Rezeki Tertahan karena Maksiat

Dosa yang dilakukan seseorang dapat berpengaruh terhadap rezeki yang Allah berikan kepadanya. Allah menahan rezeki orang-orang yang berbuat maksiat.

Allah subhaanahu wa taaala berfirman: “Jikalau penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi.” (QS Al-Araf : 96)

“Dan sekiranya ahli kitab beriman dan bertakwa, tentulah kami tutup (hapus) kesalahan-kesalahan mereka dan tentulah kami masukkan mereka kedalam surga-surga yang penuh kenikmatan. Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat dan Injil dan (Al-Quran) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhan-nya, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas dan dari bawah kaki mereka.” (QS Al-Ma-idah: 65-66)

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya dia akan mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS Ath-Thalaq: 2-3)

Ayat-ayat di atas menunjukkan kaitan yang besar antara rezeki seseorang dengan ketakwaannya kepada Allah subhanahu wa taala. Orang yang berbuat maksiat kepada Allah bukanlah orang yang bertakwa kepada-Nya. []

 

 

– See more at: http://mozaik.inilah.com/read/detail/2283974/rezeki-tertahan-karena-maksiat#sthash.nkh65yhH.dpuf

Bahagia Tak Layak Jika Dinikmati Sendirian

BAHAGIA itu belum layak dinamai bahagia kecuali ada satu atau lebih orang lain yang ikut berserikat dalam kebahagiaan itu. Bahagia sendirian itu lebih layak disebut arogansi, kesombongan dan eksklufisme diri yang di dalam ilmu kejiwaan disebut sebagai bagian gangguan kejiwaan.

Bisa dibayangkan ada seseorang yang sendirian duduk di restoran mewah di hotel termewah, memesan semua makanan terenak untuk dimakan sendirian. Lalu dia senyum-senyum sendiri sambil setengah teriak pada setiap orang yang lewat: “enak, nyaman, istimewa, mantap menunya.” Orang waras yang lewat pasti akan menganggapnya memiliki kelainan jiwa.

Derita itu tidak layak disebut derita kecuali derita itu hanya dipikul sendirian. Sakit hati sendiri, menangis sendiri dan menjerit sendirian adalah potret derita yang sempurna. Karenanya, jangan biarkan sahabat dan saudara kita menderita sendirian. Ulurkan tangan dan bangkitkan mereka yang menderita dari deritanya, temani mereka dan ajaklah untuk tersenyum karena esok pagi bisa mempersembahkan kisah lain yang tak sama dengan yang dipikirkannya.

Islam itu menjadi agama terindah karena Islam mengajarkan kebahagiaan, kedamaian dan kesejahteraan untuk semua. Perintah untuk saling menasehati dan perintah untuk saling berbagi adalah perintah yang sangat prinsipil yang akan memampukan orang yang mengamalkannya menjadi orang-orang pilihan. Berhentilah saling menjelekkan dan berhentilah saling menjegal. Bergandeng tangan sambil tersenyum sungguh terlihat lebih menyenangkan.

Marilah tersenyum manis dan tebarkan senyum termanis itu pada orang yang ada di dekat kita sekarang. Berikan sesuatu yang bisa dengan ikhlas diberikan sebagai pelaksanaan dari saling berbagi. Ucapkan kalimat yang baik yang menenangkan dan menenteramkan orang lain, termasuk berkomentar atas status ini. Kemudian, rasakan tambahan bahagia yang akan memenuhi hati kita. Salam, AIM. [*]

 

 

– See more at: http://mozaik.inilah.com/read/detail/2284112/bahagia-tak-layak-jika-dinikmati-sendirian#sthash.S0mkG9Nn.dpuf

Kisah Suami-Istri Gaji 900 Ribu Nafkahi 100 Yatim

KALAU kita bisa makan walau tak punya uang bersyukurlah. Kita masih bisa pinjam uang untuk makan untuk kemudian kita bayar ketika punya nanti. Kalau kita bisa makan dan memiliki uang yang cukup untuk makan itu maka lebih bersyukurlah. Kita sungguh berhak menyebut diri sebagai orang berkecukupan.

Kalau kita punya uang dan kita tak bisa makan karena sakit maka bersabarlah. Memang selalu saja ada masa di mana ujian sakit itu harus mengisi kuliah kehidupan kita. Kalau kita punya uang berlebih dan kemudian kita bisa makan bersama orang lain, terlebih mereka yang kekurangan, maka bersyukurlah karena kita berhak merasa sebagai kelompok orang berkelebihan.

Kalau kita memiliki uang berlebihan namun tak pernah tersentuh memberi makan anak yatim dan fakir miskin nestapa maka bertobatlah dan istighfarlah karena itu berarti kita sedang menahan diri memberikan sebagian harta yang menjadi hak mereka yang membutuhkan itu.

Kalau kita orang yang tak berkelebihan namun bisa menanggung hidup banyak orang yang menurut akal “lebih” dari kemampuan kita, ini baru luar biasa. Ini berarti kita dipilih Allah untuk menjadi orang tua dari banyak orang.

Ini pelajaran hidup yang saya petik hari ini dari sepasang suami isteri yang menanggung makan 100 orang anak selama mau mondok dan sekolah dan minggu ini bertambah 3 lagi anak yatim lagi, hanya dengan penghasilan resmi suami-isteri 900 ribu rupiah perbulan sebagai kepala sekolah swasta. Tak hanya makannya yang 3x sehari semalam, kadang lengkap dengan uang saku dan biaya sekolahnya. Ini menarik karena tak ada bantuan dari pemerintah dan pasangan ini tak pernah mengajukan proposal bantuan untuk urusan ini.

Saya dan isteri sering “menggoda” pasangan suami isteri yang sudah 4 kali ini ke Mekah tentang “kenekatan”nya. Dijawabnya dengan senyum dan berkata: “Allah Maha Kaya, Allah Maha Pemberi Rizki dengan caraNya, bukan dengan cara kita.” Selamat adikku, semoga selalu sehat dan panjang umur. Salam, AIM. [*]

– See more at: http://mozaik.inilah.com/read/detail/2283372/kisah-suami-istri-gaji-900-ribu-nafkahi-100-yatim#sthash.gmp88CcJ.dpuf

Milisi Syiah Lebanon Bunuh Dokter di Kota Zabadani, Suriah

Akhir bulan Maret, aktivis lokal mengatakan bahwa, dua tokoh di kota Zabadani diperangi dan dibunuh pada hari Jum’at oleh milis Hizbullah, Lebanon.

Sebagaimana yang dilansir Zaman Al-Wasl (26/3), Dr Mohamed al-Khos, seorang dokter yang bertugas di kota tersebut dan Kolonel Abdul Karim Alloush, 56 tahun, telah tewah terkena tembakan yang diluncurkan oleh penembak jitu kelompok Iran-Proxy pada hari Jum’at.

Al-khos adalah seorang dokter ahli bedah yang dihormati di daerah Zabadani, ia menolak untuk meninggalkan kota tersebut dan tetap bersikeras memilih tinggal di Zabadani dan membantu masyarakatnya, bahkan ada ratusan orang yang dirawat olehnya. Kata seorang aktivis.

Insident Penembakan tersebut merupakan bentuk pelanggaran terang-terangan yang dilakukan oleh kelompok Hizbullah terhadap perjanjian gencatan senjata yang telah disepakati pada tahun 2015.

(Eka Aprila)/Bumi Syam

Gabungan NGO Kemanusiaan Gelar Aksi Damai Tolak Agresi Rusia di Suriah

Jum’at siang (8/1), Aliansi Merah Putih Peduli Suriah yang merupakan gabungan dari beberapa LSM Kemanusiaan melakukan aksi damai solidaritas kemanusiaan di depan Kedubes Rusia di Jakarta.

Setidaknya 12 LSM dan pergerakan Islam di Indonesia melakukan aksi damai di depan kantor Kedutaan Besar (Kedubes) Rusia untuk Indonesia, Jl Rasuna Said, Jakarta. Aliansi ini diikuti oleh Forum Indonesia Peduli Syam, Majelis Az-Zikra, Sinergi Foundation, Sapa Islam, Road 4 Peace, Auction4Humanity, Charity4Syria, Human Right Care for Palestine, dan Islampos Aid.

Juga diikuti oleh Mahasiswa Pecinta Islam, Syam Organizer, KAMMI, Sahabat Al Aqsha, Sahabat Suriah, Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC), World Human Care, dan Hilal Ahmar Society Indonesia.

Hadir pula perwakilan dari komunitas el-MAHALLI (Mahasiswa Hidayatullah LIPIA Jakarta). Aksi damai ini berlangsung selepas shalat Jumat, sekitar pukul 13.00-14.50 WIB.

IMG_4443Invasi militer Rusia ke wilayah Suriah sejak malam 30 September 2015 telah memperburuk kondisi kemanusiaan di Suriah. Alasan Rusia untuk masuk ke Suriah dengan dalih memerangi terorisme, justru bertolak belakang dengan fakta di lapangan. Ribuan warga sipil tewas. Ratusan Wanita dan anak-anak meregang nyawa.

Tak pelak, agresi Rusia hanyalah menambah amunisi untuk melanggengkan kejahatan HAM yang dilakukan diktator Bashar Assad.

Syrian Observatory for Human Rights (SOHR) mencatat, 55.219 orang telah tewas akibat tragedi kemanusiaan di Suriah sejak 1 Januari sampai 31 Desember 2015. Warga sipil menempati jumlah korban terbanyak, lebih dari 20.000 orang. Banyak dari mereka mengalami cacat permanen, ratusan ribu anak-anak menjadi yatim piatu, lebih dari setengah populasi Suriah mengungsi sejak perang berkecamuk di sana.

Amnesty International mencatat, akibat agresi Rusia sedikitnya 100 ribu orang telah melarikan diri dari Aleppo, sementara 1.000 lainnya melarikan diri ke sebuah kamp pengungsi di pinggiran kota Atma, Idlib.

IMG_4454Indikasi banyaknya korban sipil dari serangan Rusia ke Suriah memang sudah terlihat sejak serangan pertama. Sebanyak 35 warga menjadi korban di Idlib pada malam 30 September 2015.

Bahkan serangan terbesar terjadi di Provinsi Idlib, 49 warga Sipil pada 29 November 2015 meninggal dunia secara bersamaan setelah tiga misil menghantam satu pasar di Ariha.

Selain membunuh warga sipil, serangan Rusia juga menyasar fasilitas medis dan konvoi kemanusiaan. Di Idlib, Aleppo, dan Hama, Rusia membombardir instalasi kesehatan. Akibatnya, rumah sakit dan ambulans hancur. Para dokter, perawat, staf rumah sakit dan pasien pun turut tewas dalam serangan Rusia. Bahkan, pada akhir November 2015 lalu, pesawat-pesawat tempur Rusia menyerang konvoi bantuan kemanusiaan wilayah Aleppo yang berusaha memberikan pasokan kepada para pengungsi.

Maka diamnya masyarakat Internasional atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan di Suriah, akan mendorong lagi para penjahat untuk membunuh manusia dan kemanusiaan. Sudah seharusnya Indonesia sebagai bangsa yang besar memiliki sikap nyata untuk menghentikan tragedi kemanusiaan di Suriah. (san)

 

sumber:BumiSyam.com

Tanggapan Majlis Islam Suriah atas Kedustaan Iran

Beberapa waktu lalu, pemimpin agung spiritual Iran Ali KHamanei menyebut bahwa keberadaan tentara dan milisi Iran di Suriah dalam rangka memerangi orang-orang kafir. Pernyataan ini membuat para penggiat dan pejuang kemerdekaan Suriah terheran-heran dan menyangkal tuduhan tersebut. Salah satu lembaga yang menanggapi pernyataan pimpinan spiritual Iran itu adalah Majlis Islam Suriah (Syrian Islamic Council).

Lembaga yang beranggotakan para ulama Syam dan diketuai oleh Syaikh Usamah Rifa’i tersebut merilis pernyataannya sebagai tanggapan atas kedustaan Iran selama ini. Berikut naskah pernyataan Majlis Islam Suriah :

BismillahirRohmaanirRohiim

Segala puji milik Allah, Penolong kebenaran dan golongannya, Penghancur kebathilan dan bala tentaranya. Sholawat serta salam kepada Nabi kita Muhammad beserta keluarganya, para sahabatnya dan para pengikut petunjuknya hingga hari pembalasan.

Telah beredar di beberapa kantor berita pernyataan Pemimpin Tertinggi Revolusi Iran Ali Khamenei yang mengumumkan bahwa Iran sedang berjuang memerangi orang kafir di Suriah dan bahwa tentara-tentaranya meminta izin untuk berperang di garis terdepan Islam melawan orang-orang kafir dan bahwa pintu mati syahid terbuka lagi pasca perang Iran-Irak, hal itu ditekankan dengan ucapannya : “Jika kita tidak berperang di Suriah, kami harus melawan musuh di Kermanshah dan di provinsi-provinsi lain di dalam Iran” Ini datang dari bibir juru bicara Pemimpin Tertinggi Ahmad Jannati.

Majlis Islam Suriah Setelah mempertimbangkan laporan ini dan memverikasi dari pernyataan tersebut maka mengumumkan sebagai berikut:

Pertama : Rezim penguasa di Iran yang mengatasnamakan sebagai mullah di Qom selalu menyampaikanpada setiap kesempatan tentang kebencian sektarian terhadap Muslim dan masalah ini sampai dinyatakan sendiri oleh tokoh tertinggi di Iran (Pemimpin Tertinggi). Kebencian buta terhadap kaum Muslimin yang mencerminkan orientasi sektarian nyata penuh kebencian dalam revolusi Khomeiniyang menipu banyak Muslim selama rentang waktu ini. Dan seringnya mengangkat slogan-slogan mendukung Muslim yang tertindas di muka bumi, dan menyerukan persatuan dan pemulihan hubungan antara sekte, khususnya Sunni dan Syiah. Telah jelas bahwa slogan-slogan ini hanya menipu umat Islam pada umumnya, tidak mungkin lagi untuk sistem kemunafikan yang menutupi keburukannya dan tidak akan berhasil semua kebohongan dan trik yang dipromosikan oleh penjahat sektarian dan semua yang dibawa oleh milisi kebencian sektarian di Irak, Lebanon dan Afghanistan sebagai pembenaran untuk serangan mereka ke Suriah dan membunuhi rakyat Suriah,demi melindungi kuil dan tempat keagamaan. Semua itu belum cukup menipu oleh rakyat mereka sendiri yang telah menjadi bencana bagi mereka. lalu datanglah laporan dan pernyataan untuk dilemparkan sebagai anak panah terakhir dari kantong kedustaan dan kebohongan.

Kedua : Pemimpin tertinggi Iran ini telah menapaki jalannya orang-orang yang suka mengkafirkan (takfiri) yang mana pemikiran ini ditentang oleh seluruh kaum muslimin. Lalu apa yang membedakan antara pemimpin spiritual tertinggi Iran ini dengan ISIS ? Sementara isis juga mengkafirkan semua orang dalam menghadapi kezaliman dan keangkara-murkaan. Kalau para pengikut isis dianggap kalangan muda maka pemimpin tertinggi Iran sebagai pembesarnya. Berdasar ini, engkau lebih buruk dari mereka. Lalu kami tanyakan kepadanya, kekufuran mana yang hendak kalian perangi di Suriah ?!

Bukankah kalian yang membunuhi kelompok jihad dan pasukan pembebasan Suriah??! Sementara mereka semua adalah kaum muslimin ahlus sunnah wal jama’ah, apakah mereka kafir ?! dan apakah mereka (para pasukan Iran) yang diutus sang mursyid untuk membantu sang durjana (rezim Basyar) terbunuh oleh tangan orang-orang yang terdzolimi dianggap sebagai syuhada di jalan Allah !!! dan kalian masih terus membohongi pemuda-pemuda kalian dan mendorong mereka menuju kehancuran dan kebinasaan sementara di saku kantong mereka (kalian janjikan) ada kunci-kunci surga dan ampunan!!!

Ketiga: Sesungguhnya Majlis Islam Suriah menyeru kepada semua orang-orang terhormat di Iran dan di negara lainnya dengan mengatakan: “Sesungguhnya para pendusta tidak akan bermanfaat untuk kalian dari Allah. dan Allah akan meghisab setiap amalan dan usaha setiap insan. Hendaklah kalian membuka akal fikiran dan berhukum dengan syari’at Tuhan kalian. Berdiri di hadapan si dzolim dan membantu orang yang terdzolimi telah ditetapkan dalam semua agama. Kami mengingatkan semua dengan firman Allah : “Katakanlah maukah kalian Kami beritahukan orang-orang yang paling merugi amalannya. Yaitu orang-orang yang sesat ushanya di kehidupan dunia sementara mereka mengira melakukan kebaikan”. (QS. Al Kahfi: 103 – 104).

Sebagai penutup, kami serukan kepada seluruh bangsa-bangsa Islam untuk membantu orang-orang terdzolimi di Suriah dalam rangka menghadapi para penjahat yang telah meyerukan permusuhan kepada kami secara agama dan telah terkuak topeng-topeng mereka. Telah jelas pula rencana mereka yang tidak hanya berhenti di perbatasan Irak, Suriah, Lebanon, Yaman dan Bahrain bahkan melampaui lebih dari itu. Semoga Allah mengembalikan makar mereka ke leher-leher mereka sendiri dan semoga Allah melindungi umat kita dari makar dan kejahatan mereka. Dan Allah sebagai tempat memohon pertolongan dan hanya kepada-Nyalah bersandar.

 

Majlis Islam Suriah

 

sumber: sy-sic.com (diambil dari BumiSyam.com )

Grand Syaikh Al-Azhar Memperingati Warga Indonesia Dari Bahaya Syiah

Banyak berita menyebar yang menyatakan bahwa Grand Al-Azhar mengatakan bahwa syiah tidaklah berbahaya. Saya pribadipun tidak tahu, apakah itu hanya opini orang yang dinisbatkan kepada Grand Syaikh Al-Azhar “Prof. Dr. Ahmad Thayyib” -hafidzahullah wa wafaqqah- dengan cara disengaja ataupun tidak sengaja. Atau hal ini disebabkan karena kesalahpahaman dengan apa yang dimaksud oleh beliau.

Terlepas dari itu semua,  saya hanya ingin membawa kabar apa yang sebenarnya dinyatakan oleh Syaikh Ahmad Thayyib hafidzahullah yang langsung diberitakan oleh Al-Azhar As-Syarif pada hari ini dalam website dan fanspagenya.

Dalam berita yang ada di website Al-Azhar menyatakan:

حذر فضيلة الإمام الأكبر أ.د / أحمد الطيب، شيخ الأزهر الشريف رئيس مجلس حكماء المسلمين – الإندونيسيين باعتبارهم أكبر دولة إسلامية سنية خالصة، من خطر دعوات تشييع أهل السنة والجماعة

“Fadhilah Al-Imam Al-Akbar Prof. Dr. Ahmad Thayyib Syaikh Al-Azhar As-Syarif ketua Majlis Hukama’ Al-Muslimin, mewati-wanti masyarakat Indonesia dengan status bahwasanya mereka adalah daulah islam sunni yang murni, beliau mewanti-wanti mereka dari bahaya gerakan syiahisasi ahlussunnah wal jama’ah”

وأكد فضيلته، خلال زيارته إلى مركز الدراسات القرآنية بجاكرتا، أن الوحدة بين المسلمين أمرٌ مطلوبٌ، وكثيرًا ما ندعو إليها، ولكن بشرط، ألا تستغل هذه الوحدة المنشودة من هذا الطرف أو ذاك من أجل نشر  أجندات سياسية وطائفية خاصة، تؤدي في الغالب إلى الاحتراب الداخلي بين المسلمين

“Dan beliau menguatkan kembali ketika beliau berziarah ke Pusat Studi Al-Quran di Jakarta bahwa persatuan antar kaum muslimin adalah suatu hal yang diharapkan. Dan kita sering menyeru kepadanya. Akan tetapi dengan syarat, agar persatuan ini yang diinginkan dari kelompok ini dan itu agar tidak dimanfaatkan untuk menyebarkan agenda politik dan golongan tertentu, yang mana kebanyakan akan membawa kepada perang  internal antar kaum muslimin”

ووجه فضيلته نداء إلى الشباب السني داعيًا إياهم إلى التمسك بعقيدة جمهور أهل السنة والجماعة، وعدم الانجراف إلى دعوات الفرقة والتعصب المذهبي المذموم، مؤكدًا أن منهج الأزهر في العقيدة والفكر والسلوك هو الكفيل بعصم الأمة من الوقوع في خطر التطرف والطائفية والتشرذم والانقسام .

“Dan beliau mengarahkan para pemuda sunni untuk berpegang teguh kepada Akidah Jumhur Ahlussunnah Wal Jama’ah dan tidak hanyut kepada perpecahan dan fanatik madzhab yang tercela. Dan beliau menguatkan bahwa metode Al-Azhar dalam akidah, pemikiran dan jalan dia adalah menjaga ummat dari terjatuhnya ke dalam bahaya pemikiran ekstrim, dan berkolompok-kelompok, dan bercerai berai dan berpisah-pisah”. (Selesai)

 

Sumber: Alamiry

Peminjam Kemaluan, Hanya Ada Dalam Agama Syiah

Hanya orang-orang syiah yang berani menisbatkan zina kepada agama. Bukan hanya nikah mut’ah yang mereka katakan halal dalam agama. Lebih dari itu, mereka menyatakan bahwasanya pinjam kemaluan juga halalhukumnya.

Dan hal itu sesuai pernyataan dan pengakuan dari ulama syiah sendiri yang telah bertaubat kepada Allah “Sayyid Husain Al-Musawi” rahimahullah dalam kitabnya “Lillaah Tsumma Li At-Taarikh”.

Beliau berkata:

إن انتشار العمل بالمتعة جَرَّ إلى إعارة الفرج، وإعارة الفرج معناها أن يعطي الرجل امرأتَه أو أمَتَه إلى رجل آخر فيحل له أن يتمتع بها أو أن يصنع بها ما يريد، فإذا ما أراد رجل ما أن يسافر أودع امرأته عند جاره أو صديقه أو أي شخص كان يختاره، فيبيح له أن يصنع بها ما يشاء طيلة مدة سفره. والسبب معلوم حتَّى يطمئن الزوج علَى امرأته لئلا تزني في غيابه

“Sesungguhnya dengan menyebarnya amalan nikah mut’ah, maka dia menyebabkan juga adanya peminjaman kemaluan. Dan peminjaman kemaluan, artinya seseorang memberikan istrinya atau budaknya kepada lelaki lain maka halal bagi orang itu untuk menikmati tubuh wanita tersebut atau halal baginya untuk melakukan apa saja yang dia inginkan dengan tubuh wanita tersebut. Dan jika seseorang ingin melakukan safar, maka dia menitpkan istrinya kepada tetangganya atau kawannya atau lelaki lain yang dia pilih, maka dia membolehkan baginya untuk melakukan apa saja yang dia suka selama melakukan safar. Dan sebabnya sudah ma’lum, agar suami merasa tenang terhadap istrinya agar dia tidak berzina ketika dia sedang pergi[1]”.

 

وهناك طريقة ثانية لإعارة الفرج إذا نزل أحد ضيفًا عند قوم، وأرادوا إكرامه فإن صاحب الدار يعير امرأته للضيف طيلة مدة إقامته عندهم، فيحل له منها كل شيء، وللأسف يروون في ذلك روايات ينسبونها إلى الإمام الصادق – عليه السلام – وإلى أبيه أبي جعفر ـ سلام الله عليه ـ

“Dan ada cara kedua mengenai peminjaman kemaluan. Jika ada seseorang yang bertamu kepada sebuah kaum dan kaum ini ingin memuliakan tamunya, maka tuan rumah meminjamkan kemaluan istrinya kepada tamunya selama dia tinggal di rumah tersebut. Maka halal baginya segala sesuatu dari tubuh wanita tersebut. Dan yang sangat disayangkan, mereka menisbatkan hal tersebut kepada Imam As-Shadiq alaihissalam dan kepada bapaknya Abu Ja’far Salaamullah alaih”.

روى الطوسي عن محمّد عن أبي جعفر – عليه السلام – قال: قلت: «الرجل يحل لأخيه فرج جاريته؟ قال: نعم لا بأس به له ما أحل له منها» الاستبصار 3/ 136

“Ath-Thusi meriwayatkan dari Muhammad dari Abi Ja’far -alaihissalam-, (Muhammad) berkata: Aku bertanya: “Apa hukum seseorang menghalalkan kemaluan budaknya untuk saudaranya?” Abu Ja’far berkata: “Iya, tidak mengapa pada bagian-bagian yang dihalalkan baginya” (Al-Istibshar 3/136)

ورو ى الكُلَيْني والطوسي عن مُحَمَّدُ بْنُ مُضَارِبٍ قَالَ: قَالَ أَبُو عَبْدِ اللهِ – عليه السلام «يَا مُحَمَّدُ خُذْ هَذِهِ الْجَارِيَةَ إِلَيْكَ تَخْدُمُكَ فَإِذَا خَرَجْتَ فَرُدَّهَا إِلَيْنَا». الكافي، 2/ 200، الاستبصار 3/ 136

“Dan Al-Kulaini dan Ath-Thusi meriwayatkan dari Muhammad bin Mudharib, dia berkata: Abu Abdillah alaihissalam berkata: “Wahai Muhammad, ambillah budak ini bersamamu untuk melayanimu. Dan jika engkau telah selesai, maka kembalikanlah dia kepada kami” (Al-Kafi 2/200 dan Al-Istibshar 3/136)

في زيارتنا للهند ولقائنا بأئمة الشيعة هناك كالسيد النقوي وغيره مررنا بجماعة من الهندوس وعبدة البقر والسيخ وغيرهم من أتباع الديانات الوثنية، وقرأنا كثيرًا فما وجدنا دينًا من تلك الأديان الباطلة يبيح هذا العمل ويحله لأتباعه. فكيف يمكن لدين الإسلام أن يبيح مثل هذا العمل الخسيس الذي يتنافى مع أبسط مقومات الأخلاق؟

“Ketika kami mengunjungi India, dan ketika kami bertemu dengan para imam syi’ah disana seperti As-Sayyid An-Naqawi dan selainnya, maka kami melewati para jamaa’ah hindu dan penyembah sapi serta para penganut agama sikh[2] dan selainnya dari para pengikut agama penyambah patung, dan kami juga banyak membaca, namun kami tidak mendapati satu agamapun dari agama-agama yang bathil, membolehkan amalan ini (peminjaman kemaluan) untuk para pengikutnya. Maka bagaimana mungkin agama islam membolehkan amalan yang menjijikkan ini yang sangat meniadakan pilar-pilar akhlak”.

زرنا الحوزة القائمية في إيران فوجدنا السادة هناك يبيحون إعارة الفروج، وممن أفتى بإباحة ذلك السيد لطف الله الصافي وغيره، ولذا فإن موضوع إعارة الفرج منتشر في عموم إيران

“Dan kami mengunjungi Hauzah yang ada di Iran, maka kami mendapati para sayyid di sana membolehkan peminjaman kemaluan. Dan diantara yang membolehkannya adalah Sayyid Lutfullah As-Shafi dan selaiinya. Maka dari itu, peminjaman kemaluan begitu tersebar di wilayah mayoritas Iran” (Lillaah Tsumma Li At-Taarikh hal. 47-48)

Maka hanya orang jahil dari agama syiah yang tidak memiliki akal yang membolehkannya.

Wa shallallahu alaa nabiyyinaa Muhammad.

 

 

 

PenulisMuhammad Abdurrahman Al Amiry

Artikelalamiry.net (Kajian Al Amiry)

Jemaah haji lansia Bisa Ajukan Percepatan Keberangkatan

Kementerian Agama kembali menerapkan kebijakan untuk mempercepat keberangkatan jamaah haji lanjut usia (lansia). Karena itu, bagi jamaah yang berusia  minimal 75 tahun bisa segera mengajukan percepatan keberangkatan ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota tempat mendaftar haji (domisili).

“Tahun ini masih diberikan kesempatan bagi lanjut usia minimal 75 tahun untuk mengajukan percepatan keberangkatan. Sehingga diharapkan jamaah lansia mendapat prioritas mengingat kondisi fisik yang lemah,” kata Kasubdit Pendaftaran Haji M Noer Alya Fitra (Nafit), Kamis (10/03) malam seperti dikutip laman resmi Kemenag.

Menurut dia,  calon jamaah haji lansia yang ingin mendapat percepatan keberangkatan bahkan dapat didampingi oleh satu pendamping. “Prosedurnya dengan mengajukan ke Kemenag Kabupaten/Kota tempat pendaftaran,” tambahnya.

Selain prioritas lansia, Kementerian Agama juga telah menerbitkan  Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 29 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji Reguler yang membatasi pendaftaran haji minimal berusia 12 tahun. Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Ditjen PHU Ahda Barori mengatakan bahwa sebelumnya tidak ada aturan minimal usia untuk mendaftar haji.

“Antrean haji sudah terlalu lama di Indonesia sehingga dalam aturan yang baru, mendaftar haji harus sudah berusia 12 tahun,” terang Ahda. Antrean daftar tunggu haji di Sulawesi Selatan bahkan sudah mencapai 28 tahun.

Aturan lainnya,  lanjut Ahda, kuota haji diprioritaskan untuk jamaah yang belum berhaji. Kalau orang yang sudah pernah haji ingin berhaji lagi, dia baru boleh mendaftar kembali setelah sepuluh tahun dari keberangkatan terakhir.

Regulasi baru penyelenggaraan haji ini disosialisasikan kepada para kepala seksi pendaftaran haji seluruh Sumatera dan unsur Ditjen  Penyelenggaraan Haji Dan Umrah. Sebelumnya, sosialisasi telah dilakukan di Makassar untuk kawasan Indonesia Timur dan Yogyakarta untuk wilayah Jawa.

 

sumber: RepublikaOnline

NU: Kasus Siyono Harus Jadi Pelajaran Terakhir Densus

Kasus tewasnya Siyono (39) saat penangkapan terduga teroris di Klaten, Sabtu malam lalu, telah menimbulkan banyak kecurigaan banyak pihak. Kasus ini diharapkan menjadi kasus terakhir kelalaian Densus dalam penangkapan teroris.

Mantan wakil ketua PBNU As’ad Said Ali mengatakan, polisi harus tetap menjelaskan yang terjadi sebenarnya kepada masyarakat. Walaupun Kadiv Humas Mabes Polri Anton Charliyan telah mengakui adanya kelalaian prosedur dalam proses penangkapan Siyono.

“Menurut saya, harus dibuktikan saja oleh pihak kepolisian apakah benar adanya perlawanan itu. Ini sekaligus untuk menepis adanya kecurigaan di publik, dan menjadi pelajaran agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” katanya kepada Republika.co.id, Selasa (15/3).

Menurut dia, saat ini Polri sudah sangat terbuka dalam menjawab kritik dari masyarakat. Dengan adanya pengakuan dan penjelasan yang masuk akal dari Polri ini, justru akan menguntungkan polisi sebenarnya. Hanya saja, memang ada satu-dua kasus yang perlu dikaji lebih jauh bagaimana kerja di lapangannya.

Densus menangkap Suyono pada Sabtu malam di Dusun Brengkuan, Desa Pogung, Kecamatan Cawas, Klaten, Jawa Tengah. Dalam perjalanan, menurut keterangan polisi, Suyono melakukan perlawanan sehingga terjadi perkelahian dan berujung tewasnya Suyono.

Namun, belakangan Kadiv Humas Mabes Polri Anton Charliyan mengakui adanya kelalaian prosedur yang dilakukan petugas Densus 88. Menurut Anton, Anggota Densus yang mengawal Siyono dengan keamanan minim. Kesalahan prosedur tersebut, di antaranya melepaskan penutup mata dan borgol Siyono.

 

 

sumber: Republika Online