuskan menjadi mualaf, Bryant mengaku menghadapi pertentangan keras dari orang-orang di sekelilingnya.Terutama, dari keluarganya yang tidak siap menerima keislamannya tersebut. Bahkan, ibunya sempat mengancam akan mengusir Bryant dari rumah dan mengirimnya ke panti rehabilitasi sosial.

Tidak sampai di situ saja, Bryant terus-menerus diejek oleh teman-teman sekelasnya. Dia juga kerap dibully oleh orang-orang di sekitar lingkungan tempat tinggalnya. Akan tetapi, Bryant benar-benar tidak memedulikan semua itu.

Keyakinannya terhadap Islam justru semakin kokoh. Dia tetap dalam pendirian bahwa Islam bentuk kasih sayang paling sempurna dari Sang Pencipta. Allah SWT yang memandu langkahnya untuk menjadi seorang Muslim. “Saya sudah membuat keputusan, Islam adalah kebenaran dan saya perlu memilikinya,” ujar pria yang juga sarjana ilmu politik lulusan Touro College, New York, AS, itu. n ed: nashih nashrullah

Kisah Bryant menemukan hidayah itu sudah 18 tahun berlalu. Hari ini, dia telah terbiasa menjalani hidup dalam Islam. Sejak 2007 sampai sekarang, Bryant terlibat aktif sebagai anggota komunitas Islamic Center di New York University.

Bryant juga merupakan salah satu pendiri Da’wah Unlimited Alliance (DUA), sebuah organisasi nonprofit yang didirikan di Brooklyn, New York, pada 2000 silam. “Organisasi ini memiliki komitmen untuk memberikan pemahaman yang benar tentang Islam dan Muslim kepada masyarakat umum,” ujarnya.

Selain itu, Bryant juga dipercaya menjadi juru bicara Muslims Giving Back, sebuah komunitas nirlaba yang didedikasikan untuk mengatasi kelaparan di Amerika Serikat. Pria keturunan Afro-Amerika ini pun terdaftar sebagai anggota eksekutif Young Muslims USA, salah satu organisasi pemuda Islam AS yang berdiri sejak 1995.

Meski sudah menjadi Muslim sejak usia remaja, keinginan Bryant untuk terus mendalami Islam tidak pernah pudar. Sejak 2000-2006, dia mempelajari studi-studi Islam dan bahasa Arab di bawah bimbingan Siraj Wahhaj—yang merupakan pimpinan Aliansi Muslim Amerika Utara (MANA).

Bryant juga memperoleh pengetahuan tentang Ushul Fikih dari ulama AS sekaligus pendiri Foundation for Knowledge and Development (FKAD), Shakiel Humayun. Di bidang sirah dan sabda Nabi Muhammad SAW, dia berguru kepada Abdul-Rahman Khan, anggota eksekutif Dewan Fiqih Amerika Utara.

Di samping bergelut dengan segudang kegiatan tersebut, Bryant juga bekerja sebagai staf pengajar di almamaternya, Touro College. Lelaki yang kini berusia 34 tahun itu pun dipercaya menjadi instruktur studi-studi Islam dan Arab di Islamic Learning Foundation (ILF), Queens, New York. Gareth Bryant menaruh minat yang besar terhadap sastra dan puisi. Di laman blog pribadinya, garethbryant. wordpress.com, dia aktif menulis syairsyair Islami tentang alam, perjalanan, kesadaran, dan cinta.

Sebagai manusia biasa Briyant sadar bahwa dia merupakan seorang Muslim, penyair, penulis, pecinta, dan juga pejuang yang tak jarang disalahpahami seperti orang-orang lainnya di dunia ini. “Namun, saya masih terus berusaha untuk menikmati hidup,” tulis Bryant memberikan gambaran tentang dirinya.

 

REPUBLIKA

 

—————————————————————-
Download-lah Aplikasi CEK PORSI HAJI dari Smartphone Android Anda agar Anda juga bisa menerima artikel keislaman ( termasuk bisa cek Porsi Haji dan Status Visa Umrah Anda) setiap hari!

 

Pemaaf

ALHAMDULILLAH. Segala puji hanya milik Allah Swt. Semoga Allah Yang Maha Pemaaf, memberikan hidayah-Nya kepada kita sehingga kita

menjadi hamba-hamba-Nya yang selalu lapang dada dan bersih hati. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Allah Swt. berfirman,”Dan, tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan) dengan cara yang lebih baik. Maka tiba-tiba orang yang di antaramu dan dia ada permusuhan, seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.”(QS. Fushilat [41] : 34)

Memaafkan adalah sikap yang tidak ringan. Oleh karena itu, memaafkan hanya bisa dilakukan oleh pribadi-pribadi yang kuat sejati.

Kuat mengendalikan hawa nafsu, kuat mengontrol amarah dan meredam dendam. Memaafkan adalah kemampuan yang hanya dimiliki oleh orang beriman, karena ia yakin bahwa Allah pasti benar, membalas kejahatan dengan kebaikan justru akan membangkitkan kebaikan yang lebih besar lagi. Sebaliknya, membalas keburukan dengan keburukan hanya akan menimbulkan keburukan yang lebih besar lagi.

Rosululloh Saw. adalah suri teladan terbaik. Disakiti seperti apapun, hatinya senantiasa jauh dari dendam. Beliau senantiasa memaafkan dan membalasnya dengan kebaikan. Sehingga orang yang awalnya berbuat buruk, menjadi berbalik menjadi pengikut, mendapat hidayah, dan masuk kepada barisan orang-orang yang beriman.Maa syaa Allah.

Semoga kita termasuk hamba-hamba Allah Swt. yang memiliki kepribadian kuat, hati yang pemaaf, agar semakin besar kebaikan yang terbangun dan menjadi amal sholeh untuk kita.Aamiin yaa Robbal aalamiin.

 

Oleh : KH Abdullah Gymnastiar

[smstauhiid]

 

Nikmati Saja Apa Adanya

ADA orang yang mengeluh mengapa dirinya tak sama dengan yang lain, nasib keluarganya tak semujur orang lain, pekerjaannya tak seberuntung orang lain, pendidikannya yang selancar orang lain, proses karirnya tak semulus orang lain dan semacamnya. Sering kita dengar keluhan begini bukan?

Ada juga yang mengeluh mengapa nasib sial selalu menimpa dirinya, mengapa musibah selalu membuntutinya, mengapa ujian tak pernah menjauh darinya dan mengapa mengapa lainnya yang berupa keluhan atas ketidaknyamanan takdir. Lalu muncullah penilaian akan kehidupan ini sebagai sesuatu yang tak adil, Allah tidak adil dan takdir memang kejam.

Cobalah renungkan nasehat salah seorang terapis jiwa berikut ini:

“Jangan engkau iri akan seseorang karena adanya nikmat yang diberikan Tuhan kepadanya, karena engkau tak tahu apa saja yang telah Allah cabut darinya. Janganlah engkau bersedih karena musibah yang menimpamu, karena engkau tak tahu apa saja yang akan Allah berikan kepadamu karena musibah itu. Berikan kabar bahagia pada mereka yang sabar.”

Lembutnya nasehat ini. Ternyata hidup ini perlu dijalani tanpa mengeluh karena membanding-bandingkan nikmat yang kita terima dengan yang diterima orang lain dan tanpa mengeluhkan ujian dan musibah yang mendera kehidupan kita. Jalani biasa-biasa saja karena hidup ini sesungguhnya biasa-biasa saja. Jangan dibesar-besarkan dan jangan dikecil-kecilkan.

 

Oleh : KH Ahmad Imam Mawardi

 

—————————————————————-
Download-lah Aplikasi CEK PORSI HAJI dari Smartphone Android Anda agar Anda juga bisa menerima artikel keislaman ( termasuk bisa cek Porsi Haji dan Status Visa Umrah Anda) setiap hari!
—————————————————————-

Soal Penipuan Berkedok Umrah Lainnya, Polisi Tunggu Kemenag

Penipuan berkedok umrah laiknya First Travel, nyatanya bukan satu-satunya. Diduga ada empat jasa travel bodong lainnya yang juga melakukan penipuan kepada jemaah yang sangat ingin pergi umrah.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, pengawasan terhadap perusahaan jasa pengiriman jamaah ke tanah suci merupakan kewenangan Kementerian Agama (Kemenag). Sehingga, apabila disebutkan akan perusahaan lain yang diduga melakukan upaya penipuan terhadap masyarakat polisi harus menunggu perkembangan dari Kemenag.

“Ya nanti kita lihat perkembangannya karena sebetulnya pengawasannya sebetulnya dari kemenag itu masalah umrahnya, untuk keuangan ada di OJK,” ujar Setyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (14/8).

Namun, sambung dia, bila memang kemudian ditemukannya adanya dugaan tindak pidana, maka polisi bisa menindak lanjut travel-travel nakal tersebut. Polisi akan bekerja sama dengan kemenag dan OJK untuk menindak lanjutinya dan membawa Travel bodong tersebut ke ranah hukuman

“Polri melihat manakala terjadi pidana kaya kemarin itu, kita kerja sama dengan kemenag dan OJK, kita lakukan tindakan penegakan hukum,” kata Setyo.

Untuk diketahui, diduga ada empat Travel yang serupa dengan First Travel. Mereka menawarkan promo umrah murah di bawah standar kemenag hingga kemudian banyak masyarakat yang mengadukan karena tidak kunjung diberangkatkan. Saat ini kemenag telah mempersiapkan untuk mencabut izin operasi empat terduga travel umrah abal-abal.

 

REPUBLIKA

OJK: First Travel Harus Kembalikan Dana Jamaah

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan kepada biro penyelenggara jasa umrah, PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel, untuk segera mengembalikan uang ribuan calon jamaah umrah yang menjadi korban karena tak kunjung diberangkatkan. Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso di Bogor, Senin (14/8), mengatakan, izin operasional First Travel selama ini bukan berasal dari lembaganya, mengingat status First Travel yang merupakan biro perjalanan umrah.

Namun, OJK sebagai pengawas industri jasa keuangan sudah berkoordinasi dengan lintas kementerian, termasuk Kementerian Agama, untuk penanganan kasus ini. “Sudah ada masyarakat yang dirugikan dan ini sudah dilaporkan dan sudah diatasi secara hukum,” kata Wimboh.

OJK, kata Wimboh, tidak akan menyuntikkan dana untuk menangani kerugian yang diderita para jamaah. Kewajiban ganti rugi tetap harus dibayar First Travel. “Tidak ada (bail out), kita hanya bantu mengomunikasikan. Kan ini lagi proses identifikasi, investigasi. Kita tunggu saja lah nanti. Kalau dia (First Travel) punya duit, harus dibayar,” katanya.

Seperti diketahui, kepolisian sudah menangkap Andika Surachman dan Anniesa Desvitasari selaku direktur utama dan direktur First Travel. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka untuk kasus penipuan dan penggelapan, serta pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Kini Andika dan Anniesa telah ditahan di Rutan Polda Metro Jaya. Akibat perbuatannya, mereka terancam hukuman lebih dari 15 tahun penjara. Sebab, dari 70 ribu jamaah yang mendaftar ibadah umrah, 35 ribu orang tidak bisa berangkat.

Kementerian Agama juga sudah mencabut izin operasional First Travel sebagai penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU). Peraturan yang menjadi dasar sanksi itu adalah Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 589 Tahun 2017 per 1 Agustus 2017. Pencabutan izin dilakukan karena First Travel dinilai terbukti telah melanggar Pasal 65 huruf a Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji.

 

REPUBLIKA

Inilah Pengertian Mampu Terkait Pelaksanaan Haji

Salah satu syarat melaksanakan haji ke Mekah adalah mampu. Apakah yang dimaksud mampu dalam hal ini? Komisi Tetap untuk Riset Ilmiah dan Fatwa Kerajaan Arab Saudi pernah ditanya,

”Apakah yang dimaksud dengan mampu dalam pelaksanaan ibadah haji? Apakah pahalanya lebih besar ketika seseorang pergi menuju ke Makkah Al-Mukarramah, atau setelah ia kembali dari sana menuju tanah airnya?”

Komisi Tetap untuk Riset Ilmiah dan Fatwa memaparkan jawabannya sebagai berikut

Maksud mampu dalam ibadah haji adalah orang yang menunaikan ibadah haji sehat badannya, ada alat transportasi yang dapat membawanya menuju Baitullah Al-Haram (Masjidil Haram), baik berupa pesawat terbang, mobil, binatang atau biaya untuk itu, sesuai dengan keadaannya.

Di samping itu, orang yang menuaikan ibadah haji memiliki bekal yang cukup untuk pergi dan pulang serta untuk menafkahi orang-orang yang wajib ia nafkahi sampai kembali dari menunaikan ibadah haji, dan seorang istri harus ditemani oleh suami atau mahramnya dalam menunaikan ibadah haji atau umrah.

Adapun pahala hajinya, sangat bergantung pada tingkat keikhlasannya kepada Allah. Manasik haji yang ia kerjakan, sejauh mana ia mampu menjauhi hal-hal yang menghilangkan kesempurnaan ibadah haji, berapa harta yang ia keluarkan, kesungguhannya dalam beribadah, baik setelah kembali atau ketika berada di sana, atau meninggal dunia sebelum sempurna pelaksanaan haji atau sesudahnya.

Hanyalah Allah yang mengetahui keadaan seseorang, dan hanya Dia yang menentukan balasannya.

Kewajiban seorang mukallaf (yang dibebani hukum syariat) hanyalah beramal, menyempurnakan amalnya dan memperhatikan kesesuaiannya dengan syariat islam secara zhahir dan batin, seakan-akan dia melihat Tuhannya, meskipun ia tidak melihat-Nya, karena Allah pasti melihatnya.

Hendaknya ia tidak mencari-cari apa yang telah dia infakkan karena Allah, karena sesungguhnya Allah Maha Pengasih kepada hamba-hamba-Nya.

Sungguh, Allah Ta’ala melipatgandakan kebaikan untuk mereka dan memaafkan kesalahan mereka, dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan menganiaya seorang pun di antara hamba-hamba-Nya.

Kamu bertanggungjawab atas dirimu sendiri, maka biarkan apa yang menjadi milik Allah untuk Allah Yang Maha Bijaksana, Maha Adil dan Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Semoga Allah memberi hidayah-Nya kepada kita semua. Aamiin.

 

[Abu Syafiq/BersamaDakwah]

Carilah Rezeki yang Halal, Jauhi yang Haram (Bagian 3)

Sumaith Bin Ajlan mengatakan, “Wahai anak Adam, perutmu cuma satu jengkal, apakah kamu mau masuk neraka karena perut?”

Ibrahim bin Adham menuturkan, “Tidak akan memahami orang yang seharusnya dapat memahami, kecuali orang mengetahui apa yang masuk ke dalam perutnya.”

Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

أَجْمِلُوْا فِيْ طَلَبِ الدُّنْيَا فَإِنَّ كُلاًّ مُيَسَّرٌ لَهُ مَا كُتِبَ لَهُ مِنْهَا

“Baguskanlah dalam mencari dunia, karena setiap orang dimudahkan sesuai dengan apa yang telah dituliskan untuknya.” (HR. Al-Baihaqi).

Aisyah Radhiyallahu Anha pernah mengatakan,

“Kurangilah perbuatan dosa, sesungguhnya kamu tidak akan bertemu Allah dengan sesuatu yang lebih utama dari pada sedikit dosa.”

Wahai para hamba Allah, berhati-hatilah dan jangan tertipu!

Sesungguhnya tangan bisa dipotong gara-gara mencuri uang tiga dirham, orang merdeka dicambuk gara-gara minum setetes khamar, seorang wanita masuk neraka gara-gara seekor kucing dan mantel bisa berubah menjadi api yang membakar orang yang mengkhianatinya meskipun ia mati syahid.

Hendaklah kita senantiasa bersyukur atas semua rahmat dan karunia yang telah Allah berikan kepada kita. Jangan pernah silau oleh kekayaan dunia, karena semua itu akan sirna dan tidak akan dibawa mati.

Jangan pernah berharap untuk banyak harta, karena tidak semua orang yang mempunyai banyak harta akan taat kepada Allah dengan hartanya.

Berdoalah kepada Allah agar dikaruniakan harta yang dapat menunjang ketaatan kita kepada-Nya dan menegakkan agama-Nya.

Ya Allah, berilah kami pertolongan untuk melakukan yang halal, makan sesuatu yang halal dan minum sesuatu yang halal, wahai Yang Maha Penyasih lagi Maha Penyayang.

Ya Allah cukuplah yang halal bagi kami sehingga terjauh dari hal-hal yang diharamkan. Ya Allah, jadikanlah kami merasa cukup dengan karunia-Mu sehingga kami menjauhi segala sesuatu selain Engkau.

Ya Allah, berilah kami rezeki yang halal, yang baik dan diberkahi. Sungguh, hanya Engkaulah Yang Maha Memberi Rezeki dan Maha Luas karunia-Mu. Aamiiin Allahumma Aamiin ya Mujibassailiin.

Semoga bermanfaat bagi kita semua.

 

[Abu Syafiq/BersamaDakwah]